Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Monday, July 6, 2026

Mengkalkulasi Pahala Amal Saleh

Dalam memahami pahala dari Allah, jangan pernah memakai cara hitungan matematis yang saklek. 

Karenanya pahala Allah jangan dihitung dengan cara pandang kita.

Karenanya ketika anda merasa amalannya terbaik dari satu sisi, belum tentu disisi lain. 


Yang pasti Allah Maha adil. Dan jangan lupa keadilan-Nya itu terbangun di atas asas cinta dan kasih-Nya. Pada akhirnya lakukan "muhasabah" tanpa "menghisab" (orang lain).


Muhasabah itu introspeksi diri. Sementara menghisab itu artinya menghakimi orang lain. 

Dan tak kalah pentingnya, syurga itu tidak berpintu tunggal. Fokus saja pada diri dan jalan menuju Allah. Biarlah Allah yang mengkalkulasi dengan caraNya.


Di alam akhirat kelak, Allah SWT akan memperhitungkan amal kita (hisab). Setiap kebaikan sekecil apa pun akan dicatat dan diberi ganjaran dan keburukan sekecil apa pun akan dicatat dan diberi balasan berupa adzab-Nya (QS 99: 7-8).


Dalam ayat lain ditegaskan: ''Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan, jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)-nya. Dan, cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan (QS Al Anbiya: 47).


Ya Allah Yang Maha Awal, berilah kekuatan kpd untuk beramal dan berbuat kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak.. Aamiin

Sunday, July 5, 2026

8 (Delapan) Dosa Karena Lisan

Dosa akibat lisan ini tidak main-main, karena dengan lisanlah surga dan neraka seseorang ditentukan.

Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah benar iman seseorang, hingga hatinya menjadi benar. Dan tidaklah benar hati seseorang, hingga benar lisannya.” (HR. Imam Ahmad). 


Imam Al Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah, menjelaskan ada 8 perkara yang perlu diperhatikan agar lisan tidak menyeret kita ke dalam dosa. Yaitu; 

*1. Berdusta* 

Jagalah lidah agar tidak berdusta baik dalam keadaan yang serius maupun bercanda.


*2. Menyalahi janji*

Jika terpaksa harus berjanji, maka harus menepatinya. Sebab, menyalahi janji atau mengingkari jani merupakan salah satu dari tanda-tanda nifak dan buruknya akhlak. Sesuai perkataan Rasulullah bersabda, “Ada tiga hal, yang jika ada di antara kalian yang jatuh ke dalamnya maka ia termasuk munafik, walaupun ia puasa dan shalat. Yaitu, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanat ia berkhianat.”


*3. Ghibah (menggunjing)*

Makna ghibah adalah membicarakan seseorang dengan sesuatu yang ia benci jika ia mendengarnya.

Cukuplah firman Allah, ini menghalangimu dari ghibah, “Jangan sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kalian senang memakan daging saudaranya yang sudah mati. Pasti kalian tidak menyukainya” (Q.S. al-Hujurat: 12).


*4. Mendebat*

Dengan mendebat, kita telah menyakiti, menganggap bodoh, dan mencela orang yang kita debat.

Rasulullah bersabda, “Siapa yang meninggalkan perdebatan sedang ia dalam keadaan salah, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di tepi surga. Dan siapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia dalam posisi yang benar Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga yang paling tinggi.”


*5. Mengklaim diri bersih dari dosa*

 Allah Ta'ala berfirman, “Jangan kalian merasa suci. Dia yang lebih mengetahui siapa yang bertakwa” (Q.S. an-Najm: 32). Sebagian ahli hikmat ditanya, “Apa itu jujur yang buruk?” Mereka menjawab, “Seseorang yang memuji dirinya sendiri.” Janganlah engkau terbiasa demikian. Ketahuilah bahwa hal itu akan mengurangi kehormatanmu di mata manusia dan mengakibatkan datangnya murka Allah.


*6. Mencela*. 

Jangan sampai mencela ciptaan Allah Ta'ala, baik itu hewan, makanan, ataupun manusia. Janganlah dengan mudah memastikan seseorang yang menghadap kiblat sebagai kafir, atau munafik. Karena, yang mengetahui semua rahasia hanyalah Allah. Oleh karena itu, jangan mencampuri urusan antara hamba dan Allah SWT. 


*7. Mendoakan keburukan bagi orang lain*

 Peliharalah lidah untuk tidak mendoakan keburukan bagi suatu makhluk Allah. Jika ia telah berbuat aniaya padamu, maka serahkan urusannya pada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Seorang yang dianiaya mendoakan keburukan bagi yang menganiaya dirinya sehingga menjadi imbang, kemudian yang menganiaya masih memiliki satu kelebihan yang bisa ia tuntut kepadanya pada hari kiamat.” 


*8. Bercanda, mengejek, dan menghina orang* Peliharalah lidah baik dalam kondisi serius maupun canda karena ia bisa menjatuhkan kehormatan, menurunkan wibawa, membuat risau, dan menyakiti hati. Ia juga merupakan pangkal timbulnya murka dan marah serta dapat menanamkan benih-benih kedengkian di dalam hati. 


Ya Allah Yang Maha Mengakhirkan, mampukan ji kami, kel, shbt dan kel nya dapat terhindar dari dosa karena lisan kami... Aamiin.

Saturday, July 4, 2026

Mencari Keberkahan dengan Amal Shalih

Keberkahan bisa diraih dengan amal shalih yang nyata telah kita lakukan. Misalnya sebagai berikut.

*Pertama : Mensyukuri Segala Nikmat*

Tiada kenikmatan, apapun wujudnya yang dirasakan menusia, melainkan datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan firman-Nya

“Dan ingatlah tatkala Rabbmu mengumandangkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim : 7)


Pada ayat lain, Allah SWT berfirman.

“...Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri.....” (QS An-Naml: 40)


*Kedua : Membayar Zakat (Sedekah)*

Zakat, baik zakat wajib maupun sunnah (sedekah), merupakan salah satu amalan yang menjadi faktor yang dapat menyebabkan turunnya keberkahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah....” (QS Al-Baqarah : 276)


Rasulullah SAW bersabda.

“Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berkata (berdo’a) : “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang berinfak”, sedangkan yang lain berdo’a :”Ya Allah, timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfak) kehancuran” (Muttafaqun alaih)



*Ketiga : Bekerja Mencari Rizki Dengan Hati Qona’ah, Tidak Dipenuhi Ambisi dan Tidak Serakah*

Rasulullah SAW bersabda.

“Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizki yang telah Ia berikan kepadanya. Barangsiapa yang ridha dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barangsiapa yang tidak ridha (tidak puas), niscaya rizkinya tidak akan diberkahi” (HR Ahmad)


*Keempat : Bertaubat dari segala perbuatan dosa*

Allah SWT berfirman " 

Dan (Hud berkata) : Hai kaumku, beristighfarlah kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS Hud : 52)


*Kelima : Menyambung Tali Silaturahmi*

Rasulullah SAW bersabda.

“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim” (Muttafaqun ‘alaih)


*Keenam : Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal*

Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta. Rasulullah SAW bersabda.

“Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena sesunguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram” (HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibbanm dan Al-Hakim)


*Ketujuh : Bekerja di pagi hari*

Rosulluloh bersabda "Ya Allah berkailah untuk umatku waktu pagi mereka"(HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah). 


Ya Allah Yang Maha Mendahulukan, berilah kemampuan kepada kami, kel, shbt dan kel nya untuk dapat beramal shalih agar mendapat keberkahan hidup... Aamiin

Friday, July 3, 2026

Iman Itu Separonya Sabar dan Separonya Syukur; Shalat Khusyuk Menjadi Jembatan Keduanya

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Pernahkah kita bertanya, apa rahasia orang yang tetap tenang saat diuji dan tetap rendah hati saat diberi nikmat?

Jawabannya adalah iman.

Para ulama sering menyampaikan sebuah hikmah:

الإِيمَانُ نِصْفَانِ: نِصْفٌ صَبْرٌ وَنِصْفٌ شُكْرٌ

Latin: Al-īmānu nishfān: nishfun shabrun wa nishfun syukrun.

Artinya: "Iman itu terdiri dari dua bagian: separuh adalah sabar dan separuh lagi adalah syukur."

Ungkapan ini adalah hikmah yang masyhur di kalangan ulama, bukan hadis sahih dari Nabi ﷺ. Maknanya sejalan dengan ajaran Islam: hidup seorang mukmin selalu berputar antara menerima nikmat yang harus disyukuri dan menghadapi ujian yang harus disabari.


Dalil tentang sabar

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Latin: Yā ayyuhalladzīna āmanusta'īnū bish-shabri wash-shalāh. Innallāha ma'ash-shābirīn.

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)

Perhatikan, Allah menyandingkan sabar dengan shalat, bukan tanpa alasan. Ketika hati berat, shalat adalah tempat menguatkan diri.


Dalil tentang syukur

Allah berfirman:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Latin: La'in syakartum la'azīdannakum.

Artinya: "Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian." (QS. Ibrahim: 7)


Syukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah, tetapi menggunakan nikmat Allah untuk ketaatan.

Hadis yang menggambarkan kehidupan seorang mukmin

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Latin: 'Ajaban li amril mu'min, inna amrahu kullahu lahu khair. In ashābat-hu sarrā'u syakara fakāna khairan lah, wa in ashābat-hu dharrā'u shabara fakāna khairan lah.

Artinya: "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya baik. Jika mendapat nikmat, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ditimpa musibah, ia bersabar, maka itu juga baik baginya." (HR. Sahih Muslim)


Hubungannya dengan shalat khusyuk

Mengapa banyak orang sulit khusyuk Karena ketika berdiri shalat, hati masih sibuk memikirkan dunia.


Padahal shalat adalah tempat melatih dua hal sekaligus:

Saat hidup penuh ujian, kita datang kepada Allah dengan sabar.

Saat hidup penuh nikmat, kita datang kepada Allah dengan syukur.

Orang yang khusyuk tidak hanya membaca Al-Fatihah dengan lisannya, tetapi juga berkata dalam hatinya:

"Ya Allah, aku datang membawa semua bebanku dan semua nikmatku. Semuanya aku serahkan kepada-Mu."

Itulah sebabnya Allah berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

"Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat."

Shalat menjadi tempat bertemunya sabar dan syukur.


Contoh nyata di masyarakat

Ada seorang pedagang yang tokonya terbakar.

Ia menangis, tetapi bibirnya mengucapkan:

"Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn. Ya Allah, Engkau yang memberi, Engkau pula yang mengambil."

Ia tetap menjaga shalat berjamaah.

Beberapa tahun kemudian Allah membukakan rezeki yang lebih luas.


Sebaliknya, ada seorang pengusaha yang sukses.

Mobil bertambah. Rumah bertambah. Tetapi setiap kali azan berkumandang, ia tetap menuju masjid. Ketika ditanya mengapa, ia menjawab:

"Kalau rezekiku bertambah tetapi sujudku berkurang, berarti aku sedang rugi."

Inilah syukur yang sejati.


Kisah 

Dikisahkan seorang ulama ditanya, "Bagaimana engkau bisa selalu tenang?"

Beliau menjawab, "Ketika Allah memberi, aku bersyukur. Ketika Allah mengambil, aku bersabar. Dalam dua keadaan itu aku tetap berdiri di atas sajadah."

Kalimat ini mengajarkan bahwa sajadah adalah tempat terbaik untuk menangis saat sedih dan bersujud saat bahagia.


Renungan

Jika hari ini hidupmu sedang sulit...

Jangan tinggalkan shalat.

Jika hari ini rezekimu sedang lapang...

Jangan tinggalkan shalat.

Karena shalat yang khusyuk akan mengajarkan sabar ketika kehilangan dan syukur ketika mendapatkan.

Sabar menjaga kita agar tidak putus asa.

Syukur menjaga kita agar tidak sombong.

Dan shalat menjaga keduanya agar tetap hidup di dalam hati.


