Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.
Pernahkah kita bertanya, apa rahasia orang yang tetap tenang saat diuji dan tetap rendah hati saat diberi nikmat?
Jawabannya adalah iman.
Para ulama sering menyampaikan sebuah hikmah:
الإِيمَانُ نِصْفَانِ: نِصْفٌ صَبْرٌ وَنِصْفٌ شُكْرٌ
Latin: Al-īmānu nishfān: nishfun shabrun wa nishfun syukrun.
Artinya: "Iman itu terdiri dari dua bagian: separuh adalah sabar dan separuh lagi adalah syukur."
Ungkapan ini adalah hikmah yang masyhur di kalangan ulama, bukan hadis sahih dari Nabi ﷺ. Maknanya sejalan dengan ajaran Islam: hidup seorang mukmin selalu berputar antara menerima nikmat yang harus disyukuri dan menghadapi ujian yang harus disabari.
Dalil tentang sabar
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Latin: Yā ayyuhalladzīna āmanusta'īnū bish-shabri wash-shalāh. Innallāha ma'ash-shābirīn.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)
Perhatikan, Allah menyandingkan sabar dengan shalat, bukan tanpa alasan. Ketika hati berat, shalat adalah tempat menguatkan diri.
Dalil tentang syukur
Allah berfirman:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Latin: La'in syakartum la'azīdannakum.
Artinya: "Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian." (QS. Ibrahim: 7)
Syukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah, tetapi menggunakan nikmat Allah untuk ketaatan.
Hadis yang menggambarkan kehidupan seorang mukmin
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Latin: 'Ajaban li amril mu'min, inna amrahu kullahu lahu khair. In ashābat-hu sarrā'u syakara fakāna khairan lah, wa in ashābat-hu dharrā'u shabara fakāna khairan lah.
Artinya: "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya baik. Jika mendapat nikmat, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ditimpa musibah, ia bersabar, maka itu juga baik baginya." (HR. Sahih Muslim)
Hubungannya dengan shalat khusyuk
Mengapa banyak orang sulit khusyuk Karena ketika berdiri shalat, hati masih sibuk memikirkan dunia.
Padahal shalat adalah tempat melatih dua hal sekaligus:
Saat hidup penuh ujian, kita datang kepada Allah dengan sabar.
Saat hidup penuh nikmat, kita datang kepada Allah dengan syukur.
Orang yang khusyuk tidak hanya membaca Al-Fatihah dengan lisannya, tetapi juga berkata dalam hatinya:
"Ya Allah, aku datang membawa semua bebanku dan semua nikmatku. Semuanya aku serahkan kepada-Mu."
Itulah sebabnya Allah berfirman:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
"Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat."
Shalat menjadi tempat bertemunya sabar dan syukur.
Contoh nyata di masyarakat
Ada seorang pedagang yang tokonya terbakar.
Ia menangis, tetapi bibirnya mengucapkan:
"Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn. Ya Allah, Engkau yang memberi, Engkau pula yang mengambil."
Ia tetap menjaga shalat berjamaah.
Beberapa tahun kemudian Allah membukakan rezeki yang lebih luas.
Sebaliknya, ada seorang pengusaha yang sukses.
Mobil bertambah. Rumah bertambah. Tetapi setiap kali azan berkumandang, ia tetap menuju masjid. Ketika ditanya mengapa, ia menjawab:
"Kalau rezekiku bertambah tetapi sujudku berkurang, berarti aku sedang rugi."
Inilah syukur yang sejati.
Kisah
Dikisahkan seorang ulama ditanya, "Bagaimana engkau bisa selalu tenang?"
Beliau menjawab, "Ketika Allah memberi, aku bersyukur. Ketika Allah mengambil, aku bersabar. Dalam dua keadaan itu aku tetap berdiri di atas sajadah."
Kalimat ini mengajarkan bahwa sajadah adalah tempat terbaik untuk menangis saat sedih dan bersujud saat bahagia.
Renungan
Jika hari ini hidupmu sedang sulit...
Jangan tinggalkan shalat.
Jika hari ini rezekimu sedang lapang...
Jangan tinggalkan shalat.
Karena shalat yang khusyuk akan mengajarkan sabar ketika kehilangan dan syukur ketika mendapatkan.
Sabar menjaga kita agar tidak putus asa.
Syukur menjaga kita agar tidak sombong.
Dan shalat menjaga keduanya agar tetap hidup di dalam hati.
Penutup
Mari kita berdoa,
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الصَّابِرِينَ وَمِنَ الشَّاكِرِينَ وَارْزُقْنَا خُشُوعًا فِي الصَّلَاةِ
Latin:
Allāhummaj'alnā minash-shābirīn wa minasy-syākirīn warzuqnā khusyū'an fish-shalāh.
Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang sabar, orang-orang yang bersyukur, dan anugerahkanlah kepada kami kekhusyukan dalam shalat."
Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh






No comments:
Post a Comment