Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Saturday, May 23, 2026

Allah Tidak Butuh Daging Qurbanmu, Tapi Butuh Ketakwaan Hatimu”

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh. 

Sebentar lagi kita memasuki hari-hari qurban. Suara kambing mulai terdengar… Sapi mulai dipesan… Panitia mulai sibuk…

Tetapi ada satu pertanyaan penting:

Apakah Allah benar-benar membutuhkan daging dan darah hewan qurban kita?


Jawabannya ada dalam firman Allah Surat Al-Hajj ayat 37.

Dalil Al-Qur’an

Arab

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Latin

Lan yanaalallāha luhūmuhā wa lā dimā’uhā walākin yanaaluhut-taqwā minkum. Kadzālika sakhkharahā lakum litukabbirullāha ‘alā mā hadākum. Wa basysyiril muhsinīn.


Terjemahan

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian. Demikianlah Dia menundukkannya untuk kalian agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepada kalian. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj: 37)


Tafsir Perkata yang Menyentuh Hati

1. لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا

Lan yanaalallāha luhūmuhā

“Daging hewan itu tidak akan sampai kepada Allah.”

Artinya: Allah tidak membutuhkan daging qurban kita.

Kalau semua manusia tidak berqurban pun, Allah tetap Maha Kaya.

Jadi qurban bukan untuk memberi makan Allah, tetapi untuk mendidik hati manusia.

2. وَلَا دِمَاؤُهَا

Wa lā dimā’uhā

“Dan tidak pula darahnya.”

Di zaman jahiliyah dulu, ada orang mengusap darah qurban ke Ka’bah, mengira itu mendekatkan diri kepada Allah.

Islam meluruskan: Yang Allah nilai bukan darahnya… bukan besar sapinya… bukan mahal kambingnya…

Tetapi isi hati saat berqurban.

3. وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ

Walākin yanaaluhut-taqwā minkum

“Tetapi yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan kalian.”

Inilah inti qurban.

Bukan sekadar menyembelih kambing… tetapi menyembelih:

kesombongan,

sifat pelit,

cinta dunia,

ego,

dan kerakusan.

Kadang yang paling sulit dikorbankan bukan sapi… tetapi gengsi dan hawa nafsu.


4. كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ

Kadzālika sakhkharahā lakum

“Demikianlah Allah menundukkan hewan-hewan itu untuk kalian.”

Coba bayangkan… Sapi yang besar bisa dikendalikan manusia. Kambing yang kuat bisa disembelih manusia.

Itu semua karena Allah yang menundukkan.


Kalau Allah mau, seekor sapi saja bisa liar dan tak bisa didekati.

Maka jangan sombong. Semua kemudahan berasal dari Allah.


5. لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ

Litukabbirullāha ‘alā mā hadākum

“Agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya.”

Karena itu saat Idul Adha kita bertakbir:

Allāhu Akbar, Allāhu Akbar…

Artinya: yang besar bukan harta kita, bukan jabatan kita, bukan hewan qurban kita…

Tetapi Allah.


6. وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Wa basysyiril muhsinīn

“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Allah menjanjikan kebahagiaan bagi orang yang ikhlas beribadah dan berbagi.


Orang yang suka memberi, hatinya biasanya lebih tenang.

Sedangkan orang yang terlalu cinta dunia, hidupnya sering gelisah.


Contoh Real di Masyarakat

1. Orang sederhana tapi ikhlas qurban

Ada tukang bakso… Menabung sedikit demi sedikit selama setahun.

Akhirnya bisa membeli kambing kecil untuk qurban.

Saat kambing disembelih, ia menangis haru.

Mungkin kambingnya kecil di mata manusia… tetapi besar di sisi Allah karena ikhlasnya.


2. Qurban hanya demi gengsi

Ada juga orang yang qurban sapi besar, tetapi niatnya supaya dipuji:

“Wah… Pak itu hebat.”

Difoto terus… Diunggah terus… Disebut terus…


Padahal Allah melihat hati, bukan ukuran hewannya.


