Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Friday, November 21, 2025

Detik Pertama di Alam Kubur dan Pertemuan Para Kekasih Iman”?

Yuk Tahajud... Banguuuun 

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh. 

Setiap manusia pasti memasuki satu tempat yang tidak pernah ditinggali sebelumnya: alam kubur. Alam yang sunyi… tapi justru di sanalah Allah muliakan orang beriman dan uji orang yang lalai. Hari ini kita renungkan, apa yang dialami ahli kubur pertama kali, dan apakah mereka bisa bertemu keluarga atau saudara seiman di sana.

1. Detik Pertama Masuk Kubur: Tiga Hal Besar yang Dialami Manusia

a. Didudukkan dan ditanya oleh malaikat Munkar–Nakir

Inilah momen paling menentukan.

Dalil Hadis

النَّبِيُّ ﷺ قَالَ: «إِنَّهُ إِذَا وُضِعَ الْعَبْدُ فِي قَبْرِهِ… فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ؟ وَمَا دِينُكَ؟ وَمَنْ نَبِيُّكَ؟»

Latin: Innahu idzā wuḍi‘a al-‘abdu fī qabrihi… fa yaqūlāni lahu: man rabbuka? wa mā dīnuka? wa man nabiyyuka?

Terjemahan: “Sesungguhnya ketika seorang hamba telah diletakkan di kuburnya… maka dua malaikat datang dan bertanya: Siapa Rabb-mu? Apa agamamu? Siapa nabimu?”

(HR. Abu Dawud)

Maknanya

Jika imannya kuat, jawaban keluar mudah seperti mengalir. Jika hidupnya lalai, lisannya terkunci — bukan karena tidak tahu, tapi karena tidak mengamalkan.

b. Kubur menjadi taman surga atau lubang neraka

Jika jawabannya benar dan amalnya baik, kuburnya lapang.

Dalil

قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «إِنَّ الْقَبْرَ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ، أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّارِ»

Latin: Innal qabra rawḍatun min riyāḍil jannah aw ḥufratun min ḥufarin nār.

Terjemah: “Sesungguhnya kubur itu bisa menjadi taman dari taman-taman surga, atau lubang dari lubang-lubang neraka.”

(HR. Tirmidzi)

c. Ruh orang beriman diberi kenyamanan dan kabar gembira

Allah berfirman tentang orang beriman ketika wafat:

Qur’an اَلَّذِينَ تَتَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ طَيِّبِيْنَۙ يَقُوْلُوْنَ سَلٰمٌ عَلَيْكُمْۗ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Latin: Alladzīna tatawaffāhumul-malāikatu ṭayyibīn, yaqūlūna salāmun ‘alaikum, udkhulul-jannata bimā kuntum ta‘malūn.

Terjemah: “Orang-orang yang diwafatkan para malaikat dalam keadaan baik; para malaikat berkata: ‘Salam sejahtera atas kalian, masuklah ke surga karena amal kalian.’”

(QS. An-Nahl: 32)

Ini menunjukkan sambutan lembut untuk ruh mukmin.

2. Apakah Ahli Kubur Bisa Bertemu Keluarga dan Orang Seiman?

Jawaban ringkas:

Ya, ada riwayat shahih bahwa ruh orang beriman saling bertemu.

Dalil Hadis


عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا:

«إِنَّ أَرْوَاحَ الْمُؤْمِنِينَ تَلْتَقِي، فَيَسْأَلُ بَعْضُهَا بَعْضًا»

Latin: Inna arwāḥal-mu’minīna taltaqī, fa yas’alu ba‘ḍuhā ba‘ḍan.

Terjemahn: “Sesungguhnya ruh-ruh orang beriman saling bertemu, dan sebagian bertanya kepada sebagian yang lain.”

(HR. Thabrani)


Penjelasannya

Ruh orang beriman berkumpul di tempat khusus namanya Illiyyin (tinggi).

Mereka saling mengenal, sebagaimana mereka dulu saling mengenal di dunia.

Mereka bertanya tentang keluarga yang masih hidup.

Dalil Qur’an tentang ruh orang saleh dikumpulkan bersama

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰٓئِكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ

Latin: Wa man yuṭi‘illāha war-rasūl fa ulā’ika ma‘alladzīna an‘amal-lāhu ‘alaihim.

Terjemah: “Siapa yang taat kepada Allah dan Rasul, mereka akan bersama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah.”

(QS. An-Nisa: 69)

Ayat ini menjadi landasan bahwa di alam barzakh pun mereka bersama.

3. Bisakah orang yang mencintai karena iman dipertemukan?

Betul. Cinta karena Allah membuat mereka dikumpulkan kembali setelah wafat.


