Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Thursday, May 28, 2026

Hari Tasyrik: Belajar Menjadi Hamba yang Tidak Diperbudak Dunia

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah yang masih memberi kita nikmat iman, nikmat Islam, nikmat makan, nikmat keluarga, dan nikmat bisa berkumpul dalam dzikir kepada-Nya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah. Tetapi sesungguhnya, ada pelajaran besar di balik hari-hari ini:

Allah ingin mendidik kita agar menjadi manusia yang menikmati dunia, tetapi tidak diperbudak oleh dunia.

Karena banyak orang kaya tetapi hatinya miskin.

Banyak orang punya rumah besar tetapi hatinya sempit.

Banyak orang kenyang makanan, tetapi lapar ketenangan.

Dalil Tentang Hari Tasyrik

Rasulullah ﷺ bersabda

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ

Ayyāmut tasyriqi ayyāmu aklin wa syurbin wa dzikrillāh.

“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”

(HR. Muslim)

Islam tidak melarang makan enak. Islam tidak melarang memiliki harta. Islam tidak melarang menikmati dunia. Tetapi Islam melarang hati kita diperbudak oleh dunia.

Dunia Itu di Tangan, Jangan di Hati

Ada orang yang:

Bangun tidur langsung cek saldo, Gelisah kalau dagangan sepi, Marah besar kalau kehilangan uang, Tetapi tidak sedih saat terlambat shalat. Itulah tanda dunia mulai masuk ke hati.

Padahal Allah berfirman:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Wa mal-ḥayātud-dunyā illā matā‘ul-ghurūr.

“Kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang menipu.”

(QS. Ali ‘Imran: 185)

Contoh Nyata di Masyarakat

1. Ada orang rela lembur demi uang, tetapi berat datang ke pengajian satu jam.

2. Ada yang takut kehilangan jabatan, tetapi tidak takut kehilangan iman.

3. Ada yang tiap tahun ganti HP, tetapi Al-Qur’annya berdebu.

4. Ada yang sibuk mencari daging qurban terbaik, tetapi lupa menyembelih: ego, kesombongan, sifat pelit, cinta dunia.

Padahal qurban terbesar itu adalah menaklukkan hawa nafsu.

Hari Tasyrik Mengajarkan Syukur

Ketika kita makan sate, gulai, tengkleng, Allah sedang mengajarkan:

“Nikmati nikmat-Ku, tapi jangan lupakan Aku.”

Karena ada orang: makan sambil main HP, tertawa sepanjang malam, tetapi lupa berdzikir kepada Allah. Padahal Rasulullah ﷺ mengatakan hari Tasyrik adalah hari dzikir.

Jangan Jadi Budak Dunia, Rasulullah ﷺ bersabda:

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ

Ta‘isa ‘abdu ad-dīnār wad-dirham.

“Celakalah hamba dinar dan dirham.”

(HR. Bukhari)


Bukan berarti uang itu haram. Tetapi celaka jika hidup hanya mengejar uang. Kalau uang hilang langsung stres, tetapi shalat hilang biasa saja, itu tanda hati mulai diperbudak dunia.

Hari Tasyrik mengajarkan kita: makanlah, tapi jangan rakus, punya harta, tapi jangan sombong, bekerja keras, tapi jangan lupa akhirat, nikmati dunia, tapi jangan diperbudak olehnya.

Karena suatu hari: rumah akan ditinggalkan, mobil akan diwariskan, rekening akan berpindah tangaan.

Tetapi amal, dzikir, dan hati yang ikhlas, itulah yang menemani kita di alam kubur.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang: pandai bersyukur, sederhana, tidak tamak, dan hatinya lebih cinta akhirat daripada dunia.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Wednesday, May 27, 2026

Penerima Daging Hewan Qurban

Perintah ber-qurban berdasarkan firman Allah, "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan ber-qurban-lah"(QS. al-Kautsar: 1-2).


Daging hasil sembelih hewan qurban tidak dimakan sendiri atau hanya oleh orang yang berqurban, tetapi juga harus dibagikan kepada orang lain. Daging tersebut perlu diberikan kepada mereka yang juga membutuhkan. Terdapat beberapa ketentuan mengenai siapa saja yang menerima hewan qurban. Secara umum, penerima daging hewan qurban terdiri dari 3 kelompok.