3. Anak kecil belajar berbagi

Di kampung, anak-anak biasanya senang membantu membagikan daging qurban.

Dari situ mereka belajar: Islam mengajarkan berbagi, bukan hidup sendiri.


4. Qurban menyatukan masyarakat

Saat Idul Adha:

yang kaya memberi,

yang miskin menerima,

tetangga berkumpul,

panitia bekerja bersama.

Qurban bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga memperkuat persaudaraan.

Hikmah dan Pelajaran

1. Allah melihat hati, bukan penampilan

Ibadah yang kecil tapi ikhlas bisa lebih besar nilainya.

2. Qurban melatih keikhlasan

Belajar mengeluarkan harta untuk Allah.

3. Ketakwaan lebih mahal daripada hewan qurban

Bisa saja sapinya besar, tetapi hatinya riya’.

4. Islam mengajarkan kepedulian sosial

Qurban membuat orang miskin ikut merasakan kebahagiaan.

5. Semua nikmat berasal dari Allah

Hewan, rezeki, kesehatan, semuanya titipan Allah.


Penutup

Nanti saat takbir berkumandang… dan hewan qurban disembelih…

Jangan hanya melihat darah yang mengalir. Tetapi lihat:

apakah hati kita juga semakin dekat kepada Allah?

Karena sejatinya, Idul Adha bukan sekadar memotong hewan…

tetapi memotong kesombongan, keegoisan, dan cinta dunia dalam hati kita.


Doa Penutup

اللّٰهُمَّ اجْعَلْ قُرْبَانَنَا قُرْبَانًا مَقْبُولًا، وَاجْعَلْ قُلُوبَنَا مُخْلِصَةً لَكَ، وَارْزُقْنَا التَّقْوَىٰ وَالْإِخْلَاصَ

Latin

Allāhummaj‘al qurbānanā qurbānan maqbūlā, waj‘al qulūbanā mukhlishatan laka, warzuqnat-taqwā wal ikhlāsh.

Terjemahan

“Ya Allah, jadikan qurban kami qurban yang diterima, jadikan hati kami ikhlas kepada-Mu, dan karuniakan kepada kami ketakwaan serta keikhlasan.”

Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Friday, May 22, 2026

Bolehkah Bilang Sudah Habis Kesabaranku? Begini Penjelasan dalam Islam

Allah Ta'ala berfirman : “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar : 10) 


Banyak orang memilih jalan menjadi pribadi yang tidak sabaran. Sering orang-orang berkata “nanti habis kesabaranku” atau “sudah habis kesabaranku”.

Ini adalah perkataan yang tidak patut dan keliru. Atau ada juga yang berujar dengan ungkapan bahwa “sabar itu ada batasnya”.


Imam An-Nawawi mengatakan bahwa salah satu bentuk kesabaran yang besar ganjarannya adalah ketabahan saat menghadapi kesedihan dan kehilangan sesuatu yang dianggap berharga baginya. “Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : “Allah berfirman, jika seorang hamba ditinggal mati orang yang paling dicintainya; lalu ia bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah, maka tidak ada pahala baginya kecuali surga."(H.R Bukhari). 

Dan Allah sendiri yang memerintahkan agar seorang mesti bersabar. Firman-Nya :“Dan bersabarlah! Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal:46).


Dan kalau ditanya sampai kapan sabarnya. 

Jawabannya adalah firman Allah : .."dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu." (QS. Al-Hijr 15 : 99)


Sehingga, sejatinya sabar adalah pintu menuju kemenangan, baik kemenangan lahiriah maupun rohaniah. 

*Kesimpulan, sabar itu tidak ada batasnya*


Ya Allah Yang Maha Lembut, berilah kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk selalu bersabar, untuk meraih kemenangan lahir dan batin.. Aamiin

Thursday, May 21, 2026

6 (enam) Perkara yang Makruh dalam Sholat

Setiap muslim wajib mengetahui fiqih tentang salat. Kita tidak hanya diwajibkan menghindari hal-hal yang membatalkan salat, perkara-perkara makruh juga harus dihindari agar salat kita tidak sia-sia. Makruh artinya perbuatan yang meskipun tidak haram tetapi meninggalkannya lebih baik daripada melakukannya.