Penutup

Mari kita berdoa,

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الصَّابِرِينَ وَمِنَ الشَّاكِرِينَ وَارْزُقْنَا خُشُوعًا فِي الصَّلَاةِ

Latin:

Allāhummaj'alnā minash-shābirīn wa minasy-syākirīn warzuqnā khusyū'an fish-shalāh.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang sabar, orang-orang yang bersyukur, dan anugerahkanlah kepada kami kekhusyukan dalam shalat."

Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hati-hati, Jangan Merasa Aman-aman Saja

Merenungi perbuatan yang telah kita lakukan setiap hari, sepertinya harus menjadi agenda rutin setiap muslim dan muslimah. Kenapa harus? Jangan sampai merasa aman-aman saja dengan apa yang kita lakukan setiap harinya. KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym memberikan pencerahan tentang pentingnya bersikap hati-hati saat kita sendirian, dan pentingnya merenungi apa yang telah kita perbuat.


Apa yang kita lakukan di dunia ini *SENANTIASA* dilihat dan diawasi oleh Allah Ta’alla. Karena Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui apa yang kita lakukan. Kita ini tidak pernah sesaat lepas dari pengawasan Allah. 

Allah yang Maha Mengawasi ini mengetahui yang terlintas di dalam hati. Tersirat dalam pikiran. Seperti mata, mata ini untuk melihat. Sebagimana dalam firman Allah Ta'ala : “(Sebab) Dia mengetahui kilas curi-pandang (yang paling tersembunyi), dan segala yang dirahasiakan dalam hati.” (QS Ghafir : 19) 


Allah Ta'ala juga berfirman:

“Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.” (QS Fussilat: 21-22). 


Ayat ini memberitahu 

bahwa apa pun yang dilakukan, kelak bagian tubuh tersebut akan bersaksi atas perbuatan kita. Karena Allah jugalah yang memerintahkan mereka. Allah tahu persis niat dari setiap hati dan pikiran manusia.


Ya Allah Yang Maha Berkuasa, berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk selalu mawas diri akan semua perbuatan yang kami lakukan.. Aamiin

Thursday, July 2, 2026

Hal-hal yang Memudahkan Datangnya Rejeki

Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah dari tiga hal lainnya, yaitu umur, jodoh, dan kematian. Rezeki juga tidak dapat dikalkulasi dengan nalar manusia. Semua rezeki yang ada itu berasal dari Allah karena Allah adalah ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki). Allah memberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Firman Allah Ta'ala : "Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkan (bagi siapa yang Dia kehendaki)," (QS ar-Ra'd : 26).


Ada perkara-perkara yang dapat memudahkan datagnya rezeki kepada kita yang tentu saja sesuai dengan aturan-aturan syariat yang Allah Ta'ala tetapkan.

Seperti yang diterangkan dalam kitab 'Talimul Mutaallim' karya Azzarnuji memberikan tips empat perkara yang dapat memperlancar rezeki yaitu: 

*1. Istiqamah melakukan sholat tahajud*

Sholat yang paling utama setelah salat fardu adalah sholat tahajud. Allah janji akan mengangkat derajat ke tempat yang terpuji bagi yang melakukannya secara istiqamah. 

Allah Ta'ala berfirman: “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”(QS Al-Isra:79) 


*2. Istiqamah sholat Dhuha*

Shalat ini merupakan senjata yang ampuh untuk menarik datangnya rezeki. Dari Nu’aim bin Hammar Al-Ghathafaniy, beliau mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad)


*3. Mengistiqamahkan membaca surah Al-Waqi'ah*

Amalan ini dapat menjadi jalan untuk memperlancar rezeki. Salah satu keutamaan Surat Al Waqiah yang kita ketahui dari hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud yang dibacakan di depan Ustman bin Affan “Barangsiapa membaca surat Al Waqiah setiap malam, dia tidak akan menderita kemiskinan selama-lamanya” (HR. Abu Ya’la dan Ibnu Asakir) 


*4. Menghindari tidur sehabis Subuh*

Waktu pagi merupakan waktu turunnya rezeki dan keberkahan dari Allah Ta'ala. Karena itu, siapa yang tidur pada waktu itu maka tidak akan mendapatkan bagian rezeki dan keberkahan dari Allah Ta'ala.

Hal demikian diungkapkan oleh Syekh Ibnu Al-Qayyim,“Tidur setelah Subuh dapat menghalangi rezeki, karena waktu Subuh adalah waktu makhluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah Subuh suatu hal yang dilarang (makruh) kecuali ada penyebab atau keperluan.”


Ya Allah Yang Tempat Maha Meminta, jadikan kami, kel, shbt dan kel nya dapat istiqomah menjalankan amalan² yang dapat memudahkan datangnya rejeki kami.. Aamiin.

Wednesday, July 1, 2026

Larangan untuk Bersikap Berlebihan

Islam menganjurkan umatnya untuk tidak berlebih-lebihan atau melampaui batas (ghuluw) dalam setiap tindakan. 

Allah melarang orang berlebih-lebihan, baik dalam hal ibadah maupun dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

Allah berfirman :

”Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” (QS Al-Maidah:77).


“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”(QS Al- Araf :31)


Kita dilarang keras bersikap berlebihan utamanya dalam beragama. 

Berlebihan dalam perkara dunia bisa jadi efeknya akan langsung terasa. Begitu juga berlebihan dalam beragama. 

Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS al-Maidah : 87)


Ya Allah Yang Tempat Meminta, jagalah kami, kel, shbt dan kel nya bisa menjaga semua tindakan agar tidak melampaui batas.... Aamiin.

Saturday, June 27, 2026

Memahami Makna Mubazir

Islam adalah agama yang penuh kasih serta sayang, hal tersebut bisa dilihat bagaimana Islam sangat menghormati sesuatu yang hal tersebut dianggap penting. Salah satunya ialah pelarangan terhadap hal-hal boros atau berprilaku berlebih-lebihan.


Sikap berlebih-lebihan ini oleh Islam disebut dengan Mubazir, yang mana hal itu sesungguhnya telah dan telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an sesuai firman Allah Ta'ala :

"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al-Isra’: 27)


Pada ayat ini sesungguhnya kita diingatkan untuk tidak melakukan hal-hal yang berlebihan dalam pengeluaran, khususnya dalam hal harta. Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Tafsir Marah Labib menjelaskan bahwa pemborosan itu berarti menggunakan harta untuk tujuan yang salah, seperti perbuatan maksiat, kesombongan, atau untuk mencari popularitas dan pujian dari orang lain.


Prilaku mubazir pun memberikan dampak yang nyata kepada kehidupan kita, antara lain; 

*Pertama*, dapat menimbulkan kedurhakaan yaitu tidak mengsyukuri karunia yang telah diberikan oleh Allah Swt. 

*Kedua,* mengakitbatkan hidup boros karena selalu berlebihan-berlebihan.


Ya Allah Yang Maha Penemu, jagalah kami, kel, shbt dan kel nya dari perbuatan mubazir... Aamiin

Friday, June 26, 2026

Jangan Buat Setan Tertawa (Menguap)!

Perkara yang dianggap sepele, yang sudah menjadi kebiasaan kebayakan orang, padahal merupakan sebuah kekeliruan yang perlu diluruskan, adalah bersuara ketika menguap. Sepertinya sepele, tapi tunggu dulu sobat.

Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa setan itu tertawa bila mendengar seorang bersuara “haah” ketika menguap. Apalagi kalau sampai teriak ?!


Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Oleh karena itu bila salah seorang dari kalian bersin lantas dia memuji Allah, maka wajib atas setiap muslim yang mendengarnya untuk ber-tasymit kepadanya (mengucapkan “yarhamukallah”). Adapun menguap, maka dia dari setan, bila seorang menguap hendaklah dia menahan semampunya. Bila seorang menguap sampai keluar ucapan ‘haaah’, setan akan menertawainya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Inilah diantara adab yang perlu diperhatikan ketika menguap. Yaitu menahan semampunya, bila tidak mampu maka menutup mulut dengan tangan, kemudian adab selanjutnya adalah menahan suara ketika menguap.


Bila seorang membuat setan tertawa karena keisengannya mengeluarkan suara ketika menguap, berarti ia telah membuat setan bahagia. Karena tertawa merupakan ekspresi bahagia atau ridho. Ini jelas-jelas terlarang, terlebih setan adalah musuh yang senyata-nyatanya.

“..dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168)

” Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak pengikutnya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)


Ya Allah Yang Maha Mandiri, jagalah kami, kel, sbht dan kel nya dari perbuatan yang menggembirakan setan... Aamiin.

Thursday, June 25, 2026

Sholat Tidak Khusyuk, Haruskah Diulang?

Sholat tidak khusyuk mungkin pernah dialami kaum muslimin. 

Khusyuk memang bukan perkara mudah, butuh kebulatan hati dan bersungguh-sungguh dalam penyerahan diri kepada Allah. Bagaimana kalau kita merasa sholat tidak khusyuk, apakah perlu diulang?


Mari kita simak penjelasan berikut. Menurut Ustaz Farid Nu'man Hasan, tidak khusyuk bukan penyebab batalnya sholat karena Khusyuk bukan rukun sholat. Memikirkan hal duniawi dalam sholat meskipun tidak berdampak pada gerakan dan bacaan dalam sholat sebaiknya dihilangkan.


Sayyidina Umar bin Khathab radhiallahu 'anhu berkata: "Sesungguhnya saya mempersiapkan pasukan saya, pada saat itu saya sedang shalat." (HR. Al-Bukhari) 

Tentang ucapan Umar ini, Imam Al-Bukhari membuat judul: Bab Yufkiru Ar Rajulu Asy Syai’a fish shalah-"Seseorang memikirkan Sesuatu di Dalam Shalat"

Dari ‘Uqbah bin Al Harits katanya: "Aku sholat ashar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika Beliau Salam, beliau berdiri cepat-cepat lalu masuk menuju sebagian istrinya, kemudian Beliau keluar dan memandang kepada wajah kaum yang nampak terheran-heran lantaran ketergesa-gesaannya. Beliau bersabda: "Aku teringat biji emas yang ada pada kami ketika sedang sholat, saya tidak suka mengerjakannya sore atau kemalaman, maka saya perintahkan agar emas itu dibagi-bagi." (HR. Al-Bukhari)


Meski hal ini dibolehkan, namun tetaplah dihindari demi kebagusan kualitas shalat.

Rosulullah saw bersabda :

"Sesungguhnya ada orang yang selesai sholatnya tetapi tidak mendapatkan melainkan hanya sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima seperempat, sepertiga, dan setengah dari shalatnya." (HR. Abu Daud )


Ya Allah Yang Maha Hidup berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk dapat khusuk dalam setiap sholat kami.. Aamiin

Wednesday, June 24, 2026

Lebih Berambisi Mengerjakan Amalan Sunnah daripada Wajib?

Amalan sunnah memang bisa memenuhi kekurangan pada amalan yang wajib. Allah menganjurkan kita untuk menyelesaikan kekurangan yang ada pada amalan yang wajib dengan amalan sunnahnya. Oleh karena itu kita sangat tidak menolak untuk meremehkan hal-hal yang sunnah. Atau sangat cukup hanya karena sudah menunaikan amalan wajib.


Namun demikian kita juga tidak boleh mengutamakan amalan sunnah dan mengabaikan yang wajib. Bagaimanapun kondisinya, amalan yang wajib lebih utama dari amalan yang sunnah. Hal ini berlaku pada amalan ibadah apapun.


Lantas bagaimanakah jika terjadi fenomena yang mana seseorang terjerat gejala lebih semangat dan berambisi mengerjakan ibadah sunnah daripada yang sunnah? Dalam kitab Syarah Al Hikam disebutkan:

“Jika kau lebih semangat mengerjakan yang sunnah daripada yang wajib, maka itu adalah pertanda bahwa yang kau cari adalah kepuasan nafsumu (ingin dipuji), bukan keridaan Tuhanmu.”


