Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Saturday, March 7, 2026

Hikmah Nuzulul Quran

Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Nuzulul Quran sering kali diperingati dengan berbagai macam acara seperti pengajian, tahlil, khatam Alquran dan lain sebagainya.


Adapun beberapa hikmah yang bisa anda petik sebagai berikut:

*1. Meneladani Peristiwa Turunnya Al-Quran*

Peristiwa Nuzulul Quran adalah sebuah momentum perubahan bagi Umat Muslim. Yang sebelumnya kita hidup tanpa aturan dengan adanya AL-Quran setiap aspek dalam kehidupan kita menjadi lebih bermakna. Oleh karena itu, salah satu amalan yang wajib dilakukan oleh umat Islam adalah membaca Al-Quran, karena di dalamnya dijelaskan secara jelas bagaimana kita seharunsya dalam menjalani kehidupan.


*2. Semakin Dekat dengan Al-Quran*

Seperti yang kita ketahui bahwa Al-Quran adalah pedoman hidup, saat terjadinya Nuzulul Quran malakat Jibril mengajarkan kepada Nabi Muhammad untuk membaca seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Alaq ayat 1.

Kata membaca tentunya tidak hanya sebatas mengerti apa yang coba disampaikan oleh malaikat Jibril, tetapi juga untuk mengamati segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Selain itu, membaca juga merupakan jendela pengetahuan, jika kita ingin mempelajari sesuatu maka kita harus membaca.

Hal sekecil itupun sudah dijelaskan dalam Al-Quran, maka dari itu kita sebagai umat Islam diharuskan untuk meneledani segala ucapan Allah SWT yang ia turunkan lewat Al-Quran.


*3. Mengerti Isi Al-Quran*

Kita bisa lebih dekat untuk mengerti lebih dalam tentang segala hal yang terkandung dalam Al-Quran. Seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Isra. 

Allah berfirman :

“Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidak lah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."(QS Al-Isra:82) 

Ya Allah Al Ahad, mampukan kami, kel, shbt dan kelnya dapat mengambil hikmah dari Nuzulul Qur'an dan menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai rujukan kami dalam segala aktivitas setiap harinya.

Aamiin.

Friday, March 6, 2026

Amalan Sederhana yang Besar Pahalanya di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.


Amalan ringan namun berpahala besar yang dapat kita lakukan selama Ramadhan.

*1. Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an*

Ramadhan disebut sebagai bulan Al-Qur’an karena pada bulan ini wahyu pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Membaca Al-Qur’an, meskipun hanya beberapa ayat, memiliki pahala yang besar. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:  

"Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat." (HR. Tirmidzi)  


*2. Memberikan makanan untuk berbuka*  

Salah satu amalan ringan namun berpahala besar adalah memberi makan orang yang berpuasa, meskipun hanya dengan sebutir kurma atau seteguk air. Rasulullah SAW bersabda:  

"Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun." (HR. Tirmidzi)  


*3. Berdzikir dan memperbanyak doa*

Dzikir merupakan ibadah yang sangat mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja, tetapi memiliki keutamaan yang besar. Lafaz-lafaz dzikir seperti:

Subhanallah (Maha Suci Allah)  

Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)  

La ilaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah)  

Allahu Akbar (Allah Maha Besar)  

Selain itu, memperbanyak doa, terutama saat berbuka puasa dan di waktu sahur, sangat dianjurkan karena Ramadhan adalah waktu di mana doa lebih mudah dikabulkan.  


*4. Menjaga lisan dan menghindari perbuatan sia-sia*

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perkataanmu dan perbuatan yang tidak bermanfaat. Beliau bersabda:

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh dari rasa laparnya dan hausnya." (HR. Bukhari)  


*5. Bersedekah, sekecil apapun*

Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Sekeping koin, senyuman, atau membantu orang lain dengan tenaga juga termasuk sedekah. Rasulullah SAW bersabda:

"Setiap kebaikan adalah sedekah." (HR. Muslim)  


*6. Menghidupkan malam dengan shalat dan istighfar*  

Shalat malam di bulan Ramadhan, baik tarawih maupun tahajud, memiliki keutamaan besar. Selain itu, memperbanyak istighfar (memohon ampun) di waktu sahur juga sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman:  

"Dan pada waktu sahur mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Az-Zariyat: 18) 

Ya Allah Al Wahid, mampukan kami, kel, shbt dan kel bisa istiqomah menjalankan amalan sederhana ini di bulan Ramadhan.