Berikut 6 Hal yang Makruh dalam Salat:

*1. Melirik atau Menoleh (Al-Iltafat)*

 Melirik tanpa keperluan tertentu dalam salat adalah perkara makruh yang harus kita jauhi ketika salat. 

Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang menoleh dalam salat." Beliau bersabda: "Itu adalah pencurian yang dilakukan setan dari salat seorang hamba." (HR Al-Bukhari)


*2. Mengangkat Pandangan Baik ke Arah Langit atau Kemanapun*

Dalilnya :

Dari Anas Rasulullah saw bersabda: "Apa yang membuat orang-orang itu mengangkat penglihatan mereka ke langit dalam shalat mereka? Hendaklah mereka berhenti dari hal itu atau (kalau tidak), niscaya akan tersambar penglihatan mereka." (HR Al-Bukhari) 


*3. Salat dengan Tangan di Pinggang*

Yaitu seseorang salat dengan bertolak pinggang. Berikut hadisnya:

Dari Abi Hurairah ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang seseorang salat dengan meletakkan tangannya pada perutnya (bertolak pinggang). (HR Al-Bukhari Muslim) 


*4. Mengusap Rambut yang Terurai atau Melipat Lengan Baju yang Terulur Tanpa Sebab*. 

Ini juga merupakan perbuatan makruh dalam salat. Ini dalilnya :

Dari Ibnu Abbas: "Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota badan dan tidak boleh menaikkan rambut (yang terulur) atau melipat baju." (HR Al-Bukhari Muslim)


*5. Menahan Buang Air Kecil atau Besar atau Menahan Kentut*

Hal ini termasuk perkara makruh yang harus dihindari karena dapat mengganggu ketenangan hati dalam salat.


 *6. Salat di Depan Hidangan Makanan*

 Ini juga termasuk perbuatan makruh dalam salat. 

Jika memungkinkan baginya untuk mendahulukan makan kemudian melaksanakan salat, itu lebih baik, namun jika tidak memungkinkan karena sempitnya waktu, maka hal itu termasuk uzur baginya

Dari Sayyidah Aisyah, Rasulullah saw bersabda: "Janganlah salat dekat dengan hidangan makanan dan janganlah salat sambil menahan keluarnya sesuatu dari dua jalan (buang air kecil dan besar). (HR Muslim)


Ya Allah Yang Maha Perkasa mampukan kami, kel, shbt dan kel nya dapat menjauhi 6 perkara makruh ketika sholat kami... Aamiin.

Wednesday, May 20, 2026

Menjaga Amal Agar tidak Berkurang atau Hilang

Banyak beramal shalih itu penting . Karena amal shalih merupakan bekal  terbaik menuju kehidupan akhirat kita. Kita masuk surga bukan karena banyaknya ilmu kita, akan tetapi kita masuk surga sebab amalan shalih kita. Allah SWT berfirman:

"(yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), "Salamun ‘alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan."

(QS. An‐Nahl: 32)


Namun beramal saja tidak cukup. Setelah berlelah‐lelah beramal shalih tugas selanjutnya adalah menjaganya. Karena amal shalih yang telah kita lakukan bisa berkurang bahkan hilang.   

Beberapa penyebab raibnya pahala amal diantaranya adalah :

*1. Ujub*

Ulama menyebutkan "ujub itu bisa membatalkan amal “

Ketika seorang hamba shalat tahajud, lalu dia merasa bangga dengan shalatnya, Allah batalkan amalnya. Ketika seseorang telah berhasil menghafal Al‐Qur’an, lalu ia bangga dengan hafalan, Allah batalkan amalnya.