Jika setiap amalan yang kerjakan hanya ingin dipuji atau menunaikan kepuasan belaka, maka kelezatan iman tak akan pernah dirasakan dalam hidupnya, karena yang diharapkan bukanlah ridha Allah.


Padahal dengan mengharap ridha Allah itulah yang menyebabkan kelezatan iman akan bisa dirasakan. Dari ‘Abbas bin ‘Abdil Muththalib, bahwa dia telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Akan merasakan kelezatan/kemanisan iman orang yang ridha kepada Allah sebagai Rabbnya dan Islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad sebagai rasulnya.” (HR Muslim)


Ya Allah Yang Maha Mematikan, beri ridho-Mu untuk semua amalan kami, kel, shbt dan kel nya, agar dapat merasakan kelezatan iman kami, dengan mendahulukan amalan² wajib...Aamiin.

Tuesday, June 23, 2026

Langkah Menempuh Hidup Berkah

Setiap Muslim pasti mendambakan kehidupan yang penuh keberkahan, yakni kebaikan yang melimpah (al-khair al-wafir). 


Menurut Iman Maghazi al-Syarqawi, hidup penuh berkah itu dapat diaktualisasikan dengan meneladankan enam sikap dan sifat terpuji, yaitu :

*Pertama, membiasakan sifat malu yang positif.* 

Malu (al-haya') adalah kunci keutamaan sebab rasa malu membuat Muslim bersikap hati-hati untuk tidak berbuat maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.


Rasulullah SAW pernah memberi nasihat kepada para sahabatnya. "Hendaklah kalian merasa malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya." Para sahabat menimpali, "Alhamdulillah, kami sudah merasa malu kepada Allah, ya Rasul."

Rasul lalu menyatakan, "Tidak, kalian belum merasa malu. Orang yang betul-betul merasa malu di hadapan Allah hendaklah menjaga kepala berikut isinya (pikiran positif), menjaga perut berikut isinya (makanan dan minuman yang halal dan thayib), dan mengingat mati serta musibah. Siapa yang menginginkan kebahagiaan akhirat, hendaklah meninggalkan perhiasan dunia. Siapa yang sudah melakukan itu semua, berarti telah betul-betul memiliki rasa malu." (HR Tirmidzi).


*Kedua, bersyukur karena ia merupakan kunci peningkatan rezeki.*

Menurut Ibn Qayyim al-Jauziyah, syukur merupakan pujian dan pengakuan hamba terhadap nikmat Allah yang disertai rasa cinta dan ketaatan kepada-Nya. 

Allah SWT berfirman " Dan (inganlah) takala Tuhanmu memaklumkan"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"

(QS Ibrahim : 7).


*Ketiga, tutur kata dan komunikasi yang baik (al-kalam al-thayyib).* Hal ini merupakan kunci terbukanya hati dan pikiran. Komunikasi dan tutur kata yang baik adalah sedekah. Sedekah yang paling ringan dan mudah adalah memberi senyuman kepada sesama.

Rosulluloh bersabda :

"Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan, maka kalian akan dapat saling mencintai?, ‘Tebarkanlah salam di antara kalian’.” (HR Muslim).


*Keempat, berbakti kepada kedua orang tua.* Sikap ini merupakan kunci keridhaan dan kesuksesan hidup. Keridhaan dan doa orang tua merupakan pintu masuk segala kebaikan dan keberkahan hidup.


*Kelima, menghiasi diri dengan sifat qanaah (merasa berkecukupan).* Sifat ini merupakan kunci kekayaan. Orang yang bersifat qanaah tidak akan serakah dan egois sehingga ia tidak mudah tergoda oleh kekayaan duniawi.


*Keenam, konsisten dan teguh pendirian dalam berdoa.*

Doa adalah kunci segala kebaikan dan ketenteraman jiwa. Doa adalah kekuatan dan energi spiritual hamba kepada Allah. Dengan doa, seorang Muslim mengembalikan segala persoalan kepada Allah SWT.


Ya Allah Yang Maha Memulai, berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya, untuk meraih hidup penuh berkah dengan senantiasa mendekatkan diri kepada-Mu dan mendekatkan diri dengan sesama.... Aamiin

Friday, June 19, 2026

Satu-satunya Amalan yang Pahalanya Tidak Terbatas

Jika seluruh amal saleh dilipatgandakan oleh Allah Ta'ala, ternyata ada satu amalan yang pahalanya tidak berbatas dan tiada terhingga. Barangsiapa yang mengamalkannya niscaya Allah sendiri yang mengganjarnya tanpa perhitungan hingga di akhirat sekalipun. Amalan apakah itu?


Ketahuilah bahwa amalan itu adalah sabar.Dalam bahasa Arab, sabar atau shobaro artinya menahan diri, tabah, bertahan dari sesuatu yang tidak berkenan di hati.Sabar merupakan adalah pilar kebahagiaan seorang hamba.


Mengenai keutamaan sabar ini dijelaskan dalam Al-Qur'an sebagaimana firman Allah:

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar: 10)


Allah juga berfirman,

“Sungguh kami akan uji kalian dengan sedikit rasa takut, rasa lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.”

Lalu Allah mengatakan,

“Bergembiralah untuk orang-orang yang sabar”

Siapa dia?

“Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, “kami milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah.” {QS. Al Baqoroh :155-156}


Said bin Jubair dari Ibn Abbas radhiyallahu 'anhu berkata Nabi Muhammad saw bersabda: "Pertama-tama orang yang akan dipanggil masuk surga ialah yang selalu memuji Allah mengucapkan Alhamdulillah atas kesenangan maupun kesulitan serta kesusahan."

 

Ya Allah Yang Maha Terpuji, berilah kepada kami, keluarga, sahabat dan keluarga nya kesabaran yang tak terbatas atas semua ujian yang Engkau berikan kepada kami.

Aamiin.

Sunday, June 14, 2026

6 Keutamaan bagi Orang-Orang yang Bertakwa

Semua manusia itu setara, yang membedakan adalah ketakwaannya kepada Allah swt. 

Takwa mengandung pengertian kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya.


Allah telah mempersiapkan kado terindah bagi siapa saja yang bertakwa.   

 *Pertama, al-ma‘iyah al-ilahiyah (kebersamaan Allah).* Orang-orang yang bertakwa akan selalu berada dalam perlindungan Allah swt. 

Firman Allah SWT : "Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa (QS Al-Baqarah : 194).


*Kedua, al-‘ilm al-ladunni (ilmu dari sisi Allah)*

Firman Alloh SWT : "Dan bertakwalah kepada Allah; Allah akan mengajarimu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (QS Al-Baqarah : 282).


*Ketiga, al-furqan (pembeda)*.    

Firman Allah Ta'ala :

"Wahai orang-orang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya dia akan memberikan Furqaan (membedakan yang hak dan batil) bagimu dan menghapus segala kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Allah memiliki karunia yang besar (QS. Al-Anfal : 29).  


*Keempat, an-najatu minannari (keselamatan dari api neraka)*

Firman Allah SWT :

 "Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut (QS Maryam [19]: 72).


*Kelima, al-makhraju wa ar-rizqu (jalan keluar dari segala kesulitan dan rezeki)*    

Sesuai firman Allah: "Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka (QS Ath-Thalaq : 2-3).


*Keenam, al-wa’du bi al-jannah (dijanjikan surga)*  

Allah berfirman :

 "Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya" (QS Al-Qalam : 34). 

"Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa (QS Maryam: 63).


Ya Allah Yang Maha Benar, jadikan kami, kel, shbt dan kel nya tergolong orang-orang yang bertakwa, untuk mendapatkan keutamaannya.... Aamiin.

Saturday, June 13, 2026

4 Indikator Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

*Indikator pertama* adalah memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah swt dan meyakini seluruh ketentuan atau takdir-Nya.

Orang yang bertakwa adalah orang yang yakin dengan keberadaan Allah swt. Ia percaya bahwa segala yang terjadi dalam hidupnya merupakan bagian dari ketentuan Allah yang mengandung hikmah dan kebaikan. 


*Indikator kedua* adalah kesediaan untuk mengamalkan ajaran yang diturunkan Allah melalui Nabi Muhammad SAW. Segala petunjuk yang dibawa Rasulullah saw hendaknya diamalkan. Dengan demikian, ajaran Islam tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan. 


*Indikator ketiga* adalah memiliki sifat qanaah dan sabar terhadap segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT, baik sedikit maupun banyak.  

Qanaah bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi menerima dengan syukur apa yang Allah berikan setelah berikhtiar semaksimal mungkin. Sedikit maupun banyak, semuanya patut disyukuri. 


*Indikator keempat* adalah senantiasa menghitung diri dan mempersiapkan diri menghadapi datangnya kematian.

Kematian merupakan kepastian yang akan dialami setiap manusia. Karena itu, setiap orang hendaknya selalu melakukan muhasabah dan memperbanyak amal saleh sebagai bekal menghadap Allah SWT.  


Ya Allah Yang Maha Benar, kuatkan ketaqwaan kami, kel, shbt dan kel.nya.... Aamiin

Wednesday, June 10, 2026

Meraih Ridho Allah SWT dengan Lelah Kita

1. Lelah dalam berjihad di jalan Allah SWT. 

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (QS Taubah: 111).


2. Lelah dalam berdakwah menyampaikan syiar agama sesuai ajaran alquran dan hadits Rasul.

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang salih, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS Fushshilat Ayat: 33).


3. Lelah dalam beribadah dengan kunci niat karena Allah SWT.

Beribadah juga bukan sekedar shalat, berpuasa, berzakat dan membaca alquran namun dengan bekerja mencari nafkah untuk kehidupan keluarga itu sudah dinilai sebagai ibadah.

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari) keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al Ankabut: 69).


4. Lelahnya seorang ibu mengandung.

Ridha dan cinta Allah SWT mengalir kepada seorang wanita yang berjuang penuh kesabaran dan tulus dalam menjaga kandungannya meskipun terasa berat dan lelah.

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS Luqman: 14).


5. Lelah dalam mencari nafkah yang halal.

"Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS Al Jumuah: 10).


6. Lelah mengurus keluarga. 

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ( perintah ) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS A-Tahrim: 6).


7. Lelah dalam menuntut ilmu.

"Tidak wajar bagi seseorang manusia yangb Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. (QS Ali Imran: 79).


8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah post gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS Al Baqarah: 155).


Ya Allah Yang Maha Mulia, jadikan lelah² kami,kel,shbt dan kel nya bisa mendapat ridho-Mu..Aamiin.

Tuesday, June 9, 2026

SATU TANDA TANGAN DI DUNIA, SATU PERTANGGUNGJAWABAN DI AKHIRAT

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan untuk berkumpul dalam majelis yang penuh keberkahan ini.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Ada profesi yang sehari-hari pekerjaannya terlihat sederhana: membaca berkas, memeriksa dokumen, menulis akta, memberikan pendapat hukum, lalu membubuhkan tanda tangan.

Tetapi sesungguhnya, di balik satu tanda tangan itu bisa berpindah rumah, berpindah tanah, berpindah perusahaan, berpindah hak waris, bahkan berubah nasib sebuah keluarga.

Karena itu, seorang mukmin harus selalu mengingat:

"Satu tanda tangan di dunia, satu pertanggungjawaban di akhirat."

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا

Innallāha ya'murukum an tu'addul-amānāti ilā ahlihā.

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya." (QS. An-Nisa: 58)

Jabatan, profesi, stempel, dan tanda tangan pada hakikatnya adalah amanah.

Mungkin di dunia tidak ada yang mengetahui bagaimana sebuah dokumen diproses.

Mungkin tidak ada yang tahu ada tekanan, ada iming-iming, atau ada kepentingan tertentu.

Tetapi Allah mengetahuinya.

Allah berfirman:

وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Wallāhu 'alā kulli syai'in syahīd.

"Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." (QS. Al-Mujadilah: 6)


Ketika manusia lupa, Allah tidak lupa.