*1.Orang yang Berqurban dan Keluarganya*

Mereka yang telah berqurban dianjurkan untuk memakan daging qurban sepertiga bagian lebih sedikit. Hal tersebut mengikuti Nabi SAW yang pernah memakan daging qurbannya sendiri. Seperti yang dituliskan dalam hadits riwayat Imam Al Baihaqi:

“Rasulullah SAW ketika hari Idul Fitri tidak keluar dulu sebelum makan sesuatu. Ketika Idul Adha tidak makan sesuatu hingga beliau kembali ke rumah. Saat kembali, beliau makan hati dari hewan qurbannya.”


*2.Tetangga Sekitar, Teman, dan Kerabat*

Daging qurban dianjurkan untuk dibagikan kepada kerabat, teman, dan tetangga sekitar meskipun mereka berkecukupan. Besarnya daging qurban yang diberikan adalah sepertiga bagian.


*3.Orang Fakir dan Miskin*

Para fakir dan miskin berhak mendapatkan daging hewan qurban. Bahkan beberapa ulama mengatakan bahwa wajib hukumnya untuk membagikan daging tersebut kepada fakir miskin. Seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT :

“Makanlah sebagian dari daging qurban dan berikanlah kepada orang fakir.”(QS Al-Hajj:28)


Ya Allah Yang Maha Pembalas Budi, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya dapat melaksanakan perintah-Mu untuk berkorban tahun tahun ini... Aamiin.

Sunday, May 24, 2026

"Qurban Bukan Membuat Kita Miskin, Justru Melatih Hati Agar Tidak Diperbudak Dunia”

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kadang kalau mendengar kata “qurban”, ada orang langsung pegang dompet.

Dompetnya mungkin tidak bicara… tapi hatinya berkata:

“Ya Allah… kambing sekarang mahal…”

Ada juga yang sudah niat qurban…

tapi pas lihat harga sapi, tiba-tiba:

pura-pura batuk,

pura-pura hitung cicilan,

bahkan mendadak merasa “tahun ini fokus spiritual saja…”

Padahal sesungguhnya… qurban bukan membuat kita miskin.


Justru qurban melatih hati agar tidak diperbudak dunia.

Karena masalah terbesar manusia sering bukan kurang harta…

tetapi terlalu cinta harta.

Allah Tidak Akan Membuat Orang Dermawan Menjadi Rugi

Allah berfirman:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ

Latin:

Wa mā anfaqtum min syai’in fahuwa yukhlifuh.

Artinya:

“Apa saja yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya.”

(QS. Saba’: 39)

Lihat…

Allah tidak mengatakan “mengurangi”,

tetapi Allah mengatakan “mengganti”.

Kadang manusia takut miskin karena sedekah dan qurban.

Padahal:

uang bisa habis karena sakit,

bisa habis karena musibah,

bisa habis karena gaya hidup, tetapi harta yang keluar di jalan Allah justru menjadi tabungan akhirat.

Nabi Mengajarkan: Sedekah Tidak Mengurangi Harta

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Latin:

Mā naqashat ṣadaqatun min māl.

Artinya:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”

(HR. Muslim)


Kalau dipikir dengan logika manusia memang aneh.

Keluar uang… kok katanya bertambah?

Berkurban… kok katanya berkah?

Karena Allah menghitung dengan keberkahan…

bukan hanya angka.

Ada orang gajinya besar tapi selalu kurang.

Ada orang penghasilannya biasa saja… tapi:

rumah tangganya tenang,

anaknya sehat,

hidupnya berkah,

rezekinya cukup.

Itulah keberkahan.

Qurban Melatih Kita Mengalahkan Cinta Dunia


Hakikat qurban adalah latihan hati.

Karena manusia gampang diperbudak dunia:

sibuk mengejar cicilan,

sibuk mengejar jabatan,

sibuk mengejar pujian manusia, sampai lupa mengejar ridha Allah.

Allah berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ

Latin:

Zuyyina linnāsi ḥubbusy-syahawāt.

