Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Tuesday, April 7, 2026

Keutamaan Akhlak Terpuji Sesuai Hadist

Secara bahasa akhlak seseorang diartikan sebagai budi pekerti yang dimiliki oleh seseorang terkait dengan sifat-sifat yang ada pada dirinya. 

 Firman Allah SWT

"Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu

 mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.(QS Shad : 46)


Beberapa keutamaan memiliki akhlak yang terpuji antara lain

*1.Berat timbangannya diakhirat*

Rasulullah SAW 

"Tidak ada sesuatu yang diletakkan pada timbangan hari kiamat yang lebih berat daripada akhlak yang mulia, dan sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat. (HR Tirmidzi)


*2. Dicintai Rasul SAW*

Dari Jabir RA; Rasulullah SAW  bersabda:

"Sesungguhnya yang paling aku cintai dari kalian dan yang paling dekat tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya, dan yang paling aku benci dari kalian dan yan paling jauh tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang banyak bicara, angkuh dalam berbicara, dan sombong" (HR Tirmidzi)


*3. Memiliki kedudukan yang tinggi*

Rasul SAW bersabda

“Tidak ada kemelaratan yang lebih parah dari kebodohan dan tidak ada harta (kekayaan) yang lebih bermanfaat dari kesempurnaan akal. Tidak ada kesendirian yang lebih terisolir dari ujub (rasa angkuh) dan tidak ada tolong-menolong yang lebih kokoh dari musyawarah. Tidak ada kesempurnaan akal melebihi perencanaan (yang baik dan matang) dan tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dari akhlak yang luhur. Tidak ada wara’ yang lebih baik dari menjaga diri (memelihara harga dan kehormatan diri), dan tidak ada ibadah yang lebih mengesankan dari tafakur (berpikir), serta tidak ada iman yang lebih sempurna dari sifat malu dan sabar. (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)


*4.Dijamin rumah di surga*

Dari Abu Umamah ra; Rasulullah SAW  bersabda:

"Saya menjamin sebuah rumah tepi surga bagi orang meninggalkan debat sekalipun ia benar, dan sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang tidak berbohong sekalipun hanya bergurau, dan rumah di atas surga bagi orang yang mulia akhlaknya".(HR Abu Daud)


Ya Allah As Shabuur, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya membentuk akhlak mulia agar mendapat keutamaannya..Aamiin

Monday, April 6, 2026

Amal tertahan karena dosa sosial

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kita kesempatan beribadah… Sholat, puasa, sedekah…

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ…

Kadang kita merasa sudah rajin ibadah Puasa jalan… sholat jalan… sedekah juga kadang jalan 😄

Tapi ada satu yang sering “tidak jalan”…

👉 hubungan dengan sesama manusia…


Ada satu hal yang sering tidak kita sadari:

👉 Amal kita bisa tertahan… bukan karena kurang ibadah… tapi karena dosa sosial


📖 Dalil 1: Amal Tidak Naik Karena Permusuhan

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ... فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

Latin:

Tuftaḥu abwābul-jannati yaumal-itsnaini wal-khamīs… fa yuqālu: anẓirū hādzaini ḥattā yaṣṭaliḥā

Artinya:

“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis… lalu dikatakan: tangguhkan (amal) dua orang yang bermusuhan sampai mereka berdamai.” (HR. Muslim)

💡 Makna

👉 Amal kita bisa “ditahan”…

Bukan karena kurang sholat… Tapi karena masih ada konflik dengan sesama

📖 Dalil 2: Bahaya Menyakiti Orang Lain

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Latin:

Al-muslimu man salimal muslimūna min lisānihi wa yadih

Artinya:

“Seorang muslim adalah yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari & Muslim)

👉 Artinya:

Kalau lisan kita masih menyakiti… Maka kualitas keislaman kita dipertanyakan…

📖 Dalil 3: Orang Bangkrut di Akhirat

يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ... وَقَدْ شَتَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا...

Latin:

Ya’tī yaumal-qiyāmati biṣalātin wa ṣiyāmin… wa qad syatama hādzā wa ḍaraba hādzā…

Artinya:

“Dia datang di hari kiamat membawa sholat, puasa… tapi dia pernah mencaci, memukul, menzalimi orang lain… maka pahalanya diambil untuk mereka…” (HR. Muslim)

💔 Pesan Keras

👉 Ibadah banyak…

👉 Tapi habis dibagi ke orang lain…

Karena dosa sosial…


🏡 Contoh Nyata di Masyarakat

1️⃣ Tetangga Tidak Saling Sapa

Sholat rajin…

Tapi tetangga sebelah tidak disapa berbulan-bulan 😔

👉 Amal naik… tapi tertahan karena hati belum bersih

2️⃣ Mulut Tajam di Grup WA

Di grup WA: sindiran, nyinyir dan menyakitkan

👉 Jempol aktif… tapi pahala terkikis 😔

3️⃣ Durhaka Orang Tua

Rajin ibadah…

Tapi masih membentak ibu…

👉 Ini dosa sosial yang sangat berat

4️⃣ Suami Istri Tidak Harmonis

Di luar baik…

Di rumah kasar…

👉 Amal di luar bagus… tapi rusak di dalam rumah


Kadang kita ini:

👉 di masjid suaranya lembut…

👉 di rumah suaranya… speaker aktif 😄

Ini yang perlu diperbaiki…


🌟 Pesan 

Allah tidak hanya melihat: berapa banyak kita sholat, berapa lama kita puasa

Tapi juga melihat:

👉 bagaimana kita memperlakukan sesama manusia

💡 Solusi

Mulai hari ini:

🤝 Selesaikan konflik

💬 Jaga lisan

❤️ Lunakkan hati

🙏 Mudah memaafkan


“Jangan sampai kita capek ibadah… Tapi bangkrut di akhirat… karena tidak menjaga hubungan dengan sesama…”

🤲 Doa Penutup

 اللهم طهر قلوبنا من الحقد، وألسنتنا من الكذب، وأعمالنا من الرياء، واجعلنا من عبادك الصالحين

Latin: Allāhumma ṭahhir qulūbanā minal ḥiqd, wa alsinatanā minal kadzib, wa a‘mālanā minar riyā’, waj‘alnā min ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn

Artinya: “Ya Allah, bersihkan hati kami dari dendam, lisan kami dari dusta, amal kami dari riya, dan jadikan kami hamba-hamba-Mu yang shalih.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Thursday, April 2, 2026

Sehebat Apa Pun Kamu, Tak Berarti Tanpa Sholat

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh. 

Sekarang ini banyak orang hebat.

Ada yang hebat bisnisnya…

Ada yang hebat jabatannya…

Ada yang hebat followers-nya…

Tapi mohon maaf…

Kalau ditanya: “Subuh tadi jamaah apa sendirian?”

Langsung buffering… 😅

📖 Dalil Utama Tentang Sholat

1. Perintah langsung dari Allah

Arab:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ

Latin:

Wa aqīmuṣ-ṣalāh

Artinya:

“Dan dirikanlah sholat.” (QS. Al-Baqarah: 43)

➡️ Ini bukan sekadar anjuran, tapi perintah langsung dari Allah.

2. Pembeda antara iman dan kufur

Arab:

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ

Latin:

Inna baina ar-rajuli wa baina asy-syirki wal-kufri tarkaṣ-ṣalāh

Artinya:

“Sesungguhnya pembeda antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim)

➡️ Jadi sholat itu bukan sekadar ibadah tambahan, tapi penentu keselamatan iman.

3. Amalan pertama yang dihisab

Arab:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ

Latin:

Awwalu mā yuḥāsabu bihil ‘abdu yaumal qiyāmah aṣ-ṣalāh

Artinya:

“Amalan pertama yang dihisab pada hari kiamat adalah sholat.” (HR. Tirmidzi)

➡️ Kalau sholatnya baik → yang lain ikut baik

➡️ Kalau sholatnya rusak → yang lain ikut rusak

💡 Makna: Hebat Tanpa Sholat = Kosong Nilai


Jabatan tinggi → tidak menyelamatkan tanpa sholat

Harta banyak → tidak menolong tanpa sholat

Ilmu luas → tidak berarti tanpa sholat

Karena sholat itu hubungan langsung dengan Allah.

➡️ Sehebat apapun manusia, kalau putus dengan Allah…

➡️ Maka dia sebenarnya sedang kehilangan arah hidup.

🧠 Contoh Real di Masyarakat

Pengusaha sukses tapi lalai sholat

Omzet miliaran

Tapi hidupnya gelisah, rumah tangga bermasalah

➝ Karena tidak ada keberkahan

Pejabat tinggi tapi meninggalkan sholat

Dihormati manusia

Tapi di sisi Allah… kosong

➝ Bahkan bisa jadi berat hisabnya

Orang sederhana tapi menjaga sholat

Hidup biasa saja

Tapi hatinya tenang

➝ Karena dekat dengan Allah

😄 Selipan Humor Ringan

Sekarang banyak orang bilang:

“Yang penting hatinya baik…”

Padahal…

Kalau dipanggil adzan saja tidak datang…

Bagaimana hatinya bisa dibilang baik? 😄

Ibaratnya:

Ngaku cinta… tapi tiap ditelepon nggak pernah diangkat…

Ya lama-lama ditinggal juga… 😅


🔥 Pesan Penutup

Mari kita renungkan:

Kita ini hebat di mata manusia… atau hebat di mata Allah?

Kita sibuk dunia… tapi apakah kita menjaga sholat?

➡️ Karena pada akhirnya…

Yang menyelamatkan kita bukan gelar, bukan harta, tapi sholat kita.

🤲 Doa Penutup

Arab:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُحَافِظِينَ عَلَى الصَّلَاةِ، وَاجْعَلْهَا قُرَّةَ أَعْيُنِنَا، وَلا تَجْعَلْنَا مِنَ الْغَافِلِينَ

Latin:

Allāhummaj‘alnā minal muḥāfiẓīna ‘alaṣ-ṣalāh, waj‘alhā qurrata a‘yuninā, wa lā taj‘alnā minal ghāfilīn

Artinya:

“Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang menjaga sholat, jadikan sholat sebagai penyejuk hati kami, dan jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang lalai.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Amal Kecil di Syawal, Penentu Besar di Akhirat

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh. 