Ketika arsip hilang, catatan Allah tidak pernah hilang.

Ketika saksi meninggal, Allah tetap menjadi saksi.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Kullukum rā'in wa kullukum mas'ūlun 'an ra'iyyatihi.

"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang notaris akan ditanya tentang amanah akta yang dibuatnya.

Seorang advokat akan ditanya tentang kebenaran yang dibelanya.

Seorang pejabat akan ditanya tentang keputusan yang ditandatanganinya.

Seorang pemimpin akan ditanya tentang kebijakan yang dikeluarkannya.

Bahkan seorang ayah akan ditanya tentang surat-surat dan harta yang ditinggalkannya untuk anak-anaknya.

Di lapangan sering terjadi hal-hal yang tampaknya kecil, tetapi akibatnya sangat besar.

Ada ahli waris yang kehilangan hak karena dokumen yang tidak benar.

Ada tanah sengketa puluhan tahun karena satu data yang tidak jujur.

Ada orang miskin kehilangan rumah karena permainan administrasi.

Ada keluarga yang pecah karena pembagian warisan yang direkayasa.

Mungkin semua tampak selesai di dunia. Tetapi belum selesai di akhirat.

Sebab Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

Man ghasysyanā falaisa minnā.

"Barang siapa menipu kami, maka ia bukan termasuk golongan kami." (HR. Muslim)

Ada kisah yang sering terjadi.

Seseorang menerima sejumlah uang agar mempercepat atau meloloskan sebuah proses.

Ia berpikir: "Ini hanya tanda tangan."

Padahal baginya hanya satu goresan pena.

Tetapi bagi orang lain bisa menjadi hilangnya hak, hilangnya keadilan, bahkan hilangnya masa depan.

Karena itu para ulama berkata: "Jangan melihat kecilnya dosa, tetapi lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat."

Tangan yang hari ini menandatangani dokumen akan menjadi saksi di hadapan Allah.

Allah berfirman:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ

Al-yauma nakhtimu 'alā afwāhihim wa tukallimunā aidīhim.

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berbicara kepada Kami." (QS. Yasin: 65)

Bayangkan...

Jika suatu hari tangan yang biasa kita gunakan untuk membubuhkan tanda tangan itu berbicara di hadapan Allah.

Ia menceritakan semua yang pernah kita lakukan.

Yang benar maupun yang tidak benar.

Yang jujur maupun yang curang.

Yang ikhlas maupun yang karena suap.


Maka sebelum menandatangani apa pun, biasakan bertanya kepada hati:

"Apakah saya berani mempertanggungjawabkan ini di hadapan Allah?"

Jika jawabannya ragu, berhentilah. Karena kehilangan uang bisa dicari kembali. Kehilangan jabatan bisa diganti. Tetapi kehilangan keberkahan hidup sangat sulit dicari penggantinya.

Mari jadikan profesi kita sebagai jalan menuju surga, bukan jalan menuju penyesalan.

Karena pada akhirnya bukan banyaknya stempel yang akan menyelamatkan kita.

Bukan banyaknya klien yang akan menyelamatkan kita.

Bukan banyaknya perkara yang kita menangkan.

Tetapi kejujuran, amanah, dan ketakwaan yang kita bawa menghadap Allah.

Semoga Allah menjadikan tangan-tangan kita sebagai tangan yang menulis kebaikan, menegakkan keadilan, dan membawa keberkahan bagi banyak manusia.

Aamiin aamiin aamiin yaa robbal'alamin 


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Friday, June 5, 2026

Menceritakan Amal? Boleh pada Keadaan Begini

Pada dasarnya, amalan yang dilakukan seorang hamba selayaknya tidak diumbar. Cukup ia dan Rabb-nya yang mengetahui perbuatan baiknya. Apalagi jika ia merasa khawatir akan terjatuh dalam riya’ atau sum’ah. Namun ada beberapa keadaan yang menjadikan seseorang diperbolehkan menceritakan amalnya, diantaranya sebagai berikut:

*1.Menjawab Pertanyaan Guru atau Orang Tua*

Dalam rangka mengajarkan kebaikan, terkadang seorang guru, dai ataupun orang tua menanyakan kepada muridnya tentang amalan yang ia kerjakan.

Abu Hurairah meriwayatkan sebuah kisah yang cukup menarik. Suatu hari Rasulullah saw bersabda, “Siapa di antara kalian yang berpuasa hari ini?”

Maka Abu Bakar radhiyallah ‘anhu menjawab, “Aku.”

“Siapakah di antara kalian yang mengiringi jenazah pada hari ini?” beliau bertanya kembali.

“Aku,” jawabnya lagi.

“Siapakah di antara kalian yang memberi makan orang miskin pada hari ini?”

“Aku.”

“Siapakah di antara kalian yang menjenguk orang sakit pada hari ini?”

“Aku.”

Rasulullah saw lalu bersabda, “Tidaklah amal-amal ini terhimpun dalam diri seseorang melainkan dia akan masuk surga.” (HR. Muslim)


*2.Mengajak Orang Lain Untuk Beramal*

Apabila ia menampakkan amalan dalam rangka memotivasi orang lain untuk beramal.


*3. Mengajarkan Tata Cara Suatu Amalan*

Apabila seseorang berada di komunitas yang masih awam terhadap perkara agama, sehingga mereka belum mengetahui tatacara ibadah maka orang tersebut perlu menampakkan amalannya dalam rangka pengajaran. Begitu pula tidak mengapa ia menceritakan amalannya seperti umrah atau yang semacamnya dalam rangka mengajarkan tata caranya.

Bentuk pengajaran Rasulullah saw terhadap para sahabat beliau, dimana kerap kali beliau mencontohkan suatu bentuk amalan kemudian meminta para sahabat untuk mengikuti tatacara peribadatan beliau.


*4. Mencegah Kezhaliman Orang Lain*

Di antara dalilnya adalah sabda Nabi shalallahu‘alaihi wa sallam ketika menghadapi Dzul Khuwaisirah yang menuduh beliau tidak adil dalam pembagian ganimah, “Kalau keadilan tidak berasal dariku, lalu dari siapa?”

Menyebutkan kebaikan diri atau amalan yang selama ini tidak diketahui orang lain terkadang dapat mencegah terjadinya kezhaliman orang lain terhadap pelaku amal. Hal itu disebabkan seseorang yang berlaku zhalim terkadang mengira dia di atas kebenaran dan sedang menumpas keburukan, padahal ia salah dalam memahami keadaan orang yang akan dia zhalimi.


Ya Allah Yang Maha Mengawasi, berilah kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk tetap menjaga hatinya dari berbagai bentuk kesyirikan dan berhati-hati dari tipu daya syaithan... Aamiin.

Thursday, May 28, 2026

Hari Tasyrik: Belajar Menjadi Hamba yang Tidak Diperbudak Dunia

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah yang masih memberi kita nikmat iman, nikmat Islam, nikmat makan, nikmat keluarga, dan nikmat bisa berkumpul dalam dzikir kepada-Nya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah. Tetapi sesungguhnya, ada pelajaran besar di balik hari-hari ini:

Allah ingin mendidik kita agar menjadi manusia yang menikmati dunia, tetapi tidak diperbudak oleh dunia.

Karena banyak orang kaya tetapi hatinya miskin.

Banyak orang punya rumah besar tetapi hatinya sempit.

Banyak orang kenyang makanan, tetapi lapar ketenangan.

Dalil Tentang Hari Tasyrik

Rasulullah ﷺ bersabda

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ

Ayyāmut tasyriqi ayyāmu aklin wa syurbin wa dzikrillāh.

“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”

(HR. Muslim)

Islam tidak melarang makan enak. Islam tidak melarang memiliki harta. Islam tidak melarang menikmati dunia. Tetapi Islam melarang hati kita diperbudak oleh dunia.

Dunia Itu di Tangan, Jangan di Hati

Ada orang yang:

Bangun tidur langsung cek saldo, Gelisah kalau dagangan sepi, Marah besar kalau kehilangan uang, Tetapi tidak sedih saat terlambat shalat. Itulah tanda dunia mulai masuk ke hati.

Padahal Allah berfirman:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Wa mal-ḥayātud-dunyā illā matā‘ul-ghurūr.

“Kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang menipu.”

(QS. Ali ‘Imran: 185)

Contoh Nyata di Masyarakat

1. Ada orang rela lembur demi uang, tetapi berat datang ke pengajian satu jam.

2. Ada yang takut kehilangan jabatan, tetapi tidak takut kehilangan iman.

3. Ada yang tiap tahun ganti HP, tetapi Al-Qur’annya berdebu.

4. Ada yang sibuk mencari daging qurban terbaik, tetapi lupa menyembelih: ego, kesombongan, sifat pelit, cinta dunia.

Padahal qurban terbesar itu adalah menaklukkan hawa nafsu.

Hari Tasyrik Mengajarkan Syukur

Ketika kita makan sate, gulai, tengkleng, Allah sedang mengajarkan:

“Nikmati nikmat-Ku, tapi jangan lupakan Aku.”

Karena ada orang: makan sambil main HP, tertawa sepanjang malam, tetapi lupa berdzikir kepada Allah. Padahal Rasulullah ﷺ mengatakan hari Tasyrik adalah hari dzikir.

Jangan Jadi Budak Dunia, Rasulullah ﷺ bersabda:

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ

Ta‘isa ‘abdu ad-dīnār wad-dirham.

“Celakalah hamba dinar dan dirham.”

(HR. Bukhari)


Bukan berarti uang itu haram. Tetapi celaka jika hidup hanya mengejar uang. Kalau uang hilang langsung stres, tetapi shalat hilang biasa saja, itu tanda hati mulai diperbudak dunia.

Hari Tasyrik mengajarkan kita: makanlah, tapi jangan rakus, punya harta, tapi jangan sombong, bekerja keras, tapi jangan lupa akhirat, nikmati dunia, tapi jangan diperbudak olehnya.

Karena suatu hari: rumah akan ditinggalkan, mobil akan diwariskan, rekening akan berpindah tangaan.

Tetapi amal, dzikir, dan hati yang ikhlas, itulah yang menemani kita di alam kubur.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang: pandai bersyukur, sederhana, tidak tamak, dan hatinya lebih cinta akhirat daripada dunia.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Wednesday, May 27, 2026

Penerima Daging Hewan Qurban

Perintah ber-qurban berdasarkan firman Allah, "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan ber-qurban-lah"(QS. al-Kautsar: 1-2).


Daging hasil sembelih hewan qurban tidak dimakan sendiri atau hanya oleh orang yang berqurban, tetapi juga harus dibagikan kepada orang lain. Daging tersebut perlu diberikan kepada mereka yang juga membutuhkan. Terdapat beberapa ketentuan mengenai siapa saja yang menerima hewan qurban. Secara umum, penerima daging hewan qurban terdiri dari 3 kelompok.

*1.Orang yang Berqurban dan Keluarganya*

Mereka yang telah berqurban dianjurkan untuk memakan daging qurban sepertiga bagian lebih sedikit. Hal tersebut mengikuti Nabi SAW yang pernah memakan daging qurbannya sendiri. Seperti yang dituliskan dalam hadits riwayat Imam Al Baihaqi:

“Rasulullah SAW ketika hari Idul Fitri tidak keluar dulu sebelum makan sesuatu. Ketika Idul Adha tidak makan sesuatu hingga beliau kembali ke rumah. Saat kembali, beliau makan hati dari hewan qurbannya.”


*2.Tetangga Sekitar, Teman, dan Kerabat*

Daging qurban dianjurkan untuk dibagikan kepada kerabat, teman, dan tetangga sekitar meskipun mereka berkecukupan. Besarnya daging qurban yang diberikan adalah sepertiga bagian.