Aamiin.

Thursday, March 5, 2026

5 Amalan Utama Bulan Ramadhan untuk Dikerjakan

Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa dan penuh berkah. Karena itu, sayang jika dilewatkan begitu saja tanpa mengerjakan amal ibadah di bulan ini.

Lantas, apa saja amalan yang bisa dikerjakan di bulan Ramadhan? Berikut amalan dan hadis yang mendukungnya.

*1. Puasa Ramadhan*

Dari Abi Hurairah berkata, bahwa Rasulullah SAW, bersabda: 'Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan dilandasi keimanan kepada Allah dan mengharap pahala dari Allah, akan diampuni dosanya pada masa lampau'" (HR. Bukhari)

*2. Sholat tarawih*

Dari al-Nadhar bin Syaiban berkata bahwa ia bertemu dengan Aba Salamah bin Abdirrahman bahwa ia mendengar dari bapaknya dari Rasulullah SAW, pada bulan Ramadhan maka ia berkata: 'Ya, sungguh Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan aku (Rasululllah) menganjurkan melakukan sholat tarawih, karena itu siapa yang berpuasa Ramadhan dan sholat tarawih hanya mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya seperti ketika dilahirkan ibunya."

*3. I'tikaf*

Hadis riwayat Aisyah ra:

"Bahwa Nabi saw melakukan i'tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i'tikaf setelah beliau wafat." (HR. Muslim).

*4. Sedekah dan membayar zakat fitrah*

Dalam sebuah hadis, dari Anas dikatakan, "Wahai Rasulullah, Kapan shodaqah yang paling utama? Rasul menjawab, 'sedekah di bulan Ramadhan". (HR. At-Tirmidzi).

Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai sarana penyucian dari hati dan perkataan yang kotor bagi orang yang berpuasa. Selain itu, sebagai bentuk pemberian makan orang-orang miskin. Siapa yang melaksanakannya sebelum sholat maka akan diterima, sedang siapa yang melaksanakannya setelah sholat Idul Fitri maka dianggap sebagai sedekah biasa." (HR. Abi Daud)

*5. Tadarus Al Quran*

Lebih baik lagi jika mengkhatamkan Al Quran.

Al Quran juga diturunkan saat bulan Ramadhan. Oleh sebab itu, setiap 17 Ramadhan selalu diperingati dengan Nuzulul Quran atau malam turunnya Al Quran.

Ya Allah Al Maajid, berilah kemampuan kpd kami, kelas, shbt dan kel nya untuk dapat mengerjakan amalan² utama di bulan Ramadhan.

Aamiin.

Wednesday, March 4, 2026

TAQWA

Taqwa adalah : Menjalankan perintah Nya menjauhi larangan Nya.

ARTI TAQWA SECARA LUAS

*1. Takut kepada ALLAH Yang Maha Agung*

A. (Al Imran : 102), yang artinya :

*Wahai orang2 yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar benarnya taqwa kepada Nya.........*


B. (QS Al-Ḥasyr : 18), yang artinya :

Wahai orang2 yan beriman bertawalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang yelah diperbuatnya untuk hari esuk (akherat) dan bertaqwalah kepada Allah, Sungguh Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.


2. Beramal dengan wahyu (Al-Qur’an) :

A. (QS Al-Ma'idah : 48), yang artinya :

Dan Kami telah menurunkan kitab kepadamu Muhammad dengan membawa kebenaran yang membenarkan kitab2 yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah (Al Qur'an)*...........*


B. (QS Al-Baqarah : 2), yang artinya :

Kitab Al Qur'an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa


3. Qana’ah/ridha atas pemberian Allah dan tidak terpedaya dunia

A. QS. Al-Ḥadid : 20), yang artinya :

*Ketahuilah sebenarnya dunia itu hanya permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga diantara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan..............................dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang palsu*


B. (QS Aṭ-Ṭalaq : 3), yang artinya :

Dan Dia Allah memberi rezeki dari arah yang tidak disangka sangka. Dan barang siapa bertawaqal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya...........


