1. Untuk Beribadah kepada Allah
(QS.Az Zariyat 56), yang artinya : "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
Jadi pada prinsipnya manusia hidup itu untuk ibadah, jadi seluruh kegiatan hidup bisa jadi ibadah apabila diniatkan karena ibadah.
Banyak orang yang mengira ibadah hanya sebatas shalat, puasa, dzikir dsb, tetepi bekerja, menuntut ilmu, senyum dan sabar menghadapi ujian pun tercatat sebagai ibadah.
Saat seseorang menyadari bahwa hidupnya adalah ladang ibadah, ia tak lagi mudah putus asa.
2. Sebagai Khalifah di Bumi
(QS. Al Baqarah : 30), yang artinya : "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi................."
Menjadi khalifah di dunia berarti manusia harus :
>Menjaga keadilan
>Tidak merusak bumi
>Menolong yang lemah
>Menggunakan kekuasaan dan harta dengan tanggung jawab
Ketika seseorang memahami ini, ia tidak akan serakah, tidak akan korupsi, menipu dsb karena ia sadar, setiap perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban, sekecil apa pun.
3. Untuk Diuji Bukan Dimanjakan
(QS. Al Mulk : 2) yang artinya : "Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa Maha Pengampun".
Musibah bukan tanda Allah membenci. Kesulitan bukan berarti doa tidak didengar. Hidup ini bukan tempat istirahat, tetapi ruang ujian.
Ada yang diuji dengan kemiskinan, ada yang diuji dengan kekayaan, ada yang diuji dengan kehilangan, ada diuji dengan kesulitan, ada pula yang diuji dengan pujian.
Ketika orang memahami ini tidak akan ada yang bertanya, "Mengapa aku yang diuji ini, dsb?"
4. Untuk Mengenal Allah dan Kebenaran
(QS. Fussilat : 53 ) yang artinya : "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri............"
Hidup bukan hanya tentang memiliki, tetapi memahami. Alam semesta, tubuh manusia, pergantian siang dan malam—semuanya adalah ayat.
Orang yang hidup hanya mengejar dunia akan melihat matahari sebagai panas semata. Tapi orang beriman melihatnya sebagai tanda kebesaran Allah.
Semakin seseorang mengenal Allah, semakin kecil dunia di matanya, dan semakin besar akhirat di hatinya.
5. Hidup untuk Kembali kepada Allah
(QS. Al Insyiqaq : 6) yang artinya : "Wahai manusia, sesungguhnya engkau telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka pasti engkau akan menemui-Nya".
Orang yang menyadari ini tidak akan menunda taubat. Ia tidak akan sombong saat sukses, dan tidak putus asa saat gagal.
Karena ia tahu, hidup ini perjalanan, bukan tujuan. Rumah sejati adalah akhirat.
Ya Allah mudahkanlah kami semua untuk memahami tentang tujuan hidup yang sebenarnya sehingga kita semua menjadi orang yg ahli syukur dan mencari bekal yg sebanyak banyaknya untuk akherat.
Aamiin Ya Robbal Aamiin






No comments:
Post a Comment