Lidah, seseorang bisa berdzikir dan saling menasihati sehingga meraih banyak pahala. Namun sebaliknya, lidah juga bisa mengakibatkan dosa dan menyeret seseorang ke neraka.
Berikut ini adalah beberapa bencana yang dapat ditimbulkan oleh lidah.
1. Membicarakan Sesuatu Yang Tidak Bermanfaat
Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya di antara kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat (HR. Tirmidzi dan Ibnu Mâjah)”.
Nabi Muhammad SAW juga bersabda, yang artinya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan sesuatu yang baik atau diam. (HR. Bukhâri dan Muslim).
2. Berdebat Dengan Cara Batil Atau Tanpa Ilmu
Nabi SAW bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya orang yang paling dimurkai oleh Allah adalah orang yang selalu mendebat. (HR. Bukhâri dan Muslim)
Nabi SAW juga bersabda,“Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meningalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meningalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya. (HR. Abu Dawud)
3. Banyak Berbicara, Suka Mengganggu dan Sombong
Nabi SAW bersabda yang artinya: “Sesungguhnya termasuk orang yang paling kucintai di antara kamu dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang-orang yang paling baik akhlaqnya di antara kamu. Dan sesungguhnya orang yang paling kubenci di antara kamu dan paling jauh tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah ats-tsartsârûn, al-mutasyaddiqûn, dan al-mutafaihiqûn. Para sahabat berkata: “Wahai Rosulullah, kami telah mengetahui al-tsartsârûn dan al-mutasyaddiqûn, tetapi apakah al-mutafaihiqûn? Beliau menjawab: “Orang-orang yang sombong”. (HR Tirmidzi)
4. Mengucapkan Perkataan Keji, Jorok, Celaan, dan Semacamnya
Nabi SAW bersabda, yang artinya: “Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan orang yang keji (buruk akhlaqnya), dan bukan orang yang jorok omongannya. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
5. Berlebihan dalam Bercanda
Nabi SAW bersabda, yang artinya: “Janganlah kamu memperbanyak tawa, karena sesungguhnya banyak tertawa itu akan mematikan hati. (HR. Ibnu Mâjah).
Nabi SAW memperingatkan dengan sabda beliau yang artinya: “Kecelakaan bagi orang yang menceritakan suatu, lalu dia berdusta untuk membuat orang-orang tertawa. Kecelakaan baginya! Kecelakaan baginya!. (HR. Tirmidzi dan Abu Dâwud)
6. Membicarakan Suatu Yang Bathil
Nabi SAW bersabda, yang artinya: Semua umatku mu’âfan (akan diampuni dosanya; atau tidak boleh dighibah) kecuali orang-orang yang melakukan dosa dengan terang-terangan. Dan termasuk melakukan dosa dengan terang-terangan adalah seseorang melakukan suatu perbuatan buruk pada malam hari, kemudian di waktu pagi dia mengatakan, ”Hai Fulan, tadi malam aku melakukan ini dan ini”. Padahal di waktu malam Allah Azza wa Jalla telah menutupi perbuatan buruknya, namun di waktu pagi dia membongkar tutupan Allah.” (HR. Bukhâri dan Muslim)
Ya Allah Al Malik semogalah kami, kel, shbt dan kel nya bisa selalu menjaga lidah kami dari keburukan dan selalu menghiasinya dengan kebaikan.
Aamiin aamiin aamiin yaa robbal'alamin






No comments:
Post a Comment