Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Friday, March 20, 2026

Jadilah pemaaf

Ini merupakan kado terpenting dari terselesaikannya gemblengan bulan Ramadhan. Terutama hasil Muhasabatunnafs (introspeksi diri) pada malam Lailatul Qadar.Sebagai tuntunan bagi manusia agar berbudi luhur, yaitu terlebih dahulu memaafkan kesalahan sebelum datang wajah si bersalah menunduk dengan satu permohonan maaf.


Inilah Keuntungan Si Pemaaf  

*1. Hidup Mulia* 

Memaafkan, itu istimewa. Anda dipandang mulia di mata orang-orang pilihan. 

Di atas itu, Anda bertambah mulia di sisi Allah. Rasulullah saw bersabda : “Allah tidaklah menambahkan kepada seseorang, disebabkan ia mau memaafkan, melainkan kemuliaan”. (Hr. Muslim). 


*2. Dosa-dosa Terampuni,*

Sabda nabi saw:

“Siapa tidak menyayangi, ia tidak akan disayangi. Siapa tidak mau memaafkan, ia tidak akan diampunkan. Dan siapa tidak bertaubat, ia tak diberi pahala taubat”. (Hr. Thabrani; shaih).

Allah Ta'ala berfirman :

“..dan hendaklah mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. An-nur : 22).


*3. The Real Winner*

Pemaaf adalah pemenang sejati karena berhasil mengalahkan hawa nafsunya.

Allah SWT berfirman :

“Dan Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”(QA. Al-Isra:53)


*4. Penjaga kerukunan*

Rasulullah saw mengingatkan:

“Pintu-pintu surga dibuka tiap Senin dan Kamis. Setiap orang yang tidak berbuat syrik, ia mendapat ampunan. Kecuali orang yang tidak akur dengan saudaranya. Dikatakan “Tangguhkan pengampunan kepada kedua orang ini sampai mereka berdamai / rukun kembali” (Hr. Muslim).


*5. Menjadi Penyabar*  

 Sabar merupakan sifat terpuji dan menempati derajat yang tinggi. 

Inilah balasan untuk orang yang sabar. 

Pahala tanpa batas. Allah berfirman:

“ Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dipenuhi pahala mereka tanpa batas” (QS. Az-zumar :10).

Ya Allah Ya Muntaqim, Jadikan kami, kel, shbt dan kel nya menjadi orang pemaaf yang akan membawa kami kepada jalan kemuliaan.

Aamiin

Wednesday, March 18, 2026

Keutamaan Zakat Fitrah di Bulan Ramadhan

Keutamaan Zakat Fitrah di Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadhan juga dikenal sebagai momen di mana umat Islam dianjurkan untuk berbagi lebih banyak kepada sesama.

Allah Ta'ala berfirman :

“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”(QS. Al-Baqarah: 43) 

Salah satu amalan yang menjadi fokus utama pada bulan suci ini adalah zakat fitrah.


Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap individu Muslim pada akhir bulan Ramadhan sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri. 

Hukum zakat fitrah adalah wajib bagi setiap individu Muslim yang mampu. 

Kewajiban zakat fitrah didasarkan pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim: Rasulullah SAW bersabda:

“Wajib bagi setiap Muslim untuk membayar zakat fitrah, yakni sejumlah makanan pokok, yaitu satu sha’ gandum atau kurma atau satu sha’ lainnya yang biasa dikonsumsi di daerah masing-masing.” (H.R Bukhari dan Muslim)


Berikut ini beberapa keutamaan zakat fitrah dalam ajaran agama Islam:

*1. Membersihkan Jiwa dan Harta*

Melalui pembayaran zakat fitrah, seseorang membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan yang mungkin terjadi selama menjalani ibadah puasa. Ini juga menjadi pembersih harta dari sifat-sifat kikir dan keserakahan.


*2. Membantu Kaum Dhuafa*

Zakat fitrah bertujuan untuk membantu mereka yang kurang mampu, memastikan mereka juga bisa merayakan hari kemenangan Idul Fitri dengan layak dan bahagia. Ini adalah wujud nyata dari sikap kepedulian terhadap sesama.


*3. Menjaga Solidaritas Sosial*

Amalan zakat fitrah tidak hanya berfokus pada memberi bantuan kepada yang membutuhkan tetapi juga memperkuat ikatan sosial antara sesama Muslim. 

Ini menciptakan kesadaran akan kebersamaan dan saling menguatkan dalam komunitas.

Ya Allah Al Barru, jadikan zakat fitrah kami, kel, shbt dan kel nya sebagai wujud kasih sayang kami agar Idulfitri menjadi hari kemenangan bagi kami semua.

