Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games
Showing posts with label ibadah. Show all posts
Showing posts with label ibadah. Show all posts

Sunday, July 19, 2026

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta’ala tidak pernah lalai menjaga makhluk-Nya. Langit dan bumi berdiri kokoh karena Dia yang menjaganya. 

Amalan manusia tidak ada yang hilang karena Dia yang mencatatnya. Para wali-Nya selamat dari tipu daya musuh karena Dia yang memelihara mereka. Semua itu kembali kepada satu sifat yang sangat agung, yaitu sifat al-hifzh, yang terkandung dalam dua nama Allah: Al-Hafiizh dan Al-Haafizh.


Seorang mukmin yang mengenal dua nama ini akan merasakan dua hal sekaligus: rasa aman dan rasa waspada. 

*Aman,* karena ia tahu bahwa Allah menjaga dirinya, agamanya, dan segala urusannya. 

*Waspada,* karena ia sadar bahwa Allah tidak pernah lalai dari mencatat amalannya, yang kecil maupun yang besar.


Nama Allah *Al-Hafiizh* disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak tiga kali. Di antaranya firman Allah Ta’ala,

“Sesungguhnya Rabbku Maha Memelihara segala sesuatu.” (QS. Huud: 57)


Dan firman-Nya,

“Dan Rabbmu Maha Memelihara segala sesuatu.” (QS. Saba’: 21)


Dan firman-Nya,

“Dan orang-orang yang menjadikan pelindung selain-Nya, Allah-lah yang memelihara mereka, dan engkau bukanlah wakil atas mereka.” (QS. Asy-Syuuraa: 6) 


Adapun nama Allah *Al-Haafizh* disebutkan satu kali dalam firman-Nya,

“Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga, dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.” (QS. Yuusuf: 64) 


Dan disebutkan dengan bentuk jamak di dua tempat. Firman-Nya,

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan adz-Dzikr (Al-Qur’an) dan sesungguhnya Kami-lah yang menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9)


Dan firman-Nya,

“Dan Kami-lah yang menjaga mereka.” (QS. Al-Anbiyaa’: 82) 


Perbedaan antara “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

Secara asal makna, dua nama ini kembali kepada satu pokok, yaitu penjagaan dan pemeliharaan. 

Oleh karena itu, para ulama menjelaskan bahwa Al-Hafiizh dan Al-Haafizh sama-sama menunjukkan bahwa Allah menjaga makhluk-Nya, menjaga amal hamba-hamba-Nya, dan tidak ada sesuatu pun yang luput dari penjagaan-Nya.


Ya Allah Yang Maha Mengumpulkan, jadikan kami, kel, shbt dan kel nya termasuk hamba-Mu yang senantiasa dijaga, dipelihara, dan dilindungi dari segala keburukan....Aamiin.

Saturday, July 18, 2026

Teman Duduk yang Baik

Ibnu Bathal muslithal rahimahullah berkata, “Hendaklah teman dudukmu adalah orang yang membuatmu zuhud terhadap dunia dan membuatmu cinta kepada akhirat dan jauhilah engkau berteman dengan pencari dunia yang sibuk dengan obrolan karena mereka dapat merusak agama dan hatimu” (Hilyatul Auliya7/82).


Syaikh Muqbil rahimahullah menasehati kaum muslimah :

“Bersemangat untuk bergaul dengan para wanita yang salihah karena mereka akan menambah keimanan, ilmu, dan ketajaman pandangan.” (Gharatul Asyrithah 2/474) 


Ketika telah mendapatkan sahabat yang salihah maka bersabarlah dengannya dalam ketaatan pada Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman:

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap wajah-Nya.” (QS. Al-Kahfi: 28)

Hasal Al Bashri rahimahullah berkata:

“Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268)

Begitu berharganya sahabat karena mereka bisa memberimu manfaat di dunia sekaligus di akhirat, maka cari, dan peganglah erat-erat.


Ya Allah Yang Maha Pemberi Keadilan, berilah kami, kel, shbt dan kel nya mendapatkan teman duduk yang baik, yang kelak di hari kiamat akan menolong kami ... Aamiin

Friday, July 17, 2026

Senyum, Sedekah, dan Istighfar: Amal Ringan yang Berat di Timbangan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Alhamdulillāhi Rabbil 'ālamīn. Segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan untuk memperbanyak amal sebelum datang hari ketika amal tidak dapat lagi ditambah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.


Banyak orang berpikir bahwa untuk masuk surga harus melakukan amal-amal yang besar. Padahal Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa ada amal-amal yang sangat ringan dilakukan, tetapi sangat berat timbangannya di akhirat, yaitu senyum, sedekah, dan istighfar.

Jangan pernah meremehkan amal kecil. Sebab yang kecil menurut kita, bisa jadi sangat besar di sisi Allah.


1. Senyum adalah Sedekah

Rasulullah ﷺ bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Tabassumuka fī wajhi akhīka laka ṣadaqah.

Artinya:

"Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah."

(HR. Tirmidzi)


Betapa mudahnya.

Tidak perlu uang.

Tidak perlu harta.

Cukup wajah yang ramah.

Kadang ada orang yang sedang sedih. Ketika kita menyapanya dengan senyum dan salam, hatinya menjadi tenang. Mungkin senyum itulah yang dicatat Allah sebagai amal besar.


2. Sedekah Tidak Harus Banyak

Allah berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ

Matsalulladzīna yunfiqūna amwālahum fī sabīlillāhi kamatsali ḥabbatin anbatat sab'a sanābil.

Artinya:

"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir..."

(QS. Al-Baqarah: 261)


Allah melipatgandakan pahala sedekah.

Bukan besarnya yang Allah lihat.

Tetapi keikhlasan hati.


3. Istighfar Membuka Pintu Rahmat

Allah berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ۝ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ

Faqultustaghfirū rabbakum innahū kāna ghaffārā. Yursilis-samā'a 'alaikum midrārā. Wa yumdidkum bi-amwālin wa banīn.


Artinya:

"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu..."

(QS. Nuh: 10–12)


Istighfar bukan hanya menghapus dosa, tetapi juga mengundang keberkahan hidup.

