Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Saturday, February 28, 2026

5 Amalan Sahur Ini Bisa Menambah Pahala di Bulan Suci Ramadhan

Sahur bukan hanya sekadar makan sebelum berpuasa, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan keberkahan dan pahala tambahan. 

Agar sahur lebih bermakna, ada beberapa sunnah yang bisa dilakukan untuk menambah keberkahan dalam ibadah puasa.  

*1. Mengakhirkan Sahur hingga Mendekati Waktu Subuh*

Hal ini berdasarkan hadits dari Zaid bin Tsabit RA, ketika ditanya tentang jarak antara sahur Rasulullah dan azan subuh, ia menjawab, “Sekitar (waktu membaca) 50 ayat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

*2. Mengonsumsi Kurma sebagai Menu Sahur*

Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik makanan sahur adalah tamr (kurma kering).” (HR. Abu Daud). Kurma mengandung gula alami yang memberikan energi instan, serat yang baik untuk pencernaan, serta berbagai vitamin dan mineral yang mendukung kesehatan selama puasa.  


*3. Memperbanyak Istighfar*

Firman Allah dalam Al-Quran menyebutkan bahwa orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang banyak beristighfar di waktu sahur (QS. Ali Imran: 17). 

Dengan memperbanyak istighfar, kita tidak hanya mendapatkan ampunan, tetapi juga ketenangan hati dalam menjalani ibadah puasa.  


*4. Memperbanyak Doa*

Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda, “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir dan berfirman, ‘Barang siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barang siapa yang meminta sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan barang siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni ( HR Bukhari dan Muslim) 


*5. Membaca Al-Quran*

Waktu sahur juga merupakan momen yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca Al-Quran. Dalam QS. Al-Muzammil ayat 6, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya, bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” 

Dengan menerapkan sunnah-sunnah ini, sahur bukan hanya sekadar rutinitas makan, tetapi juga menjadi ibadah yang penuh berkah. 

Mari jadikan sahur sebagai momen yang lebih bernilai, tidak hanya untuk menjaga stamina tubuh, tetapi juga untuk memperbanyak amal dan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ya Allah Al Muhyi, berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk menjalankan amalan di saat sahur.

Aamiin

Friday, February 27, 2026

3 (tiga) Golongan Manusia dalam Bulan Ramadhan

Ada tiga golongan manusia dalam menyikapi bulan Ramadhan sebagaimana dijelaskan Ustaz Muhammad Saiyid Mahadhir.

Seperti diketahui, Ramadhan adalah penghulu semua bulan dan Allah mengistimewakannya dari bulan-bulan lain.

Berikut 3 golongan manusia di Bulan Ramadhan: 

*1. Kelompok Zalim*  

 Bagi mereka kedatangan Ramadhan dianggap biasa-biasa saja dan dianggap sebagai beban.

Kewajiban berpuasa tidak dijalankan dengan sempurna. Bisa jadi mereka berpuasa penuh selama satu bulan, namun hari-hari mereka meninggalkan salat fardhu, banyak tidur. Inilah kezaliman mereka untuk diri masing-masing. 


*2. Kelompok Muqtashid (pertengahan)* 

Mereka adalah orang-orang yang bergembira menyambut hadirnya bulan Ramadhan. Rasa gembira itu semakin menjadi-jadi karena setelah itu bakal ada libur panjang. Ada kesadaran bergama bahwa di Ramadhan waktunya untuk menghapus dosa dan mengambil banyak pahala untuk bekal di akhirat kelak. Namun mereka lalai mengerjakan ibadah sunnah, seperti meninggalkan ibadah sholat tarawih dan witir ataupun sholat rawatib qabliyah dan ba'diyah, malas untuk membaca Al-Qur'an. 


*3. Sabiqun Bil Khairat (berpestasi)* 

Karena mereka adalah orang-orang yang berusaha meninggalkan perkara haram dan makruh. Mereka juga meninggalkan sebagian perkara mubah demi kesempurnaan ibadah puasa yang mereka jalankan. 

Kerinduan mereka kepada Ramadhan membuat mereka selalu berdoa sepanjang bulan kepada Allah. 

Golongan ketiga ini sangat disukai Allah Ta'ala. Mereka disifati Allah dalam ayat berikut: : "Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum Fajar." (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)

Seluruh anggota badan mereka berpuasa, mata, telinga, lidah, bibir, tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh lainnya tidak bermaksiat kepada Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang bangun malam Qadar dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu". (HR Al-Bukhari Muslim)

Ya Allah Al Mu'iid, berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya agar tergolong dalam sabiqun bil khairat.

