Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Saturday, July 11, 2026

Jangan Tertipu Oleh Tampilan Lahiriyah Semata

Sudah menjadi hal lumrah bahwa manusia cenderung melihat sesuatu dari fisik lahiriyah. Banyak yang terlihat jelek di mata kita,tetapi mulia di sisi Allah. 


Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) mengingatkan kita agar tidak tertipu dengan tampilan lahiriyah semata. Hal ini berdasarkan hadis beliau:

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Berapa banyak orang yang rambutnya kusut, tampak dihinakan dan diusir oleh orang-orang, namun apabila dia berdoa kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkannya." (HR. Muslim). 


Ustaz Rikza Maulan menjelaskan hikmah hadis di atas. 

Kata Ustaz Rikza , ada tiga pelajaran yang bisa dipetik dari hadis tersebut. 

*1. Anjuran Tidak Memandang Seseorang dari Tampilan Lahiriyah Saja*

Karena betapa banyak orang yang tampilan lahiriyahnya mempesona, kata-katanya seolah membangkitkan asa, visi dan pengetahuannya seakan menghentak dada, goresan penanya menyihir mata, namun ternyata bathiniyahnya porak poranda. Sebaliknya betapa banyak orang yang tampilan lahiriyahnya sangat sederhana, namun ternyata hatinya penuh iman dan takwa, yang apabila ia berdoa, Allah Ta'ala mengijabah doanya.


*2. Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana*

Allah Ta'ala tidak memandang seseorang dari pintarnya ia bermain kata, atau dari pesona tampilan fisiknya, atau dari harta dalam aset kekayaannya. Namun Allah memandang seseorang dari kemuliaan hatinya yang terhiasi dengan iman dan takwa. 

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian." (HR. Muslim) 


*3. Bahagianya Orang yang Hidup Sederhana* Orang yang hidup sederhana, tutur katanya sederhana, ilmunya juga mungkin sederhana, namun ia memiliki tingkat keikhlasan yang luar biasa, sehingga amal salehnya jauh melebihi tampilan fisiknya.

Keindahan hatinya jauh mengungguli keindahan wajahnya dan sentuhan kalimat dalam hatinya jauh menandingi kata-kata yang keluar dari lisannya. Orang yang seperti inilah bisa jadi merupakan orang-orang yang dicintai Allah. Meskipun tidak banyak dikenal oleh penduduk bumi, namun ia dikenal oleh penduduk langit, yaitu oleh para Malaikat yang suci dan mulia


Ya Allah Yang Maha Tinggi, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya selalu dapat bersyukur atas semua nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami dan kuatkan iman dan taqwa kami sampai ajal menjemput... Aamiin

Wednesday, July 8, 2026

Istiqamah di Majelis Ilmu: Bekal Terindah Sebelum Masuk Liang Kubur

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.


Sdrku yang dimuliakan Allah...


Ada satu pertanyaan yang jarang kita renungkan.


Ketika nanti tubuh kita sudah terbujur kaku di liang kubur, bekal apa yang paling kita banggakan?


Apakah rumah yang megah? Apakah tabungan yang banyak? Apakah kendaraan yang mewah?


Tidak...


Semua itu berhenti di tepi kuburan.


Yang ikut masuk ke liang lahat hanyalah amal saleh, salah satunya adalah ilmu yang dipelajari dan diamalkan.


Allah Memerintahkan Mencari Ilmu


Allah berfirman:


> وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا


Latin: Wa qul rabbi zidnii 'ilmaa.


Artinya: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu." (QS. Thaha: 114)


Perhatikan... Nabi Muhammad ﷺ tidak diperintahkan meminta tambahan harta, tetapi diperintahkan meminta tambahan ilmu.


Jalan Menuju Surga


Rasulullah ﷺ bersabda:


> مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ


Latin:

Man salaka thariiqan yaltamisu fiihi 'ilman sahhalallahu lahu bihi thariiqan ilal jannah.


Artinya: "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga."


(HR. Muslim)


Setiap langkah menuju pengajian... Setiap tetes keringat... Setiap rasa kantuk yang dilawan...


Tidak ada yang sia-sia di sisi Allah.


Mengapa Setan Sangat Senang Membuat Kita Malas?


Ketika ada pengajian...


Tiba-tiba hujan sedikit... "Besok saja."


Capek sedikit... "Nanti saja."


Ada tamu... "Libur dulu."


Tetapi anehnya...


Kalau ada kondangan... Tidak capek.


Kalau ada jalan-jalan... Tidak malas.


Kalau ada diskon... Semangat luar biasa.

Ini menunjukkan bahwa malas ke majelis ilmu sering kali merupakan godaan yang harus dilawan.


*Contoh Nyata*

Ada seorang bapak sederhana.

Setiap malam Selasa beliau datang pengajian naik sepeda ontel hampir 8 kilometer.


Orang bertanya, "Pak, kenapa jauh-jauh datang?"

Beliau menjawab,

> "Saya takut nanti di kubur ditanya Allah, kenapa ketika masih sehat tidak mau datang mencari ilmu."

