Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Wednesday, July 8, 2026

Istiqamah di Majelis Ilmu: Bekal Terindah Sebelum Masuk Liang Kubur

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.


Sdrku yang dimuliakan Allah...


Ada satu pertanyaan yang jarang kita renungkan.


Ketika nanti tubuh kita sudah terbujur kaku di liang kubur, bekal apa yang paling kita banggakan?


Apakah rumah yang megah? Apakah tabungan yang banyak? Apakah kendaraan yang mewah?


Tidak...


Semua itu berhenti di tepi kuburan.


Yang ikut masuk ke liang lahat hanyalah amal saleh, salah satunya adalah ilmu yang dipelajari dan diamalkan.


Allah Memerintahkan Mencari Ilmu


Allah berfirman:


> وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا


Latin: Wa qul rabbi zidnii 'ilmaa.


Artinya: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu." (QS. Thaha: 114)


Perhatikan... Nabi Muhammad ﷺ tidak diperintahkan meminta tambahan harta, tetapi diperintahkan meminta tambahan ilmu.


Jalan Menuju Surga


Rasulullah ﷺ bersabda:


> مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ


Latin:

Man salaka thariiqan yaltamisu fiihi 'ilman sahhalallahu lahu bihi thariiqan ilal jannah.


Artinya: "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga."


(HR. Muslim)


Setiap langkah menuju pengajian... Setiap tetes keringat... Setiap rasa kantuk yang dilawan...


Tidak ada yang sia-sia di sisi Allah.


Mengapa Setan Sangat Senang Membuat Kita Malas?


Ketika ada pengajian...


Tiba-tiba hujan sedikit... "Besok saja."


Capek sedikit... "Nanti saja."


Ada tamu... "Libur dulu."


Tetapi anehnya...


Kalau ada kondangan... Tidak capek.


Kalau ada jalan-jalan... Tidak malas.


Kalau ada diskon... Semangat luar biasa.

Ini menunjukkan bahwa malas ke majelis ilmu sering kali merupakan godaan yang harus dilawan.


*Contoh Nyata*

Ada seorang bapak sederhana.

Setiap malam Selasa beliau datang pengajian naik sepeda ontel hampir 8 kilometer.


Orang bertanya, "Pak, kenapa jauh-jauh datang?"

Beliau menjawab,

> "Saya takut nanti di kubur ditanya Allah, kenapa ketika masih sehat tidak mau datang mencari ilmu."

Jawaban sederhana... Tetapi membuat banyak orang menangis.


Kisah yang Menggetarkan

Ada seorang ulama berkata,

> "Aku tidak takut mati dalam keadaan miskin. Yang aku takutkan adalah mati dalam keadaan jauh dari majelis ilmu."


Mengapa?

Karena ilmu menjaga iman. Sedangkan harta tidak mampu menjaga iman.


Kisah Imam Ahmad bin Hanbal

Ahmad bin Hanbal pernah ditanya, "Kapan seseorang berhenti mencari ilmu?"


Beliau menjawab,

> مَعَ الْمِحْبَرَةِ إِلَى الْمَقْبَرَةِ

Latin: Ma'al mihbarati ilal maqbarah.

Artinya:

"Dari membawa tinta (belajar) sampai masuk kubur."


Belajar tidak mengenal usia. Bukan hanya anak-anak. Bukan hanya santri. Tetapi sampai napas terakhir. Gambaran Menjelang Kubur. Bayangkan...


*Suatu hari nanti...*

Anak-anak mengantar kita ke pemakaman. Rumah yang kita bangun ditinggalkan. Mobil dipakai orang lain. Uang diwariskan. Jabatan digantikan.

Yang menemani hanyalah amal.

Lalu malaikat bertanya.

Kalau selama hidup kita rajin menghadiri majelis ilmu. Insya Allah Allah memberi kemudahan memahami agama dan mengamalkannya.


*Humor Ringan*

Kadang ada yang berkata,

"Pak, saya belum sempat ikut pengajian."

Saya tanya, "Kenapa?", "Kesibukan."

Saya lihat status WhatsApp-nya...

Tiga jam memancing. Empat jam nonton bola. Dua jam nongkrong di warung.

Kalau pengajian satu jam. Katanya sibuk. Jangan-jangan bukan tidak punya waktu. Tetapi belum menjadikan ilmu sebagai prioritas.

(Jamaah biasanya tersenyum sambil merenung.)


Muhasabah

Kalau hari ini Allah masih memberi kita kaki. 

Gunakan melangkah ke majelis ilmu.


Masih diberi telinga...

Gunakan mendengar nasihat.

Masih diberi hati...

Gunakan menerima kebenaran.

Karena kita tidak tahu. Apakah pengajian hari ini menjadi pengajian terakhir sebelum kita dipanggil Allah.


Penutup

Mari kita niatkan dalam hati:

> "Ya Allah, jangan biarkan rasa malas mengalahkan langkah kami menuju majelis ilmu. Jadikan setiap langkah kami sebagai cahaya di alam kubur dan pemberat timbangan amal di hari kiamat."


Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah menghadiri majelis ilmu, mengamalkan ilmu yang dipelajari, dan mengumpulkan kita kelak bersama Rasulullah ﷺ di surga-Nya.


Aamiin ya Rabbal 'alamiin.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

No comments:

Post a Comment