Hadis yang Menggetarkan

Rasulullah ﷺ bersabda:

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Kalimatāni khafīfatāni 'alal-lisān, tsaqīlatāni fil-mīzān, ḥabībatāni ilar-Raḥmān: Subḥānallāhi wa biḥamdih, Subḥānallāhil-'Aẓīm.


Artinya:

"Ada dua kalimat yang ringan di lisan, tetapi berat dalam timbangan dan dicintai Allah Yang Maha Pengasih, yaitu: 'Subhanallahi wa bihamdih, Subhanallahil 'Azhim'."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Contoh Nyata

Seorang nenek berusia 75 tahun tidak mampu lagi bekerja berat.

Setiap selesai salat Subuh beliau duduk di teras rumah.

Siapa pun yang lewat selalu disapa dengan senyum.

Beliau sering berkata,

"Monggo mampir, semoga sehat selalu."


Beliau juga memasukkan uang Rp2.000 setiap hari ke kotak sedekah di masjid.

Sambil berjalan atau memasak beliau terus beristighfar:

"Astaghfirullāhal-'Aẓīm wa atūbu ilaih."


Orang mungkin menganggap amalnya kecil.

Tetapi bisa jadi amal itulah yang lebih berat timbangannya daripada amal besar yang tidak ikhlas.


Kisah Sahabat

1. Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu

L

Abu Bakar terkenal sangat lembut kepada siapa pun. Wajahnya penuh senyum, lisannya lembut, dan hartanya banyak digunakan untuk bersedekah, termasuk membebaskan Bilal bin Rabah dari perbudakan.

Beliau tidak hanya kaya harta, tetapi juga kaya senyum dan kasih sayang.


2. Kisah Seorang Pelacur yang Diampuni Allah

Rasulullah ﷺ menceritakan bahwa ada seorang wanita yang memberi minum seekor anjing yang kehausan.

Karena amal kecil itu dilakukan dengan penuh kasih sayang, Allah mengampuni dosa-dosanya.

(HR. Bukhari dan Muslim)


Kalau memberi minum seekor anjing saja dapat mengundang ampunan Allah, apalagi senyum kepada sesama, sedekah kepada fakir miskin, dan istighfar yang tulus setiap hari.

Renungan Menyentuh Hati


Kelak di Padang Mahsyar...


Mungkin kita akan terkejut.

Ada seseorang yang tidak terkenal.

Bukan ustaz besar.

Bukan pejabat.

Bukan orang kaya.

Tetapi timbangannya sangat berat.


Mengapa?

Karena semasa hidupnya ia tidak pelit tersenyum.

Tidak pelit bersedekah.

Tidak bosan beristighfar.


Sementara kita...

Mungkin pernah memiliki banyak harta.

Tetapi sulit berbagi.

Wajah selalu cemberut.

Lisan jarang memohon ampun kepada Allah.


Penutup

Mulai hari ini mari kita biasakan tiga amalan sederhana:

Tersenyumlah kepada siapa pun karena itu sedekah.

Bersedekahlah walaupun sedikit, karena Allah melihat keikhlasannya.

Perbanyak istighfar, karena kita semua adalah pendosa yang membutuhkan ampunan Allah.


Penutup 

> "Boleh jadi pada hari kiamat nanti, yang memberatkan timbangan amal kita bukanlah harta yang banyak, bukan jabatan yang tinggi, tetapi senyum yang tulus kepada sesama, sedekah yang ikhlas meski sedikit, dan istighfar yang tak pernah putus dari lisan. Jangan remehkan amal kecil, karena Allah mampu menjadikannya jalan menuju surga."

Semoga Allah menjadikan wajah kita penuh senyum yang membawa kedamaian, tangan kita ringan bersedekah, lisan kita selalu basah dengan istighfar, dan menutup hidup kita dengan husnul khatimah.

Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Allah Tidak Pernah Mengambil Tanpa Memberi

Salah satu keyakinan terindah dalam Islam adalah bahwasanya Allah Ta’ala tidak mengambil sesuatu kecuali Dia akan memberi yang lebih baik. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah, lalu ia mengucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa (Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah ang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik)” (HR. Muslim)


Bagi siapa pun yang sedang kehilangan, ketahuilah bahwa luka ini bukan akhir dari segalanya. Ini adalah bagian dari perjalanan menuju Allah.


Dan bagi yang mungkin masih sulit menerima nasihat seperti ini, itu wajar. Karena kehilangan tidak bisa disembuhkan dengan kata-kata, tetapi dengan waktu, doa, dan kedekatan kepada Allah. Namun percayalah, suatu hari nanti kita akan memahami bahwa apa yang telah Allah ambil, bukan untuk menyakiti kita. Akan tetapi, itu untuk mengganti dengan sesuatu yang lebih baik. Mungkin bukan di dunia… tetapi pasti di akhirat.


Ya Allah Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan, beri kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk bisa menerima apapun ketentuan-Mu... Aamiin

Tuesday, July 14, 2026

Mari Saling Menasehati, Agar Dicintai Allah Ta'ala

Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan agar seorang muslim dapat saling memberi nasehat tentang kebenaran syariat Islam. Allah Ta'ala juga mencintai sesama muslim yang saling menasehati. 

Melalui Al-Qur'an yang disampaikan melalui Nabi Muhammad Rasulullah Saw, sebelum orang Islam jatuh pada kerugian di akhirat maka harus diingatkan tentang kebenaran.


Sebagaimana firman Allah Ta'ala : "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al 'Ashr, 1-3) 


Begitulah Al-Qur'an mewahyukan. Begitulah Hadis mengajarkan. Agama itu adalah berisi ilmu-ilmu untuk saling menasehati. Agama Islam adalah agama nasehat. Semua sendi dalam agama Islam adalah nasehat. Dan setiap kita dalam agama ini, akan senantiasa menasehati dan dinasehati. 


Sebagaimana dalam hadis dari Tamim Ad Dariy radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Agama adalah nasehat”. Para sahabat bertanya: “Untuk siapa?”. Beliau menjawab: “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan umat muslim seluruhnya” (HR. Muslim). 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim)


Ya Allah Yang Maha Pemberi Balasan, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya bisa saling menasehati dalam kebaikan dan bisa menerima nasehat demi kebaikan... Aamiin.