Jawaban sederhana... Tetapi membuat banyak orang menangis.


Kisah yang Menggetarkan

Ada seorang ulama berkata,

> "Aku tidak takut mati dalam keadaan miskin. Yang aku takutkan adalah mati dalam keadaan jauh dari majelis ilmu."


Mengapa?

Karena ilmu menjaga iman. Sedangkan harta tidak mampu menjaga iman.


Kisah Imam Ahmad bin Hanbal

Ahmad bin Hanbal pernah ditanya, "Kapan seseorang berhenti mencari ilmu?"


Beliau menjawab,

> مَعَ الْمِحْبَرَةِ إِلَى الْمَقْبَرَةِ

Latin: Ma'al mihbarati ilal maqbarah.

Artinya:

"Dari membawa tinta (belajar) sampai masuk kubur."


Belajar tidak mengenal usia. Bukan hanya anak-anak. Bukan hanya santri. Tetapi sampai napas terakhir. Gambaran Menjelang Kubur. Bayangkan...


*Suatu hari nanti...*

Anak-anak mengantar kita ke pemakaman. Rumah yang kita bangun ditinggalkan. Mobil dipakai orang lain. Uang diwariskan. Jabatan digantikan.

Yang menemani hanyalah amal.

Lalu malaikat bertanya.

Kalau selama hidup kita rajin menghadiri majelis ilmu. Insya Allah Allah memberi kemudahan memahami agama dan mengamalkannya.


*Humor Ringan*

Kadang ada yang berkata,

"Pak, saya belum sempat ikut pengajian."

Saya tanya, "Kenapa?", "Kesibukan."

Saya lihat status WhatsApp-nya...

Tiga jam memancing. Empat jam nonton bola. Dua jam nongkrong di warung.

Kalau pengajian satu jam. Katanya sibuk. Jangan-jangan bukan tidak punya waktu. Tetapi belum menjadikan ilmu sebagai prioritas.

(Jamaah biasanya tersenyum sambil merenung.)


Muhasabah

Kalau hari ini Allah masih memberi kita kaki. 

Gunakan melangkah ke majelis ilmu.


Masih diberi telinga...

Gunakan mendengar nasihat.

Masih diberi hati...

Gunakan menerima kebenaran.

Karena kita tidak tahu. Apakah pengajian hari ini menjadi pengajian terakhir sebelum kita dipanggil Allah.


Penutup

Mari kita niatkan dalam hati:

> "Ya Allah, jangan biarkan rasa malas mengalahkan langkah kami menuju majelis ilmu. Jadikan setiap langkah kami sebagai cahaya di alam kubur dan pemberat timbangan amal di hari kiamat."


Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah menghadiri majelis ilmu, mengamalkan ilmu yang dipelajari, dan mengumpulkan kita kelak bersama Rasulullah ﷺ di surga-Nya.


Aamiin ya Rabbal 'alamiin.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tuesday, July 7, 2026

Begini Doa Malaikat untuk Orang yang Tidur Malam dalam Keadaan Suci

Malaikat seringkali mendoakan hamba yang berbuat bajik. Malaikat misalnya, mendoakan orang yang berinfak, duduk di masjid menunggu sholat, dan banyak lagi. Orang yang tidur malam dalam keadaan suci juga didoakan malaikat.


Al-Imam ath-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sucikanlah badan-badan kalian, semoga Allah mensucikan kalian, karena tidak ada seorang hamba pun yang tidur malam dalam keadaan suci melainkan satu Malaikat akan bersamanya di dalam syi’aar, tidak satu saat pun dia membalikkan badannya melainkan satu Malaikat akan berkata: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini, karena ia tidur malam dalam keadaan suci.’”


Selanjutnya, Al-Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidur dalam kedaan suci, maka Malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dan tidaklah ia bangun melainkan Malaikat berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena ia tidur dalam keadaan suci.


Ada riwayat lain yang menunjukkan keutamaan orang yang tidur malam dalam keadaan bersuci. Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud dari Sahabat Mu’adz bin Jabal ra, Rasulullah SAW bersabda:“Tidaklah seorang muslim bermalam dalam keadaan berzikir kepada Allah dan dalam keadaan suci, lalu ia bangun pada suatu malam dan berdoa memohon kebaikan dunia atau akhirat kepada Allah melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya.” 

Hadis tersebut menginformasikan bahwa tidur dalam keadaan suci termasuk di antara sebab sebuah doa dikabulkan oleh Allah SWT.


Ya Allah Yang Maha Akhir, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya dapat tidur dalam keadaan bersuci agar didoakan oleh malaikat.. Aamiin.

Monday, July 6, 2026

Mengkalkulasi Pahala Amal Saleh

Dalam memahami pahala dari Allah, jangan pernah memakai cara hitungan matematis yang saklek. 

Karenanya pahala Allah jangan dihitung dengan cara pandang kita.