Sdrku yang dirahmati Allah…

Kadang setelah Ramadhan, kita ini seperti “HP habis di-charge full” 🔋

Sholat rajin, Qur’an lancar, sedekah jalan…

Tapi masuk Syawal…

chargernya hilang 😄

Nah… kultum malam ini mengingatkan:

justru amal kecil setelah Ramadhan, itu yang menentukan nasib kita di akhirat.


📖 Dalil 1: Amal Kecil yang Rutin Dicintai Allah

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Latin:

Ahabbul a‘māli ilallāhi adwamuhā wa in qalla.

Artinya:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari Muslim)

👉 Maknanya:

Bukan yang besar sesaat…

Tapi yang kecil tapi istiqomah.

📖 Dalil 2: Kebaikan Sekecil Apa pun Akan Dibalas

Allah berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Latin:

Faman ya‘mal mitsqāla dzarratin khairan yarah.

Artinya:

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (QS. Az-Zalzalah: 7)

👉 Maknanya:

Tidak ada amal yang sia-sia, sekecil apa pun.


Pesan...

Ramadhan itu seperti “training besar”

Syawal itu “ujian sebenarnya”

👉 Kalau setelah Ramadhan kita masih bisa:

Sholat tepat waktu

Sedekah walau sedikit

Menjaga lisan

Itulah tanda keberhasilan kita


🏡 Contoh Real di Masyarakat

1. 👴 Bapak yang istiqomah ke masjid

Dulu Ramadhan rajin tarawih

Setelah Syawal… tetap datang Subuh walau cuma 3 orang

👉 Itu lebih bernilai daripada ramai tapi hanya musiman

2. 👩 Ibu yang tetap bersedekah

Ramadhan semangat bagi-bagi

Syawal tetap sisihkan Rp2.000 tiap hari

👉 Kecil… tapi terus mengalir sampai akhirat

3. 📱 Menjaga lisan di grup WA

Dulu Ramadhan menahan diri

Syawal tetap tidak ikut gosip atau nyinyir

👉 Ini amal kecil… tapi berat dan besar pahalanya

4. 🧒 Anak muda yang menjaga sholat

Ramadhan rajin ke masjid, Syawal tetap jaga 5 waktu meski sendiri

👉 Ini tanda iman yang hidup


🎯 Pesan 

Jangan remehkan amal kecil…Karena bisa jadi:

👉 Senyum kita kepada tetangga

👉 Menyingkirkan batu di jalan

👉 Menahan emosi pada pasangan

Itulah yang justru menyelamatkan kita di akhirat


🤲 Doa Penutup

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَدُومُونَ عَلَى الطَّاعَةِ وَلَا يَنْقَطِعُونَ

Latin:

Allāhummaj‘alnā minal-ladzīna yadūmūna ‘alath-thā‘ah wa lā yanqathi‘ūn.

Artinya:

“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang terus istiqomah dalam ketaatan dan tidak terputus.”

Kalau Ramadhan membuat kita hebat… Maka Syawal menguji kita tetap taat… Karena sesungguhnya… yang kecil tapi istiqomah… bisa lebih besar nilainya di hadapan Allah daripada yang besar tapi hanya sesaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Mengapa Kita Diuji?

Mengapa kita tak pernah luput dari cobaan hidup?

Kita temukan jawabannya di surat Al-‘Ankabut ayat 2. Allah Ta’ala berfirman:

“Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: ‘Kami telah beriman.’ , sedang mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut : 2)


Apa hikmah di balik setiap ujian yang menerpa?

*1. Karena Allah ingin mengetahui siapakah hamba-Nya yang benar-benar bersabar* Sebagaimana dalam firman-Nya,

“Dan sungguh Kami akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kalian, dan agar Kami menyatakan baik buruknya ihwal kalian.” (QS. Muhammad : 31)


*2. Musibah akan melebur dosa seorang hamba*. 

Ibunda ‘Aisyah ra meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW mengenai hal tersebut:

“Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim, bahkan sekedar duri yang menusuknya sekalipun, melainkan Allah akan menghapus kesalahannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Sikap kita tatkala menghadapi musibah yang silih berganti. 

*1. Dengan bersabar dan menahan keluh kesah*. 

 Allah Ta’ala berfirman :

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Itulah mereka yang jika ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya).’ . Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya. Dan merekalah orang-orang yang diberi petunjuk.” (QS. Al-Baqarah : 155-157)


“Dan bersabarlah! Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal : 46)


“Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali ‘Imran : 146)


*2. Bermuhasabah diri dan banyak bertaubat.*   

 Allah Ta’ala berfirman,

“Dan semua musibah yang menimpa kalian, maka itu disebabkan oleh ulah tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar kesalahanmu"(QS. Asy-Syura : 30)


Ya Allah Al Haadii, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya menghadapi semua ujian hidup kami.... Aamiin

Wednesday, April 1, 2026

Hikmah Allah SWT Menurunkan Penyakit

Pertanyaan besar akan menyelimuti kita, bahwa mengapa Tuhan menurunkan penyakit pada diri kita? Apa hikmah yg terkandung dibaliknya?