Monday, July 13, 2026

Harta Terbaik

Banyak macam harta di dunia ini. Tetapi ada yang terbaik, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:    

“Harta terbaik adalah lisan yang berdzikir, hati yang bersyukur dan istri mu’minah yang membantu keimanannya (suami).” (HR. Tirmidzi)


Merujuk sabda Rasulullah di atas harta terbaik itu ada tiga :

*1. Lisan yang selalu berdzikir*

Ketika lisan selalu berdzikir, disaat itulah Allah akan senantiasa mengingat dia. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: 

“Karena itu, ingatlah kamu kepada‐Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada‐Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)‐Ku.” (QS. Al‐Baqarah: 152)


*2. Hati yang bersyukur* 

Hati yang bersyukur kepada Allah SWT adalah hati yang mengakui bahwa semua nikmat yang yang ia peroleh berasal dari Allah SWT. Hati yang bersyukur kepada Allah SWT, hati yang senantiasa qanaah dengan yang Allah berikan kepadanya walaupun sedikit.

Hatinya mencukupkan diri dari pemberian Allah. Ia tahu pasti bahwa Allah telah menetapkan yang terbaik baginya.

Ia merasa kaya dengan apa yang dia punya.


*3. Istri Shalihah*  

Istri yang membantu ia untuk metaati Allah SWT. Itulah seindah‐indah perhiasan dunia yang

Rasulullah disebutkan dalam haditstnya

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik‐baik perhiasan adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)

Al‐Imam Al‐Bazzar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW kedatangan seorang wanita yang ingin bertanya kepadanya karena ada kebutuhan. Lalu Rasulullah bersabda kepadanya: “Apakah kamu memiliki suami?” Wanita itu menjawab, “punya wahai Rasulullah” Kata Rasulullah, “bagaimana sikap kamu terhadap suamimu?” Wanita itu berkata, “Aku terus bersungguhsungguh untuk mentaati suamiku keculi aku yang tidak mampu ya Rasulullah” Maka Rasulullah saw bersabda “Lihatlah oleh kamu bagaimana kamu dimata suamimu, karena suamimu adalah surga atau nerakamu” (HR. Ahmad)


Ya Allah Yang Maha Penerima Taubat, berilah kami, kel, shbt dan kel nya harta terbaik sesuai sabda Rasulullah...Aamiin.

Sunday, July 12, 2026

Kenali 7 Sifat Perusak Ukhuwah Islamiyah

Ukhuwah Islamiyah merupakan anugerah terindah dari Allah kepada umat Islam. Jika dinilai dengan materi, maka tak ada satupun materi di dunia ini yang dapat menandingi keindahannya, kendatipun dihimpun dari berbagai penjuru dunia.


Dai lulusan Al-Azhar Mesir Ustaz Rikza Maulan Lc MAg mengungkapkan ada tujuh sifat perusak ukhuwah Islam yang harus dihindari setiap muslim.

Tujuh sifat ini sebagaimana diterangkan Nabi dalam hadis berikut: Dari Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah saw, bersabda: "Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah mencari-cari isu; janganlah mencari-cari kesalahan; janganlah saling bersaing; janganlah saling mendengki; janganlah saling memarahi; dan janganlah saling membelakangi (memusuhi). Akan tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara." (HR. Muslim)


Inilah tujuh sifat perusak ukhwah Islam :

*1. Dzan*

adalah prasangka buruk, yaitu berprasangka yang menjadi sumber dari segala bentuk keretakan ukhuwah Islamiyah. 

*2. Tahassus*

 Yaitu saling mencari-cari aib atau isu yang sedang menimpa saudaranya sesama muslim, yang sebenarnya bukan menjadi urusannya. 

*3. Tajassus*

 Sifat negatif dimana seseorang suka Mencari-cari kesalahan yang dilakukan oleh orang lain sesama muslim. 

medso

*4. Tanafus* 

Yaitu saling bersaing, saling mengejar, seperti bersaing dalam kekayaan, kendaraan, jabatan, dsb serta ketidaksukaan apabila saudaranya sesama muslim mendapatkan yang lebih baik dari dirinya. 

*5. Tahasud*

Yaitu saling hasad (saling dengki); suka terhadap keburukan dan musibah yang menimpa saudaranya, dan berduka atas kebaikan yang didapatkan muslim lainnya. 

*6. Tabaghud* 

Yaitu saling marah, saling emosi, berbalas komentar yang kasar dan kotor, baik perkataan yang langsung maupun via medsos. 

*7. Tadabur* 

Yaitu saling membelakangi, saling membuang muka, saling tidak bertegur sapa, saling menghindar satu sama lainnya


Ya Allah Yang Maha Penderma, berilah kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya dari sifat² yang dapat merusak ukhuwah islamiyah... Aamiin

Saturday, July 11, 2026

Jangan Tertipu Oleh Tampilan Lahiriyah Semata

Sudah menjadi hal lumrah bahwa manusia cenderung melihat sesuatu dari fisik lahiriyah. Banyak yang terlihat jelek di mata kita,tetapi mulia di sisi Allah. 


Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) mengingatkan kita agar tidak tertipu dengan tampilan lahiriyah semata. Hal ini berdasarkan hadis beliau:

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Berapa banyak orang yang rambutnya kusut, tampak dihinakan dan diusir oleh orang-orang, namun apabila dia berdoa kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkannya." (HR. Muslim). 


Ustaz Rikza Maulan menjelaskan hikmah hadis di atas. 

Kata Ustaz Rikza , ada tiga pelajaran yang bisa dipetik dari hadis tersebut. 

*1. Anjuran Tidak Memandang Seseorang dari Tampilan Lahiriyah Saja*

Karena betapa banyak orang yang tampilan lahiriyahnya mempesona, kata-katanya seolah membangkitkan asa, visi dan pengetahuannya seakan menghentak dada, goresan penanya menyihir mata, namun ternyata bathiniyahnya porak poranda. Sebaliknya betapa banyak orang yang tampilan lahiriyahnya sangat sederhana, namun ternyata hatinya penuh iman dan takwa, yang apabila ia berdoa, Allah Ta'ala mengijabah doanya.