Karenanya ketika anda merasa amalannya terbaik dari satu sisi, belum tentu disisi lain. 


Yang pasti Allah Maha adil. Dan jangan lupa keadilan-Nya itu terbangun di atas asas cinta dan kasih-Nya. Pada akhirnya lakukan "muhasabah" tanpa "menghisab" (orang lain).


Muhasabah itu introspeksi diri. Sementara menghisab itu artinya menghakimi orang lain. 

Dan tak kalah pentingnya, syurga itu tidak berpintu tunggal. Fokus saja pada diri dan jalan menuju Allah. Biarlah Allah yang mengkalkulasi dengan caraNya.


Di alam akhirat kelak, Allah SWT akan memperhitungkan amal kita (hisab). Setiap kebaikan sekecil apa pun akan dicatat dan diberi ganjaran dan keburukan sekecil apa pun akan dicatat dan diberi balasan berupa adzab-Nya (QS 99: 7-8).


Dalam ayat lain ditegaskan: ''Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan, jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)-nya. Dan, cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan (QS Al Anbiya: 47).


Ya Allah Yang Maha Awal, berilah kekuatan kpd untuk beramal dan berbuat kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak.. Aamiin

Sunday, July 5, 2026

8 (Delapan) Dosa Karena Lisan

Dosa akibat lisan ini tidak main-main, karena dengan lisanlah surga dan neraka seseorang ditentukan.

Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah benar iman seseorang, hingga hatinya menjadi benar. Dan tidaklah benar hati seseorang, hingga benar lisannya.” (HR. Imam Ahmad). 


Imam Al Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah, menjelaskan ada 8 perkara yang perlu diperhatikan agar lisan tidak menyeret kita ke dalam dosa. Yaitu; 

*1. Berdusta* 

Jagalah lidah agar tidak berdusta baik dalam keadaan yang serius maupun bercanda.


*2. Menyalahi janji*

Jika terpaksa harus berjanji, maka harus menepatinya. Sebab, menyalahi janji atau mengingkari jani merupakan salah satu dari tanda-tanda nifak dan buruknya akhlak. Sesuai perkataan Rasulullah bersabda, “Ada tiga hal, yang jika ada di antara kalian yang jatuh ke dalamnya maka ia termasuk munafik, walaupun ia puasa dan shalat. Yaitu, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanat ia berkhianat.”


*3. Ghibah (menggunjing)*

Makna ghibah adalah membicarakan seseorang dengan sesuatu yang ia benci jika ia mendengarnya.

Cukuplah firman Allah, ini menghalangimu dari ghibah, “Jangan sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kalian senang memakan daging saudaranya yang sudah mati. Pasti kalian tidak menyukainya” (Q.S. al-Hujurat: 12).


*4. Mendebat*

Dengan mendebat, kita telah menyakiti, menganggap bodoh, dan mencela orang yang kita debat.

Rasulullah bersabda, “Siapa yang meninggalkan perdebatan sedang ia dalam keadaan salah, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di tepi surga. Dan siapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia dalam posisi yang benar Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga yang paling tinggi.”


*5. Mengklaim diri bersih dari dosa*

 Allah Ta'ala berfirman, “Jangan kalian merasa suci. Dia yang lebih mengetahui siapa yang bertakwa” (Q.S. an-Najm: 32). Sebagian ahli hikmat ditanya, “Apa itu jujur yang buruk?” Mereka menjawab, “Seseorang yang memuji dirinya sendiri.” Janganlah engkau terbiasa demikian. Ketahuilah bahwa hal itu akan mengurangi kehormatanmu di mata manusia dan mengakibatkan datangnya murka Allah.


*6. Mencela*. 

Jangan sampai mencela ciptaan Allah Ta'ala, baik itu hewan, makanan, ataupun manusia. Janganlah dengan mudah memastikan seseorang yang menghadap kiblat sebagai kafir, atau munafik. Karena, yang mengetahui semua rahasia hanyalah Allah. Oleh karena itu, jangan mencampuri urusan antara hamba dan Allah SWT. 


*7. Mendoakan keburukan bagi orang lain*

 Peliharalah lidah untuk tidak mendoakan keburukan bagi suatu makhluk Allah. Jika ia telah berbuat aniaya padamu, maka serahkan urusannya pada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Seorang yang dianiaya mendoakan keburukan bagi yang menganiaya dirinya sehingga menjadi imbang, kemudian yang menganiaya masih memiliki satu kelebihan yang bisa ia tuntut kepadanya pada hari kiamat.” 


*8. Bercanda, mengejek, dan menghina orang* Peliharalah lidah baik dalam kondisi serius maupun canda karena ia bisa menjatuhkan kehormatan, menurunkan wibawa, membuat risau, dan menyakiti hati. Ia juga merupakan pangkal timbulnya murka dan marah serta dapat menanamkan benih-benih kedengkian di dalam hati. 


Ya Allah Yang Maha Mengakhirkan, mampukan ji kami, kel, shbt dan kel nya dapat terhindar dari dosa karena lisan kami... Aamiin.