Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh.
Sdrku rahimakumullah,
setiap orang tua berharap punya anak: rukun, saling menjaga, saling mendoakan.
Namun realitanya, banyak orang tua yang wafat tenang di kubur, tetapi anak-anaknya justru bertengkar di atas tanah warisan.
Lebih menyedihkan lagi, yang diperebutkan bukan iman, tapi harta yang tidak ikut dibawa mati.
Dalil Al-Qur’an: Larangan Bertikai
وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ
Wa lā tanāza‘ū fa tafsyalū wa tadzhaba rīḥukum.
Terjemahan
“Dan janganlah kamu saling berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi lemah dan hilang kekuatanmu.” (QS. Al-Anfāl: 46)
Jika satu keluarga bertikai, yang hilang bukan hanya harta, tetapi kekuatan doa orang tua.
Dalil Hadis: Memutus Silaturahmi
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ
Lā yadkhulul-jannata qāṭi‘u raḥim.
Terjemahan
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Harta boleh dibagi, tetapi silaturahmi tidak boleh diputus.
Rugi dari Sisi Orang Tua
Sdrku yang dirahmati Allah,
orang tua itu rugi jika: susah payah membesarkan anak, menyekolahkan, menafkahi, namun hasil akhirnya:
➡️ anak saling bermusuhan
➡️ saudara menjadi orang asing
➡️ doa orang tua berubah jadi air mata.
Contoh Nyata dalam Kehidupan
1. Konflik Warisan
Orang tua baru wafat beberapa hari,
anak-anak berkumpul bukan untuk tahlil,
tetapi untuk mengukur tanah dan menghitung rumah.
Yang dulu saling memanggil “adik-kakak”,
kini berubah menjadi penggugat dan tergugat.
2. Retak di Hari Raya
Dulu satu meja saat lebaran,
sekarang beda rumah, beda pintu, bahkan beda salam.
Orang tua yang masih hidup pun berkata lirih:
“Harta sudah kuberikan,
tapi kenapa anak-anakku justru saling membenci?”
3. Dampak ke Anak Cucu
Pertengkaran saudara:
ditiru oleh anak-anak mereka,
dendam diwariskan,
silaturahmi terputus lintas generasi.
Harta habis,
tapi luka tetap hidup.
Dalil Al-Qur’an: Hakikat Harta
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ
Innamā amwālukum wa aulādukum fitnah.
Terjemahan
“Sesungguhnya harta dan anak-anakmu hanyalah ujian.”
(QS. At-Taghābun: 15)
Harta bukan tanda kasih sayang Allah,
tapi alat ujian persaudaraan.
Pesan untuk Orang Tua (yang Masih Hidup)
Ajarkan anak adil sejak dini
Jelaskan soal warisan sebelum wafat
Tanamkan bahwa rukun lebih mahal dari rumah
Doakan anak agar harta tidak merusak iman.
Pesan untuk Anak-anak
Jangan biarkan harta memutus silaturahmi
Jangan biarkan kubur orang tua basah oleh air mata
Lebih baik kehilangan bagian,
daripada kehilangan saudara
Sdrku rahimakumullah,
orang tua tidak butuh anak kaya raya,
tetapi anak-anak yang rukun dan saling mendoakan.
Karena di akhirat kelak,
yang ditanya bukan:
“Berapa harta yang kau dapat?”
tetapi:
“Bagaimana kau menjaga amanah persaudaraan?”
Doa Penutup
Allāhumma allif baina qulūbinā,
wa aṣliḥ dzāta baininā,
waj‘alil māla fī aydīnā lā fī qulūbinā.
“Ya Allah, satukan hati kami,
perbaikilah hubungan di antara kami,
dan jadikan harta di tangan kami,
bukan di hati kami.”
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn 🤲
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.






No comments:
Post a Comment