*1. Sakit menyadarkan betapa nikmatnya sehat*

" Manfaatkanlah sehatmu sebelum sakitmu"(HR Al Hakim dan Baihaki)


*2. Sakit merupakan 'peluit' kematian*

" Dimana saja kamu berada kematian akan mendapatkanmu, kendatipun kamu di dalam benteng yg tinggi dan kokoh"(QS An Nisaa:78)


*3. Sakit merupakan rahmat dari Allah SWT*

" Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan maka Dia akan menimpakan ujian padanya"(HR Bukhari)

" Tidaklah seorang muslim ditimpa penyakit kecuali Allah menggugurkan dosa-dosanya spt gugurnya daun pada pohon"(HR Bukhari)


Ya Allah  An Nuur, lindungi kami, kel, shbt dan kel nya musibah penyakit. Jika Engkau beri kami penyakit, semoga kami dapat mengambil hikmahnya.

Aamiin

Sunday, March 22, 2026

Wasiat Setelah Ramadhan

Wasiat Setelah Ramadhan


Baru saja kita meninggalkan bulan suci Ramadhan, bulan yang indah tentunya bagi semuanya. 


Ada hal yang kita lakukan setelah kita melepas bersama bulan Ramadhan.

*1. Bersyukur kepada Allah*

Bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas disempurnakannya ibadah kita, yang mulia di bulan Ramadhan seperti berpuasa yang wajib, kemudian shalat Tarawih, membaca Al-Qur’an dan lain-lain

Allah berfirman :

“Dan supaya kalian menyempurnakan jumlah bilangan berpuasa di bulan Ramadhan dan supaya kalian mengagungkan Allah (bertakbir) dan supaya kalian bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-Baqarah : 185)


*2. Meminta qobulul amal*

Meminta dengan sungguh-sungguh kepada Allah ‘Azza wa Jalla supaya Allah menerima amal ibadah yang sudah kita lakukan. Meminta qobulul amal. Karena amalan yang diterima itulah yang akan bermanfaat bagi kita di akhirat. Banyaknya amal yang kita lakukan selama di bulan Ramadhan, kalau tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka tidak bermanfaat bagi diri kita. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam -diantara dzikir pagi yang beliau ajarkan kepada kita setelah shalat subuh- mengatakan:

“Ya Allah aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, dan rezeki yang baik dan amalan yang diterima.” (Musnad Imam Ahmad, 6/322; Sunan Ibnu Majah, no. 925)


Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as berdoa kepada Allah:

“Wahai Rabb kami, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 127)


*3. Memohon ampun kepada Allah*

Senantiasa memohon ampun kepada Allah dan beristighfar atas segala kekurangan yang ada. Bagaimanapun kita sudah berusaha melakukan amal shalih di bulan Ramadhan.

Maka pada kesempatan selanjutnya kita senantiasa beristighfar dan memohon kepada Allah semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni dosa kita dan menutupi kekurangan kita dan menerima amal ibadah kita meskipun penuh di dalamnya dengan kekurangan.


*4. Istiqomah menjaga ketaatan*

Istiqomah menjaga ketaatan setelah bulan Ramadhan ini. 

Maka di bulan Syawal ini dan juga di bulan-bulan seterusnya, senantiasa kita menjaga amal ibadah dan ketaatan yang sudah kita lakukan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr : 99)


Ya Allah Ar Ra'uuf, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya bisa istiqomah menjalankan wasiat² setelah ramadhan.

Aamiin

Friday, March 20, 2026

Jadilah pemaaf

Ini merupakan kado terpenting dari terselesaikannya gemblengan bulan Ramadhan. Terutama hasil Muhasabatunnafs (introspeksi diri) pada malam Lailatul Qadar.Sebagai tuntunan bagi manusia agar berbudi luhur, yaitu terlebih dahulu memaafkan kesalahan sebelum datang wajah si bersalah menunduk dengan satu permohonan maaf.


Inilah Keuntungan Si Pemaaf  

*1. Hidup Mulia* 

Memaafkan, itu istimewa. Anda dipandang mulia di mata orang-orang pilihan. 

Di atas itu, Anda bertambah mulia di sisi Allah. Rasulullah saw bersabda : “Allah tidaklah menambahkan kepada seseorang, disebabkan ia mau memaafkan, melainkan kemuliaan”. (Hr. Muslim). 


*2. Dosa-dosa Terampuni,*

Sabda nabi saw:

“Siapa tidak menyayangi, ia tidak akan disayangi. Siapa tidak mau memaafkan, ia tidak akan diampunkan. Dan siapa tidak bertaubat, ia tak diberi pahala taubat”. (Hr. Thabrani; shaih).

Allah Ta'ala berfirman :

“..dan hendaklah mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. An-nur : 22).


*3. The Real Winner*

Pemaaf adalah pemenang sejati karena berhasil mengalahkan hawa nafsunya.