Aamiin.

Mukmin yang didoakan malaikat pemikul 'Arsy

Ini menunjukan bahwa ada golongan mukmin tertentu yg secara khusus didoakan malaikat pemikul 'Arsy.

*Kriterianya adalah :*

*1*.Mukmin yang memiliki iman yang shahih.

*2*.Mukmin yang bertobat dari dosa.

*3*.Mukmin yang mengikuti jalan Allah (Al-Qur’an dan Sunnah).

*4*.Mukmin yang istiqamah dalam ketaatan.

*5*.Mukmin yang mengharap rahmat dan keselamatan akhirat.


*1.Mukmin yang memiliki iman yang shahih*

*A.(QS. Ghafir : 7)*

Yang artinya :

*…......dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampun bagi orang-orang yang beriman….......*

*B.(QS. Al-Hujurat : 15)*

Yang artinya : *Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian tidak ragu-ragu........*

*C.(HR. Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda :

Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan takdir….


*2.Mukmin yang bertobat dari dosa*

*A.QS. Ghafir : 7)*

Yang artinya :

*“…....maka ampunilah orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan-Mu…”*

*B.(QS. Az-Zumar: 53)*

Yang artinya :

*Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah sesungguhnya Allah mengampuni dosa2 semuanya........*

*C.(HR. At-Tirmidzi)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Setiap anak Adam banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertobat.*


*3.Mukmin yang mengikuti jalan Allah (Al-Qur’an dan Sunnah)*

*A.(QS. Ghafir : 7)*

“…dan mengikuti jalan-Mu…”

*B.(QS.Ali Imran: 31)*

Yang artinya :

*Jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mencintaimu…..*

*C.(HR. Ahmad)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara; kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya*


*4. Mukmin yang istiqamah dalam ketaatan*

*A.(QS.Fussilat : 30)*

Yang artinya :

*Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka istiqamah maka malaikat2 akan turun kepadanya.....*

*B.(QS. Al-Ahqaf : 13)*

Yang artinya :

*Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka tetap istiqamah dan tidak ada rasa khawatir.......*

*C.(HR. Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda: *Katakanlah: ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian beristiqamahlah*


*5.Mukmin yang mengharap rahmat dan keselamatan akhirat*

*A.(QS. Ghafir : 8–9)*

Yang artinya :

*Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yg telah Edan peliharalah mereka dari keburukan-keburukan…....*

*B.(QS. Al-Baqarah: 218)*

Yang artinya : *Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad…..... mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah*

*C.(HR. Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Tidak seorang pun masuk surga karena amalnya semata, kecuali dengan rahmat Allah.*


 *URAIAN DIATAS MENGANDUNG PENGERTIAN*

*1.Mukmin yang Memiliki Iman yang Shahih*

*A*.Iman yang shahih adalah fondasi utama doa malaikat pemikul ‘Arsy. Ayat ini menegaskan bahwa doa itu khusus untuk *alladzina amanu* (orang-orang yang beriman), menunjukkan keimanan sebagai syarat utama untuk didoakan malaikat pemikul 'Arsy

*B*.Iman yang benar mencakup tauhid murni tanpa syirik. Orang yang menjaga tauhid termasuk golongan yang layak mendapat doa dari malaikat dan ampunan dari Allah SWT


*2. Mukmin yang Bertobat dari Dosa*

*A*.Taubat menjadi syarat keberlanjutan rahmat Allah. Tanpa taubat, dosa menjadi penghalang turunnya ampunan.

*B* Ayat ini menunjukkan kasih sayang Allah, bahkan para malaikat pun memohonkan ampun bagi hamba yang kembali kepada-Nya.


*3.Mukmin yang Mengikuti Jalan Allah*

*A*.Jalan Allah adalah Al-Qur’an dan Sunnah. Mengikuti jalan Allah berarti menjadikan wahyu sebagai pedoman 

*B*.Mengikuti jalan Allah berarti menjauhi bid’ah, kesesatan, dan penyimpangan aqidah.


*4. Mukmin yang Istiqamah dalam Ketaatan*

*A*.Istiqamah berarti konsisten dalam iman dan amal hingga akhir hayat.

*B*.Malaikat mendoakan keselamatan dan penjagaan bagi mereka yang terus bertahan/istikomah dalam ketaatan.