Dalil Hadis

قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ»

Latin: Al-mar’u ma‘a man aḥabb.

Terjemah: “Seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai.”

(HR. Bukhari)

Hadis ini berlaku: Di dunia, Di alam barzakh (kubur), Di akhirat Selama cintanya karena Allah, bukan karena dunia.

4. Contoh Nyata yang Menggugah

Contoh 1 — Orang tua yang wafat

Banyak keluarga bercerita, setelah ayah/ibu wafat, mereka bermimpi ayah tersenyum berkata:

“Alhamdulillah, aku tidak sendiri. Aku ditemani orang-orang baik.”

Ini sesuai dengan hadis bahwa ruh mukmin saling berkumpul dan gembira.

Contoh 2 — Para sahabat Nabi

Di antara sahabat yang wafat lebih dahulu, mereka bertemu ruh-ruh sahabat lain. Ketika sahabat berikutnya wafat, ruh-ruh itu menyambut dan bertanya:

“Bagaimana keadaan keluarga kita di dunia?”

Ini menggambarkan betapa luasnya rahmat Allah, hingga dalam kubur pun Allah tidak biarkan seorang mukmin sendirian.

Contoh 3 — Mukmin yang saling mencintai

Dua sahabat yang rajin saling mengingatkan shalat berjamaah dan sabar dalam musibah—ketika wafat, mereka akan dikumpulkan bersama di Illiyyin, saling menyemangati menunggu hari kebangkitan.


Penutup

Saudaraku yang dirahmati Allah…

Detik pertama di kubur adalah ujian besar, tetapi setelah itu bagi orang beriman adalah: ketenangan, kedamaian, pertemuan dengan sesama mukmin, dan penantian menuju surga.

Maka mari kita perbaiki iman, perbaiki amal, dan perbanyak cinta karena Allah, agar kelak ketika masuk kubur, kita tidak sendirian… tetapi disambut oleh malaikat dan sahabat-sahabat beriman.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ini Si Pemalu yang Dicintai Allah Ta'ala

 Allah subhanahu wa ta’ala menyukai sikap malu dan menutupi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala Maha Santun, Malu, lagi menutupi, menyukai sikap malu dan menutupi. Apabila salah seorang darimu mandi maka hendaklah ia menutupi.” (HR An-Nasa`i) Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Iman terbagi lebih dari tujuh puluh cabang, dan sikap malu satu cabang dari iman.” (HR Muslim)

Malu pada manusia terdiri dari tiga macam:

 *Pertama, malu kepada Allah*.

Jika seseorang malu kepada Allah, ia akan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Malulah kalian kepada Allah dengan sungguh-sungguh rasa malu. Kemudian nabi ditanya, “Bagaimana caranya malu kepada Allah?” Dijawab, “Siapa yang menjaga kepala dan isinya, perut dan makanannya, meninggalkan kesenangan dunia, dan mengingat mati, maka dia sungguh telah memiliki rasa malu kepada Allah Ta'ala.


*Kedua, malu kepada manusia*

Orang yang punya rasa malu kepada manusia tidak akan berani melakukan dosa di hadapan orang lain. Jangankan dosa, melakukan kebiasaan jeleknya dia malu jika ada orang yang melihatnya. 


*Ketiga, malu kepada diri sendiri* 

Ketika orang punya malu kepada dirinya sendiri, dia tidak akan melakukan perbuatan dosa ketika sendirian. Ia malu jika ada orang yang melihat perbuatannya.

Rasulullah saw bersabda: ‘Sifat malu tidak datang kecuali dengan kebaikan.” Dan beliau juga bersabda: “Sifat malu adalah baik semuanya, atau beliau bersabda: semuanya adalah baik.” 

Maksudnya bahwa ia adalah sebab untuk menarik kebaikan kepadanya.

Ya Allah Ya Tuhanku, semoga kami, kel, shbt dan kel nya dapat berbuat kebaikan yang Engkau terima.

Aamiin aamiin aamiin yaa robbal'alamin 

Thursday, November 20, 2025

Mencintai Rasul saw itu kewajiban setiap muslim

Mencintai Rasul adalah :

 *1.Merupakan perintah Allah SWT*

*2.Bukti keimanan seseorang kepada Rasulullah SAW.*

Dasar hukum mencintai Rasulullah.