*2. Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana*

Allah Ta'ala tidak memandang seseorang dari pintarnya ia bermain kata, atau dari pesona tampilan fisiknya, atau dari harta dalam aset kekayaannya. Namun Allah memandang seseorang dari kemuliaan hatinya yang terhiasi dengan iman dan takwa. 

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian." (HR. Muslim) 


*3. Bahagianya Orang yang Hidup Sederhana* Orang yang hidup sederhana, tutur katanya sederhana, ilmunya juga mungkin sederhana, namun ia memiliki tingkat keikhlasan yang luar biasa, sehingga amal salehnya jauh melebihi tampilan fisiknya.

Keindahan hatinya jauh mengungguli keindahan wajahnya dan sentuhan kalimat dalam hatinya jauh menandingi kata-kata yang keluar dari lisannya. Orang yang seperti inilah bisa jadi merupakan orang-orang yang dicintai Allah. Meskipun tidak banyak dikenal oleh penduduk bumi, namun ia dikenal oleh penduduk langit, yaitu oleh para Malaikat yang suci dan mulia


Ya Allah Yang Maha Tinggi, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya selalu dapat bersyukur atas semua nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami dan kuatkan iman dan taqwa kami sampai ajal menjemput... Aamiin

Wednesday, July 8, 2026

Istiqamah di Majelis Ilmu: Bekal Terindah Sebelum Masuk Liang Kubur

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.


Sdrku yang dimuliakan Allah...


Ada satu pertanyaan yang jarang kita renungkan.


Ketika nanti tubuh kita sudah terbujur kaku di liang kubur, bekal apa yang paling kita banggakan?


Apakah rumah yang megah? Apakah tabungan yang banyak? Apakah kendaraan yang mewah?


Tidak...


Semua itu berhenti di tepi kuburan.


Yang ikut masuk ke liang lahat hanyalah amal saleh, salah satunya adalah ilmu yang dipelajari dan diamalkan.


Allah Memerintahkan Mencari Ilmu


Allah berfirman:


> وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا


Latin: Wa qul rabbi zidnii 'ilmaa.


Artinya: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu." (QS. Thaha: 114)


Perhatikan... Nabi Muhammad ﷺ tidak diperintahkan meminta tambahan harta, tetapi diperintahkan meminta tambahan ilmu.


Jalan Menuju Surga


Rasulullah ﷺ bersabda:


> مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ


Latin:

Man salaka thariiqan yaltamisu fiihi 'ilman sahhalallahu lahu bihi thariiqan ilal jannah.


Artinya: "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga."


(HR. Muslim)


Setiap langkah menuju pengajian... Setiap tetes keringat... Setiap rasa kantuk yang dilawan...


Tidak ada yang sia-sia di sisi Allah.


Mengapa Setan Sangat Senang Membuat Kita Malas?


Ketika ada pengajian...


Tiba-tiba hujan sedikit... "Besok saja."


Capek sedikit... "Nanti saja."


Ada tamu... "Libur dulu."


Tetapi anehnya...


Kalau ada kondangan... Tidak capek.


Kalau ada jalan-jalan... Tidak malas.


Kalau ada diskon... Semangat luar biasa.

Ini menunjukkan bahwa malas ke majelis ilmu sering kali merupakan godaan yang harus dilawan.


*Contoh Nyata*

Ada seorang bapak sederhana.

Setiap malam Selasa beliau datang pengajian naik sepeda ontel hampir 8 kilometer.


Orang bertanya, "Pak, kenapa jauh-jauh datang?"

Beliau menjawab,

> "Saya takut nanti di kubur ditanya Allah, kenapa ketika masih sehat tidak mau datang mencari ilmu."

Jawaban sederhana... Tetapi membuat banyak orang menangis.


Kisah yang Menggetarkan

Ada seorang ulama berkata,

> "Aku tidak takut mati dalam keadaan miskin. Yang aku takutkan adalah mati dalam keadaan jauh dari majelis ilmu."


Mengapa?

Karena ilmu menjaga iman. Sedangkan harta tidak mampu menjaga iman.


Kisah Imam Ahmad bin Hanbal

Ahmad bin Hanbal pernah ditanya, "Kapan seseorang berhenti mencari ilmu?"


Beliau menjawab,

> مَعَ الْمِحْبَرَةِ إِلَى الْمَقْبَرَةِ

Latin: Ma'al mihbarati ilal maqbarah.

Artinya:

"Dari membawa tinta (belajar) sampai masuk kubur."


Belajar tidak mengenal usia. Bukan hanya anak-anak. Bukan hanya santri. Tetapi sampai napas terakhir. Gambaran Menjelang Kubur. Bayangkan...


*Suatu hari nanti...*

Anak-anak mengantar kita ke pemakaman. Rumah yang kita bangun ditinggalkan. Mobil dipakai orang lain. Uang diwariskan. Jabatan digantikan.

Yang menemani hanyalah amal.

Lalu malaikat bertanya.

Kalau selama hidup kita rajin menghadiri majelis ilmu. Insya Allah Allah memberi kemudahan memahami agama dan mengamalkannya.


*Humor Ringan*

Kadang ada yang berkata,

"Pak, saya belum sempat ikut pengajian."

Saya tanya, "Kenapa?", "Kesibukan."

Saya lihat status WhatsApp-nya...

Tiga jam memancing. Empat jam nonton bola. Dua jam nongkrong di warung.

Kalau pengajian satu jam. Katanya sibuk. Jangan-jangan bukan tidak punya waktu. Tetapi belum menjadikan ilmu sebagai prioritas.

(Jamaah biasanya tersenyum sambil merenung.)


Muhasabah

Kalau hari ini Allah masih memberi kita kaki. 

Gunakan melangkah ke majelis ilmu.


Masih diberi telinga...

Gunakan mendengar nasihat.

Masih diberi hati...

Gunakan menerima kebenaran.

Karena kita tidak tahu. Apakah pengajian hari ini menjadi pengajian terakhir sebelum kita dipanggil Allah.


Penutup

Mari kita niatkan dalam hati:

> "Ya Allah, jangan biarkan rasa malas mengalahkan langkah kami menuju majelis ilmu. Jadikan setiap langkah kami sebagai cahaya di alam kubur dan pemberat timbangan amal di hari kiamat."


Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah menghadiri majelis ilmu, mengamalkan ilmu yang dipelajari, dan mengumpulkan kita kelak bersama Rasulullah ﷺ di surga-Nya.


Aamiin ya Rabbal 'alamiin.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tuesday, July 7, 2026

Begini Doa Malaikat untuk Orang yang Tidur Malam dalam Keadaan Suci

Malaikat seringkali mendoakan hamba yang berbuat bajik. Malaikat misalnya, mendoakan orang yang berinfak, duduk di masjid menunggu sholat, dan banyak lagi. Orang yang tidur malam dalam keadaan suci juga didoakan malaikat.


Al-Imam ath-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sucikanlah badan-badan kalian, semoga Allah mensucikan kalian, karena tidak ada seorang hamba pun yang tidur malam dalam keadaan suci melainkan satu Malaikat akan bersamanya di dalam syi’aar, tidak satu saat pun dia membalikkan badannya melainkan satu Malaikat akan berkata: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini, karena ia tidur malam dalam keadaan suci.’”


Selanjutnya, Al-Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidur dalam kedaan suci, maka Malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dan tidaklah ia bangun melainkan Malaikat berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena ia tidur dalam keadaan suci.


Ada riwayat lain yang menunjukkan keutamaan orang yang tidur malam dalam keadaan bersuci. Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud dari Sahabat Mu’adz bin Jabal ra, Rasulullah SAW bersabda:“Tidaklah seorang muslim bermalam dalam keadaan berzikir kepada Allah dan dalam keadaan suci, lalu ia bangun pada suatu malam dan berdoa memohon kebaikan dunia atau akhirat kepada Allah melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya.” 

Hadis tersebut menginformasikan bahwa tidur dalam keadaan suci termasuk di antara sebab sebuah doa dikabulkan oleh Allah SWT.


Ya Allah Yang Maha Akhir, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya dapat tidur dalam keadaan bersuci agar didoakan oleh malaikat.. Aamiin.

Monday, July 6, 2026

Mengkalkulasi Pahala Amal Saleh

Dalam memahami pahala dari Allah, jangan pernah memakai cara hitungan matematis yang saklek. 

Karenanya pahala Allah jangan dihitung dengan cara pandang kita.

Karenanya ketika anda merasa amalannya terbaik dari satu sisi, belum tentu disisi lain. 


Yang pasti Allah Maha adil. Dan jangan lupa keadilan-Nya itu terbangun di atas asas cinta dan kasih-Nya. Pada akhirnya lakukan "muhasabah" tanpa "menghisab" (orang lain).


Muhasabah itu introspeksi diri. Sementara menghisab itu artinya menghakimi orang lain. 

Dan tak kalah pentingnya, syurga itu tidak berpintu tunggal. Fokus saja pada diri dan jalan menuju Allah. Biarlah Allah yang mengkalkulasi dengan caraNya.


Di alam akhirat kelak, Allah SWT akan memperhitungkan amal kita (hisab). Setiap kebaikan sekecil apa pun akan dicatat dan diberi ganjaran dan keburukan sekecil apa pun akan dicatat dan diberi balasan berupa adzab-Nya (QS 99: 7-8).


Dalam ayat lain ditegaskan: ''Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan, jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)-nya. Dan, cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan (QS Al Anbiya: 47).


Ya Allah Yang Maha Awal, berilah kekuatan kpd untuk beramal dan berbuat kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak.. Aamiin

Sunday, July 5, 2026

8 (Delapan) Dosa Karena Lisan

Dosa akibat lisan ini tidak main-main, karena dengan lisanlah surga dan neraka seseorang ditentukan.

Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah benar iman seseorang, hingga hatinya menjadi benar. Dan tidaklah benar hati seseorang, hingga benar lisannya.” (HR. Imam Ahmad). 


Imam Al Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah, menjelaskan ada 8 perkara yang perlu diperhatikan agar lisan tidak menyeret kita ke dalam dosa. Yaitu; 

*1. Berdusta* 

Jagalah lidah agar tidak berdusta baik dalam keadaan yang serius maupun bercanda.


*2. Menyalahi janji*

Jika terpaksa harus berjanji, maka harus menepatinya. Sebab, menyalahi janji atau mengingkari jani merupakan salah satu dari tanda-tanda nifak dan buruknya akhlak. Sesuai perkataan Rasulullah bersabda, “Ada tiga hal, yang jika ada di antara kalian yang jatuh ke dalamnya maka ia termasuk munafik, walaupun ia puasa dan shalat. Yaitu, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanat ia berkhianat.”


*3. Ghibah (menggunjing)*

Makna ghibah adalah membicarakan seseorang dengan sesuatu yang ia benci jika ia mendengarnya.

Cukuplah firman Allah, ini menghalangimu dari ghibah, “Jangan sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kalian senang memakan daging saudaranya yang sudah mati. Pasti kalian tidak menyukainya” (Q.S. al-Hujurat: 12).


*4. Mendebat*

Dengan mendebat, kita telah menyakiti, menganggap bodoh, dan mencela orang yang kita debat.

Rasulullah bersabda, “Siapa yang meninggalkan perdebatan sedang ia dalam keadaan salah, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di tepi surga. Dan siapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia dalam posisi yang benar Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga yang paling tinggi.”


*5. Mengklaim diri bersih dari dosa*

 Allah Ta'ala berfirman, “Jangan kalian merasa suci. Dia yang lebih mengetahui siapa yang bertakwa” (Q.S. an-Najm: 32). Sebagian ahli hikmat ditanya, “Apa itu jujur yang buruk?” Mereka menjawab, “Seseorang yang memuji dirinya sendiri.” Janganlah engkau terbiasa demikian. Ketahuilah bahwa hal itu akan mengurangi kehormatanmu di mata manusia dan mengakibatkan datangnya murka Allah.


*6. Mencela*. 

Jangan sampai mencela ciptaan Allah Ta'ala, baik itu hewan, makanan, ataupun manusia. Janganlah dengan mudah memastikan seseorang yang menghadap kiblat sebagai kafir, atau munafik. Karena, yang mengetahui semua rahasia hanyalah Allah. Oleh karena itu, jangan mencampuri urusan antara hamba dan Allah SWT. 


