Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sdrku yang dimuliakan Allah,
Salah satu penyakit hati yang paling berbahaya adalah *merasa aman dari dosa.*
Merasa tenang berbuat salah, karena tidak ada yang melihat.
Merasa santai bermaksiat, karena tidak ada yang menegur.
Padahal, *yang tidak melihat itu manusia — bukan Allah.*
Dalil Al-Qur’an
Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:
أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ
Alam ya‘lam bi’anna Allāha yarā
“Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Melihat?”
(QS. Al-‘Alaq: 14)
Ayat ini pendek, tapi sangat menampar hati.
Allah tidak mengatakan “Allah kadang melihat”,
tetapi Allah selalu melihat — terang maupun gelap, ramai maupun sepi.
Allah juga berfirman:
يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ
Yastakhfūna minan-nāsi wa lā yastakhfūna minallāh
“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah.”
(QS. An-Nisā’: 108)
Dalil Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ، فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ هَبَاءً مَنْثُورًا
La-a‘lamanna aqwāman min ummatī ya’tūna yaumal-qiyāmati biḥasanātin amthāli jibāli Tihāmah, fayaj‘aluhallāhu habā’an manthūrā
“Akan datang suatu kaum dari umatku pada hari kiamat membawa amal kebaikan sebesar gunung Tihamah, lalu Allah menjadikannya debu yang beterbangan.”
(HR. Ibnu Mājah)
Ketika sahabat bertanya siapa mereka, Rasulullah ﷺ menjawab:
إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا
Idzā khalau bimaḥārimillāhi intahakūhā
“Yaitu orang-orang yang jika sendirian, mereka melanggar larangan Allah.”
Contoh Nyata di Kehidupan
Sdrku yang dirahmati Allah,
Ada orang shalatnya rajin di masjid, tapi saat sendirian membuka tontonan yang Allah benci.
Ada yang lisannya manis di depan orang, tapi jarinya kejam di media sosial.
Ada yang jujur di depan atasan, tapi curang saat tidak diawasi.
Ada yang merasa aman berkata, “Tidak apa-apa, kan tidak ada yang tahu.”
Padahal lupa, Allah bukan hanya tahu — Allah melihat.
Renungan
Imam Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:
“Janganlah engkau melihat kecilnya dosa, tetapi lihatlah siapa yang engkau durhakai.”
Maka pertanyaannya bukan lagi:
“Apakah orang lain melihat?”
Tetapi:
“Apakah aku sadar bahwa Allah sedang melihatku?”
Semoga Allah menjaga hati kita dari merasa aman dalam dosa, dan menjadikan kita hamba yang takut kepada-Nya baik di keramaian maupun dalam kesendirian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.






No comments:
Post a Comment