Allah SWT berfirman :

“Dan Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”(QA. Al-Isra:53)


*4. Penjaga kerukunan*

Rasulullah saw mengingatkan:

“Pintu-pintu surga dibuka tiap Senin dan Kamis. Setiap orang yang tidak berbuat syrik, ia mendapat ampunan. Kecuali orang yang tidak akur dengan saudaranya. Dikatakan “Tangguhkan pengampunan kepada kedua orang ini sampai mereka berdamai / rukun kembali” (Hr. Muslim).


*5. Menjadi Penyabar*  

 Sabar merupakan sifat terpuji dan menempati derajat yang tinggi. 

Inilah balasan untuk orang yang sabar. 

Pahala tanpa batas. Allah berfirman:

“ Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dipenuhi pahala mereka tanpa batas” (QS. Az-zumar :10).

Ya Allah Ya Muntaqim, Jadikan kami, kel, shbt dan kel nya menjadi orang pemaaf yang akan membawa kami kepada jalan kemuliaan.

Aamiin

Wednesday, March 18, 2026

Keutamaan Zakat Fitrah di Bulan Ramadhan

Keutamaan Zakat Fitrah di Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadhan juga dikenal sebagai momen di mana umat Islam dianjurkan untuk berbagi lebih banyak kepada sesama.

Allah Ta'ala berfirman :

“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”(QS. Al-Baqarah: 43) 

Salah satu amalan yang menjadi fokus utama pada bulan suci ini adalah zakat fitrah.


Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap individu Muslim pada akhir bulan Ramadhan sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri. 

Hukum zakat fitrah adalah wajib bagi setiap individu Muslim yang mampu. 

Kewajiban zakat fitrah didasarkan pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim: Rasulullah SAW bersabda:

“Wajib bagi setiap Muslim untuk membayar zakat fitrah, yakni sejumlah makanan pokok, yaitu satu sha’ gandum atau kurma atau satu sha’ lainnya yang biasa dikonsumsi di daerah masing-masing.” (H.R Bukhari dan Muslim)


Berikut ini beberapa keutamaan zakat fitrah dalam ajaran agama Islam:

*1. Membersihkan Jiwa dan Harta*

Melalui pembayaran zakat fitrah, seseorang membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan yang mungkin terjadi selama menjalani ibadah puasa. Ini juga menjadi pembersih harta dari sifat-sifat kikir dan keserakahan.


*2. Membantu Kaum Dhuafa*

Zakat fitrah bertujuan untuk membantu mereka yang kurang mampu, memastikan mereka juga bisa merayakan hari kemenangan Idul Fitri dengan layak dan bahagia. Ini adalah wujud nyata dari sikap kepedulian terhadap sesama.


*3. Menjaga Solidaritas Sosial*

Amalan zakat fitrah tidak hanya berfokus pada memberi bantuan kepada yang membutuhkan tetapi juga memperkuat ikatan sosial antara sesama Muslim. 

Ini menciptakan kesadaran akan kebersamaan dan saling menguatkan dalam komunitas.

Ya Allah Al Barru, jadikan zakat fitrah kami, kel, shbt dan kel nya sebagai wujud kasih sayang kami agar Idulfitri menjadi hari kemenangan bagi kami semua.

Aamiin

Perbuatan Ringan yg Bernilai Sedekah

Perbuatan Ringan yg Bernilai Sedekah


1. Apabila kita belanja di Pasar Tradisional atau di Tukang sayur, Janganlah menawar

Niatkanlah itu salah satu cara kita untuk bersedekah.

Insya Allah, Allah akan membalas dengan Rezeki yang lebih baik.


*2*.Bentuk sedekah yg paling tersembunyi adalah mendo'akan kebaikan orang lain, yg tdk diketahui oleh orang yg kita do'akan.


*(HR.Ahmad)*

*Doamu kepada orang lain adalah juga doa untuk dirimu*


*3*.Setiap kebaikan adalah sedekah meskipun sekecil apapun.


*Semua kebikan meskipun sebiji sawi tidak akan ada yg terlewatkan, pasti Allah akan memberi pahala*


*4*.Memberi kemudahan kepada orang lain adalah sedekah.


*Akan Allah balas dengan kemudahan kepada kita ketika di akherat*


*5* Mengucapkan kalimat Thayyibah(kata yg baik) 


*(HR. Bukhari, Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Kalimat yang baik adalah sedekah*


*6* Menyingkirkan gangguan di jalan.


*(HR. Bukhari, Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Menyingkirkan gangguan dijalan adalah sedekah*


*7*.Bila kita belum bisa melaksanakan seluruh amalan Ramadhan, maka pilihlah salah satu dari amalan Ramadhan.


*Sedekah, Tilawah, Iktikaf.*

Pilihlah salah satu jadikanlah sebagai amalan unggulanmu.


Jangan biarkan Ramadhan pergi meninggalkan kita, tanpa satupun kita punya amalan unggulan.

Ya Allah mudahkanlah, ringankanlah kami semua untuk melaksanakan amalan2 tsb diatas, sehingga kami tidak menjadi orang2 yang merugi.