*7. Mendoakan keburukan bagi orang lain*

 Peliharalah lidah untuk tidak mendoakan keburukan bagi suatu makhluk Allah. Jika ia telah berbuat aniaya padamu, maka serahkan urusannya pada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Seorang yang dianiaya mendoakan keburukan bagi yang menganiaya dirinya sehingga menjadi imbang, kemudian yang menganiaya masih memiliki satu kelebihan yang bisa ia tuntut kepadanya pada hari kiamat.” 


*8. Bercanda, mengejek, dan menghina orang* Peliharalah lidah baik dalam kondisi serius maupun canda karena ia bisa menjatuhkan kehormatan, menurunkan wibawa, membuat risau, dan menyakiti hati. Ia juga merupakan pangkal timbulnya murka dan marah serta dapat menanamkan benih-benih kedengkian di dalam hati. 


Ya Allah Yang Maha Mengakhirkan, mampukan ji kami, kel, shbt dan kel nya dapat terhindar dari dosa karena lisan kami... Aamiin.

Saturday, July 4, 2026

Mencari Keberkahan dengan Amal Shalih

Keberkahan bisa diraih dengan amal shalih yang nyata telah kita lakukan. Misalnya sebagai berikut.

*Pertama : Mensyukuri Segala Nikmat*

Tiada kenikmatan, apapun wujudnya yang dirasakan menusia, melainkan datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan firman-Nya

“Dan ingatlah tatkala Rabbmu mengumandangkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim : 7)


Pada ayat lain, Allah SWT berfirman.

“...Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri.....” (QS An-Naml: 40)


*Kedua : Membayar Zakat (Sedekah)*

Zakat, baik zakat wajib maupun sunnah (sedekah), merupakan salah satu amalan yang menjadi faktor yang dapat menyebabkan turunnya keberkahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah....” (QS Al-Baqarah : 276)


Rasulullah SAW bersabda.

“Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berkata (berdo’a) : “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang berinfak”, sedangkan yang lain berdo’a :”Ya Allah, timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfak) kehancuran” (Muttafaqun alaih)



*Ketiga : Bekerja Mencari Rizki Dengan Hati Qona’ah, Tidak Dipenuhi Ambisi dan Tidak Serakah*

Rasulullah SAW bersabda.

“Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizki yang telah Ia berikan kepadanya. Barangsiapa yang ridha dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barangsiapa yang tidak ridha (tidak puas), niscaya rizkinya tidak akan diberkahi” (HR Ahmad)


*Keempat : Bertaubat dari segala perbuatan dosa*

Allah SWT berfirman " 

Dan (Hud berkata) : Hai kaumku, beristighfarlah kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS Hud : 52)


*Kelima : Menyambung Tali Silaturahmi*

Rasulullah SAW bersabda.

“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim” (Muttafaqun ‘alaih)


*Keenam : Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal*

Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta. Rasulullah SAW bersabda.

“Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena sesunguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram” (HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibbanm dan Al-Hakim)


*Ketujuh : Bekerja di pagi hari*

Rosulluloh bersabda "Ya Allah berkailah untuk umatku waktu pagi mereka"(HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah). 


Ya Allah Yang Maha Mendahulukan, berilah kemampuan kepada kami, kel, shbt dan kel nya untuk dapat beramal shalih agar mendapat keberkahan hidup... Aamiin

Friday, July 3, 2026

Iman Itu Separonya Sabar dan Separonya Syukur; Shalat Khusyuk Menjadi Jembatan Keduanya

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Pernahkah kita bertanya, apa rahasia orang yang tetap tenang saat diuji dan tetap rendah hati saat diberi nikmat?

Jawabannya adalah iman.

Para ulama sering menyampaikan sebuah hikmah:

الإِيمَانُ نِصْفَانِ: نِصْفٌ صَبْرٌ وَنِصْفٌ شُكْرٌ

Latin: Al-īmānu nishfān: nishfun shabrun wa nishfun syukrun.

Artinya: "Iman itu terdiri dari dua bagian: separuh adalah sabar dan separuh lagi adalah syukur."

Ungkapan ini adalah hikmah yang masyhur di kalangan ulama, bukan hadis sahih dari Nabi ﷺ. Maknanya sejalan dengan ajaran Islam: hidup seorang mukmin selalu berputar antara menerima nikmat yang harus disyukuri dan menghadapi ujian yang harus disabari.


Dalil tentang sabar

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Latin: Yā ayyuhalladzīna āmanusta'īnū bish-shabri wash-shalāh. Innallāha ma'ash-shābirīn.

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)

Perhatikan, Allah menyandingkan sabar dengan shalat, bukan tanpa alasan. Ketika hati berat, shalat adalah tempat menguatkan diri.


Dalil tentang syukur

Allah berfirman:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Latin: La'in syakartum la'azīdannakum.

Artinya: "Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian." (QS. Ibrahim: 7)


Syukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah, tetapi menggunakan nikmat Allah untuk ketaatan.

Hadis yang menggambarkan kehidupan seorang mukmin

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Latin: 'Ajaban li amril mu'min, inna amrahu kullahu lahu khair. In ashābat-hu sarrā'u syakara fakāna khairan lah, wa in ashābat-hu dharrā'u shabara fakāna khairan lah.

Artinya: "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya baik. Jika mendapat nikmat, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ditimpa musibah, ia bersabar, maka itu juga baik baginya." (HR. Sahih Muslim)


Hubungannya dengan shalat khusyuk

Mengapa banyak orang sulit khusyuk Karena ketika berdiri shalat, hati masih sibuk memikirkan dunia.


Padahal shalat adalah tempat melatih dua hal sekaligus:

Saat hidup penuh ujian, kita datang kepada Allah dengan sabar.

Saat hidup penuh nikmat, kita datang kepada Allah dengan syukur.

Orang yang khusyuk tidak hanya membaca Al-Fatihah dengan lisannya, tetapi juga berkata dalam hatinya:

"Ya Allah, aku datang membawa semua bebanku dan semua nikmatku. Semuanya aku serahkan kepada-Mu."

Itulah sebabnya Allah berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

"Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat."

Shalat menjadi tempat bertemunya sabar dan syukur.


Contoh nyata di masyarakat

Ada seorang pedagang yang tokonya terbakar.