4. Bersiap untuk akhirat :

A. (QS Al-‘Ankabut : 64), yang artinya :

*................. Sesungguhnya negeri akherat itulah kehidupan yang sebenarnya sekiranya mereka mengetahui*

B. (QS Al-Ḥasyr : 18), yang artinya :

*Wahai orang2 yang beriman bertaqwalah kepada Allah...............*

_berlanjut_

Tuesday, March 3, 2026

Keutamaan Tadarus Al-Qur'an yang Jarang Diketahui Umat Islam

Bulan Ramadhan disebut bulan Al-Qur'an. Salah satu kegiatan yang sering dilakukan umat muslim di bulan Ramadhan adalah Tadarus Al-Qur'an. Bahkan ini dicontohkan oleh suri tauladan kita, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.


Berikut Keutamaan Tadarus Al-Qur'an: 

*1. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda* 

 Membaca 1 huruf Al-Qur’an akan dibalas dengan sepuluh kebajikan. Seperti diterangkan hadis berikut: Dari Ibn Mas'ud RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Qur’an) maka ia mendapat satu kebaikan. Setiap kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan: "Alif Laam Miim" satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf. (HR At-Tirmidzy) 


*2. Memperoleh Ketenangan dan Kedamaian Hati*

Sebagaimana firman Allah berikut "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." (Al-Isra : 82). 

Di ayat lain Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'du: 28) 


*3. Mendapatkan Syafa'at di Hari Kiamat* 

Mereka yang membaca Al-Qur'an akan mendapatkan syafa'at dari Al-Qur'an sebagaimana sabda Rasulluloh."Dari Abu Umamah RA berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda: 'Bacalah Al-Qur'an karena sesungguhnya Al-Qur'an itu nanti pada hari kiamat akan datang untuk memberi syafa'at kepada orang yang membacanya." (HR Muslim). 


*4. Menghidupkan Hati yang Kosong Hati*

 Rumah yang tidak dibacakan Al-Qur'an , maka akan diliputi oleh kesempitan dan ketidakberkahan.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata bahwa Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya seorang yang tida ada sedikitpun Al-Qur'an dalam hatinya adalah seperti rumah kosong". (HR at-Tirmidzi)


*5. Memperkuat Ukhuwah Sesama Muslim*

Manfaat lain dari Tadarus Al-Qur'an adalah dapat menguatkan persaudaraan sesama muslim (ukhuwah Islamiyah). Mereka yang tadarus Al-Qur'an baik di masjid, mushalla atau rumah berarti telah menyambung silaturahim sesama saudara muslim lainnya. Tadarus Al-Qur'an juga dapat menjauhkan seseorang dari perkara ghibah dan semacamnya.

Ya Allah Al Qoyyuum, beri kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya istiqomah untuk ber-tadaruz membaca Al-Quran untuk mendapatkan keutamaan nya.

Aamiin

Monday, March 2, 2026

Haruskah Mengkhatamkan Al-Qur'an di Bulan Ramadan?

Salah satu amalan di bulan Ramadan yang banyak dilakukan umat Islam adalah tadarus atau membaca kitab suci Al-Qur'an dengan harapan meraih pahala yang berlimpah. Diriwayatkan, Rasulullah SAW mengkhatamkan Quran sekali selama Ramadan bersama Jibril as , namun pada tahun wafatnya beliau mengkhatam 2 kali bersama Jibril as. Syaikh Ibnu Utsaimin dalam bukunya berjudul "Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin" pernah ditanya, apakah diwajibkan bagi orang yang berpuasa untuk mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadan? 

Beliau menjawab, “Mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadan bukan perkara wajib. Akan tetapi, selayaknya seseorang memperbanyak membaca Al-Quran di bulan Ramadan, sebagaimana hal tersebut merupakan sunah Rasulullah SAW. 

Dahulu beliau mengulang kembali bacaan Al-Qurannya bersama malaikat Jibril di bulan Ramadan.”