Aamiin

Perbuatan Ringan yg Bernilai Sedekah

Perbuatan Ringan yg Bernilai Sedekah


1. Apabila kita belanja di Pasar Tradisional atau di Tukang sayur, Janganlah menawar

Niatkanlah itu salah satu cara kita untuk bersedekah.

Insya Allah, Allah akan membalas dengan Rezeki yang lebih baik.


*2*.Bentuk sedekah yg paling tersembunyi adalah mendo'akan kebaikan orang lain, yg tdk diketahui oleh orang yg kita do'akan.


*(HR.Ahmad)*

*Doamu kepada orang lain adalah juga doa untuk dirimu*


*3*.Setiap kebaikan adalah sedekah meskipun sekecil apapun.


*Semua kebikan meskipun sebiji sawi tidak akan ada yg terlewatkan, pasti Allah akan memberi pahala*


*4*.Memberi kemudahan kepada orang lain adalah sedekah.


*Akan Allah balas dengan kemudahan kepada kita ketika di akherat*


*5* Mengucapkan kalimat Thayyibah(kata yg baik) 


*(HR. Bukhari, Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Kalimat yang baik adalah sedekah*


*6* Menyingkirkan gangguan di jalan.


*(HR. Bukhari, Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Menyingkirkan gangguan dijalan adalah sedekah*


*7*.Bila kita belum bisa melaksanakan seluruh amalan Ramadhan, maka pilihlah salah satu dari amalan Ramadhan.


*Sedekah, Tilawah, Iktikaf.*

Pilihlah salah satu jadikanlah sebagai amalan unggulanmu.


Jangan biarkan Ramadhan pergi meninggalkan kita, tanpa satupun kita punya amalan unggulan.

Ya Allah mudahkanlah, ringankanlah kami semua untuk melaksanakan amalan2 tsb diatas, sehingga kami tidak menjadi orang2 yang merugi.

Aamiin Ya Robbal Alamiin

Tuesday, March 17, 2026

Bagaimana Kita Mengakhiri Ramadhan ?

Bagaimana Kita Mengakhiri Ramadhan ?


Setiap muslim di ujung ramadhan mendapati dirinya pada dua dilema yang selalu berulang setiap tahunnya. Kita pasti bersedih karena akan kehilangan momentum pahala dan keberkahan yang berlipat-lipat di bulan ramadhan, namun pada saat yang sama kita juga harus bergembira dengan datangnya hari raya Idul Fitri. Dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda tentang kebahagiaan di hari raya : “ Sesungguhnya setiap kaum itu mempunyai hari raya, dan sungguh inilah hari kegembiraan bagi kita “ (HR Bukhori).


Setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan seorang muslim di akhir ramadhan.

*Pertama : Berusaha tetap istiqomah dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.*

Rasulullah SAW senantiasa meningkatkan ibadahnya di akhir Ramadhan. Beliau juga menjalankan sunnah I’tikaf – berdiam diri di masjid untuk beribadah – selama sepuluh hari yang terakhir. Dari Aisyah ra, ia berkata : adalah Nabi SAW ketika masuk sepuluh hari yang terakhir (Romadhon), menghidupkan malam, membangunkan istrinya, dan mengikat sarungnya (HR Bukhori dan Muslim). 

Di akhir Ramadhan ini, hendaknya seorang muslim sejenak melakukan perenungan diri. Bermuhasabah agar hati ini tidak merasa sombong dengan banyak ibadah yang telah dilakukan, tapi justru terus mawas diri dan berharap agar puasa dan amal ibadah lainnya selama Ramadhan ini benar-benar diterima di sisi Allah SWT. Hendaklah kita merenungi sabda Rasulullah SAW : " Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang sholat malam, tapi tidak mendapatkan dari sholatnya kecuali hanya begadang " (HR Ibnu Majah & al-Hakim)



*Kedua :Mengeluarkan zakat fitrah dengan ikhlas dan tepat waktu*

Dari Ibnu Abbas ra :Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari kesia-sian dan perbuatan keji, dan juga sebagai makanan bagi kaum miskin. 

Barang siapa yang menunaikannya sebelum sholat (ied) maka itu adalah zakat yang dikabulkan, dan barang siapa yang menunaikannya setelah sholat (ied) maka dia termasuk sedekah biasa.(HR Ibnu Dawud & Ibnu Majah)


*Ketiga : Meningkatkan Syiar Idul Fitri, dan bukan sekedar menjaga tradisi.*

Hari raya Idul Fitri adalah salah satu syiar dalam agama Islam. Karenanya, sudah sepatutnya seorang muslim menyambutnya dengan kegembiraan dan mengagungkannya. 