Ia menangis, tetapi bibirnya mengucapkan:

"Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn. Ya Allah, Engkau yang memberi, Engkau pula yang mengambil."

Ia tetap menjaga shalat berjamaah.

Beberapa tahun kemudian Allah membukakan rezeki yang lebih luas.


Sebaliknya, ada seorang pengusaha yang sukses.

Mobil bertambah. Rumah bertambah. Tetapi setiap kali azan berkumandang, ia tetap menuju masjid. Ketika ditanya mengapa, ia menjawab:

"Kalau rezekiku bertambah tetapi sujudku berkurang, berarti aku sedang rugi."

Inilah syukur yang sejati.


Kisah 

Dikisahkan seorang ulama ditanya, "Bagaimana engkau bisa selalu tenang?"

Beliau menjawab, "Ketika Allah memberi, aku bersyukur. Ketika Allah mengambil, aku bersabar. Dalam dua keadaan itu aku tetap berdiri di atas sajadah."

Kalimat ini mengajarkan bahwa sajadah adalah tempat terbaik untuk menangis saat sedih dan bersujud saat bahagia.


Renungan

Jika hari ini hidupmu sedang sulit...

Jangan tinggalkan shalat.

Jika hari ini rezekimu sedang lapang...

Jangan tinggalkan shalat.

Karena shalat yang khusyuk akan mengajarkan sabar ketika kehilangan dan syukur ketika mendapatkan.

Sabar menjaga kita agar tidak putus asa.

Syukur menjaga kita agar tidak sombong.

Dan shalat menjaga keduanya agar tetap hidup di dalam hati.


Penutup

Mari kita berdoa,

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الصَّابِرِينَ وَمِنَ الشَّاكِرِينَ وَارْزُقْنَا خُشُوعًا فِي الصَّلَاةِ

Latin:

Allāhummaj'alnā minash-shābirīn wa minasy-syākirīn warzuqnā khusyū'an fish-shalāh.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang sabar, orang-orang yang bersyukur, dan anugerahkanlah kepada kami kekhusyukan dalam shalat."

Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hati-hati, Jangan Merasa Aman-aman Saja

Merenungi perbuatan yang telah kita lakukan setiap hari, sepertinya harus menjadi agenda rutin setiap muslim dan muslimah. Kenapa harus? Jangan sampai merasa aman-aman saja dengan apa yang kita lakukan setiap harinya. KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym memberikan pencerahan tentang pentingnya bersikap hati-hati saat kita sendirian, dan pentingnya merenungi apa yang telah kita perbuat.


Apa yang kita lakukan di dunia ini *SENANTIASA* dilihat dan diawasi oleh Allah Ta’alla. Karena Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui apa yang kita lakukan. Kita ini tidak pernah sesaat lepas dari pengawasan Allah. 

Allah yang Maha Mengawasi ini mengetahui yang terlintas di dalam hati. Tersirat dalam pikiran. Seperti mata, mata ini untuk melihat. Sebagimana dalam firman Allah Ta'ala : “(Sebab) Dia mengetahui kilas curi-pandang (yang paling tersembunyi), dan segala yang dirahasiakan dalam hati.” (QS Ghafir : 19) 


Allah Ta'ala juga berfirman:

“Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.” (QS Fussilat: 21-22). 


Ayat ini memberitahu 

bahwa apa pun yang dilakukan, kelak bagian tubuh tersebut akan bersaksi atas perbuatan kita. Karena Allah jugalah yang memerintahkan mereka. Allah tahu persis niat dari setiap hati dan pikiran manusia.


Ya Allah Yang Maha Berkuasa, berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk selalu mawas diri akan semua perbuatan yang kami lakukan.. Aamiin

Thursday, July 2, 2026

Hal-hal yang Memudahkan Datangnya Rejeki

Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah dari tiga hal lainnya, yaitu umur, jodoh, dan kematian. Rezeki juga tidak dapat dikalkulasi dengan nalar manusia. Semua rezeki yang ada itu berasal dari Allah karena Allah adalah ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki). Allah memberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Firman Allah Ta'ala : "Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkan (bagi siapa yang Dia kehendaki)," (QS ar-Ra'd : 26).


Ada perkara-perkara yang dapat memudahkan datagnya rezeki kepada kita yang tentu saja sesuai dengan aturan-aturan syariat yang Allah Ta'ala tetapkan.

Seperti yang diterangkan dalam kitab 'Talimul Mutaallim' karya Azzarnuji memberikan tips empat perkara yang dapat memperlancar rezeki yaitu: 

*1. Istiqamah melakukan sholat tahajud*

Sholat yang paling utama setelah salat fardu adalah sholat tahajud. Allah janji akan mengangkat derajat ke tempat yang terpuji bagi yang melakukannya secara istiqamah. 

Allah Ta'ala berfirman: “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”(QS Al-Isra:79) 


*2. Istiqamah sholat Dhuha*

Shalat ini merupakan senjata yang ampuh untuk menarik datangnya rezeki. Dari Nu’aim bin Hammar Al-Ghathafaniy, beliau mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad)


*3. Mengistiqamahkan membaca surah Al-Waqi'ah*

Amalan ini dapat menjadi jalan untuk memperlancar rezeki. Salah satu keutamaan Surat Al Waqiah yang kita ketahui dari hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud yang dibacakan di depan Ustman bin Affan “Barangsiapa membaca surat Al Waqiah setiap malam, dia tidak akan menderita kemiskinan selama-lamanya” (HR. Abu Ya’la dan Ibnu Asakir) 


*4. Menghindari tidur sehabis Subuh*

Waktu pagi merupakan waktu turunnya rezeki dan keberkahan dari Allah Ta'ala. Karena itu, siapa yang tidur pada waktu itu maka tidak akan mendapatkan bagian rezeki dan keberkahan dari Allah Ta'ala.

Hal demikian diungkapkan oleh Syekh Ibnu Al-Qayyim,“Tidur setelah Subuh dapat menghalangi rezeki, karena waktu Subuh adalah waktu makhluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah Subuh suatu hal yang dilarang (makruh) kecuali ada penyebab atau keperluan.”


Ya Allah Yang Tempat Maha Meminta, jadikan kami, kel, shbt dan kel nya dapat istiqomah menjalankan amalan² yang dapat memudahkan datangnya rejeki kami.. Aamiin.

