Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Saturday, January 3, 2026

Jam Terus Berjalan, Tapi Mengapa Taubat Kita Masih Tertunda?

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh. 


Sdrku yang dirahmati Allah…

Jam di dinding tidak pernah berhenti berdetak.

Detik berganti menit, menit berganti jam.

Namun anehnya, taubat kita sering “menunggu waktu yang tepat”.

Kita berkata:

“Nanti kalau sudah tua…”

“Nanti kalau sudah longgar…”

“Nanti kalau sudah tenang…”

Padahal, kematian tidak pernah menunggu kesiapan kita.

Dalil Al-Qur’an

Allah ﷻ berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Latin:

Wa tuubuu ilallaahi jamii‘an ayyuhal mu’minuuna la‘allakum tuflihuun.

Artinya:

“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.”

(QS. An-Nur: 31)


➡️ Allah tidak berkata ‘nanti’, tapi ‘sekarang’.

Dalil Hadits

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

Latin:

Innallaaha yaqbalu taubatal ‘abdi maa lam yugharghir.

Artinya:

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di tenggorokan.”

(HR. Tirmidzi)


➡️ Artinya, selama masih hidup, pintu taubat terbuka…

tapi tidak ada jaminan kita masih punya waktu.


Mengapa Taubat Sering Ditunda?

Merasa dosa masih kecil

Merasa masih panjang umur

Takut meninggalkan kebiasaan dosa

Terlena oleh kesibukan dunia

Setan tidak selalu menyuruh kita maksiat,

kadang cukup menyuruh kita menunda taubat.

Contoh Real di Masyarakat


🔹 Ada yang berkata:

“Nanti kalau sudah pensiun saya rajin sholat jamaah.”

Tapi Allah panggil sebelum pensiun.


🔹 Ada yang berkata:

“Nanti kalau anak-anak sudah besar, saya belajar ngaji.”

Ternyata anaknya yang mengaji saat tahlilan orang tuanya.


🔹 Ada yang berkata:

“Nanti kalau sehat, saya sedekah.”

Ternyata sakit datang duluan, harta habis untuk berobat.


Renungan 

Jam terus berjalan, umur terus berkurang.

Yang bertambah hanya angka usia,

tapi apakah taubat kita ikut bertambah?


Kuburan penuh dengan orang yang punya rencana,

tapi tidak sempat melaksanakannya.

Apa Bentuk Taubat yang Bisa Dimulai Hari Ini?

✔ Sholat yang selama ini bolong → diperbaiki

✔ Lisan yang sering melukai → dijaga

✔ Hutang → diniatkan dibayar

✔ Dosa tersembunyi → ditinggalkan

✔ Al-Qur’an → kembali dibuka

Taubat bukan menunggu sempurna,

tapi datang kepada Allah dengan hati yang menyesal.


Penutup

Rasulullah ﷺ bersabda:

التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ

Latin:

At-taa`ibu minadz-dzanbi kaman laa dzanba lahu.

Artinya:

“Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa.”

(HR. Ibnu Majah)


➡️ Betapa Allah Maha Baik,

masalahnya bukan Allah yang menolak taubat,

tapi kita yang terus menunda.

Penutup Doa Singkat

Ya Allah, jangan Engkau jadikan kami orang yang menunda taubat,

dan jangan Engkau cabut nyawa kami kecuali dalam keadaan Engkau Ridhoi...Aamiin.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bicara Tanpa Pahala

Lidah, seseorang bisa berdzikir dan saling menasihati sehingga meraih banyak pahala. Namun sebaliknya, lidah juga bisa mengakibatkan dosa dan menyeret seseorang ke neraka.


Berikut ini adalah beberapa bencana yang dapat ditimbulkan oleh lidah.

1. Membicarakan Sesuatu Yang Tidak Bermanfaat

Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya di antara kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat (HR. Tirmidzi dan Ibnu Mâjah)”.

Nabi Muhammad SAW juga bersabda, yang artinya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan sesuatu yang baik atau diam. (HR. Bukhâri dan Muslim).


