Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu (agama), maka akan Allah Ta’ala mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Pertama: Mengikhlaskan niat untuk Allah Ta’ala
Mengikhlaskan niat untuk Allah Ta’ala dalam menuntut ilmu agama adalah dengan meniatkan untuk mengangkat kebodohan dari dirinya sendiri, kemudian mengangkat kebodohan dari orang lain.
Allah Ta’ala berfirman,
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl : 78)
Menuntut ilmu agama adalah ibadah, karena Allah Ta’ala yang memerintahkannya dalam firman-Nya,
“Ketahuilah (ilmuilah) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah.” (QS. Muhammad : 19)
Kedua: Mengamalkan ilmu agama
Amal adalah buah dari ilmu. Amal adalah sebab terjaganya ilmu, dan juga sebab bertambahnya ilmu.
Nabi saw mengajarkan doa,
“Ya Allah, berilah manfaat dari ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku. Ajarkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat. Dan tambahkanlah ilmu untukku.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Ketiga: Mendakwahkan ilmu yang telah dipelajari
Allah Ta’ala berfirman,
“Katakanlah, “Inilah jalan (agama)-ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf : 108)
Ya Allah Ar Rahiim, berilah kami, kel, shbt dan kel nya diberi kemudahan dalam menuntut ilmu agama untuk bekal hidup di dunia dan di akherat.
Aamiin aamiin aamiin yaa robbal'alamin






No comments:
Post a Comment