Yuk Tahajud.... Banguuuun
🟢 Pembukaan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ﷻ yang masih memberi kita lisan untuk berkata dan hati untuk memilih: berkata benar… atau berkata dusta.
Bapak Ibu yang dirahmati Allah,
Hari ini kita hidup di zaman yang aneh.
Orang jujur dianggap ada maunya.
Orang lurus dibilang tidak fleksibel.
Yang tidak ikut arus malah disebut aneh.
Kadang sampai muncul kalimat:
“Sekali-kali bohong itu biasa…”
Padahal yang biasa itu lama-lama jadi budaya.
Tema kita hari ini:
“Bohong Jadi Biasa, Jujur Malah Dicurigai.”
📖 Dalil Al-Qur’an
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Yā ayyuhalladzīna āmanū ittaqullāha wa kūnū ma‘aṣ-ṣādiqīn.
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang jujur.”
(QS. At-Taubah: 119)
Perintahnya jelas:
Bukan sekadar berkata jujur…
Tapi menjadi bagian dari orang-orang yang jujur.
📖 Dalil Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ
Innaṣ-ṣidqa yahdī ilal birr, wa innal birra yahdī ilal jannah, wa innal kadziba yahdī ilal fujūr, wa innal fujūra yahdī ilan nār.
“Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Dan dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka.”
(HR. Bukhari Muslim)
Jujur itu jalannya mungkin berat…
Tapi ujungnya surga.
*Bohong itu awalnya ringan…*
*Tapi ujungnya penyesalan*
🌍 Contoh Nyata di Masyarakat
1️⃣ Di dunia kerja
Ada yang menolak manipulasi data… malah dianggap tidak kompak.
Ada yang laporan apa adanya… malah disindir, “terlalu polos.”
2️⃣ Di lingkungan sosial
Ada yang jujur bilang “saya belum mampu”… malah dianggap pelit.
Ada yang terang-terangan mengakui kesalahan… malah dijadikan bahan gunjingan.
3️⃣ Di keluarga
Anak jujur mengaku salah… malah dimarahi tanpa diberi ruang memperbaiki.
Akhirnya anak belajar satu hal:
“Lebih aman berbohong daripada jujur.”
Na’udzubillah…
Kalau kebohongan jadi budaya…
Kepercayaan akan mati.
🌿 Mengapa Bohong Jadi Biasa?
Karena:
Takut kehilangan jabatan
Takut kehilangan muka
Takut kehilangan keuntungan
Padahal yang sebenarnya hilang adalah keberkahan.
Allah ﷻ berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Mā yalfizhu min qaulin illā ladaihi raqībun ‘atīd.
“Tidak satu kata pun yang diucapkan melainkan ada malaikat yang mencatatnya.”
(QS. Qaf: 18)
Kalimat bisa kita hapus di chat.
Tapi tidak bisa dihapus dari catatan malaikat.
💔 Dampak Jika Dusta Jadi Budaya
Suami istri saling curiga
Teman kerja saling menjatuhkan
Masyarakat kehilangan kepercayaan
Anak-anak tumbuh tanpa teladan kejujuran
Yang lebih berat lagi…
Hati jadi gelap.
Karena dusta yang diulang-ulang akan membuat hati terbiasa.
🌟 Refleksi
Sdrku...
Mungkin jujur membuat kita tidak kaya.
Tapi jujur membuat kita tenang.
Mungkin jujur membuat kita tidak cepat naik jabatan.
Tapi jujur membuat kita tidak sulit tidur.
Lebih baik kehilangan keuntungan dunia…
Daripada kehilangan wajah bersih di hadapan Allah.
🤲 Penutup
Mari kita mulai dari hal kecil:
Jujur dalam laporan.
Jujur dalam timbangan.
Jujur dalam janji.
Jujur dalam niat.
Walau dicurigai… tetaplah jujur.
Walau sendirian… tetaplah benar.
Karena yang menilai bukan hanya manusia…
Tapi Allah ﷻ.
🤲 Doa
اللهم اجعلنا من الصادقين، ونجنا من الكذب والنفاق.
Allāhummaj‘alnā minaṣ-ṣādiqīn, wa najjinā minal kadzibi wan-nifāq.
Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang jujur, dan selamatkan kami dari dusta dan kemunafikan.
اللهم طهر ألسنتنا وقلوبنا وأعمالنا.
Ya Allah, bersihkan lisan, hati, dan amal kami.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.






No comments:
Post a Comment