Wednesday, July 1, 2026

Larangan untuk Bersikap Berlebihan

Islam menganjurkan umatnya untuk tidak berlebih-lebihan atau melampaui batas (ghuluw) dalam setiap tindakan. 

Allah melarang orang berlebih-lebihan, baik dalam hal ibadah maupun dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

Allah berfirman :

”Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” (QS Al-Maidah:77).


“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”(QS Al- Araf :31)


Kita dilarang keras bersikap berlebihan utamanya dalam beragama. 

Berlebihan dalam perkara dunia bisa jadi efeknya akan langsung terasa. Begitu juga berlebihan dalam beragama. 

Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS al-Maidah : 87)


Ya Allah Yang Tempat Meminta, jagalah kami, kel, shbt dan kel nya bisa menjaga semua tindakan agar tidak melampaui batas.... Aamiin.

Saturday, June 27, 2026

Memahami Makna Mubazir

Islam adalah agama yang penuh kasih serta sayang, hal tersebut bisa dilihat bagaimana Islam sangat menghormati sesuatu yang hal tersebut dianggap penting. Salah satunya ialah pelarangan terhadap hal-hal boros atau berprilaku berlebih-lebihan.


Sikap berlebih-lebihan ini oleh Islam disebut dengan Mubazir, yang mana hal itu sesungguhnya telah dan telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an sesuai firman Allah Ta'ala :

"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al-Isra’: 27)


Pada ayat ini sesungguhnya kita diingatkan untuk tidak melakukan hal-hal yang berlebihan dalam pengeluaran, khususnya dalam hal harta. Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Tafsir Marah Labib menjelaskan bahwa pemborosan itu berarti menggunakan harta untuk tujuan yang salah, seperti perbuatan maksiat, kesombongan, atau untuk mencari popularitas dan pujian dari orang lain.


Prilaku mubazir pun memberikan dampak yang nyata kepada kehidupan kita, antara lain; 

*Pertama*, dapat menimbulkan kedurhakaan yaitu tidak mengsyukuri karunia yang telah diberikan oleh Allah Swt. 

*Kedua,* mengakitbatkan hidup boros karena selalu berlebihan-berlebihan.


Ya Allah Yang Maha Penemu, jagalah kami, kel, shbt dan kel nya dari perbuatan mubazir... Aamiin

Friday, June 26, 2026

Jangan Buat Setan Tertawa (Menguap)!

Perkara yang dianggap sepele, yang sudah menjadi kebiasaan kebayakan orang, padahal merupakan sebuah kekeliruan yang perlu diluruskan, adalah bersuara ketika menguap. Sepertinya sepele, tapi tunggu dulu sobat.

Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa setan itu tertawa bila mendengar seorang bersuara “haah” ketika menguap. Apalagi kalau sampai teriak ?!


Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Oleh karena itu bila salah seorang dari kalian bersin lantas dia memuji Allah, maka wajib atas setiap muslim yang mendengarnya untuk ber-tasymit kepadanya (mengucapkan “yarhamukallah”). Adapun menguap, maka dia dari setan, bila seorang menguap hendaklah dia menahan semampunya. Bila seorang menguap sampai keluar ucapan ‘haaah’, setan akan menertawainya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Inilah diantara adab yang perlu diperhatikan ketika menguap. Yaitu menahan semampunya, bila tidak mampu maka menutup mulut dengan tangan, kemudian adab selanjutnya adalah menahan suara ketika menguap.


Bila seorang membuat setan tertawa karena keisengannya mengeluarkan suara ketika menguap, berarti ia telah membuat setan bahagia. Karena tertawa merupakan ekspresi bahagia atau ridho. Ini jelas-jelas terlarang, terlebih setan adalah musuh yang senyata-nyatanya.

“..dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168)

” Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak pengikutnya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)


Ya Allah Yang Maha Mandiri, jagalah kami, kel, sbht dan kel nya dari perbuatan yang menggembirakan setan... Aamiin.

Thursday, June 25, 2026

Sholat Tidak Khusyuk, Haruskah Diulang?

Sholat tidak khusyuk mungkin pernah dialami kaum muslimin. 

Khusyuk memang bukan perkara mudah, butuh kebulatan hati dan bersungguh-sungguh dalam penyerahan diri kepada Allah. Bagaimana kalau kita merasa sholat tidak khusyuk, apakah perlu diulang?


Mari kita simak penjelasan berikut. Menurut Ustaz Farid Nu'man Hasan, tidak khusyuk bukan penyebab batalnya sholat karena Khusyuk bukan rukun sholat. Memikirkan hal duniawi dalam sholat meskipun tidak berdampak pada gerakan dan bacaan dalam sholat sebaiknya dihilangkan.


Sayyidina Umar bin Khathab radhiallahu 'anhu berkata: "Sesungguhnya saya mempersiapkan pasukan saya, pada saat itu saya sedang shalat." (HR. Al-Bukhari) 

Tentang ucapan Umar ini, Imam Al-Bukhari membuat judul: Bab Yufkiru Ar Rajulu Asy Syai’a fish shalah-"Seseorang memikirkan Sesuatu di Dalam Shalat"

Dari ‘Uqbah bin Al Harits katanya: "Aku sholat ashar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika Beliau Salam, beliau berdiri cepat-cepat lalu masuk menuju sebagian istrinya, kemudian Beliau keluar dan memandang kepada wajah kaum yang nampak terheran-heran lantaran ketergesa-gesaannya. Beliau bersabda: "Aku teringat biji emas yang ada pada kami ketika sedang sholat, saya tidak suka mengerjakannya sore atau kemalaman, maka saya perintahkan agar emas itu dibagi-bagi." (HR. Al-Bukhari)


Meski hal ini dibolehkan, namun tetaplah dihindari demi kebagusan kualitas shalat.

Rosulullah saw bersabda :

"Sesungguhnya ada orang yang selesai sholatnya tetapi tidak mendapatkan melainkan hanya sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima seperempat, sepertiga, dan setengah dari shalatnya." (HR. Abu Daud )


Ya Allah Yang Maha Hidup berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk dapat khusuk dalam setiap sholat kami.. Aamiin