🌄 RENUNGAN PAGI SABTU
“Istiqomah dalam Keterbatasan”
Alhamdulillāh, pagi ini Allah masih memberi kita kesempatan bangun, bernafas, dan menyebut nama-Nya.
Nikmat yang sering terasa biasa, padahal tidak semua orang masih diberi hari ini.
Sering kali kita merasa:
> “Saya ingin rajin ibadah, tapi badan sudah tidak sekuat dulu.”
“Hati ingin ke masjid, tapi kaki sering tak sanggup melangkah.”
Ketahuilah, Allah tidak menuntut yang berat,
Allah hanya melihat kejujuran niat.
---
🕊️ Allah Menilai Hati, Bukan Kuatnya Badan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika seorang hamba sakit atau bepergian, dicatat baginya pahala seperti ketika ia sehat dan bermukim.” (HR. Bukhari)
Artinya:
Niat sholat jamaah sudah ada → pahala tetap mengalir
Keinginan beribadah tulus → Allah tetap mencatat
Yang Allah minta bukan sempurna, tapi setia.
🕌 Datang ke Masjid adalah Kemuliaan
Masjid bukan hanya tempat orang kuat, tapi tempat orang yang butuh pertolongan Allah.
Datang walau: pelan sebentar duduk di belakang lebih mulia daripada niat baik yang tak pernah dilangkahkan.
🌿 Istiqomah Itu Tidak Selalu Banyak
Istiqomah kadang hanya: menjaga sholat tepat waktu tidak meninggalkan doa tetap menyebut nama Allah di tengah lemah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari Muslim)
🌸 Penutup
Mari pagi ini kita niatkan:
“Ya Allah, terimalah ibadah kami yang sedikit, jangan Engkau tolak hanya karena kami lemah.”
Semoga Allah menguatkan langkah, melembutkan hati, dan menutup usia kita dalam keadaan iman dan husnul khatimah.
Allahumma tsabbit qulūbanā ‘alā dīnik.
“Ya Allah, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu.”
Aamiin ya Rabbal ‘alamin 🤲






Comments