*3.Orang Fakir dan Miskin*

Para fakir dan miskin berhak mendapatkan daging hewan qurban. Bahkan beberapa ulama mengatakan bahwa wajib hukumnya untuk membagikan daging tersebut kepada fakir miskin. Seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT :

“Makanlah sebagian dari daging qurban dan berikanlah kepada orang fakir.”(QS Al-Hajj:28)


Ya Allah Yang Maha Pembalas Budi, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya dapat melaksanakan perintah-Mu untuk berkorban tahun tahun ini... Aamiin.

Sunday, May 24, 2026

"Qurban Bukan Membuat Kita Miskin, Justru Melatih Hati Agar Tidak Diperbudak Dunia”

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kadang kalau mendengar kata “qurban”, ada orang langsung pegang dompet.

Dompetnya mungkin tidak bicara… tapi hatinya berkata:

“Ya Allah… kambing sekarang mahal…”

Ada juga yang sudah niat qurban…

tapi pas lihat harga sapi, tiba-tiba:

pura-pura batuk,

pura-pura hitung cicilan,

bahkan mendadak merasa “tahun ini fokus spiritual saja…”

Padahal sesungguhnya… qurban bukan membuat kita miskin.


Justru qurban melatih hati agar tidak diperbudak dunia.

Karena masalah terbesar manusia sering bukan kurang harta…

tetapi terlalu cinta harta.

Allah Tidak Akan Membuat Orang Dermawan Menjadi Rugi

Allah berfirman:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ

Latin:

Wa mā anfaqtum min syai’in fahuwa yukhlifuh.

Artinya:

“Apa saja yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya.”

(QS. Saba’: 39)

Lihat…

Allah tidak mengatakan “mengurangi”,

tetapi Allah mengatakan “mengganti”.

Kadang manusia takut miskin karena sedekah dan qurban.

Padahal:

uang bisa habis karena sakit,

bisa habis karena musibah,

bisa habis karena gaya hidup, tetapi harta yang keluar di jalan Allah justru menjadi tabungan akhirat.

Nabi Mengajarkan: Sedekah Tidak Mengurangi Harta

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Latin:

Mā naqashat ṣadaqatun min māl.

Artinya:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”

(HR. Muslim)


Kalau dipikir dengan logika manusia memang aneh.

Keluar uang… kok katanya bertambah?

Berkurban… kok katanya berkah?

Karena Allah menghitung dengan keberkahan…

bukan hanya angka.

Ada orang gajinya besar tapi selalu kurang.

Ada orang penghasilannya biasa saja… tapi:

rumah tangganya tenang,

anaknya sehat,

hidupnya berkah,

rezekinya cukup.

Itulah keberkahan.

Qurban Melatih Kita Mengalahkan Cinta Dunia


Hakikat qurban adalah latihan hati.

Karena manusia gampang diperbudak dunia:

sibuk mengejar cicilan,

sibuk mengejar jabatan,

sibuk mengejar pujian manusia, sampai lupa mengejar ridha Allah.

Allah berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ

Latin:

Zuyyina linnāsi ḥubbusy-syahawāt.

Artinya:

“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada hal-hal yang diingini…”

(QS. Ali ‘Imran: 14)


Maka qurban itu seperti pesan Allah:

“Kalau hartamu terlalu kau cintai… keluarkan sebagian demi Allah.”


Contoh Real di Masyarakat

1. Ada orang mampu beli HP belasan juta…

Tapi ketika diminta iuran qurban:

“Wah… ekonomi sedang sulit.”

Padahal tiap malam scrolling marketplace tidak sulit.


2. Ada yang sanggup nongkrong mahal tiap minggu…

Tapi untuk membantu tetangga miskin terasa berat.

Qurban mengajarkan: harta itu titipan, bukan pegangan abadi.


3. Ada pedagang kecil yang tetap qurban

Walau penghasilannya sederhana.

Ajaibnya:

dagangannya makin lancar,

hidupnya tenang,

anak-anaknya rukun.

Karena Allah memberi keberkahan bagi hati yang ikhlas.

Qurban Mengajarkan Ikhlas Seperti Nabi Ibrahim

Bayangkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Yang diminta Allah bukan kambing dulu…

tetapi anak yang sangat dicintai.

Allah ingin melihat: mana yang lebih besar?

cinta kepada dunia? atau cinta kepada Allah?

Maka qurban hari ini sebenarnya bukan tentang hewan…

tetapi tentang siapa yang paling kita cintai.

Jangan Sampai Kita Jadi Budak Dunia

Sekarang banyak manusia:

bangun tidur cek saldo,

tidur lagi mikir cicilan,

bangga kalau hartanya naik,

sedih kalau hartanya turun.

Hatinya akhirnya diperbudak dunia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ

Latin:

Ta‘isa ‘abdu d-dīnār wad-dirham.

Artinya:

“Celakalah hamba dinar dan dirham (hamba uang).”

(HR. Bukhari)

Artinya apa?

Kalau hidup hanya mengejar uang… maka uang menjadi “tuhan kedua” dalam hati.

Na‘ūdzu billāh.


Penutup 

Sdrku …

Qurban bukan tentang siapa paling besar sapinya.


Bukan tentang siapa paling banyak fotonya.

Tetapi:

siapa yang paling ikhlas,

siapa yang paling rela melepas cintanya kepada dunia demi Allah.

Karena sesungguhnya… yang membuat manusia miskin bukan sedikit hartanya…

tetapi hati yang tidak pernah merasa cukup.

Dan yang membuat manusia kaya bukan banyak uangnya…

tetapi hati yang penuh syukur dan yakin kepada Allah.


Semoga qurban tahun ini:

membersihkan hati kita,

melembutkan jiwa kita,

menjauhkan kita dari cinta dunia,

dan menjadikan kita hamba yang dermawan serta ikhlas.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Berkurban Bukan Karena Mampu, Tapi Karena Kita Iman kepada Allah

Berkurban atau menyembelih hewan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt pada Hari Raya Idul Adha sangat dianjurkan bagi seorang Muslim. Namun, tidak semua umat Muslim bisa berkurban karena ada anggapan bahwa hanya orang mampu yang bisa melakukan kurban.


Menurut Ustadz Solikhin, berkurban salah satunya merupakan jalan menuju surga. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk tidak melakukan kurban. Allah akan menjamin umatNya ketika berkurban selagi tidak punya apa-apa. “Melakukan kurban bukan karena kita mampu/kaya. Tanamkan dalam hati bahwa berkurban itu karena iman kita kepada Allah,”

Allah Ta’ala berfirman,

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.” (Qs. Al Kautsar: 2)


Pada saat seorang Muslim tidak memiliki apa-apa namun melakukan kurban, maka Allah akan membalasnya dengan karunia yang lebih besar. 

Hal inilah yang menjadi esensi berkurban, yakni sebuah spirit persiapan bekal untuk menghadap Allah swt. 

Persiapan bekal yang terbaik adalah takwa. 

Dalam Al Quran Allah berfirman : “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,”(QS Ath-Thalaq: 2-3).


Ya Allah Yang Maha Penyantun, kuatkan iman kami, kel, shbt dan kel nya untuk berkurban dan mampukan kami untuk bisa melaksanakannya....Aamiin

Saturday, May 23, 2026

Allah Tidak Butuh Daging Qurbanmu, Tapi Butuh Ketakwaan Hatimu”

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh. 

Sebentar lagi kita memasuki hari-hari qurban. Suara kambing mulai terdengar… Sapi mulai dipesan… Panitia mulai sibuk…

Tetapi ada satu pertanyaan penting:

Apakah Allah benar-benar membutuhkan daging dan darah hewan qurban kita?


Jawabannya ada dalam firman Allah Surat Al-Hajj ayat 37.

Dalil Al-Qur’an

Arab

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Latin

Lan yanaalallāha luhūmuhā wa lā dimā’uhā walākin yanaaluhut-taqwā minkum. Kadzālika sakhkharahā lakum litukabbirullāha ‘alā mā hadākum. Wa basysyiril muhsinīn.


Terjemahan

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian. Demikianlah Dia menundukkannya untuk kalian agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepada kalian. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj: 37)


Tafsir Perkata yang Menyentuh Hati

1. لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا

Lan yanaalallāha luhūmuhā

“Daging hewan itu tidak akan sampai kepada Allah.”

Artinya: Allah tidak membutuhkan daging qurban kita.

Kalau semua manusia tidak berqurban pun, Allah tetap Maha Kaya.

Jadi qurban bukan untuk memberi makan Allah, tetapi untuk mendidik hati manusia.

2. وَلَا دِمَاؤُهَا

Wa lā dimā’uhā

“Dan tidak pula darahnya.”

Di zaman jahiliyah dulu, ada orang mengusap darah qurban ke Ka’bah, mengira itu mendekatkan diri kepada Allah.

Islam meluruskan: Yang Allah nilai bukan darahnya… bukan besar sapinya… bukan mahal kambingnya…

Tetapi isi hati saat berqurban.

3. وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ

Walākin yanaaluhut-taqwā minkum

“Tetapi yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan kalian.”

Inilah inti qurban.

Bukan sekadar menyembelih kambing… tetapi menyembelih:

kesombongan,

sifat pelit,

cinta dunia,

ego,

dan kerakusan.

Kadang yang paling sulit dikorbankan bukan sapi… tetapi gengsi dan hawa nafsu.


4. كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ

Kadzālika sakhkharahā lakum

“Demikianlah Allah menundukkan hewan-hewan itu untuk kalian.”

Coba bayangkan… Sapi yang besar bisa dikendalikan manusia. Kambing yang kuat bisa disembelih manusia.

Itu semua karena Allah yang menundukkan.


Kalau Allah mau, seekor sapi saja bisa liar dan tak bisa didekati.

Maka jangan sombong. Semua kemudahan berasal dari Allah.


5. لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ

Litukabbirullāha ‘alā mā hadākum

“Agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya.”

Karena itu saat Idul Adha kita bertakbir:

Allāhu Akbar, Allāhu Akbar…

Artinya: yang besar bukan harta kita, bukan jabatan kita, bukan hewan qurban kita…

Tetapi Allah.


6. وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Wa basysyiril muhsinīn

“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Allah menjanjikan kebahagiaan bagi orang yang ikhlas beribadah dan berbagi.


Orang yang suka memberi, hatinya biasanya lebih tenang.

Sedangkan orang yang terlalu cinta dunia, hidupnya sering gelisah.


Contoh Real di Masyarakat

1. Orang sederhana tapi ikhlas qurban

Ada tukang bakso… Menabung sedikit demi sedikit selama setahun.

Akhirnya bisa membeli kambing kecil untuk qurban.

Saat kambing disembelih, ia menangis haru.

Mungkin kambingnya kecil di mata manusia… tetapi besar di sisi Allah karena ikhlasnya.


2. Qurban hanya demi gengsi

Ada juga orang yang qurban sapi besar, tetapi niatnya supaya dipuji:

“Wah… Pak itu hebat.”

Difoto terus… Diunggah terus… Disebut terus…


Padahal Allah melihat hati, bukan ukuran hewannya.


3. Anak kecil belajar berbagi

Di kampung, anak-anak biasanya senang membantu membagikan daging qurban.

Dari situ mereka belajar: Islam mengajarkan berbagi, bukan hidup sendiri.


4. Qurban menyatukan masyarakat

Saat Idul Adha:

yang kaya memberi,

yang miskin menerima,

tetangga berkumpul,

panitia bekerja bersama.

Qurban bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga memperkuat persaudaraan.

Hikmah dan Pelajaran

1. Allah melihat hati, bukan penampilan

Ibadah yang kecil tapi ikhlas bisa lebih besar nilainya.

2. Qurban melatih keikhlasan

Belajar mengeluarkan harta untuk Allah.

3. Ketakwaan lebih mahal daripada hewan qurban

Bisa saja sapinya besar, tetapi hatinya riya’.

4. Islam mengajarkan kepedulian sosial

Qurban membuat orang miskin ikut merasakan kebahagiaan.

5. Semua nikmat berasal dari Allah

Hewan, rezeki, kesehatan, semuanya titipan Allah.