Walaupun anjuran dan kesunahan mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadan, sedemikian kuat, namun tetap saja ruang lingkupnya adalah perbuatan sunah, bukan merupakan kewajiban yang harus, sehingga seorang muslim dianggap berdosa apabila meninggalkannya.

Di kalangan ulama salaf mereka bersungguh-sungguh untuk mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadan untuk meneladani Nabi Muhammad SAW.

Ya Allah Al Hayyu, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya untuk mengkhatamkan Al-Quran di bulan ramadhan ini.

 Aamiin.

Saturday, February 28, 2026

5 Amalan Sahur Ini Bisa Menambah Pahala di Bulan Suci Ramadhan

Sahur bukan hanya sekadar makan sebelum berpuasa, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan keberkahan dan pahala tambahan. 

Agar sahur lebih bermakna, ada beberapa sunnah yang bisa dilakukan untuk menambah keberkahan dalam ibadah puasa.  

*1. Mengakhirkan Sahur hingga Mendekati Waktu Subuh*

Hal ini berdasarkan hadits dari Zaid bin Tsabit RA, ketika ditanya tentang jarak antara sahur Rasulullah dan azan subuh, ia menjawab, “Sekitar (waktu membaca) 50 ayat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

*2. Mengonsumsi Kurma sebagai Menu Sahur*

Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik makanan sahur adalah tamr (kurma kering).” (HR. Abu Daud). Kurma mengandung gula alami yang memberikan energi instan, serat yang baik untuk pencernaan, serta berbagai vitamin dan mineral yang mendukung kesehatan selama puasa.  


*3. Memperbanyak Istighfar*

Firman Allah dalam Al-Quran menyebutkan bahwa orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang banyak beristighfar di waktu sahur (QS. Ali Imran: 17). 

Dengan memperbanyak istighfar, kita tidak hanya mendapatkan ampunan, tetapi juga ketenangan hati dalam menjalani ibadah puasa.  


*4. Memperbanyak Doa*

Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda, “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir dan berfirman, ‘Barang siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barang siapa yang meminta sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan barang siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni ( HR Bukhari dan Muslim) 


*5. Membaca Al-Quran*

Waktu sahur juga merupakan momen yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca Al-Quran. Dalam QS. Al-Muzammil ayat 6, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya, bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” 

Dengan menerapkan sunnah-sunnah ini, sahur bukan hanya sekadar rutinitas makan, tetapi juga menjadi ibadah yang penuh berkah. 

Mari jadikan sahur sebagai momen yang lebih bernilai, tidak hanya untuk menjaga stamina tubuh, tetapi juga untuk memperbanyak amal dan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ya Allah Al Muhyi, berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk menjalankan amalan di saat sahur.

Aamiin

Friday, February 27, 2026

3 (tiga) Golongan Manusia dalam Bulan Ramadhan

Ada tiga golongan manusia dalam menyikapi bulan Ramadhan sebagaimana dijelaskan Ustaz Muhammad Saiyid Mahadhir.

Seperti diketahui, Ramadhan adalah penghulu semua bulan dan Allah mengistimewakannya dari bulan-bulan lain.

Berikut 3 golongan manusia di Bulan Ramadhan: 

*1. Kelompok Zalim*  

 Bagi mereka kedatangan Ramadhan dianggap biasa-biasa saja dan dianggap sebagai beban.

Kewajiban berpuasa tidak dijalankan dengan sempurna. Bisa jadi mereka berpuasa penuh selama satu bulan, namun hari-hari mereka meninggalkan salat fardhu, banyak tidur. Inilah kezaliman mereka untuk diri masing-masing. 


*2. Kelompok Muqtashid (pertengahan)* 

Mereka adalah orang-orang yang bergembira menyambut hadirnya bulan Ramadhan. Rasa gembira itu semakin menjadi-jadi karena setelah itu bakal ada libur panjang. Ada kesadaran bergama bahwa di Ramadhan waktunya untuk menghapus dosa dan mengambil banyak pahala untuk bekal di akhirat kelak. Namun mereka lalai mengerjakan ibadah sunnah, seperti meninggalkan ibadah sholat tarawih dan witir ataupun sholat rawatib qabliyah dan ba'diyah, malas untuk membaca Al-Qur'an. 


