Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh.
Sdrku yang dirahmati Allah…
Jam di dinding tidak pernah berhenti berdetak.
Detik berganti menit, menit berganti jam.
Namun anehnya, taubat kita sering “menunggu waktu yang tepat”.
Kita berkata:
“Nanti kalau sudah tua…”
“Nanti kalau sudah longgar…”
“Nanti kalau sudah tenang…”
Padahal, kematian tidak pernah menunggu kesiapan kita.
Dalil Al-Qur’an
Allah ﷻ berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Latin:
Wa tuubuu ilallaahi jamii‘an ayyuhal mu’minuuna la‘allakum tuflihuun.
Artinya:
“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.”
(QS. An-Nur: 31)
➡️ Allah tidak berkata ‘nanti’, tapi ‘sekarang’.
Dalil Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
Latin:
Innallaaha yaqbalu taubatal ‘abdi maa lam yugharghir.
Artinya:
“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di tenggorokan.”
(HR. Tirmidzi)
➡️ Artinya, selama masih hidup, pintu taubat terbuka…
tapi tidak ada jaminan kita masih punya waktu.
Mengapa Taubat Sering Ditunda?
Merasa dosa masih kecil
Merasa masih panjang umur
Takut meninggalkan kebiasaan dosa
Terlena oleh kesibukan dunia
Setan tidak selalu menyuruh kita maksiat,
kadang cukup menyuruh kita menunda taubat.
Contoh Real di Masyarakat
🔹 Ada yang berkata:
“Nanti kalau sudah pensiun saya rajin sholat jamaah.”
Tapi Allah panggil sebelum pensiun.
🔹 Ada yang berkata:
“Nanti kalau anak-anak sudah besar, saya belajar ngaji.”
Ternyata anaknya yang mengaji saat tahlilan orang tuanya.
🔹 Ada yang berkata:
“Nanti kalau sehat, saya sedekah.”
Ternyata sakit datang duluan, harta habis untuk berobat.
Renungan
Jam terus berjalan, umur terus berkurang.
Yang bertambah hanya angka usia,
tapi apakah taubat kita ikut bertambah?
Kuburan penuh dengan orang yang punya rencana,
tapi tidak sempat melaksanakannya.
Apa Bentuk Taubat yang Bisa Dimulai Hari Ini?
✔ Sholat yang selama ini bolong → diperbaiki
✔ Lisan yang sering melukai → dijaga
✔ Hutang → diniatkan dibayar
✔ Dosa tersembunyi → ditinggalkan
✔ Al-Qur’an → kembali dibuka
Taubat bukan menunggu sempurna,
tapi datang kepada Allah dengan hati yang menyesal.
Penutup
Rasulullah ﷺ bersabda:
التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ
Latin:
At-taa`ibu minadz-dzanbi kaman laa dzanba lahu.
Artinya:
“Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa.”
(HR. Ibnu Majah)
➡️ Betapa Allah Maha Baik,
masalahnya bukan Allah yang menolak taubat,
tapi kita yang terus menunda.
Penutup Doa Singkat
Ya Allah, jangan Engkau jadikan kami orang yang menunda taubat,
dan jangan Engkau cabut nyawa kami kecuali dalam keadaan Engkau Ridhoi...Aamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.






No comments:
Post a Comment