Penutup

Nanti saat takbir berkumandang… dan hewan qurban disembelih…

Jangan hanya melihat darah yang mengalir. Tetapi lihat:

apakah hati kita juga semakin dekat kepada Allah?

Karena sejatinya, Idul Adha bukan sekadar memotong hewan…

tetapi memotong kesombongan, keegoisan, dan cinta dunia dalam hati kita.


Doa Penutup

اللّٰهُمَّ اجْعَلْ قُرْبَانَنَا قُرْبَانًا مَقْبُولًا، وَاجْعَلْ قُلُوبَنَا مُخْلِصَةً لَكَ، وَارْزُقْنَا التَّقْوَىٰ وَالْإِخْلَاصَ

Latin

Allāhummaj‘al qurbānanā qurbānan maqbūlā, waj‘al qulūbanā mukhlishatan laka, warzuqnat-taqwā wal ikhlāsh.

Terjemahan

“Ya Allah, jadikan qurban kami qurban yang diterima, jadikan hati kami ikhlas kepada-Mu, dan karuniakan kepada kami ketakwaan serta keikhlasan.”

Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Friday, May 22, 2026

Bolehkah Bilang Sudah Habis Kesabaranku? Begini Penjelasan dalam Islam

Allah Ta'ala berfirman : “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar : 10) 


Banyak orang memilih jalan menjadi pribadi yang tidak sabaran. Sering orang-orang berkata “nanti habis kesabaranku” atau “sudah habis kesabaranku”.

Ini adalah perkataan yang tidak patut dan keliru. Atau ada juga yang berujar dengan ungkapan bahwa “sabar itu ada batasnya”.


Imam An-Nawawi mengatakan bahwa salah satu bentuk kesabaran yang besar ganjarannya adalah ketabahan saat menghadapi kesedihan dan kehilangan sesuatu yang dianggap berharga baginya. “Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : “Allah berfirman, jika seorang hamba ditinggal mati orang yang paling dicintainya; lalu ia bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah, maka tidak ada pahala baginya kecuali surga."(H.R Bukhari). 

Dan Allah sendiri yang memerintahkan agar seorang mesti bersabar. Firman-Nya :“Dan bersabarlah! Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal:46).


Dan kalau ditanya sampai kapan sabarnya. 

Jawabannya adalah firman Allah : .."dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu." (QS. Al-Hijr 15 : 99)


Sehingga, sejatinya sabar adalah pintu menuju kemenangan, baik kemenangan lahiriah maupun rohaniah. 

*Kesimpulan, sabar itu tidak ada batasnya*


Ya Allah Yang Maha Lembut, berilah kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk selalu bersabar, untuk meraih kemenangan lahir dan batin.. Aamiin

Thursday, May 21, 2026

6 (enam) Perkara yang Makruh dalam Sholat

Setiap muslim wajib mengetahui fiqih tentang salat. Kita tidak hanya diwajibkan menghindari hal-hal yang membatalkan salat, perkara-perkara makruh juga harus dihindari agar salat kita tidak sia-sia. Makruh artinya perbuatan yang meskipun tidak haram tetapi meninggalkannya lebih baik daripada melakukannya.


Berikut 6 Hal yang Makruh dalam Salat:

*1. Melirik atau Menoleh (Al-Iltafat)*

 Melirik tanpa keperluan tertentu dalam salat adalah perkara makruh yang harus kita jauhi ketika salat. 

Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang menoleh dalam salat." Beliau bersabda: "Itu adalah pencurian yang dilakukan setan dari salat seorang hamba." (HR Al-Bukhari)


*2. Mengangkat Pandangan Baik ke Arah Langit atau Kemanapun*

Dalilnya :

Dari Anas Rasulullah saw bersabda: "Apa yang membuat orang-orang itu mengangkat penglihatan mereka ke langit dalam shalat mereka? Hendaklah mereka berhenti dari hal itu atau (kalau tidak), niscaya akan tersambar penglihatan mereka." (HR Al-Bukhari) 


*3. Salat dengan Tangan di Pinggang*

Yaitu seseorang salat dengan bertolak pinggang. Berikut hadisnya:

Dari Abi Hurairah ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang seseorang salat dengan meletakkan tangannya pada perutnya (bertolak pinggang). (HR Al-Bukhari Muslim) 


*4. Mengusap Rambut yang Terurai atau Melipat Lengan Baju yang Terulur Tanpa Sebab*. 

Ini juga merupakan perbuatan makruh dalam salat. Ini dalilnya :

Dari Ibnu Abbas: "Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota badan dan tidak boleh menaikkan rambut (yang terulur) atau melipat baju." (HR Al-Bukhari Muslim)


*5. Menahan Buang Air Kecil atau Besar atau Menahan Kentut*

Hal ini termasuk perkara makruh yang harus dihindari karena dapat mengganggu ketenangan hati dalam salat.


 *6. Salat di Depan Hidangan Makanan*

 Ini juga termasuk perbuatan makruh dalam salat. 

Jika memungkinkan baginya untuk mendahulukan makan kemudian melaksanakan salat, itu lebih baik, namun jika tidak memungkinkan karena sempitnya waktu, maka hal itu termasuk uzur baginya

Dari Sayyidah Aisyah, Rasulullah saw bersabda: "Janganlah salat dekat dengan hidangan makanan dan janganlah salat sambil menahan keluarnya sesuatu dari dua jalan (buang air kecil dan besar). (HR Muslim)


Ya Allah Yang Maha Perkasa mampukan kami, kel, shbt dan kel nya dapat menjauhi 6 perkara makruh ketika sholat kami... Aamiin.

Wednesday, May 20, 2026

Menjaga Amal Agar tidak Berkurang atau Hilang

Banyak beramal shalih itu penting . Karena amal shalih merupakan bekal  terbaik menuju kehidupan akhirat kita. Kita masuk surga bukan karena banyaknya ilmu kita, akan tetapi kita masuk surga sebab amalan shalih kita. Allah SWT berfirman:

"(yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), "Salamun ‘alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan."

(QS. An‐Nahl: 32)


Namun beramal saja tidak cukup. Setelah berlelah‐lelah beramal shalih tugas selanjutnya adalah menjaganya. Karena amal shalih yang telah kita lakukan bisa berkurang bahkan hilang.   

Beberapa penyebab raibnya pahala amal diantaranya adalah :

*1. Ujub*

Ulama menyebutkan "ujub itu bisa membatalkan amal “

Ketika seorang hamba shalat tahajud, lalu dia merasa bangga dengan shalatnya, Allah batalkan amalnya. Ketika seseorang telah berhasil menghafal Al‐Qur’an, lalu ia bangga dengan hafalan, Allah batalkan amalnya.

Ketika seseorang telah melakukan berbagai macam amalan shalih tetapi kemudian amalan shalih itu malah menimbulkan kesombongan dan kebanggaan pada dirinya, maka ujub itu termasuk syirik kecil.


*2. Tidak takut kepada Allah dikala sendiri*

Inilah kelompok yang lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah SWT. Dia lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah, dia lebih takut diawasi manusia daripada diawasi oleh Allah.

Tapi ketika tidak ada yang mengawasi dirinya, dia tidak takut kepada Allah SWT. Dia shalih dihadapan orang, tetapi bermaksiat dikala tersembunyi.


*3. Kedzaliman kita kepada orang lain.*

Kata Rasulullah, bahwa orang yang bangkrut pada hari kiamat adalah orang yang datang membawa pahala shalat, membawa pahala puasa, membawa pahala zakat, membawa pahala besar yang lainnya, tetapi dia pernah mengghibah orang lain, dia pernah menyakiti hati orang lain, dia pernah menempelang orang lain, bahkan dia pernah mengucurkan darah seseorang.


*4. Mengharapkan kehidupan dunia dari amalnya*. 

Yang dia harapkan di hatinya adalah kehidupan dunia. 

Allah Ta’ala berfirman:  

“Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, Kami akan memberikan apa yang dia inginkan dari amalnya tersebut tanpa dikurangi ‐kata Allah‐ mereka nanti pada hari kiamat tidak mendapatkan apapun kecuali api neraka. Batal amalan mereka, sia‐sia usaha mereka.” (QS. Hud : 15‐16)


Ya Allah, Yang Maha Lembut, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya dapat menjaga amal-amal kami semua... Aamiin.

Tuesday, May 19, 2026

Baik Sangka kepada Allah, Kunci Selesainya Semua Masalah

Seorang ulama Said bin Abdul Aziz rahimahullah berkata: “Apabila engkau menghadapi suatu masalah hidup yang engkau tak sanggup untuk mengubahnya, maka bersabarlah. Tunggulah jalan keluar dari Allah.” Kenapa demikian? Karena, di antara ibadah yang paling agung adalah menunggu jalan keluar dari Allah Subhanhu wa ta'ala dengan hati yang senantiasa berbaik sangka kepada-Nya . Tidak ada suatu masalah atau musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 


Allah Ta'ala berfirman: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath-Thalaq : 2) 


Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda; "Sebaik baik Ibadah adalah menunggu jalan keluar (solusi)" (HR At-Tirmidzi) 

Dalam hadis lain disebutkan : "Dan ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran. Jalan keluar itu bersama penderitaan. Dan kesulitan itu disertai kemudahan”. (HR At-Tirmidzi)


Ya Allah Yang Maha Lembut, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya diberi kekuatan agar selalu berbaik sangka kepada-Mu atas apa cobaan yang menimpa diri kami... Aamiin

Monday, May 18, 2026

Apa Bukti Jika Allah Telah Mengampuni Dosa² Kita?

Tidak ada yang bisa membuktikan bahwa dosa kita telah diampuni oleh Allah selama kita masih hidup. 

Yang mungkin bisa diketahui adalah tanda-tanda bahwa orang yang bertaubat telah diampuni dosa-dosanya:

1. Terputusnya hubungan dengan para pelaku kejahatan dan terjalinnya hubungan yang erat dengan orang-orang soleh.

2. Terhindari dari segala dosa serta adanya kesungguhan untuk menaati Allah SWT.

3. Senantiasa ingat bahwa kehidupan akhirat lebih baik dan abadi dibanding kehidupan dunia.

4. Mengisi waktu hanya untuk menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.


Setiap taubat pasti diterima dan setiap kesalahan pasti akan diampuni, sebagaimana firman Allah SWT:

" Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan"(QS Asy-Syura : 25) 


Ya Allah Yang Maha Adil, ampunilah semua dosa² kami, kel, shbt dan kel nya. Berilah kami keselamatan dunia dan akhirat... Aamiin

Saturday, May 16, 2026

Kesusahan Hidup adalah Rahmat

Ibnu Qoyyim rohimahullah berkata,

“Diantara rahmat Allah adalah menjadikan dunia penuh ujian dan kesusahan. Agar mereka tidak condong kepada dunia dan tidak merasa tentram kepadanya.

Dan agar mereka mengharapkan kenikmatan yang abadi di negeri (surga) di sisi-Nya.

Allah menggiring mereka kepada kenikmatan akherat dengan cambuk ujian dan cobaan.

Allah tidak memberi mereka (dunia) karena ingin memberi mereka (yang lebih baik dari dunia).

Allah memberi mereka ujian agar menyelamatkan mereka (dari adzab-Nya)"


Allah Ta'ala berfirman 

"Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.” (QS: Al-Fajr: 15)


Ya Allah Yang Maha Melihat, pada setiap kesusahan hidup yang Engkau berikan kepada kami, kel, shbt dan kel nya, berilah kami kekuatan dan kesabaran agar dapat meraih rahmat-Mu.. Aamiin

Thursday, May 14, 2026

Etika Kepada Diri Sendiri

Seorang muslim selalu membiasakan dirinya dengan pelajaran dan etika agar jiwanya bersih tinggi dan suci dia tidak boleh membiarkannya menjadi tawanan syahwat dan hawa nafsu yang menyesatkan.

