Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh.
Sebentar lagi kita memasuki hari-hari qurban. Suara kambing mulai terdengar… Sapi mulai dipesan… Panitia mulai sibuk…
Tetapi ada satu pertanyaan penting:
Apakah Allah benar-benar membutuhkan daging dan darah hewan qurban kita?
Jawabannya ada dalam firman Allah Surat Al-Hajj ayat 37.
Dalil Al-Qur’an
Arab
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Latin
Lan yanaalallāha luhūmuhā wa lā dimā’uhā walākin yanaaluhut-taqwā minkum. Kadzālika sakhkharahā lakum litukabbirullāha ‘alā mā hadākum. Wa basysyiril muhsinīn.
Terjemahan
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian. Demikianlah Dia menundukkannya untuk kalian agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepada kalian. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj: 37)
Tafsir Perkata yang Menyentuh Hati
1. لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا
Lan yanaalallāha luhūmuhā
“Daging hewan itu tidak akan sampai kepada Allah.”
Artinya: Allah tidak membutuhkan daging qurban kita.
Kalau semua manusia tidak berqurban pun, Allah tetap Maha Kaya.
Jadi qurban bukan untuk memberi makan Allah, tetapi untuk mendidik hati manusia.
2. وَلَا دِمَاؤُهَا
Wa lā dimā’uhā
“Dan tidak pula darahnya.”
Di zaman jahiliyah dulu, ada orang mengusap darah qurban ke Ka’bah, mengira itu mendekatkan diri kepada Allah.
Islam meluruskan: Yang Allah nilai bukan darahnya… bukan besar sapinya… bukan mahal kambingnya…
Tetapi isi hati saat berqurban.
3. وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ
Walākin yanaaluhut-taqwā minkum
“Tetapi yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan kalian.”
Inilah inti qurban.
Bukan sekadar menyembelih kambing… tetapi menyembelih:
kesombongan,
sifat pelit,
cinta dunia,
ego,
dan kerakusan.
Kadang yang paling sulit dikorbankan bukan sapi… tetapi gengsi dan hawa nafsu.
4. كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ
Kadzālika sakhkharahā lakum
“Demikianlah Allah menundukkan hewan-hewan itu untuk kalian.”
Coba bayangkan… Sapi yang besar bisa dikendalikan manusia. Kambing yang kuat bisa disembelih manusia.
Itu semua karena Allah yang menundukkan.
Kalau Allah mau, seekor sapi saja bisa liar dan tak bisa didekati.
Maka jangan sombong. Semua kemudahan berasal dari Allah.
5. لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ
Litukabbirullāha ‘alā mā hadākum
“Agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya.”
Karena itu saat Idul Adha kita bertakbir:
Allāhu Akbar, Allāhu Akbar…
Artinya: yang besar bukan harta kita, bukan jabatan kita, bukan hewan qurban kita…
Tetapi Allah.
6. وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Wa basysyiril muhsinīn
“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”
Allah menjanjikan kebahagiaan bagi orang yang ikhlas beribadah dan berbagi.
Orang yang suka memberi, hatinya biasanya lebih tenang.
Sedangkan orang yang terlalu cinta dunia, hidupnya sering gelisah.
Contoh Real di Masyarakat
1. Orang sederhana tapi ikhlas qurban
Ada tukang bakso… Menabung sedikit demi sedikit selama setahun.
Akhirnya bisa membeli kambing kecil untuk qurban.
Saat kambing disembelih, ia menangis haru.
Mungkin kambingnya kecil di mata manusia… tetapi besar di sisi Allah karena ikhlasnya.
2. Qurban hanya demi gengsi
Ada juga orang yang qurban sapi besar, tetapi niatnya supaya dipuji:
“Wah… Pak itu hebat.”
Difoto terus… Diunggah terus… Disebut terus…
Padahal Allah melihat hati, bukan ukuran hewannya.
3. Anak kecil belajar berbagi
Di kampung, anak-anak biasanya senang membantu membagikan daging qurban.
Dari situ mereka belajar: Islam mengajarkan berbagi, bukan hidup sendiri.
4. Qurban menyatukan masyarakat
Saat Idul Adha:
yang kaya memberi,
yang miskin menerima,
tetangga berkumpul,
panitia bekerja bersama.
Qurban bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga memperkuat persaudaraan.
Hikmah dan Pelajaran
1. Allah melihat hati, bukan penampilan
Ibadah yang kecil tapi ikhlas bisa lebih besar nilainya.
2. Qurban melatih keikhlasan
Belajar mengeluarkan harta untuk Allah.
3. Ketakwaan lebih mahal daripada hewan qurban
Bisa saja sapinya besar, tetapi hatinya riya’.
4. Islam mengajarkan kepedulian sosial
Qurban membuat orang miskin ikut merasakan kebahagiaan.
5. Semua nikmat berasal dari Allah
Hewan, rezeki, kesehatan, semuanya titipan Allah.
Penutup
Nanti saat takbir berkumandang… dan hewan qurban disembelih…
Jangan hanya melihat darah yang mengalir. Tetapi lihat:
apakah hati kita juga semakin dekat kepada Allah?
Karena sejatinya, Idul Adha bukan sekadar memotong hewan…
tetapi memotong kesombongan, keegoisan, dan cinta dunia dalam hati kita.
Doa Penutup
اللّٰهُمَّ اجْعَلْ قُرْبَانَنَا قُرْبَانًا مَقْبُولًا، وَاجْعَلْ قُلُوبَنَا مُخْلِصَةً لَكَ، وَارْزُقْنَا التَّقْوَىٰ وَالْإِخْلَاصَ
Latin
Allāhummaj‘al qurbānanā qurbānan maqbūlā, waj‘al qulūbanā mukhlishatan laka, warzuqnat-taqwā wal ikhlāsh.
Terjemahan
“Ya Allah, jadikan qurban kami qurban yang diterima, jadikan hati kami ikhlas kepada-Mu, dan karuniakan kepada kami ketakwaan serta keikhlasan.”
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh






No comments:
Post a Comment