Ketika seseorang telah melakukan berbagai macam amalan shalih tetapi kemudian amalan shalih itu malah menimbulkan kesombongan dan kebanggaan pada dirinya, maka ujub itu termasuk syirik kecil.


*2. Tidak takut kepada Allah dikala sendiri*

Inilah kelompok yang lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah SWT. Dia lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah, dia lebih takut diawasi manusia daripada diawasi oleh Allah.

Tapi ketika tidak ada yang mengawasi dirinya, dia tidak takut kepada Allah SWT. Dia shalih dihadapan orang, tetapi bermaksiat dikala tersembunyi.


*3. Kedzaliman kita kepada orang lain.*

Kata Rasulullah, bahwa orang yang bangkrut pada hari kiamat adalah orang yang datang membawa pahala shalat, membawa pahala puasa, membawa pahala zakat, membawa pahala besar yang lainnya, tetapi dia pernah mengghibah orang lain, dia pernah menyakiti hati orang lain, dia pernah menempelang orang lain, bahkan dia pernah mengucurkan darah seseorang.


*4. Mengharapkan kehidupan dunia dari amalnya*. 

Yang dia harapkan di hatinya adalah kehidupan dunia. 

Allah Ta’ala berfirman:  

“Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, Kami akan memberikan apa yang dia inginkan dari amalnya tersebut tanpa dikurangi ‐kata Allah‐ mereka nanti pada hari kiamat tidak mendapatkan apapun kecuali api neraka. Batal amalan mereka, sia‐sia usaha mereka.” (QS. Hud : 15‐16)


Ya Allah, Yang Maha Lembut, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya dapat menjaga amal-amal kami semua... Aamiin.

Tuesday, May 19, 2026

Baik Sangka kepada Allah, Kunci Selesainya Semua Masalah

Seorang ulama Said bin Abdul Aziz rahimahullah berkata: “Apabila engkau menghadapi suatu masalah hidup yang engkau tak sanggup untuk mengubahnya, maka bersabarlah. Tunggulah jalan keluar dari Allah.” Kenapa demikian? Karena, di antara ibadah yang paling agung adalah menunggu jalan keluar dari Allah Subhanhu wa ta'ala dengan hati yang senantiasa berbaik sangka kepada-Nya . Tidak ada suatu masalah atau musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 


Allah Ta'ala berfirman: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath-Thalaq : 2) 


Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda; "Sebaik baik Ibadah adalah menunggu jalan keluar (solusi)" (HR At-Tirmidzi) 

Dalam hadis lain disebutkan : "Dan ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran. Jalan keluar itu bersama penderitaan. Dan kesulitan itu disertai kemudahan”. (HR At-Tirmidzi)


Ya Allah Yang Maha Lembut, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya diberi kekuatan agar selalu berbaik sangka kepada-Mu atas apa cobaan yang menimpa diri kami... Aamiin

Monday, May 18, 2026

Apa Bukti Jika Allah Telah Mengampuni Dosa² Kita?

Tidak ada yang bisa membuktikan bahwa dosa kita telah diampuni oleh Allah selama kita masih hidup. 

Yang mungkin bisa diketahui adalah tanda-tanda bahwa orang yang bertaubat telah diampuni dosa-dosanya:

1. Terputusnya hubungan dengan para pelaku kejahatan dan terjalinnya hubungan yang erat dengan orang-orang soleh.

2. Terhindari dari segala dosa serta adanya kesungguhan untuk menaati Allah SWT.

3. Senantiasa ingat bahwa kehidupan akhirat lebih baik dan abadi dibanding kehidupan dunia.

4. Mengisi waktu hanya untuk menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.


Setiap taubat pasti diterima dan setiap kesalahan pasti akan diampuni, sebagaimana firman Allah SWT:

" Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan"(QS Asy-Syura : 25) 


Ya Allah Yang Maha Adil, ampunilah semua dosa² kami, kel, shbt dan kel nya. Berilah kami keselamatan dunia dan akhirat... Aamiin