Artinya:

“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada hal-hal yang diingini…”

(QS. Ali ‘Imran: 14)


Maka qurban itu seperti pesan Allah:

“Kalau hartamu terlalu kau cintai… keluarkan sebagian demi Allah.”


Contoh Real di Masyarakat

1. Ada orang mampu beli HP belasan juta…

Tapi ketika diminta iuran qurban:

“Wah… ekonomi sedang sulit.”

Padahal tiap malam scrolling marketplace tidak sulit.


2. Ada yang sanggup nongkrong mahal tiap minggu…

Tapi untuk membantu tetangga miskin terasa berat.

Qurban mengajarkan: harta itu titipan, bukan pegangan abadi.


3. Ada pedagang kecil yang tetap qurban

Walau penghasilannya sederhana.

Ajaibnya:

dagangannya makin lancar,

hidupnya tenang,

anak-anaknya rukun.

Karena Allah memberi keberkahan bagi hati yang ikhlas.

Qurban Mengajarkan Ikhlas Seperti Nabi Ibrahim

Bayangkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Yang diminta Allah bukan kambing dulu…

tetapi anak yang sangat dicintai.

Allah ingin melihat: mana yang lebih besar?

cinta kepada dunia? atau cinta kepada Allah?

Maka qurban hari ini sebenarnya bukan tentang hewan…

tetapi tentang siapa yang paling kita cintai.

Jangan Sampai Kita Jadi Budak Dunia

Sekarang banyak manusia:

bangun tidur cek saldo,

tidur lagi mikir cicilan,

bangga kalau hartanya naik,

sedih kalau hartanya turun.

Hatinya akhirnya diperbudak dunia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ

Latin:

Ta‘isa ‘abdu d-dīnār wad-dirham.

Artinya:

“Celakalah hamba dinar dan dirham (hamba uang).”

(HR. Bukhari)

Artinya apa?

Kalau hidup hanya mengejar uang… maka uang menjadi “tuhan kedua” dalam hati.

Na‘ūdzu billāh.


Penutup 

Sdrku …

Qurban bukan tentang siapa paling besar sapinya.


Bukan tentang siapa paling banyak fotonya.

Tetapi:

siapa yang paling ikhlas,

siapa yang paling rela melepas cintanya kepada dunia demi Allah.

Karena sesungguhnya… yang membuat manusia miskin bukan sedikit hartanya…

tetapi hati yang tidak pernah merasa cukup.

Dan yang membuat manusia kaya bukan banyak uangnya…

tetapi hati yang penuh syukur dan yakin kepada Allah.


Semoga qurban tahun ini:

membersihkan hati kita,

melembutkan jiwa kita,

menjauhkan kita dari cinta dunia,

dan menjadikan kita hamba yang dermawan serta ikhlas.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Berkurban Bukan Karena Mampu, Tapi Karena Kita Iman kepada Allah

Berkurban atau menyembelih hewan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt pada Hari Raya Idul Adha sangat dianjurkan bagi seorang Muslim. Namun, tidak semua umat Muslim bisa berkurban karena ada anggapan bahwa hanya orang mampu yang bisa melakukan kurban.


Menurut Ustadz Solikhin, berkurban salah satunya merupakan jalan menuju surga. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk tidak melakukan kurban. Allah akan menjamin umatNya ketika berkurban selagi tidak punya apa-apa. “Melakukan kurban bukan karena kita mampu/kaya. Tanamkan dalam hati bahwa berkurban itu karena iman kita kepada Allah,”

Allah Ta’ala berfirman,

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.” (Qs. Al Kautsar: 2)


Pada saat seorang Muslim tidak memiliki apa-apa namun melakukan kurban, maka Allah akan membalasnya dengan karunia yang lebih besar. 

Hal inilah yang menjadi esensi berkurban, yakni sebuah spirit persiapan bekal untuk menghadap Allah swt. 

Persiapan bekal yang terbaik adalah takwa. 

Dalam Al Quran Allah berfirman : “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,”(QS Ath-Thalaq: 2-3).


Ya Allah Yang Maha Penyantun, kuatkan iman kami, kel, shbt dan kel nya untuk berkurban dan mampukan kami untuk bisa melaksanakannya....Aamiin