*3. Sabiqun Bil Khairat (berpestasi)* 

Karena mereka adalah orang-orang yang berusaha meninggalkan perkara haram dan makruh. Mereka juga meninggalkan sebagian perkara mubah demi kesempurnaan ibadah puasa yang mereka jalankan. 

Kerinduan mereka kepada Ramadhan membuat mereka selalu berdoa sepanjang bulan kepada Allah. 

Golongan ketiga ini sangat disukai Allah Ta'ala. Mereka disifati Allah dalam ayat berikut: : "Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum Fajar." (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)

Seluruh anggota badan mereka berpuasa, mata, telinga, lidah, bibir, tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh lainnya tidak bermaksiat kepada Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang bangun malam Qadar dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu". (HR Al-Bukhari Muslim)

Ya Allah Al Mu'iid, berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya agar tergolong dalam sabiqun bil khairat.

Aamiin.

Mukmin yang didoakan malaikat pemikul 'Arsy

Ini menunjukan bahwa ada golongan mukmin tertentu yg secara khusus didoakan malaikat pemikul 'Arsy.

*Kriterianya adalah :*

*1*.Mukmin yang memiliki iman yang shahih.

*2*.Mukmin yang bertobat dari dosa.

*3*.Mukmin yang mengikuti jalan Allah (Al-Qur’an dan Sunnah).

*4*.Mukmin yang istiqamah dalam ketaatan.

*5*.Mukmin yang mengharap rahmat dan keselamatan akhirat.


*1.Mukmin yang memiliki iman yang shahih*

*A.(QS. Ghafir : 7)*

Yang artinya :

*…......dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampun bagi orang-orang yang beriman….......*

*B.(QS. Al-Hujurat : 15)*

Yang artinya : *Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian tidak ragu-ragu........*

*C.(HR. Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda :

Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan takdir….


*2.Mukmin yang bertobat dari dosa*

*A.QS. Ghafir : 7)*

Yang artinya :

*“…....maka ampunilah orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan-Mu…”*

*B.(QS. Az-Zumar: 53)*

Yang artinya :

*Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah sesungguhnya Allah mengampuni dosa2 semuanya........*

*C.(HR. At-Tirmidzi)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Setiap anak Adam banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertobat.*


*3.Mukmin yang mengikuti jalan Allah (Al-Qur’an dan Sunnah)*

*A.(QS. Ghafir : 7)*

“…dan mengikuti jalan-Mu…”

*B.(QS.Ali Imran: 31)*

Yang artinya :

*Jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mencintaimu…..*

*C.(HR. Ahmad)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara; kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya*


*4. Mukmin yang istiqamah dalam ketaatan*

*A.(QS.Fussilat : 30)*

Yang artinya :

*Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka istiqamah maka malaikat2 akan turun kepadanya.....*

*B.(QS. Al-Ahqaf : 13)*

Yang artinya :

*Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka tetap istiqamah dan tidak ada rasa khawatir.......*

*C.(HR. Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda: *Katakanlah: ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian beristiqamahlah*


*5.Mukmin yang mengharap rahmat dan keselamatan akhirat*

*A.(QS. Ghafir : 8–9)*

Yang artinya :

*Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yg telah Edan peliharalah mereka dari keburukan-keburukan…....*

*B.(QS. Al-Baqarah: 218)*

Yang artinya : *Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad…..... mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah*

*C.(HR. Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Tidak seorang pun masuk surga karena amalnya semata, kecuali dengan rahmat Allah.*


 *URAIAN DIATAS MENGANDUNG PENGERTIAN*

*1.Mukmin yang Memiliki Iman yang Shahih*

*A*.Iman yang shahih adalah fondasi utama doa malaikat pemikul ‘Arsy. Ayat ini menegaskan bahwa doa itu khusus untuk *alladzina amanu* (orang-orang yang beriman), menunjukkan keimanan sebagai syarat utama untuk didoakan malaikat pemikul 'Arsy

*B*.Iman yang benar mencakup tauhid murni tanpa syirik. Orang yang menjaga tauhid termasuk golongan yang layak mendapat doa dari malaikat dan ampunan dari Allah SWT


*2. Mukmin yang Bertobat dari Dosa*

*A*.Taubat menjadi syarat keberlanjutan rahmat Allah. Tanpa taubat, dosa menjadi penghalang turunnya ampunan.