2. Berdebat Dengan Cara Batil Atau Tanpa Ilmu

Nabi SAW bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya orang yang paling dimurkai oleh Allah adalah orang yang selalu mendebat. (HR. Bukhâri dan Muslim)

Nabi SAW juga bersabda,“Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meningalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meningalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya. (HR. Abu Dawud) 


3. Banyak Berbicara, Suka Mengganggu dan Sombong

Nabi SAW bersabda yang artinya: “Sesungguhnya termasuk orang yang paling kucintai di antara kamu dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang-orang yang paling baik akhlaqnya di antara kamu. Dan sesungguhnya orang yang paling kubenci di antara kamu dan paling jauh tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah ats-tsartsârûn, al-mutasyaddiqûn, dan al-mutafaihiqûn. Para sahabat berkata: “Wahai Rosulullah, kami telah mengetahui al-tsartsârûn dan al-mutasyaddiqûn, tetapi apakah al-mutafaihiqûn? Beliau menjawab: “Orang-orang yang sombong”. (HR Tirmidzi)


4. Mengucapkan Perkataan Keji, Jorok, Celaan, dan Semacamnya

Nabi SAW bersabda, yang artinya: “Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan orang yang keji (buruk akhlaqnya), dan bukan orang yang jorok omongannya. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)


5. Berlebihan dalam Bercanda

Nabi SAW bersabda, yang artinya: “Janganlah kamu memperbanyak tawa, karena sesungguhnya banyak tertawa itu akan mematikan hati. (HR. Ibnu Mâjah).

Nabi SAW memperingatkan dengan sabda beliau yang artinya: “Kecelakaan bagi orang yang menceritakan suatu, lalu dia berdusta untuk membuat orang-orang tertawa. Kecelakaan baginya! Kecelakaan baginya!. (HR. Tirmidzi dan Abu Dâwud)


6. Membicarakan Suatu Yang Bathil

Nabi SAW bersabda, yang artinya: Semua umatku mu’âfan (akan diampuni dosanya; atau tidak boleh dighibah) kecuali orang-orang yang melakukan dosa dengan terang-terangan. Dan termasuk melakukan dosa dengan terang-terangan adalah seseorang melakukan suatu perbuatan buruk pada malam hari, kemudian di waktu pagi dia mengatakan, ”Hai Fulan, tadi malam aku melakukan ini dan ini”. Padahal di waktu malam Allah Azza wa Jalla telah menutupi perbuatan buruknya, namun di waktu pagi dia membongkar tutupan Allah.” (HR. Bukhâri dan Muslim)

Ya Allah Al Malik semogalah kami, kel, shbt dan kel nya bisa selalu menjaga lidah kami dari keburukan dan selalu menghiasinya dengan kebaikan.

Aamiin aamiin aamiin yaa robbal'alamin 

Friday, January 2, 2026

3 (tiga) Wasiat untuk Penuntut Ilmu

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu (agama), maka akan Allah Ta’ala mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)


Pertama: Mengikhlaskan niat untuk Allah Ta’ala

Mengikhlaskan niat untuk Allah Ta’ala dalam menuntut ilmu agama adalah dengan meniatkan untuk mengangkat kebodohan dari dirinya sendiri, kemudian mengangkat kebodohan dari orang lain. 

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl : 78)

Menuntut ilmu agama adalah ibadah, karena Allah Ta’ala yang memerintahkannya dalam firman-Nya,

“Ketahuilah (ilmuilah) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah.” (QS. Muhammad : 19)


Kedua: Mengamalkan ilmu agama

Amal adalah buah dari ilmu. Amal adalah sebab terjaganya ilmu, dan juga sebab bertambahnya ilmu.