Allah SWT berfirman : “ dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar (agama) Allah, Maka Sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati “ (QS Al-Haj:32)


Rasulullah SAW dalam haditsnya banyak menunjukkan esensi hari raya Idul Fitri sebagai sebuah syiar yang harus disemarakkan.dengan sebuah kegembiraan yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW : " Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, kegembiraan ketika berbuka ( buka puasa dan saat Idul Fitri) dan kegembiraan saat bertemu Tuhan mereka " ( HR Bukhori &; Muslim). 

Ya Allah Al Muta'ali, berilah kpd kami, kel, shbt dan kel nya agar mampu menutup Ramadhan tahun ini dengan ihsan, serta menyambut dan mengisi Idul Fitri dengan kegembiraan yang bernilai di sisi-Mu.

Aamiin.

Monday, March 16, 2026

Tiga Catatan di Pengujung Ramadhan

 *Tiga Catatan di Pengujung Ramadhan*


Ramadhan tahun ini sudah hampir di tetes terakhir untuk kita nikmati.

Paling tidak ada tiga catatan yang patut kita garis bawahi selama menikmati Ramdhan tahun ini.


*Pertama, seliar apa pun nafsu kita, ia bisa didewasakan*.

Momentum Ramadan menyediakan tarbiyah khusus buat nafsu kita.

Allah Ta'ala berfirman : “…sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus : 53)

Di luar Ramadan, pintu-pintu aliran energi nafsu kerap terbuka lebar.

Kekuatan nafsu kian berkembang bersama energi yang diperoleh tubuh dari makan, minum, dan lain-lain. Bayangkan jika pintu-pintu itu tak pernah tertutup. Nafsu jadi kian liar.

Allah SWT menghadiahi shaum agar seorang mukmin bisa mendewasakan nafsu. Bisa menutup-buka pintu-pintu energinya.

Nafsu harus dipaksa. Agar, ia bisa dewasa. Semoga tarbiyah Rabbaniyah di bulan Ramadhan ini telah memdewasakan nafsu kita. Sehingga, pasca Ramadhan nanti kita bisa mengendalikan diri.


*Kedua, sekotor apa pun jiwa kita, ia bisa dibersihkan.*

Alur hidup persis seperti aliran air dalam pipa-pipa. Ada yang masuk, mengalir dan berproses hingga menjadi keluaran. Kian kotor masukan, makin banyak endapan yang melekat pada bagian dalam pipa.

Selama sebelas bulan, saringan-saringan masukan boleh jadi begitu longgar. 

Semua bisa masuk. Mulai dari yang samar, kotor, bahkan beracun. Kalau saja tidak dipaksa ada saringan, proses pengeroposan menjadi sangat cepat. Jiwa-jiwa yang keropos akan membutakan mata hati.

Allah SWT berfirman : “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami? Atau, telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karenasesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi hati yang di dalam dada.” (QS. Al Hajj : 46)

Jika aliran yang masuk melalui pipa mata, telinga, mulut, pikiran, dan rasa bisa tersaring jernih; tidak akan ada endapan. Ibadah yang sebelumnya berat menjadi ringan. Sangat ringan!

Allah SWT berfirman“ Demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sungguh beruntung yang mensucikan jiwa itu, dan sungguh merugi yang mengotorinya.” (QS. As Syam: 7-10)


*Ketiga, sepicik apa pun ego kita, ia bisa dicerdaskan.*

Kadang manusia bangga berdiri di atas egonya. Seolah ia mengatakan, “Inilah saya!” Nalar berikutnya pun bilang, pusatkan semua kekuatan diri demi kepuasan ego. Walau sebenarnya, keakuan itu sudah melabrak nilai-nilai ketinggian Islam.

Karena ego, orang bisa menganggap kalau dirinyalah yang terbaik. Tak perlu masukan dan sumbang saran. Karena ego pula, orang menjadi tak perlu berjamaah.

Ramadhan memaksa ego untuk tunduk dengan kenyataan. Bahwa, yang ego banggakan ternyata tak sekuat yang dibayangkan. 

Dalam bentuk yang lain, ego bisa ditundukkan dengan memperbanyak sujud. Itulah di antara makna qiyamul lail. Ketika sendiri, kemuliaan ego melalui simbol kepala secara terus-menerus disejajarkan dengan bumi. Suatu tempat di mana di situ ada kotoran, tempat berpijak kaki-kaki hewan, dan tempat berkumpul kotoran manusia. Ego dipaksa untuk melihat kenyataan diri. Bahwa, ia hanya seorang hamba.

Allah dalam firman-Nya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya...” (QS. Al Bayyinah : 5)

Ya Allah Al Waali, jadikan ramadhan tahun ini, bisa mengembalikan kesadaran kami, kel, shbt dan kel nya, bahwa tugas utama seorang hamba,adalah menyembah kepada-Mu.

Aamiin