Aamiin Ya Robbal Alamiin

Tuesday, March 17, 2026

Bagaimana Kita Mengakhiri Ramadhan ?

Bagaimana Kita Mengakhiri Ramadhan ?


Setiap muslim di ujung ramadhan mendapati dirinya pada dua dilema yang selalu berulang setiap tahunnya. Kita pasti bersedih karena akan kehilangan momentum pahala dan keberkahan yang berlipat-lipat di bulan ramadhan, namun pada saat yang sama kita juga harus bergembira dengan datangnya hari raya Idul Fitri. Dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda tentang kebahagiaan di hari raya : “ Sesungguhnya setiap kaum itu mempunyai hari raya, dan sungguh inilah hari kegembiraan bagi kita “ (HR Bukhori).


Setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan seorang muslim di akhir ramadhan.

*Pertama : Berusaha tetap istiqomah dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.*

Rasulullah SAW senantiasa meningkatkan ibadahnya di akhir Ramadhan. Beliau juga menjalankan sunnah I’tikaf – berdiam diri di masjid untuk beribadah – selama sepuluh hari yang terakhir. Dari Aisyah ra, ia berkata : adalah Nabi SAW ketika masuk sepuluh hari yang terakhir (Romadhon), menghidupkan malam, membangunkan istrinya, dan mengikat sarungnya (HR Bukhori dan Muslim). 

Di akhir Ramadhan ini, hendaknya seorang muslim sejenak melakukan perenungan diri. Bermuhasabah agar hati ini tidak merasa sombong dengan banyak ibadah yang telah dilakukan, tapi justru terus mawas diri dan berharap agar puasa dan amal ibadah lainnya selama Ramadhan ini benar-benar diterima di sisi Allah SWT. Hendaklah kita merenungi sabda Rasulullah SAW : " Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang sholat malam, tapi tidak mendapatkan dari sholatnya kecuali hanya begadang " (HR Ibnu Majah & al-Hakim)



*Kedua :Mengeluarkan zakat fitrah dengan ikhlas dan tepat waktu*

Dari Ibnu Abbas ra :Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari kesia-sian dan perbuatan keji, dan juga sebagai makanan bagi kaum miskin. 

Barang siapa yang menunaikannya sebelum sholat (ied) maka itu adalah zakat yang dikabulkan, dan barang siapa yang menunaikannya setelah sholat (ied) maka dia termasuk sedekah biasa.(HR Ibnu Dawud & Ibnu Majah)


*Ketiga : Meningkatkan Syiar Idul Fitri, dan bukan sekedar menjaga tradisi.*

Hari raya Idul Fitri adalah salah satu syiar dalam agama Islam. Karenanya, sudah sepatutnya seorang muslim menyambutnya dengan kegembiraan dan mengagungkannya. 

Allah SWT berfirman : “ dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar (agama) Allah, Maka Sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati “ (QS Al-Haj:32)


Rasulullah SAW dalam haditsnya banyak menunjukkan esensi hari raya Idul Fitri sebagai sebuah syiar yang harus disemarakkan.dengan sebuah kegembiraan yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW : " Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, kegembiraan ketika berbuka ( buka puasa dan saat Idul Fitri) dan kegembiraan saat bertemu Tuhan mereka " ( HR Bukhori &; Muslim). 

Ya Allah Al Muta'ali, berilah kpd kami, kel, shbt dan kel nya agar mampu menutup Ramadhan tahun ini dengan ihsan, serta menyambut dan mengisi Idul Fitri dengan kegembiraan yang bernilai di sisi-Mu.

Aamiin.

Monday, March 16, 2026

Tiga Catatan di Pengujung Ramadhan

 *Tiga Catatan di Pengujung Ramadhan*


Ramadhan tahun ini sudah hampir di tetes terakhir untuk kita nikmati.

Paling tidak ada tiga catatan yang patut kita garis bawahi selama menikmati Ramdhan tahun ini.


*Pertama, seliar apa pun nafsu kita, ia bisa didewasakan*.

Momentum Ramadan menyediakan tarbiyah khusus buat nafsu kita.

Allah Ta'ala berfirman : “…sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus : 53)

Di luar Ramadan, pintu-pintu aliran energi nafsu kerap terbuka lebar.

Kekuatan nafsu kian berkembang bersama energi yang diperoleh tubuh dari makan, minum, dan lain-lain. Bayangkan jika pintu-pintu itu tak pernah tertutup. Nafsu jadi kian liar.

Allah SWT menghadiahi shaum agar seorang mukmin bisa mendewasakan nafsu. Bisa menutup-buka pintu-pintu energinya.

Nafsu harus dipaksa. Agar, ia bisa dewasa. Semoga tarbiyah Rabbaniyah di bulan Ramadhan ini telah memdewasakan nafsu kita. Sehingga, pasca Ramadhan nanti kita bisa mengendalikan diri.


*Kedua, sekotor apa pun jiwa kita, ia bisa dibersihkan.*

Alur hidup persis seperti aliran air dalam pipa-pipa. Ada yang masuk, mengalir dan berproses hingga menjadi keluaran. Kian kotor masukan, makin banyak endapan yang melekat pada bagian dalam pipa.