*5. Mukmin yang Mengharap Rahmat dan Keselamatan Akhirat*

*A*.Doa malaikat terhadap orang mukmin mencakup permohonan agar mukmin dimasukkan ke surga dan dijauhkan dari azab.

*B*.

*Hal ini menunjukkan bahwa mukmin sejati selalu berorientasi akhirat.

*Harapan kepada rahmat Allah mendorong amal shalih dan menjauhkan putus asa.

*Keselamatan akhirat adalah tujuan utama.


*Ya Allah jadikanlah kami semua adalah mukmin yg memiliki iman yg sholih, yg ahli taubat, yg selalu berada dijalan Allah, istikomah dlm ketaatan dan mendapatkan rahmat dan selamat di akherat*

*Aamiin Ya Robbal Alamiin*

Thursday, February 26, 2026

Agar Tidur Saat Puasa Menjadi Ibadah

Banyak amalan atau perbuatan yang dilakukan di bulan Ramadhan menjadi ladang pahala. Seperti membaca dan menghafal Al-Quran, shalat tarawih, bersedekah, menyiapkan makanan berbuka dan sahur, menonton kajian, membantu orang tua di rumah bahkan ada hal sederhana yang jika dilakukan untuk kebaikan akan mendapat pahala , yaitu *tidur*. 

Hanya saja, agar tidur di bulan Ramadhan ini bisa menjadi pahala, perlu diperhatikan syarat-syaratnya salah satunya *diniatkan untuk menghindar dari hal-hal yang tidak berguna atau malah menjadi maksiat*

Para ulama biasa menjelaskan suatu kaedah bahwa setiap amalan yang statusnya mubah (seperti makan, tidur dan berhubungan suami istri) bisa mendapatkan pahala dan bernilai ibadah apabila diniatkan untuk melakukan ibadah. 

Sebagaimana Imam An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan, “Sesungguhnya perbuatan mubah, jika dimaksudkan dengannya untuk mengharapkan wajah Allah Ta’ala, maka dia akan berubah menjadi suatu ketaatan dan akan mendapatkan balasan (ganjaran).” 

Jadi tidur yang bernilai ibadah jika tidurnya adalah demikian. Menjalankan puasa jelas merupakan sebuah ibadah, maka tidur pada saat berpuasa yang bertujuan agar lebih bersemangat dalam manjalankan ibadah terhitung sebagai ibadah. Fadhilah ini tidak berlaku tatkala seseorang tidurnya diniatkan untuk bermalas-malasan dan meninggalkan ibadah.

Selain itu, tidur juga merupakan salah satu sunnah yang dijalankan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam yang tentunya bisa kita contoh. Dalil yang menganjurkan tidur qailulah (tidur siang) adalah hadis dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.” (HR. Abu Nu’aim).

Ya Allah Al Mubdi, terimalah ibadah² kami, kel, shbt dan kelnya selama bulan puasa dan dijauhkan dari hal² yang dapat membatalkan pahala puasa kami.

Aamiin

Wednesday, February 25, 2026

Hindari yang Makruh dalam Berpuasa

Makruh adalah perbuatan yang bila dilakukan tidak menimbulkan dosa atau batalnya suatu ibadah, namun mengurangi nilai dari ibadah itu sendiri. Jadi, hal-hal yang bersifat makruh sebaiknya dihindari agar suatu ibadah yang kita jalani dapat lebih sempurna.

Adakah hal-hal yang dianggap makruh dalam berpuasa? 

Dari Sahabat Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:“Betapa banyak banyak orang yang berpuasa, namun tidak ada yang ia dapatkan kecuali hanya rasa lapar , dan betapa banyak orang yang melakukan ibadah malam harinya tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya begadang” (HR. Ahmad).

Dari berbagai sumber

berikut hal-hal makruh dalam berpuasa yang sebaiknya kita hindari, yakni: 

*1. Berlebih-lebihan dalam berkumur dan beristinsyaq* (memasukkan air ke dalam hidung, lalu menghirupnya dengan sekali nafas sampai ke dalam hidung yang paling ujung) ketika berwudhu’. 

Sabda Nabi Saw kepada Laqith bin Shabrah: “Bersungguh-sungguhlah dalam berkumur dan dalam meng-hirup air ke hidung, kecuali jika engkau sedang berpuasa.”(HR at Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad dan lainnya)

*2. Tidur sepanjang hari*

  Jika dalam tidur sepanjang hari, seseorang bisa lalai tidak melaksanakan shalat fardhu ataupun membuat puasanya menjadi tidak sempurna, maka jelas tidur tersebut tidak hanya makruh tetapi juga haram karena menyebabkan dosa. 

