Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Saturday, January 17, 2026

Sya’ban: Banyak Amal, Sedikit Ikhlas?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, kita dipertemukan kembali dengan bulan Sya’ban, bulan yang sering disebut *pemanasan sebelum Ramadhan.* Di bulan ini, masjid mulai ramai, puasa sunnah meningkat, sedekah digiatkan.

Namun mari kita jujur bertanya pada diri sendiri:

Apakah amal kita bertambah karena Allah… atau karena Ramadhan sudah dekat dan ingin dipuji sebagai orang rajin?

Keutamaan Amal di Bulan Sya’ban Rasulullah ﷺ sangat memperbanyak amal di bulan Sya’ban.


Dalam hadis dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu:

Hadis (Arab)

وَذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Latin

Wa dzālika syahrun yaghfulun-nāsu ‘anhu baina Rajaba wa Ramadhān, wa huwa syahrun turfa‘u fīhil-a‘mālu ilā Rabbil ‘ālamīn, fa uḥibbu an yurfa‘a ‘amalī wa anā ṣā`im.

Artinya

“Itu adalah bulan yang sering dilalaikan manusia antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, maka aku suka amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.”

(HR. An-Nasa’i)


➡️ Amal di Sya’ban diangkat ke hadapan Allah, bukan ke hadapan manusia.


Masalahnya: Banyak Amal, Tapi Ikhlasnya?

Ikhlas adalah ruh dari amal. Tanpa ikhlas, amal terlihat besar di mata manusia, tapi ringan di sisi Allah.

Allah berfirman:


وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ


Wa mā umirū illā liya‘budullāha mukhliṣīna lahud-dīn.

Artinya

“Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”

(QS. Al-Bayyinah: 5)

Dan Rasulullah ﷺ bersabda:

Hadis 

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ


Innamal-a‘mālu bin-niyyāt.

Artinya

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)


Contoh Nyata di Kehidupan

Di Masjid.


Rajin shaf depan di Sya’ban, tapi gelisah kalau tidak dilihat ustadz atau pengurus.


Di Media Sosial

Puasa sunnah diposting, sedekah difoto, tapi ketika tidak direspons orang… semangatnya turun.

Di Rumah


Rajin ibadah sunnah, tapi masih mudah marah, masih meremehkan pasangan, masih keras pada anak.


➡️ Amal bertambah, akhlak tak berubah — ini tanda ikhlas perlu dievaluasi.


Ciri Amal yang Ikhlas :

Tetap dikerjakan meski tidak ada yang melihat.


Tidak kecewa saat tidak dipuji.


Tidak sombong saat dipuji.


Membuat hati lebih lembut dan tawadhu’

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

Ikhlas itu rahasia antara hamba dan Allah, tidak diketahui malaikat hingga dicatat, tidak diketahui setan hingga dirusak, dan tidak diketahui manusia hingga dipuji.


Penutup & Muhasabah

Sdrku, yang dirahmati Allah,

Bulan Sya’ban bukan sekadar menambah amal, tapi membersihkan niat.


Jangan sampai:

Shalatnya banyak, tapi hatinya kosong

Puasanya rajin, tapi lisannya menyakiti

Sedekahnya besar, tapi riya’nya lebih besar


Mari kita perbanyak doa:

“Ya Allah, luruskan niat kami sebelum Engkau angkat amal kami.”

Semoga amal kita di bulan Sya’ban sedikit tapi ikhlas, lebih dicintai Allah daripada banyak tapi penuh riya’.

Wallahu a‘lam bish-shawab.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

No comments:

Post a Comment