Selama sebelas bulan, saringan-saringan masukan boleh jadi begitu longgar. 

Semua bisa masuk. Mulai dari yang samar, kotor, bahkan beracun. Kalau saja tidak dipaksa ada saringan, proses pengeroposan menjadi sangat cepat. Jiwa-jiwa yang keropos akan membutakan mata hati.

Allah SWT berfirman : “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami? Atau, telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karenasesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi hati yang di dalam dada.” (QS. Al Hajj : 46)

Jika aliran yang masuk melalui pipa mata, telinga, mulut, pikiran, dan rasa bisa tersaring jernih; tidak akan ada endapan. Ibadah yang sebelumnya berat menjadi ringan. Sangat ringan!

Allah SWT berfirman“ Demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sungguh beruntung yang mensucikan jiwa itu, dan sungguh merugi yang mengotorinya.” (QS. As Syam: 7-10)


*Ketiga, sepicik apa pun ego kita, ia bisa dicerdaskan.*

Kadang manusia bangga berdiri di atas egonya. Seolah ia mengatakan, “Inilah saya!” Nalar berikutnya pun bilang, pusatkan semua kekuatan diri demi kepuasan ego. Walau sebenarnya, keakuan itu sudah melabrak nilai-nilai ketinggian Islam.

Karena ego, orang bisa menganggap kalau dirinyalah yang terbaik. Tak perlu masukan dan sumbang saran. Karena ego pula, orang menjadi tak perlu berjamaah.

Ramadhan memaksa ego untuk tunduk dengan kenyataan. Bahwa, yang ego banggakan ternyata tak sekuat yang dibayangkan. 

Dalam bentuk yang lain, ego bisa ditundukkan dengan memperbanyak sujud. Itulah di antara makna qiyamul lail. Ketika sendiri, kemuliaan ego melalui simbol kepala secara terus-menerus disejajarkan dengan bumi. Suatu tempat di mana di situ ada kotoran, tempat berpijak kaki-kaki hewan, dan tempat berkumpul kotoran manusia. Ego dipaksa untuk melihat kenyataan diri. Bahwa, ia hanya seorang hamba.

Allah dalam firman-Nya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya...” (QS. Al Bayyinah : 5)

Ya Allah Al Waali, jadikan ramadhan tahun ini, bisa mengembalikan kesadaran kami, kel, shbt dan kel nya, bahwa tugas utama seorang hamba,adalah menyembah kepada-Mu.

Aamiin

 

Saturday, March 14, 2026

4 Golongan yang Tidak Mendapatkan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar merupakan karunia besar Allah yang hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam (SAW). Ibadah pada malam itu lebih baik dari 1000 bulan atau 83 tahun lebih. Namun, ada empat golongan tidak mendapatkan Lailatul Qadar tesebut. Siapa saja mereka? 


Adapun orang yang tidak akan mendapatkan Lailatul Qadar diterangkan dalam Kitab Al-targhib wat Tarhib. Berikut keterangannya:

"Maka ketika fajar telah meyingsing, Malaikat Jibril menyeru: Wahai para Malaikat, silakan pergi! silahkan pergi! maka mereka bertanya: Wahai Malaikat Jibril, apa yang akan diperbuat Allah terhadap kepentingan-kepantingan orang-orang mukmin dari Ummat Muhammad? Jibril menjawab: Allah memperhatikan mereka maka Dia akan mengampuni mereka, kecuali empat orang. Kemudian para sahabat bertanya: Siapakah mereka Ya Rasulullah? Beliau menjawab: "Mereka adalah (1) Orang yang selalu meminum minuman keras, (2) Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, (3) Orang yang memutus tali silaturrahim, (4) Orang yang bermusuhan, tidak bertegur sapa selama lebih dari tiga hari." 

Ya Allah Az Zhahiir, jadikan kami, kel, shbt dan kel nya bukan termasuk empat golongan orang yang tidak mendapatkan Lailatul Qadar.

Aamiin.

Friday, March 13, 2026

7 Keutamaan Hari Jum'at di Bulan Ramadhan

Hari Jumat menjadi salah satu momen istimewa dalam agama Islam. Keistimewaan hari Jumat semakin terasa pada saat Ramadhan, karena Ramadhan merupakan bulan suci yang penuh berkah.


*1.Hari Jumat, Pintu Pahala yang Terbuka Lebar*

Hari Jumat dianggap sebagai hari yang diberkahi dalam Islam. Hari dimana pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. 

Hal ini menunjukkan pentingnya hari Jumat dalam memperoleh pahala. Di bulan Ramadhan amalan setiap perbuatan dilipat gandakan. Maka dari itu, ini adalah waktu bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan-amalan terutama pada hari Jumat.


*2. Shalat Jumat,Puncak Keberkahan di Tengah Bulan Ramadhan*

Dalam islam, seorang laki-laki Muslim memiliki kewajiban untuk shalat Jumat. Seorang laki-laki Muslim yang menjalankannya shalat Jumat, tidak hanya berpeluang mendapat pahala shalat Jumat yang lebih besar tetapi juga mendapat ampunan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat, kemudian dia bersuci sebersih mungkin, mengenakan wangi-wangian jika ada, lalu pergi ke masjid, mendengarkan khotbah tanpa bicara, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu di antara dua Jumat.”