*3. Mencicipi makanan*

  Ketahuilah hukum mencicipi makanan saat puasa sebelum Anda mempraktekkannya. Sebab dikhawatirkan makanan tersebut justru tertelan dan berpotensi membatalkan puasa. Akan lebih baik bila yang mencicipi makanan tersebut adalah anggota keluarga yang tidak wajib berpuasa.

*4. Mencium*

Dimakruhkan untuk mencium bagi orang yang sedang berpuasa, karena ciuman terkadang dapat membangkitkan nafsu syahwat yang dapat merusak puasanya. 

*5. Wishal* 

Dimakruhkan wishal dalam berpuasa. Pada hakikatnya yang dilarang adalah berpuasa dua hari atau lebih tanpa sedikit pun mengkonsumsi makanan atau minuman sepanjang siang dan malam. Dan jika memakan atau meminum sesuatu walaupun sedikit, maka hal itu tidak disebut sebagai wishal.

*6. Bersiwak*

 Sebagian ulama memakruhkan siwak (gosok gigi) setelah zawal (tergelincirnya matahari atau waktu menjelang Zhuhur). Dan yang shahih, siwak itu disyari’atkan sebelum zawal dan setelahnya pada bulan Ramadhan dan bulan lainnya.

Ya Allah Al Muhshii, berilah kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya dapat terhindar dari hal² yang makruh saat berpuasa, dan Engkau terima ibadah puasa kami.

Aamiin

Tuesday, February 24, 2026

Puasa Tapi Masih Marah-Marah?

(Puasa Lapar Perut, atau Puasa Hati dan Lisan?).

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh. 


Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita, Muhammad ﷺ, keluarga dan sahabat beliau.

Kadang kita jumpai, bahkan mungkin diri kita sendiri…

Sudah puasa, tapi masih gampang emosi.

Sudah menahan lapar, tapi belum menahan amarah.

Padahal pertanyaannya sederhana:

Yang puasa itu perut kita saja… atau juga hati kita?

1️⃣ Puasa Itu Bukan Sekadar Lapar

Rasulullah ﷺ bersabda:

Dalil Arab:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

Latin:

Rubba shā`imin laisa lahu min shiyāmihi illā al-jū‘u wal-‘athasy.

Artinya:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan haus.”

(HR. Ahmad)

Artinya apa?

Kalau lisannya masih tajam, emosinya masih meledak-ledak, akhlaknya tidak berubah… bisa jadi yang puasa hanya fisiknya.

2️⃣ Kalau Marah, Katakan: “Saya Sedang Puasa”

Rasulullah ﷺ bersabda:

Dalil Arab:

فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ

Latin:

Fa idzā kāna yaumu shaumi ahadikum falā yarfuts walā yashkhab, fa in sābbahu ahadun aw qātalahu falyaqul: innī shā’im.

Artinya:

“Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berteriak-teriak. Jika ada yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa itu latihan pengendalian diri.

Bukan hanya menahan makan, tapi menahan reaksi.

3️⃣ Marah Itu Dari Setan

Rasulullah ﷺ bersabda:

Dalil Arab:

إِنَّ الْغَضَبَ مِنَ الشَّيْطَانِ

Latin:

Innal ghadaba minasy-syaithān.

Artinya:

“Sesungguhnya marah itu dari setan.”

(HR. Abu Dawud)

Bayangkan…

Kita sedang puasa ingin mendekat kepada Allah,

Tapi justru membuka pintu setan lewat amarah.


Contoh Real di Kehidupan

✅ Di Rumah

Sudah jam 4 sore. Lapar. Anak ribut.

Biasanya langsung bentak:

“Diam kamu! Ayah lagi puasa!”

Padahal yang salah siapa? Anak atau lapar kita?

Seharusnya puasa membuat kita berkata lembut: “Nak, ayah lagi capek. Yuk pelan-pelan ya.”

✅ Di Jalan

Lagi macet menjelang buka. Ada motor serobot.

Biasanya: klakson panjang + emosi.

Kalau ingat hadits tadi:

Dalam hati bilang, “Saya sedang puasa.”

Puasa itu rem.

Kalau mobil tanpa rem, bahaya.