Nabi saw mengajarkan doa,

“Ya Allah, berilah manfaat dari ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku. Ajarkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat. Dan tambahkanlah ilmu untukku.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah) 


Ketiga: Mendakwahkan ilmu yang telah dipelajari

Allah Ta’ala berfirman, 

“Katakanlah, “Inilah jalan (agama)-ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf : 108)

Ya Allah Ar Rahiim, berilah kami, kel, shbt dan kel nya diberi kemudahan dalam menuntut ilmu agama untuk bekal hidup di dunia dan di akherat.

Aamiin aamiin aamiin yaa robbal'alamin 

Thursday, January 1, 2026

Satu Tahun Lebih Dekat ke Kubur, Apa yang Sudah Kita Siapkan?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Alhamdulillah, malam ini kita masih diberi umur hingga memasuki tahun yang baru.

Namun perlu kita sadari bersama, setiap pergantian tahun bukan hanya angka yang bertambah,

tetapi usia yang berkurang.

Satu tahun berlalu artinya satu tahun lebih dekat ke kubur.


Pergantian Waktu Adalah Ketetapan Allah


Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:


﴿وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا﴾


Latin:

Wa huwal-ladzī ja‘alal-laila wan-nahāra khilfatan liman arāda an yadzdzakara aw arāda syukūrā.


Artinya:

“Dialah Allah yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur.”

(QS. Al-Furqan: 62)


Pergantian tahun bukan sekadar perayaan, tapi peringatan.


Setiap Jiwa Pasti Menuju Kematian


Allah Ta‘ala berfirman:


﴿كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ﴾


Latin:

Kullu nafsin dzā’iqatul maut.


Artinya:

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.”

(QS. Ali ‘Imran: 185)


Tidak ada yang bisa menolak:

tua-muda, kaya-miskin, pejabat atau rakyat biasa.


Orang Cerdas Menurut Rasulullah ﷺ


Rasulullah ﷺ bersabda:


الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ


Latin:

Al-kayyisu man dāna nafsahū wa ‘amila limā ba‘dal maut.


Artinya:

“Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.”

(HR. Tirmidzi)


Tahun baru seharusnya menjadi momen muhasabah, bukan sekadar pesta.


Contoh Real di Masyarakat


1. Resolusi Dunia Tanpa Resolusi Akhirat

Banyak orang menulis target: rumah, kendaraan, jabatan.

Tapi jarang yang menulis:

“Shalat tepat waktu, taubat, berhenti ghibah.”


2. Rumah Duka Tak Pernah Libur

Saat kita bersorak menyambut tahun baru,

di sudut kota ada keluarga yang justru menyambut kematian.


3. Kuburan Terus Terisi

Setiap tahun, liang lahat bertambah,

tapi yang berkunjung untuk mengambil pelajaran masih sedikit.


Bekal Apa yang Paling Dibutuhkan?


Allah mengingatkan:


﴿وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى﴾


Latin:

Wa tazawwadū fa inna khairaz-zādittaqwā.


Artinya:

“Berbekallah, dan sebaik-baik bekal adalah takwa.”

(QS. Al-Baqarah: 197)


Bukan saldo yang dibawa ke kubur,

tapi shalat, sedekah, akhlak, dan taubat.


Penutup


Sdfku, yang dirahmati Allah,


Jika hari ini kita masih diberi umur,

itu bukan jaminan besok masih ada.

Maka sebelum tahun berikutnya datang,

siapkan bekal sebelum liang lahat menunggu.


Semoga tahun baru ini bukan hanya pergantian kalender,

tetapi pergantian arah hidup menuju Allah.


Doa


اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ وَاجْعَلْ أَعْمَارَنَا فِي طَاعَتِكَ


Artinya:

“Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah dan jadikan umur kami dalam ketaatan kepada-Mu.”


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bermuhasabahlah

Edisi Tahun Baru 2026


Muhasabah adalah sesuatu hal yang perlu dan menjadikan sebuah kebutuhan dalam tiap-tiap diri manusia. 