Allah SWT telah menyanjung orang yang selalu mengintropeksi dan mengawasi dirinya

Allah SWT berfirman  “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya” (QS Asy-syams : 9-10)

Wednesday, May 13, 2026

Doa Nabi Ibrahim: Rumah yang Dibangun dengan Air Mata Keimanan

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh. 

Kadang kita berpikir, “Kenapa hidup terasa berat?” Rumah tangga diuji… Anak susah diarahkan… Ekonomi pas-pasan… Hati lelah…

Padahal mungkin Allah sedang mengajarkan satu hal: iman itu tidak tumbuh di tempat yang nyaman, tapi di tempat yang penuh perjuangan.

Sungguh Indah, Tanda Ini Ada Pada Seseorang yang Meninggal Husnul Khatimah

Mungkin kita senantiasa berdoa agar kelak Allah mematikan kita dalam keadaan Islam yang taat serta husnul khatimah.

Menurut Rasulullah Untuk meraih itu semua, kita harus menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Hingga kelak, jika ajal menjemput kita dapat merasakan husnul khatimah.

Lalu, apa ciri-ciri seseorang yang meninggal dengan husnul khatimah? dilansir dari berbagai sumber berikut uraiannya. 

Tuesday, May 12, 2026

Jadilah Orang Mu'min yang Beruntung

Sebagai seorang mu'min, tentu saja kita ingin menjadi seorang mu'min yang paling beruntung baik itu di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, kita harus berusaha, berjuang semaksimal mungkin untuk memperolehnya. 

Maka, dalam hal ini Allah SWT berfirman; "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman." (QS. Al Mu'minuun: 1)

Saturday, May 9, 2026

8 Amalan Penghapus Dosa yang Mudah Dilakukan Sehari-hari

Berikut ini 8 amalan penghapus dosa yang mudah dilakukan. Dan kemungkinan amalan ini sudah sering Anda lakukan. 

Hanya saja mungkin kita belum tahu fadhilahnya.

1. Sholat

Friday, May 8, 2026

Rahasia Dua Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah (ayat 285 dan 286)

Dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah bukan ayat biasa.

Rasulullah menyebutnya sebagai ayat perlindungan paling agung yang diberikan langsung sebagai hadiah dari langit.

1. Hadiah Langsung dari Atas Langit Ketujuh

Ucapan Adalah Doa, Lebih Baik Diam daripada Berkata Buruk

Ucapan adalah doa menurut Islam benar, ketika seseorang mengucapkan sebuah perkataan, baik itu perkataan terpuji atau tercela, malaikat yang disampingnya dan sekitarnya bisa saja mencatatnya dan turut mengaminkan perkataan tersebut.

Tuesday, May 5, 2026

Mujahadah An-Nafs

Mujahadah an-nafs adalah sikap yang dianjurkan ada pada diri seorang muslim. Mujahadah artinya bersungguh-sungguh, sedangkan an-nafs artinya nafsu.

Jadi mujahadah an-nafs adalah perjuangan sungguh-sungguh melawan hawa nafsu dan menghindari perbuatan yang dilarang Allah SWT. 

Hawa nafsu sendiri terdiri dari tiga jenis, yaitu :

Monday, May 4, 2026

Hidup Suri

Istilah yang sering kita dengar adalah mati suri. Itu merupakan sebuah istilah untuk menjuluki kondisi di mana sesorang tampaknya mati, tetapi sebenarnya masih hidup.

Siapakah dia? Dia adalah orang yang enggan berdzikir!

Perlu diketahui, bahwa selain memotivasi para hamba-Nya untuk banyak berdzikir, Allah ta’ala juga mengingatkan mereka agar tidak lalai dari berdzikir. 

Sunday, May 3, 2026

Hartaku Untuk Surgaku

Sesungguhnya seseorang yang memiliki harta yg banyak dan sedikit dia mampu menjadi mulia apabila hartanya digunakan untuk infaq dijalan Allah.

Allah Ta'ala berfirman 

" Tidak ada kebaikan pada" kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan2 dari orang yg menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barangsiapa yg berbuat demikian krn mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberikan kpdnya pahala yg besar"(QS An-Nisa':114)

Saturday, May 2, 2026

Seorang Mukmin Tidak Akan Melakukan Kesalahan yang Sama

Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. beliau bersabda: “Seorang mukmin itu tidak akan terperosok ke dalam lubang yang sama dua kali.” (HR. Al-Bukhari).


Terkadang ketika kita mengulangi kesalahan yang sama, kita sering bergumam dalam hati “manusia adalah tempatnya salah dan lupa”. 

Sekilas kalimat tersebut terlihat sungguh biasa. Namun adakah yang menyadari jika kalimat tersebut bisa bernilai posistif dan bermakna tauhid manakala dijadikan sebagai bentuk pengakuan kita sebagai manusia yang lemah, manusia yang cenderung berbuat salah, manusia tanpa daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Alloh SWT

Dengan pengakuan itu kita menjadikannya sebagai sarana bermuhasabah dalam menyelami kelemahan diri lalu kemudian memperbaikinya.

Allah selalu memberi ampunan pada setiap hamba yang datang kepada-Nya, sebab Allah Maha Pengampun. Bahkan untuk seseorang yang melampaui batas sekalipun. 

Firman Allah Ta'ala :

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS Az-Zumar :54)

Ya Allah Yang Maha Pemberi Karunia, lindungi kami, kel, shbt dan kel nya membuat suatu kesalahan yang sama, Engkau jaga kami dan ampuni kami..Aamiin.

Thursday, April 30, 2026

Ada Pintu Syurga di Rumah Kita

Kisah Teladan


Belajarlah dari pengalaman kebaikan dan kesalahan orang lain, karena kita tidak pernah cukup waktu untuk mendapatkan semuanya seorang diri.

Seorang sahabat Nabi yang mulia Iyas bin Mu'awiyah menangis sejadi-jadinya ketika salah satu dari anggota keluarganya meninggal, maka seseorang bertanya: "Mengapa Anda menangis sedemikian rupa"?

Maka dijawab: "Tidaklah aku menangis karena kematian, karena yang hidup pasti akan mati, akan tetapi yang membuatku menangis karena dahulu aku memiliki dua pintu ke syurga, maka tertutuplah satu pintu pada hari ini dan tidak akan di buka sampai hari kiamat, aku memohon kepada Allah agar aku bisa menjaga pintu yang ke dua". Ternyata yang meninggal adalah Ibu yang dicintainya.

Sahabat Syurgaku.. Kedua orang tua adalah dua pintu menuju syurga, yang kita dapat menikmati bau harumnya setiap pagi dan petang, Rasulullah bersabda: "Orang tua adalah pintu syurga yang paling tengah, maka jangan sia-siakanlah pintu itu atau jagalah ia". (HR. Tirmidzi)

Pintu syurga yang paling tengah, yang paling indah, yang paling elok. Maka masihkah engkau sia-ssiakan pintu itu? Bahkan engkau haramkan dirimu untuk memasukinya?

Rasulullah bersabda: "Celaka, celaka, celaka.. dikatakan pada beliau, siapa wahai Rasulullah.

Maka beliau bersabda: "Siapa saja yang menjumpai kedua orang tuanya, baik salah satu atau kedua-duanya di kala mereka lanjut usia, akan tetapi (perjumpaan tersebut) tidak memasukannya ke syurga. (HR. Muslim)

Semangat bermuamalah dan beribadah.. Semoga Allah Ta'ala memberikan kita kesempatan untuk berbakti kepada kedua orang tua kita, dan dikumpulkan kita bersama mereka di syurga-Nya yg penuh kenikmatan.. Aamiin..

Wednesday, April 29, 2026

Amalan Pembuka Rezeki yang Berkah dalam Hidup Sehari-hari

Rezeki dapat diartikan sebagai segala bentuk keberlimpahan materi dan non-materi yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya.

*1.Menjaga Tali Silaturahmi*

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa ingin dilapangkan pintu rezeki untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari) 


*2. Meningkatkan Kualitas Ibadah*

Allah SWT berfirman, “Dan Kami mengadakan timbangan keadilan untuk hari kiamat, maka janganlah seseorang itu merugikan dirinya sendiri. Dan jika ada kebaikan seberat biji zarrah, niscaya Kami akan memperolehnya (balasan) dan Kami cukup dengan (menghitung) segala amal-amal perbuatan.”(QS Al Anbiya: 47).


*3. Menjaga Perilaku dan Akhlak Baik*

Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya engkau berbudi pekerti yang agung.”(QS Al-Qalam:4) 

Ayat ini merujuk kepada akhlak yang mulia yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu meneladani akhlak beliau yang penuh dengan kasih sayang, kejujuran, dan keadilan. Dengan menjaga perilaku dan akhlak yang baik, kita akan memperoleh simpati dan kepercayaan dari orang lain, yang pada gilirannya membuka peluang rezeki yang lebih luas.


*4. Selalu Bersyukur dan Mengucap Alhamdulillah*

Hal ini dijelaskan dalam firmanNya: “Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS Ibrahim:7) 


Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang Allah pakaikan baginya kenikmatan hendaklah banyak mengucapkan Alhamdulillah. Barangsiapa yang banyak dosanya hendaklah beristighfar kepada Allah. Dan barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak mengucapkan la hawla wala quwwata illa billah (tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (HR at-Thabrani)


*5. Rajin Bersedekah*

Allah Swt berfirman, “Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”(QS Saba:39) 

Nabi SAW bersabda, “Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim). 


Ya Allah Yang Membentuk Rupa, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya menjalankan amalan pembuka rezeki yang berkah.... Aamiin.

Tuesday, April 28, 2026

Antara dua tangisan: Lahir disambut, mati diantar

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh. 

Pernahkah kita merenung: hidup kita diawali tangis, diakhiri pun dengan tangis. Lahir kita disambut tangis bahagia. Mati kita diantar tangis kehilangan. Di antara dua tangisan itu, apa yang sudah kita lakukan?

1. Hidup Adalah Ujian, Mati Adalah Kepastian

Allah berfirman:  

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا  

_Allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā_  

*Artinya: "Dialah yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya."* — QS. Al-Mulk: 2


Kita lahir bukan untuk selamanya di dunia. Kita hadir untuk diuji. Lahir kita disambut adzan di telinga kanan, iqamah di telinga kiri. Itu isyarat: hidupmu dimulai dengan panggilan shalat, maka isilah hidup dengan shalat. Dan nanti saat mati, kita dishalatkan. 4 takbir, tanpa ruku dan sujud. Seakan Allah berkata: "Shalatmu sudah selesai."


2. Setiap Jiwa Pasti Merasakan Mati

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ  

_Kullu nafsin żā`iqatul-maut_  

*Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati."* — QS. Ali Imran: 185


Rasulullah ﷺ bersabda:  

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ  

_Akṡirū żikra hāżimil-lażāt ya’nī al-maut_  

*Artinya: "Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian."* — HR. Tirmidzi no. 2307, hasan

Kenapa harus diingat? Supaya kita tidak terlena. Kain kafan tidak punya saku. Gelar tidak dibawa ke liang lahat. Yang ikut cuma 3: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan — HR. Muslim.


3. Bekal Terbaik Adalah Takwa

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى  

_Wa tazawwadụ fa inna khairaz-zādit-taqwā_  

*Artinya: "Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa."* — QS. Al-Baqarah: 197


Hasan Al-Bashri berkata: _"Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Jika satu harimu berlalu, maka hilanglah sebagian dirimu."_

Contoh Real yang Menyentuh:

Kisah 1: Tangis yang Berbeda

Ada bayi lahir di RS. Satu ruangan penuh tangis bahagia. Ayah sujud syukur, ibu meneteskan air mata haru, kakek-nenek adzan di telinga si bayi. 60 tahun kemudian, orang yang sama wafat. Di ruangan yang sama, tangis kembali pecah. Tapi kali ini tangis kehilangan. Yang membedakan: tangis pertama karena "dia datang", tangis kedua karena "dia pergi". Pertanyaannya: antara datang dan pergi, apakah kita meninggalkan jejak kebaikan?