*1.Mencintai Rasulullah SAW termasuk persoalan ushuluddin (pokok agama) yang sangat menentukan kualitas iman seseorang*


*(QS. At-taubah : 24)*

Yang artinya :

*Katakanlah, Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya,* *Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik* 


*2.Rasulullah SAW lebih utama bagi setiap muslim daripada dirinya sendiri*


 *(QS. Al - Ahzab : 6)*

Yang artinya :

*Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri...)*


*3.Mencintai Rasulullah SAW menyebabkan diampuni dosa dosanya*


*(QS. Ali imron : 31)*

Yang artinya :

*Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu* *Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang*


*4.Mencintai Rasulullah SAW merupakan keimanan yg sempurna*


*(HR. Bukhari)*

Rasulullah SAW bersabda :

*Tidaklah salah seorang dari kalian beriman (dengan iman yang sempurna) sehingga aku lebih dicintai dari kedua orang tuanya, anaknya dan manusia semua*


*5. Allah SWT memuji akhlak Rasul SAW dan menjadikannya sebagai sosok teladan dan idola yang wajib diikuti.*


*(QS. Al - Qalam : 4)* Yang artinya :

*Sesunggguhnya engkau benar-benar berakhlak yang agung* 


*Semoga kita bisa mencintai Rosulullah SAW melebihi cinta kita kpd diri kita sendiri, sehingga kita diakherat nanti mendapat safaat dari beliau Nabi Muhammad SAW*

 

*Aamiin Ya Robbal Alaamiin*

Tipe Pertemanan Menurut Al Quran (2)

 Tipe pertemanan ternyata sudah diatur, bahkan Al-Qur'an telah menjelaskannya dalam berbagai ayat. 

Hal ini tentu tidak hanya ditujukan untuk muslim saja, tetapi bisa juga menjadi pertimbangan untuk memilih teman bagi umat beragama lain. 

Tipe pertemanan seperti apa saja yang ada dalam ayat-ayat Al Quran ?

*6. Qarin*

 Qarin adalah seorang teman berbagi banyak hal. Bahkan, seorang qarin dapat memiliki pemikiran yang sama dengan kita. 

Qarin bisa jadi memiliki sifat atau pemikiran yang buruk, maka dari itu kita harus bisa menjadi seorang yang baik seperti shiddiq atau sohib. Penjelasan tentang qarin dari Firman Allah SWT "Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman" (QS As-Saffat : 51)

*7. Khalil*

Seorang yang disebut khalil merupakan kategori teman yang langka. Seorang khalil akan selalu mengingatmu meskipun mereka tidak sedang bersama denganmu. Bahkan, Nabi Ibrahim A.S. termasuk ke dalam golongan khalil. Nabi Ibrahim merupakan seorang khalil terhadap Allah SWT. Khalil dijelaskan dalam Surat An-Nisa ayat 125. "Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya." (QS An Nisa : 125)

*8. Rafiq*

 Seorang teman yang memberikan kenyamanan dan ketenangan disebut sebagai rafiq. Dia akan memberikanmu ‘ruang’ untuk menjadi dirimu sendiri. Rafiq dijelaskan dalam Surah An-Nisa ayat 69.

Firman Alloh SWT :

"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya," (QS An Nisa : 69)

*9. Khazoul atau Khazala*

Merupakan salah satu tipe teman yang sepatutnya kita hindari. Tipe pertemanan ini adalah teman yang menemanimu, tapi akan meninggalkanmu ketika kamu sedang kesusahan. Bahkan jenis pertemanan ini termasuk dalam salah satu sifat setan. Khazoul dalam Surah Al-Furqan ayat 29.

Allah Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia," (QS Al Furqan : 29) 

*10. Khadan*

 Ketika seorang perempuan memiliki ikatan pertemanan dengan laki-laki, ini disebut dengan Khadan. Pertemanan ini ditakutkan dapat menumbuhkan rasa cinta hingga menjerumus ke dalam zina. 

Khadan dijelaskan dalam Surah An-Nisa ayat 25.

Firman Alloh SWT : "Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS An Nisa : 25)

Ya Allah Ya Tuhanku, semoga kami, kel, shbt dan kel nya bisa menjadi teman yang sesuai dalam Alquran.

Aamiin aamiin aamiin yaa robbal'alamin 

Wednesday, November 19, 2025

Shalat yang Paling Berat Bagi Orang Munafik

Saudaraku.. Dua shalat yang memiliki keutamaan yang besar adalah shalat Shubuh dan shalat Isya. Dua shalat inilah yang terasa berat bagi orang-orang munafik.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari: 657)

Ibnu Hajar mengatakan bahwa semua shalat itu berat bagi orang munafik sebagaimana disebutkan dalam firman Allah, “Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas” (QS. At Taubah: 54)

Akan tetapi, shalat ‘Isya dan shalat Shubuh lebih berat bagi orang munafik karena rasa malas yang menyebabkan enggan melakukannya. Karena shalat ‘Isya adalah waktu di mana orang-orang bersitirahat, sedangkan waktu Shubuh adalah waktu nikmatnya tidur. (Fathul Bari, 2: 141)

Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh berkata, “Seseorang yang mengerjakan sebuah kebaikan lalu ia pun bersedekah, baik pergaulannya, baik akhlaknya, menyambung silaturahmi, dan selain dari itu tetapi dia tidak mengerjakan shalat maka semua perbuatan baiknya tersebut tidaklah bermanfaat bagi dirinya disisi Allah” (Dar’ut Ta’arudh, 1/187)

Mohon maaf atas segala salah dan kilaf.. Semangat berkarya dan beribadah.. Semoga kita diberikan kekuatan untuk bisa istiqomah menunaikan ibadah shalat dengan ikhlas dan khusyuk.

Aamiin.

Tipe Pertemanan Menurut Al Quran (1)

Tipe pertemanan ternyata sudah diatur, bahkan Al-Qur'an telah menjelaskannya dalam berbagai ayat. Hal ini tentu tidak hanya ditujukan untuk muslim saja, tetapi bisa juga menjadi pertimbangan untuk memilih teman bagi umat beragama lain.

Tipe pertemanan seperti apa saja yang ada dalam ayat-ayat Al Quran ? Berikut ulasannya: 

*1. Walli*

 Dalam berteman, pastinya kita ingin memiliki sosok yang bisa melindungi dan menolong kita dalam situasi apa pun. 

Allah Ta'ala berfirman : "Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya." (QS Al Baqarah : 257)

*2. Shaddiq atau Shiddiq* Kepercayaan menjadi poin penting dalam berteman.Ia akan selalu mendukungmu dalam setiap kesempatan. Memiliki teman yang dapat dipercaya bisa memberikan banyak manfaat, di antaranya dapat menjadi syafaat atau pertolongan. Teman yang dapat dipercaya disebutkan dalam Al-Qur'an. Firman Allah SWT "...dan dengan demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami," (QS An Nisa : 69) 

*3. Sahib atau Sohib*

 atau yang biasa dikenal di Indonesia dengan sebutan sohib adalah mereka yang selalu mencoba untuk menolongmu dengan kemampuan terbaik yang ia miliki. Sohib juga selalu meluangkan waktunya untuk mendengarkan isi hatimu. Penjelasan tentang sahib atau sohib tertulis dalam Surah Al-Baqarah ayat 81-82.

"Tidaklah demikian! Barang siapa berbuat keburukan dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (82)Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya." (QS Al Baqarah : 81-82)

*4. Walaja Waleja atau wali*

yaitu seseorang yang menjadi pembela. Seorang dengan kategori waleja dapat menjadi teman berbisnis yang baik, dapat membantumu dalam menyelesaikan masalah, dan merupakan salah satu tipe teman yang sangat dekat dengan kita. 

Firman Allah Ta'ala :

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." QS At-Taubah : 16) 

*5. Bita’ana*

 Bita’ana memiliki arti teman yang dapat menjaga segala rahasiamu. Bita’ana dijelaskan pada Surah Al-Imran ayat 118.

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti". (QS Al Imaran : 118) 

Ya Allah Ya Tuhanku, berilah kami, kel, shbt dan kel nya mendapatkan teman sesuai dengan yang terkandung dalam Alquran.

 Aamiin

Tuesday, November 18, 2025

Senantiasa Taat dan Mingingat-Nya (Shalat Tepat Waktu)

Saudaraku.. Dalam Al-Qur'an Allah Ta'ala tidak memuji orang yang di masjid terus, yang baca qur'an terus, yang dzikir terus, tidak..!

Tapi Allah Ta'ala puji orang yang berdagang, yang bekerja, bertransaksi, tapi jika datang panggilan Allah (adzan), dia sholat..!


Allah Ta’ala berfirman, Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah dan mendirikan shalat dan membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.”

_(QS. An-Nuur: 37-38)_


Ringkasan Tafsir “Laki-laki” Pada ayat ini disebut hanya laki-laki, karena merekalah yang memakmurkan masjid. Para wanita tidak diwajibkan untuk mengerjakan shalat Jumat dan shalat berjamaah di masjid.


“Yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah”, Allah mengkhususkan perniagaan di dalam ayat ini, karena perniagaanlah yang paling banyak melalaikan manusia dari mengerjakan shalat dan ketaatan, sehingga mereka tidak mendatangi masjid untuk mendirikan shalat di dalamnya.


Mohon maaf atas segala salah dan kilaf.. Semangat berkarya dan beribadah.. Semoga kita diberikan kekuatan untuk bisa taat dan istiqomah menunaikan shalat berjamaah di masjid.

Aamiin