Hari ini manusia bisa: melihat dunia lewat layar kecil, berbicara lintas negara dalam hitungan detik, menyimpan ribuan data di genggaman tangan.
Namun ironisnya, hati justru semakin jauh dari Allah. HP selalu dekat di tangan, tetapi Al-Qur’an semakin jauh dari dada.
Dalil Al-Qur’an: Hati yang lalai.
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ
Wa lā takūnū kalladzīna nasullāha fa ansāhum anfusahum.
Terjemahan
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa terhadap diri mereka sendiri.” (QS. Al-Hasyr: 19)
Ketika Allah dilupakan, manusia tetap hidup, tetapi kehilangan arah.
Teknologi Bukan Musuh, Tapi Ujian Islam tidak memusuhi teknologi.
Yang menjadi masalah adalah: teknologi menguasai hati, bukan kita yang menguasai teknologi.
Scroll tanpa henti, tetapi dzikir berhenti total.
Dalil Hadis: Hati yang Keras
إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ صَدَأً، وَصَدَأُ الْقُلُوبِ ذِكْرُ اللَّهِ
Inna likulli syai’in ṣada’an, wa ṣada’ul qulūbi dzikrullāh.
Terjemahan
“Setiap sesuatu ada karatnya, dan karatnya hati adalah (kurangnya) mengingat Allah.” (HR. Baihaqi)
Hati yang jarang berdzikir akan mudah lelah secara spiritual.
Contoh Nyata dalam Kehidupan
1. Di Rumah Tangga
Satu meja makan, tapi masing-masing sibuk dengan HP Anak lebih hafal password Wi-Fi daripada doa harian
2. Dalam Ibadah
HP dimatikan saat ujian, tapi tetap hidup saat sholat Notifikasi ditunggu, adzan diabaikan.
3. Di Lingkungan Sosial
Status media sosial rajin diunggah, status sholat sering kosong.
Mudah marah di komentar, sulit sabar di kehidupan nyata
Dalil Al-Qur’an: Waktu yang Disia-siakan
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
Wal-‘aṣr, innal-insāna lafī khusr.
Terjemahan
“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr: 1–2)
Kerugian zaman modern bukan kekurangan informasi, tetapi kekurangan perenungan.
Saudaraku rahimakumullah, teknologi boleh canggih, asal:
- iman tetap kuat,
- sholat tetap tegak,
- hati tetap terhubung dengan Allah
Jangan sampai: HP selalu di-update, tapi iman tidak pernah di-charge.
Mari jadikan teknologi: sarana dakwah, pengingat sholat, pembuka jalan kebaikan, bukan penghalang menuju Allah. Karena secanggih apa pun dunia, ketenangan hanya lahir dari hati yang dekat dengan-Nya.
Doa Penutup
Allāhumma lā taj‘aliddunyā akbara hamminā wa lā mablagha ‘ilminā.
“Ya Allah, jangan Engkau jadikan dunia sebagai cita-cita terbesar kami dan batas akhir ilmu kami.”
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn 🤲






No comments:
Post a Comment