Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Thursday, February 5, 2026

Hati Gelisah, Rezeki Tak Berkah: Ada yang Salah?

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh 


Pembuka

Bapak-ibu yang dirahmati Allah,

Ada orang penghasilannya pas-pasan tapi hatinya tenang.

Sebaliknya, ada yang gajinya besar, usahanya lancar, tapi hidupnya gelisah—tidur tidak nyenyak, ibadah berat, emosi mudah meledak.

Pertanyaannya: kurang uang atau kurang berkah?

Makna Rezeki yang Berkah

Rezeki bukan hanya soal jumlah, tapi soal ketenangan dan manfaat.

Kalau rezeki itu berkah:

hati terasa lapang

keluarga adem

ibadah ringan

masalah datang tapi tidak bikin putus asa

Tapi kalau hati gelisah dan rezeki terasa sempit meski kelihatannya banyak, mungkin ada yang salah dalam cara kita mencari atau mengelolanya.

Dalil Al-Qur’an

1️⃣ Rezeki tanpa ketakwaan = kegelisahan

Arab:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Latin:

Wa man yattaqillāha yaj‘al lahu makhrajan, wa yarzuqhu min ḥaytsu lā yaḥtasib.

Terjemah:

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

(QS. At-Thalaq: 2–3)

➡️ Catatan penting:

Bukan janji “rezeki banyak”, tapi rezeki yang Allah atur dan cukupkan.

2️⃣ Hidup jauh dari Allah = hidup sempit

Arab:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةًۭ ضَنكًۭا

Latin:

Wa man a‘raḍa ‘an dzikrī fa inna lahu ma‘īsyatan ḍankā.

Terjemah:

“Barang siapa berpaling dari mengingat-Ku, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit.”

(QS. Thaha: 124)

➡️ Sempit bukan selalu miskin, tapi hati tidak pernah puas.

Dalil Hadis

Arab:

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا

Latin:

Innallāha ṭayyibun lā yaqbalu illā ṭayyibā.

Terjemah:

“Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”

(HR. Muslim)

➡️ Rezeki halal itu bukan sekadar sah, tapi bersih dari zalim, curang, dan menyakiti orang lain.

Contoh Nyata di Kehidupan

1️⃣ Gaji halal tapi cara pakainya salah

Tidak pernah sedekah, zakat ditunda, tapi cicilan gaya hidup jalan terus.

Akhirnya uang ada, tapi selalu habis, rumah panas, hati resah.

2️⃣ Usaha lancar tapi curang

Timbangan dikurangi, kualitas diturunkan, janji sering diingkari.

Keuntungan naik, tapi hidup tidak pernah tenang—takut komplain, takut ketahuan, takut rugi.

3️⃣ Penghasilan kecil tapi berkah

Jujur, disiplin sholat, rajin sedekah meski sedikit.

Ajaibnya, kebutuhan tercukupi, anak patuh, hati damai.

Tanda Rezeki Mulai Tak Berkah

Mudah marah di rumah

Berat ibadah, sholat terasa malas

Rezeki cepat habis tapi tak jelas ke mana

Masalah datang bertubi-tubi

Bukan karena Allah tidak sayang, tapi Allah sedang mengingatkan.

Penutup

Bapak-ibu,

Kalau hati gelisah dan hidup terasa sempit, jangan langsung menyalahkan keadaan.

Coba bertanya jujur pada diri sendiri:

“Ada yang salah di niatku, caraku mencari rezeki, atau caraku menggunakan rezeki?”

Karena rezeki yang berkah menenangkan hati, dan hati yang tenang adalah nikmat terbesar di dunia.

Semoga Allah membetulkan yang salah, membersihkan rezeki kita, dan menjadikan sedikit kita cukup, serta banyak kita membawa berkah.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

No comments:

Post a Comment