*B* Ayat ini menunjukkan kasih sayang Allah, bahkan para malaikat pun memohonkan ampun bagi hamba yang kembali kepada-Nya.


*3.Mukmin yang Mengikuti Jalan Allah*

*A*.Jalan Allah adalah Al-Qur’an dan Sunnah. Mengikuti jalan Allah berarti menjadikan wahyu sebagai pedoman 

*B*.Mengikuti jalan Allah berarti menjauhi bid’ah, kesesatan, dan penyimpangan aqidah.


*4. Mukmin yang Istiqamah dalam Ketaatan*

*A*.Istiqamah berarti konsisten dalam iman dan amal hingga akhir hayat.

*B*.Malaikat mendoakan keselamatan dan penjagaan bagi mereka yang terus bertahan/istikomah dalam ketaatan.


*5. Mukmin yang Mengharap Rahmat dan Keselamatan Akhirat*

*A*.Doa malaikat terhadap orang mukmin mencakup permohonan agar mukmin dimasukkan ke surga dan dijauhkan dari azab.

*B*.

*Hal ini menunjukkan bahwa mukmin sejati selalu berorientasi akhirat.

*Harapan kepada rahmat Allah mendorong amal shalih dan menjauhkan putus asa.

*Keselamatan akhirat adalah tujuan utama.


*Ya Allah jadikanlah kami semua adalah mukmin yg memiliki iman yg sholih, yg ahli taubat, yg selalu berada dijalan Allah, istikomah dlm ketaatan dan mendapatkan rahmat dan selamat di akherat*

*Aamiin Ya Robbal Alamiin*

Thursday, February 26, 2026

Agar Tidur Saat Puasa Menjadi Ibadah

Banyak amalan atau perbuatan yang dilakukan di bulan Ramadhan menjadi ladang pahala. Seperti membaca dan menghafal Al-Quran, shalat tarawih, bersedekah, menyiapkan makanan berbuka dan sahur, menonton kajian, membantu orang tua di rumah bahkan ada hal sederhana yang jika dilakukan untuk kebaikan akan mendapat pahala , yaitu *tidur*. 

Hanya saja, agar tidur di bulan Ramadhan ini bisa menjadi pahala, perlu diperhatikan syarat-syaratnya salah satunya *diniatkan untuk menghindar dari hal-hal yang tidak berguna atau malah menjadi maksiat*

Para ulama biasa menjelaskan suatu kaedah bahwa setiap amalan yang statusnya mubah (seperti makan, tidur dan berhubungan suami istri) bisa mendapatkan pahala dan bernilai ibadah apabila diniatkan untuk melakukan ibadah. 

Sebagaimana Imam An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan, “Sesungguhnya perbuatan mubah, jika dimaksudkan dengannya untuk mengharapkan wajah Allah Ta’ala, maka dia akan berubah menjadi suatu ketaatan dan akan mendapatkan balasan (ganjaran).” 

Jadi tidur yang bernilai ibadah jika tidurnya adalah demikian. Menjalankan puasa jelas merupakan sebuah ibadah, maka tidur pada saat berpuasa yang bertujuan agar lebih bersemangat dalam manjalankan ibadah terhitung sebagai ibadah. Fadhilah ini tidak berlaku tatkala seseorang tidurnya diniatkan untuk bermalas-malasan dan meninggalkan ibadah.

Selain itu, tidur juga merupakan salah satu sunnah yang dijalankan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam yang tentunya bisa kita contoh. Dalil yang menganjurkan tidur qailulah (tidur siang) adalah hadis dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.” (HR. Abu Nu’aim).

Ya Allah Al Mubdi, terimalah ibadah² kami, kel, shbt dan kelnya selama bulan puasa dan dijauhkan dari hal² yang dapat membatalkan pahala puasa kami.

Aamiin