Untuk mengintropeksi diri (bermuhasabah) terdapat beberapa hal yang harus dilakukan. Diantaranya yakni:

1. Meningkatkan Keimanan kepada Allah

Seseorang yang imannya kuat maka insyaAllah bakal mudah bermuhasabah diri.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr :18)


2. Menyadari Bahwa Ada Malaikat yang Senantiasa Mencatat Amalan Kita

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya.Itulah yang dahulu hendak kamu hindari.” (QS. Al-Qaf:16-19)


3. Mendengarkan Pendapat Orang Lain

Mengitropeksi diri sendiri tidak cukup bila hanya dilakukan sendirian. Bagaimana pun juga Anda juga perlu mendengarkan pendapat dari orang lain.


4. Bergaul dengan Orang Shaleh

Tips berikutnya agar mudah bermuhasabah diri adalah bergaul dengan orang-orang shaleh. 

Dari Abu Hurairah ra , Rasul bersabda: “(Agama) seseorang itu sesuai dengan agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, al-Hakim dan Ahmad)


5. Bersikap Rendah hati

Intropeksi diri juga diimbangi sikap rendah hati. Jangan selalu menyalahkan orang lain. 

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendahkan diri sehingga salah seorang dari kalian tidak saling membanggakan atau yang lain dan salah seorang dari kalian tidak mendzalimi yang lain.” (H.R muslim).

Allah Ta'ala berfirman :

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. Al-Furqan: 63)


6. Merenungi Dosa-Dosa

Intropeksi diri akan dosa-dosa yang telah diperbuat juga penting untuk dilakukan. 

Rosulluloh SAW bersabda "Setiap manusia pastilah banyak salahnya. Sebaik-baik orang bersalah adalah orang yang kembali menuju jalan Allah dengan cara bertaubat"(HR Tirmidzi dan Ibnu Majah) 

Ya Allah Ar Rahman, berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel untuk selalu bermuhasabah, selalu bisa memperbaiki diri agar menjadi lebih baik dihari-hari mendatang.

Aamiin aamiin aamiin yaa robbal'alamin 

Wednesday, December 31, 2025

5 Obat Hati yang Jarang Diketahui Manusia

Hati dan Qalbu merupakan dua istilah yang maknanya hampir sama. Namun, sebagian orang memaknai qalbu adalah jantung. Sedangkan hati secara fisik letaknya di dada bagian kiri. 

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa "Orang beriman itu apabila melakukan dosa, maka akan terbentuk bercak hitam di qalbunya." (HR Ibnu majah). Jika semakin banyak melakukan dosa, maka hatinya akan dipenuhi noda hitam. Sesungguhnya tidak ada manusia yang tidak melakukan dosa kecuali Nabi Muhammad SAW yang ma'shum (terjaga) dan para Nabi pilihan Allah. 

Sejak dulu, para ulama menaruh perhatian khusus terhadap masalah hati ini. Sebab, apabila hatinya baik, maka baik pulalah seluruh amalnya.

Dikisahkan, Al-Habib Salim bin Ahmad Al-Attas pernah bertanya kepada Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (pengarang Kitab Maulid Simthudduror), "Wahai Habib, aku ingin obat buat hatiku". Maka Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi menjawab: " Obatnya hati itu adalah: 

1. Rasa lapar. 

2. Membaca Al-Qur'an. 

3. Qiyamullail (tahajjud di malam hari). 

4. Mengingat kematian

 5. Husnuzzhon (berprasangka baik) kepada kaum muslim dan orang lain.

Apabila kamu melihat seseorang muslim, yakinlah dan anggaplah ia adalah seorang wali, berprasangka baiklah kepadanya. 

Ya Allah Ya Tuhanku, Semoga kami,kel,shbt dan kel nya bisa mengamalkan 5 obat hati ini.

Aamiin aamiin aamiin yaa robbal'alamin 

Tuesday, December 30, 2025

Sabar Itu Ibadah, Ikhlas Itu Rahasia

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Hadirin yang dirahmati Allah, banyak orang kuat menahan lapar saat puasa, tapi tidak kuat menahan emosi.

Banyak yang rajin beramal, tapi berat menjaga keikhlasan.