Kisah 2: Pemuda yang "Merasa Masih Lama"

Seorang pemuda 22 tahun, rajin nongkrong, shalat bolong-bolong. Saat dinasihati ia jawab, "Santai, masih muda. Taubat nanti kalau udah tua." Qadarullah, 1 minggu kemudian ia kecelakaan dan wafat. Ibunya yang cerita sambil nangis: "Andai anak saya tahu umurnya cuma sampai 22 tahun, mungkin dia tidak menunda shalat."  

Kain kafan tidak nanya umur di KTP, jamaah.


Kisah 3: Yang Diantar dengan Doa

Tahun 2023 di Solo, seorang tukang becak wafat. Beliau tidak kaya, rumah ngontrak. Tapi saat jenazahnya lewat, puluhan anak yatim mengantar sambil baca Quran. Ternyata tiap hari ia sisihkan 2 ribu dari penghasilannya untuk traktir makan anak yatim. Lahirnya dulu mungkin biasa saja. Tapi matinya diantar doa. Itulah husnul khatimah.

Kita tidak bisa memilih kapan lahir. Kita juga tidak bisa memilih kapan mati. Tapi kita bisa memilih: mau dikenang sebagai apa di antara dua tangisan itu.

Rasulullah ﷺ bersabda:  

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ  

_Al-kayyisu man dāna nafsahū wa ‘amila limā ba’dal-maut_  

Artinya: "Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian." — HR. Tirmidzi


Mari hitung amal kita hari ini. Jika malam ini kita dipanggil, cukupkah bekal kita? 

Semoga Allah wafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah, diantar dengan doa, bukan dengan umpatan.  

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ  

_Allāhummarzuqnā ḥusnal-khātimah_  

Artinya: "Ya Allah, karuniakan kami akhir yang baik."


Wallahu a’lam bish-shawab.  

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Monday, April 27, 2026

Cara Berdzikir yang Paling Disukai Allah Ta'ala

Dzikir merupakan sebaik-baik amalan yang paling suci. Rasulullah Saw menegaskan dalam sabdanya: “Tidakkah kalian ingin kuberitahu tentang sebaik-baik amalan yang paling suci di sisi Tuhan kalian, paling tinggi menyertai derajat kalian, lebih baik dari menafkahkan emas dan perak, juga lebih baik dari musuh yang membunuh (di antara kalian) lalu kalian membunuhnya? Para sahabat menjawab “tentu saja, Ya Rasulullah”. Nabi berkata “berdzikir kepada Allah Taala” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)


Sedangkan cara berzikir yang paling disukai, Allah firmankan dalam beberapa surat Al-Qur'an , antara lain:

*1. Dengan cara rendah diri*

 Allah Ta'ala berfirman : Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut?" (Dengan mengatakan), "Sekiranya Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur." (QS Al Anam : 63). 


*2. Dengan suara lembut*

 Allah Ta'ala berfirman: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS Al Araf :55).


*3. Dengan rasa takut kepada Allah*

Allah Ta'ala berfirman: "Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah." (QS Al Araf: 205).


*4. Dengan tidak mengeraskan suara*  

 Allah Ta'ala berfirman: "Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah." (QS Al Araf: 205).


Ya Allah Yang Maha Mengadakan, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya dapat istiqomah berdzikir dengan cara yang disukai Allah Ta'ala.

Aamiin.

Sunday, April 26, 2026

5 Alasan Utama Mengapa Kita Perlu Berzikir

Berzikir adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, dengan makna mendalam dan luas. Secara bahasa, zikir berarti mengingat, menyebut, atau peringatan. Dalam konteks Islam, zikir berarti mengingat Allah SWT dengan menyebut nama-Nya.


Lalu, apa saja alasan yang dapat kita jadikan landasan untuk senantiasa berzikir? Berikut adalah lima alasan utama diantaranya.

*1. Berzikirlah karena kita beriman kepada Allah SWT*

Allah SWT berfirman :

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras…” (Q.S. al-Hadid: 16).


*2. Berzikirlah karena kita merasa penuh dengan dosa*

Allah SWT menjelaskan mengenai peran dzikir di dalam Al-Qur’an yaitu,

“…, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. al-Ahzab: 35).


*3. Berzikirlah karena kita perlu bersyukur*

Firman Allah Ta'ala :

“Dan ingatlah, ketika Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu; tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (Q.S. Ibrahim: 7).


*4. Berzikirlah karena kita punya nafsu untuk diatur*

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an yaitu,

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (Q.S. an-Nisa: 103).


*5. Berzikirlah karena setan selalu membersamai kita*

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda,

“Tidaklah duduk suatu kaum yang berzikir nama Allah melainkan dinaungi oleh para malaikat, dipenuhi mereka oleh rahmat Allah SWT dan diberi ketenangan kepada mereka.” (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Ya Allah Yang Maha Pencipta, mampukan kami, keluar, shbt dan kel nya senantiasa diberi taufik dan hidayah untuk selalu berzikir kepada-Mu.

Aamiin

Saturday, April 25, 2026

Setiap mukmin tentu ingin doanya cepat dikabulkan atau diijabah Allah.

Siapa sajakah orang yang doanya mustajab? Mari kita simak sabda Nabi berikut. "Ada lima doa yang mustajab, yaitu: 

1. Doa orang yang dizalimi sampai ia tertolong 

2. Doa orang yang berhaji sampai ia kembali 

3. Doa orang yang berjihad sampai ia pulang 

4. Doa orang yang sakit sampai ia sembuh 

5. Doa seseorang kepada saudaranya tanpa diketahui (diam-diam). Dan doa inilah yang paling cepat diijabah" (HR Al-Baihaqi)

Imam as-Shan'ani menerangkan, 

Ketika engkau doakan oranglain/saduaramu, maka Malaikat juga akan mendoakanmu dengan doa yang engkau panjatkan. 

Dalam hadis dijelaskan:

"Setiap kali seseorang mendoakan saudaranya, maka Malaikat yang diwakilkan padanya berkata aaamin dan bagimu persis apa yang kau doakan pada saudaramu." (HR Muslim)

Ya Allah Yang Maha Megah, kabulkan semua doa² kami, kel, shbt dan kel nya yang kami panjatkan kepada-Mu.

Aamiin

Thursday, April 23, 2026

ADAP HUTANG PIUTANG

Ada beberapa adab dalam berhutang:

1. Jangan pernah tidak mencatat hutang piutang.

(QS. Al Baqarah : 282)

Allah SWT berfirman :

*Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan hutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya....*


2.Jangan pernah berniat tidak melunasi hutang.


*A.(HR. Ibnu Majah)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Siapa saja yang berhutang, sedang ia berniat tidak melunasi hutangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI..*


*B.(HR. Bukhari)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Siapa yang berhutang dan berniat tidak membayarnya, maka Allah akan membinasakannya.*


3.Punya rasa takut jika tidak bayar hutang, karena sebab tidak diampuni dan tidak masuk syurga.


*(HR. Muslim )*

Rosulullah bersabda :

*Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI hutang.*


4.Jangan merasa tenang kalo masih punya hutang.


*(HR. Ibnu Majah)*

*Barangsiapa mati dan dia masih berhutang satu dinar atau dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan diambil amal kebaikannya, karena disana akhirat tidak ada lagi dinar dan dirham.*


5.Jangan pernah menunda-nunda membayar hutang.


*(HR. Bukhari Muslim)* 

Rosulullah bersabda :

*Menunda-nunda bayar hutang bagi orang yang mampu bayar adalah ke-Zholiman..*


6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar hutang.

(HR.Bukhari dan Abu Daud)

Rosulullah SAW bersabda : "Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran hutang...".


7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran hutang.

(HR. Ahmad, An Nasa'i dan Ibnu Majah)

Rosulullah SAW bersabda : "Allah ‘Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi hutang".


8. Jangan pernah meremehkan hutang walaupun sedikit.

(HR. Ahmad, Tirmidzi)

Rosulullah SAW bersabda : "Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada hutangnya hingga hutangnya dibayarkan".


9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi hutangi.

(HR. Bukhari, Muslim)

Rosulullah bersabda : "Sesungguhnya, apabila seseorang berhutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkari".

Semoga kita semua tidak ada yg lupa bahwa kita punya hutang meskipun sekecil apapun.

Karena hadist menyebutkan meskipun mati syahid maka hutang tdk diampuni (kajian diatas pada no 3)


Aamiin Ya Robbal Alamiin

Tuesday, April 21, 2026

Waktu Terus Berjalan, Kita Semakin Dekat Pulang

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang masih memberikan kita waktu…

Waktu untuk bernapas, waktu untuk berkumpul, dan waktu untuk memperbaiki diri.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, yang telah mengingatkan kita bahwa hidup ini hanyalah perjalanan… dan tujuan akhirnya adalah pulang kepada Allah.


Sdrku yang dirahmati Allah…

Sering kita merasa hidup ini masih panjang…

Masih banyak rencana… masih banyak “nanti”…

Padahal kenyataannya…

Setiap detik yang berlalu, bukan menjauhkan kita dari kematian… tapi justru mendekatkan.

Allah berfirman:


📖 Dalil 1

Arab: كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Latin: Kullu nafsin dzā`iqatul maut

Artinya: “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”

(QS. Ali Imran: 185)

Waktu terus berjalan… tanpa bisa dihentikan.

Yang muda akan tua… yang sehat bisa sakit… yang hidup pasti akan berpulang.

Dan yang menyedihkan…

Kita sering sibuk menyiapkan hidup… tapi lupa menyiapkan “kepulangan”.


📖 Dalil 2

Allah juga berfirman:

Arab: وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ

Latin: Wa mā tadrī nafsun mādzā taksibu ghadan, wa mā tadrī nafsun bi ayyi ardhin tamūt

Artinya: “Dan tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok, dan tidak ada seorang pun yang tahu di bumi mana dia akan mati.”

(QS. Luqman: 34)


Contoh Nyata (Real Life)


Sdrku …

Kita sering melihat:

Tetangga yang kemarin masih sehat… hari ini sudah tiada

Teman yang dulu bercanda… kini tinggal nama

Bahkan mungkin orang dekat kita… pergi tanpa tanda

Ada yang berangkat kerja… tapi tidak pulang

Ada yang pamit sebentar… tapi ternyata selamanya

Itulah tanda… Bahwa hidup ini bukan soal berapa lama, tapi seberapa siap kita pulang.


Renungan 

Coba kita tanya diri kita:

Sudahkah sholat kita benar-benar kita jaga?

Sudahkah lisan kita kita jaga dari menyakiti orang lain?

Sudahkah kita meminta maaf sebelum terlambat?

Karena saat waktunya tiba… Tidak ada lagi kesempatan:

Tidak bisa kembali walau hanya 1 menit

Tidak bisa menunda walau hanya 1 detik

📖 Dalil 3 (Hadits)

Rasulullah ﷺ bersabda:

Arab: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

Latin: Kun fid-dunyā ka'annaka gharībun aw 'ābiru sabīl

Artinya: “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.”

(HR. Bukhari)


Pesan 

Hidup ini seperti perjalanan…

Dan kita semua adalah musafir…

Tidak ada yang tinggal selamanya…

Semua akan pulang… hanya waktunya yang berbeda.


Penutup 

Maka sebelum kita benar-benar dipanggil pulang:

Perbaiki sholat kita

Perbanyak istighfar

Maafkan orang lain

Minta maaf sebelum terlambat

Karena…

“Waktu tidak pernah menunggu kita…

Tapi kematian selalu menunggu kita.”


Doa Penutup

اللهم اختم لنا بخير، واجعل خير أعمالنا خواتيمها، وخير أيامنا يوم نلقاك

Latin: Allahumma ikhtim lana bikhair, waj’al khaira a’malina khawatimaha, wa khaira ayyamina yauma nalqāk

Artinya: “Ya Allah, akhiri hidup kami dengan kebaikan, jadikan akhir amal kami yang terbaik, dan jadikan hari terbaik kami adalah saat bertemu dengan-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.