Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Kadang kalau mendengar kata “qurban”, ada orang langsung pegang dompet.
Dompetnya mungkin tidak bicara… tapi hatinya berkata:
“Ya Allah… kambing sekarang mahal…”
Ada juga yang sudah niat qurban…
tapi pas lihat harga sapi, tiba-tiba:
pura-pura batuk,
pura-pura hitung cicilan,
bahkan mendadak merasa “tahun ini fokus spiritual saja…”
Padahal sesungguhnya… qurban bukan membuat kita miskin.
Justru qurban melatih hati agar tidak diperbudak dunia.
Karena masalah terbesar manusia sering bukan kurang harta…
tetapi terlalu cinta harta.
Allah Tidak Akan Membuat Orang Dermawan Menjadi Rugi
Allah berfirman:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ
Latin:
Wa mā anfaqtum min syai’in fahuwa yukhlifuh.
Artinya:
“Apa saja yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya.”
(QS. Saba’: 39)
Lihat…
Allah tidak mengatakan “mengurangi”,
tetapi Allah mengatakan “mengganti”.
Kadang manusia takut miskin karena sedekah dan qurban.
Padahal:
uang bisa habis karena sakit,
bisa habis karena musibah,
bisa habis karena gaya hidup, tetapi harta yang keluar di jalan Allah justru menjadi tabungan akhirat.
Nabi Mengajarkan: Sedekah Tidak Mengurangi Harta
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
Latin:
Mā naqashat ṣadaqatun min māl.
Artinya:
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim)
Kalau dipikir dengan logika manusia memang aneh.
Keluar uang… kok katanya bertambah?
Berkurban… kok katanya berkah?
Karena Allah menghitung dengan keberkahan…
bukan hanya angka.
Ada orang gajinya besar tapi selalu kurang.
Ada orang penghasilannya biasa saja… tapi:
rumah tangganya tenang,
anaknya sehat,
hidupnya berkah,
rezekinya cukup.
Itulah keberkahan.
Qurban Melatih Kita Mengalahkan Cinta Dunia
Hakikat qurban adalah latihan hati.
Karena manusia gampang diperbudak dunia:
sibuk mengejar cicilan,
sibuk mengejar jabatan,
sibuk mengejar pujian manusia, sampai lupa mengejar ridha Allah.
Allah berfirman:
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ
Latin:
Zuyyina linnāsi ḥubbusy-syahawāt.
Artinya:
“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada hal-hal yang diingini…”
(QS. Ali ‘Imran: 14)
Maka qurban itu seperti pesan Allah:
“Kalau hartamu terlalu kau cintai… keluarkan sebagian demi Allah.”
Contoh Real di Masyarakat
1. Ada orang mampu beli HP belasan juta…
Tapi ketika diminta iuran qurban:
“Wah… ekonomi sedang sulit.”
Padahal tiap malam scrolling marketplace tidak sulit.
2. Ada yang sanggup nongkrong mahal tiap minggu…
Tapi untuk membantu tetangga miskin terasa berat.
Qurban mengajarkan: harta itu titipan, bukan pegangan abadi.
3. Ada pedagang kecil yang tetap qurban
Walau penghasilannya sederhana.
Ajaibnya:
dagangannya makin lancar,
hidupnya tenang,
anak-anaknya rukun.
Karena Allah memberi keberkahan bagi hati yang ikhlas.
Qurban Mengajarkan Ikhlas Seperti Nabi Ibrahim
Bayangkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.
Yang diminta Allah bukan kambing dulu…
tetapi anak yang sangat dicintai.
Allah ingin melihat: mana yang lebih besar?
cinta kepada dunia? atau cinta kepada Allah?
Maka qurban hari ini sebenarnya bukan tentang hewan…
tetapi tentang siapa yang paling kita cintai.
Jangan Sampai Kita Jadi Budak Dunia
Sekarang banyak manusia:
bangun tidur cek saldo,
tidur lagi mikir cicilan,
bangga kalau hartanya naik,
sedih kalau hartanya turun.
Hatinya akhirnya diperbudak dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ
Latin:
Ta‘isa ‘abdu d-dīnār wad-dirham.
Artinya:
“Celakalah hamba dinar dan dirham (hamba uang).”
(HR. Bukhari)
Artinya apa?
Kalau hidup hanya mengejar uang… maka uang menjadi “tuhan kedua” dalam hati.
Na‘ūdzu billāh.
Penutup
Sdrku …
Qurban bukan tentang siapa paling besar sapinya.
Bukan tentang siapa paling banyak fotonya.
Tetapi:
siapa yang paling ikhlas,
siapa yang paling rela melepas cintanya kepada dunia demi Allah.
Karena sesungguhnya… yang membuat manusia miskin bukan sedikit hartanya…
tetapi hati yang tidak pernah merasa cukup.
Dan yang membuat manusia kaya bukan banyak uangnya…
tetapi hati yang penuh syukur dan yakin kepada Allah.
Semoga qurban tahun ini:
membersihkan hati kita,
melembutkan jiwa kita,
menjauhkan kita dari cinta dunia,
dan menjadikan kita hamba yang dermawan serta ikhlas.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.






No comments:
Post a Comment