Padahal, sabar itu ibadah, dan ikhlas itu rahasia antara hamba dan Allah.

1. Sabar Adalah Ibadah Besar

Allah berfirman:

Arab

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Latin

Yā ayyuhalladzīna āmanū ista‘īnū biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma‘aṣ-ṣābirīn.

Artinya

“Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”

(QS. Al-Baqarah: 153)

📌 Artinya:

Sabar bukan pasrah

Sabar adalah ibadah aktif, menahan diri karena Allah

Rasulullah ﷺ bersabda:

Arab

وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ

Latin

Wa mā u‘ṭiya aḥadun ‘aṭā’an khairan wa awsa‘a minaṣ-ṣabr.

Artinya

“Tidak ada pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.”

(HR. Bukhari dan Muslim)


2. Ikhlas Itu Rahasia Hati

Allah berfirman:

Arab

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Latin

Wa mā umirū illā liya‘budullāha mukhliṣīna lahud-dīn.

Artinya

“Mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan ikhlas.”

(QS. Al-Bayyinah: 5)

Ikhlas itu tidak butuh pengakuan,

tidak menunggu pujian,

dan tidak kecewa jika tak dihargai.

📌 Ikhlas itu:

1. Bekerja meski tak dilihat

2. Berbuat baik meski tak disebut

3. Sabar meski tak dipuji


3. Ikhlas, Amalan Rahasia yang Dijaga Allah

Rasulullah ﷺ bersabda:

Arab

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Latin

Innamal-a‘mālu bin-niyyāt.

Artinya

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

📌 Amal besar tanpa ikhlas = kosong

📌 Amal kecil dengan ikhlas = berat di timbangan

4. Contoh Nyata di Rumah Tangga

🏠 Contoh Sabar:

1. Suami pulang capek, istri tidak menyambut dengan omelan

2. Istri lelah, suami tidak menambah beban emosi

3. Orang tua sabar menghadapi anak yang sulit diatur

➡️ Semua itu ibadah, meski tak terlihat.

🏠 Contoh Ikhlas:

1. Ibu memasak, membersihkan rumah tanpa mengungkit

2. Ayah bekerja keras tanpa menuntut dipuji

Pasangan saling melayani tanpa hitung-hitungan

➡️ Itu rahasia pahala antara mereka dan Allah.

5. Contoh Nyata di Masyarakat

Sabar:

Tidak membalas fitnah

Menahan emosi saat berbeda pendapat

Tetap baik walau disakiti


Ikhlas:

Sedekah tanpa pamer

Membantu tetangga tanpa diumumkan

Aktif di masjid tanpa ingin dikenal


Penutup

Hadirin yang dirahmati Allah, sabar tidak butuh saksi manusia, dan ikhlas tidak perlu pengakuan.

Sabar itu ibadah, ikhlas itu rahasia.

Kalau Allah sudah tahu, untuk apa orang lain tahu?

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang sabar dan ikhlas.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Aku Sesuai Persangkaan Hamba-Ku

Aku sesuai persangkaan hamba-Ku, hingga bagaimana balasan mengingat Allah dibahas dalam hadits dari Kitab Riyadhus Sholihin berikut ini.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. 

Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengenai makna hadits di atas, Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Sebagian ulama mengatakan bahwa maknanya adalah Allah akan memberi ampunan jika hamba meminta ampunan. Allah akan menerima taubat jika hamba bertaubat. 

Allah akan mengabulkan doa jika hamba meminta. 

Allah akan beri kecukupan jika hamba meminta kecukupan. Ulama lainnya berkata maknanya adalah berharap pada Allah (raja’) dan meminta ampunannya” (Syarh Shahih Muslim, 17:3).

Husnuzhan kepada Allah, itulah yang diajarkan pada kita dalam doa. 

Ketika kita berdoa pada Allah kita harus yakin bahwa doa kita akan dikabulkan dengan tetap melakukan sebab terkabulnya doa dan menjauhi berbagai pantangan yang menghalangi terkabulnya doa. 

