Setiap manusia hakikatnya adalah musafir. Kita datang dari Allah, hidup sebentar di dunia, lalu akan kembali pulang kepada-Nya. Namun sering kali, perjalanan hidup membuat kita lelah, tersesat, dan lupa arah. Di saat hati terasa jauh, jiwa terasa kosong, dan hidup kehilangan makna… Allah tidak membiarkan hamba-Nya berjalan sendirian. Allah mengirimkan Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk ditilawahkan, dihidupkan, dan dijadikan jalan pulang menuju ketenangan dan ridha-Nya. Tilawah Al-Qur’an bukan hanya melafalkan huruf, tetapi perjalanan ruh kembali kepada asalnya. Inilah makna tema kita: Tilawah Al-Qur’an adalah jalan kembali pulang.
A. Dalil






Comments