Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Tuesday, April 28, 2026

Antara dua tangisan: Lahir disambut, mati diantar

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh. 

Pernahkah kita merenung: hidup kita diawali tangis, diakhiri pun dengan tangis. Lahir kita disambut tangis bahagia. Mati kita diantar tangis kehilangan. Di antara dua tangisan itu, apa yang sudah kita lakukan?

1. Hidup Adalah Ujian, Mati Adalah Kepastian

Allah berfirman:  

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا  

_Allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā_  

*Artinya: "Dialah yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya."* — QS. Al-Mulk: 2


Kita lahir bukan untuk selamanya di dunia. Kita hadir untuk diuji. Lahir kita disambut adzan di telinga kanan, iqamah di telinga kiri. Itu isyarat: hidupmu dimulai dengan panggilan shalat, maka isilah hidup dengan shalat. Dan nanti saat mati, kita dishalatkan. 4 takbir, tanpa ruku dan sujud. Seakan Allah berkata: "Shalatmu sudah selesai."


2. Setiap Jiwa Pasti Merasakan Mati

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ  

_Kullu nafsin żā`iqatul-maut_  

*Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati."* — QS. Ali Imran: 185


Rasulullah ﷺ bersabda:  

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ  

_Akṡirū żikra hāżimil-lażāt ya’nī al-maut_  

*Artinya: "Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian."* — HR. Tirmidzi no. 2307, hasan

Kenapa harus diingat? Supaya kita tidak terlena. Kain kafan tidak punya saku. Gelar tidak dibawa ke liang lahat. Yang ikut cuma 3: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan — HR. Muslim.


3. Bekal Terbaik Adalah Takwa

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى  

_Wa tazawwadụ fa inna khairaz-zādit-taqwā_  

*Artinya: "Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa."* — QS. Al-Baqarah: 197


Hasan Al-Bashri berkata: _"Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Jika satu harimu berlalu, maka hilanglah sebagian dirimu."_

Contoh Real yang Menyentuh:

Kisah 1: Tangis yang Berbeda

Ada bayi lahir di RS. Satu ruangan penuh tangis bahagia. Ayah sujud syukur, ibu meneteskan air mata haru, kakek-nenek adzan di telinga si bayi. 60 tahun kemudian, orang yang sama wafat. Di ruangan yang sama, tangis kembali pecah. Tapi kali ini tangis kehilangan. Yang membedakan: tangis pertama karena "dia datang", tangis kedua karena "dia pergi". Pertanyaannya: antara datang dan pergi, apakah kita meninggalkan jejak kebaikan?


Kisah 2: Pemuda yang "Merasa Masih Lama"

Seorang pemuda 22 tahun, rajin nongkrong, shalat bolong-bolong. Saat dinasihati ia jawab, "Santai, masih muda. Taubat nanti kalau udah tua." Qadarullah, 1 minggu kemudian ia kecelakaan dan wafat. Ibunya yang cerita sambil nangis: "Andai anak saya tahu umurnya cuma sampai 22 tahun, mungkin dia tidak menunda shalat."  

Kain kafan tidak nanya umur di KTP, jamaah.


Kisah 3: Yang Diantar dengan Doa

Tahun 2023 di Solo, seorang tukang becak wafat. Beliau tidak kaya, rumah ngontrak. Tapi saat jenazahnya lewat, puluhan anak yatim mengantar sambil baca Quran. Ternyata tiap hari ia sisihkan 2 ribu dari penghasilannya untuk traktir makan anak yatim. Lahirnya dulu mungkin biasa saja. Tapi matinya diantar doa. Itulah husnul khatimah.

Kita tidak bisa memilih kapan lahir. Kita juga tidak bisa memilih kapan mati. Tapi kita bisa memilih: mau dikenang sebagai apa di antara dua tangisan itu.

Rasulullah ﷺ bersabda:  

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ  

_Al-kayyisu man dāna nafsahū wa ‘amila limā ba’dal-maut_  

Artinya: "Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian." — HR. Tirmidzi


Mari hitung amal kita hari ini. Jika malam ini kita dipanggil, cukupkah bekal kita? 

Semoga Allah wafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah, diantar dengan doa, bukan dengan umpatan.  

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ  

_Allāhummarzuqnā ḥusnal-khātimah_  

Artinya: "Ya Allah, karuniakan kami akhir yang baik."


Wallahu a’lam bish-shawab.  

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

No comments:

Post a Comment