Karena ingatlah bahwasanya doa itu begitu ampuh jika seseorang berhusnuzhan kepada Allah. 

Jika seseorang berdoa dalam keadaan yakin doanya akan terkabul, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi)

Ya Allah Ya Tuhanku, kuatkan kami, kel, shbt dan kel nya untuk selalu berprasangka baik kepada-Mu.

Aamiin

Monday, December 29, 2025

Kerja Keras Tapi Rezeki yang Diperoleh Hanya Sedikit? Ingat Nasihat Imam Ghazali

Dalam setiap upaya atau ikhtiar yang dilakukan seorang Muslim dalam mencari rezeki, pada hakikatnya ia berada di jalan Allah SWT. 

Namun ketika rezeki yang diperoleh itu jauh di bawah ekspektasinya, maka ingatlah pesan Imam Al Ghazali. 

Allah Ta'ala berfirman :

"Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur."(QS Al-A'raf : 10) 

Imam Ghazali menjelaskan bahwa Allah SWT menjadikan bumi sebagai nikmat untuk manusia dan menuntut syukur terhadapnya atas apa yang diberi. 

Artinya, manusia memang harus terlebih dahulu berikhtiar mencari rezeki dan penghidupan yang halal dengan tujuan rasa syukur yang perlu dihaturkan.  

Allah SWT berfirman : "Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung."(QS Al-Jumuah :10) 

Setiap makhluk Allah SWT mendapatkan anugerah rezekinya masing-masing sehingga rezeki pada hakikatnya tidak akan tertukar. 

Allah SWT berfirman sebagai berikut : "Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu."(QS At-Talaq : 3)

Ya Allah Ya Tuhanku, kuatkan kami, kel, shbt dan kel nya untuk tetap bertawakal dan berikhitiar atas rezeki kami.

Aamiin

Sunday, December 28, 2025

Ketika Rezeki Datang Sendiri kepada Pemiliknya

Dikejar semakin menjauhi, diam malah menghampiri. Ungkapan ini mungkin cocok untuk menggambarkan hubungan antara manusia dengan rezeki. Terkadang, ketika terlalu sibuk mengejar rezeki malah semakin sulit mendapatkannya. Namun sebaliknya, ketika mengejar dengan sewajarnya yang disertai tawakal kepada Allah, rezeki itu justru yang malah datang sendiri.


Rezeki tidak selalu datang karena kerasnya usaha lahir. Terkadang ada ikhtiar batin yang tak kalah penting, misalnya dengan bertawakal kepada Allah dan memasrahkan segala urusan kepada-Nya. 

Allah berfirman :

“Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya [2]. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.[3]”(QS At-Thalaq : 2-3) 


Rezeki sering kali datang justru ketika hati sudah tidak lagi bergantung pada manusia, melainkan sepenuhnya berserah diri kepada Allah. 

Allah SWT menjamin rezeki setiap makhluk, namun seringkali diiringi dengan usaha spiritual dan amal saleh seperti bertawakal, istighfar (memohon ampun), sedekah, silaturahmi (menjaga hubungan baik), dan ibadah sunnah (Sholat Dhuha, doa di waktu sahur) untuk membuka pintu rezeki agar lebih mudah mengalir. 


Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda:

"Siapa yang membiasakan diri memohon ampunan (beristighfar), niscaya Allah SWT memberi jalan keluar untuknya atas semua kesulitan, kelapangan atas semua keresahan, dan memberi rezeki-Nya dari tempat yang tidak diduga-duga." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad)

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang ingin dilapangkan rizekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menghubungkan tali kekerabatan." (HR. Bukhari)

Ketika usaha lahir telah dilakukan dan hati sepenuhnya mengharapkan pertolongan Allah, maka rezeki bisa datang dengan cara yang tak terduga.

Ya Allah Ya Tuhanku, berilah rezeki yang tak terduga kepada kami, keluarga, sahabat dan keluarga nya atas usaha lahir batin yang sudah kami lakukan.

Aamiin