Orang tanpa kendali emosi, lebih bahaya.

✅ Di Kantor

Sudah haus, kerjaan numpuk, bawahan salah sedikit langsung meledak.


Padahal bisa jadi Allah sedang menguji: “Kamu ini benar puasa atau cuma menahan makan?”

Kenapa Puasa Harus Menenangkan?

Karena tujuan puasa adalah takwa.

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

Dalil Arab:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ ... لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Latin:

Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyām… la‘allakum tattaqūn.

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa… agar kalian bertakwa.”

Takwa itu pengendalian diri.

Kalau masih gampang marah, berarti latihan takwanya belum lulus.


Penutup 

Kalau sebelum Ramadhan kita mudah marah, Tapi setelah 10 hari, 20 hari, bahkan 30 hari… masih sama… Berarti yang berubah cuma jadwal makan kita, belum hati kita.

Mari kita jadikan puasa bukan sekadar menahan lapar,

Tapi menahan ledakan amarah.

Karena bisa jadi…

Orang yang paling berat puasanya bukan yang paling lapar,

Tapi yang paling sabar.

Semoga Allah menjadikan puasa kita bukan hanya lapar dan haus,

Tapi puasa yang menghaluskan hati dan menenangkan jiwa.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dua Waktu yang Paling Berkah di Bulan Ramadhan

Dalam Islam disebutkan ada waktu-waktu yang penuh dengan limpahan keberkahan , salah satunya adalah di waktu pagi hari. 

Di bulan Ramadhan , keberkahan waktu ini sangat dahsyat keutamaannya. 

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut waktu-waktu di mana Allah turunkan banyak keberkahan bagi manusia, yaitu:

*1. Waktu sahur*

Dari Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda, “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.”(HR Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud barokah adalah turunnya dan tetapnya kebaikan dari Allah pada sesuatu. Barokah bisa mendatangkan kebaikan dan pahala, bahkan bisa mendatangkan manfaat dunia dan akhirat. Namun patut diketahui bahwa barokah itu datangnya dari Allah yang hanya diperoleh jika seorang hamba mentaati-Nya. 

Rasulullah saw yang bersabda, ”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR Bukhari dan Muslim). 


*2.Waktu Subuh*    

  Rasulullah saw bersabda, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud) 

Sebagian Ulama ada yg mengatakan, karena waktu subuh berkah sehingga tidur di waktu Subuh hukumnya makruh. 

Sebaiknya jangan tidur setelah Subuh karena waktu itu juga turunya rezeki dan berkah.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah ra. berkata, “Tidur setelah Subuh mencegah rezeki, karena waktu Subuh adalah waktu mahluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah Subuh suatu hal yang dilarang (makruh) kecuali ada penyebab atau keperluan.” (Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibaad 4/222)

Ya Allah Al Hamiid, berilah kpd kami, kel, shbt dan kel nya, berokah di bulan ramadhan tahun ini.

Aamiin.

Monday, February 23, 2026

Doa Agar Bisa Menahan Marah Selama Puasa

Salah satu syarat agar ibadah puasa kita diterima Allah Subhanahu wa ta'ala adalah menahan hawa nafsu . 

Hanya saja, sebagai manusia yang banyak khilaf dan kesalahan , kita terkadang tidak mampu mengendalikan amarah dan emosi yang ada di dalam benak.

Islam telah mengajarkan kita untuk dapat menahan hawa nafsu. Salah satu cara yang selalu dianjurkan adalah dengan berwudhu. Namun, alangkah lebih baiknya jika wudhu juga dibarengi dengan melafalkan doa-doa yang bisa digunakan untuk meredam amarah atau emosi. 

Berikut do’a yang dapat dilafalkan ketika kita merasa emosi atau marah : *A’uudzu billahi minas syaithanir rajiim.* Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Rasulullah Saw terlebih dahulu menyadari bahaya dari kondisi seseorang yang sedang dilanda amarah, oleh karena itu Rasulullah mengajarkan bagaimana cara mengatasi emosi yang sedang bergejolak di dalam batin seseorang. *Allahummaghfir lii dzambii wadzhib ghaidzho qolbii wa ajirnii minasy syaithooni*

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku dan selamatkanlah aku dari kejahatan syaitan.

Ya Allah Al Waliyy, berilah kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk dapat menahan marah 

selama menjalankan ibadah puasa, dan terimalah amal ibadah puasa kami.

Aamiin.