Dengan begitu, kehadiran kita dalam shalat Jumat di bulan Ramadhan merupakan momen yang sangat berharga untuk mendapatkan ampunan 


*3. Memperbanyak Dzikir dan Doa*

Hal yang dianjurkan dalam bulan Ramadhan. Di hari Jumat, dzikir dan doa memiliki pahala yang lebih besar.

Dengan memperbanyak dzikir dan doa pada hari Jumat di bulan Ramadhan, kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.


*4. Bersedekah di Hari Jumat*

Keberkahan sedekah di hari Jumat pada bulan Ramadhan akan lebih terasa. Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya hari Jumat itu memiliki saat yang tidak seorangpun yang muslim meminta sesuatu kebaikan padanya kecuali Allah akan memberikannya kepadanya, dan itulah setiap Jumat.”

Dengan memanfaatkan momen ini, bersedekah di bulan Ramadhan menjadi salah satu cara untuk meraih keberkahan dan pahala yang berlimpah.


*5. Membaca Al-Qur’an* 

Al-Quran merupakan petunjuk bagi umat Islam. 

Di bulan Ramadhan, membaca Al-Quran pada bulan Ramadhan menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.”

Dengan membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan, terutama di hari Jumat, kita bisa memperbanyak amalan dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.


*6. Berusaha Meningkatkan Kualitas* 

Hari Jumat di bulan Ramadhan menjadi momen yang pas untuk meningkatkan kualitas ibadah kita.

Rasulullah SAW bersabda : “Hendaklah

setiap orang di antara kamu meraih keberkahan hari Jumat dengan memperbanyak

shalawat (doa) kepadaku karena pada hari Jumat itu diperlihatkan amal perbuatan kepada ku. Maka aku senang melihat amal perbuatan kalian dalam keadaan bersuci.”

Dengan memperbaiki kualitas ibadah kita di Hari Jumat di bulan Ramadhan, kita bisa

lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.


*7.Menjaga Keharmonisan dan Persaudaraan di TengahMasyarakat*

Hari Jumat juga menjadi momen dimana umat Islam berkumpul di masjid untuk melaksanakan shalat Jumat. Di bulan

Ramadhan, momen shalat Jumat menjadi lebih istimewa karena kita berkumpul dan

merayakan kebersamaan sembari melaksanakan ibadah. Rasulullah SAW bersabda :“Tidak ada suatu kaum pun yang mendirikan shalat Jumat kemudian mereka berjabat tangan, kecuali diampuni dosa-dosa mereka di antara Jumat yang satu dengan Jumat yang lainnya dan mereka diselamatkan dari kesulitan dan kejahatan.”

Ya Allah Al Awwal, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya menggapai keutamaan hari Jum'at di bulan Ramadhan.

Aamiin.

Thursday, March 12, 2026

Keistimewaan dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Keistimewaan dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar, diantaranya yaitu: 

*1. Malam yang lebih baik daripada 1.000 bulan* 

Allah Ta'ala berfirman: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”. (QS. Al-Qadr : 3)

Dalam tafsir al-Thabari

disebutkan bahwa Mujahid berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‘lebih baik dari seribu bulan’ adalah amal, puasa, dan salat malam yang dilakukannya pada malam ini lebih baik dari amalan yang dilakukan selama 1.000 bulan. 


*2. Diampuninya dosa seseorang yang menghidupkan malam tersebut*

Dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu;anhu disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari) 


*3. Malam yang penuh berkah* 

“ Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi”. (QS. Al-Dukhan : 3) 

Para ulama tafsir, salah satunya al-Qurtubi dalam tafsirnya menyebutkan bahwa yang dimaksud ‘malam yang diberkahi’ pada ayat tersebut adalah malam lailatul qadar yaitu malam dimana diturunkannya Al-Quran. 


*4. Pada malam ini para malaikat turun dan juga Malaikat Jibril a.s.*

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”. (QS. Al-Qadr : 4) Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa banyaknya malaikat yang turun pada malam tersebut menandakan banyaknya berkah yang turun pada malam itu, karena malaikat turun bersamaan dengan turunnya berkah.


*5. Malam dicatatnya takdir tahunan*

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”. (QS. Al-Dukhan : 4) 

Yang dimaksud dengan ‘urusan’ di sini ialah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk seperti: hidup, mati, rezki, untung baik, untung buruk dan sebagainya.


Ya Allah Al Mu'akkhir, temukan kami, kel, shbt dan kelnya dengan malam lailatul qadar agar mendapatkan keutamaanya.

Aamiin.

Tuesday, March 10, 2026

4 Amalan di 10 Hari Terakhir Ramadan Seperti Rasulullah SAW, Jangan Sampai Kelewat!

Umat Islam terhitung sudah menjalankan ibadah puasa selama 19 hari. Muslim pun akan segera memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadan.

Lantas, tahukan Anda jika 10 hari terakhir Ramadan memiliki banyak keistimewaan. Salah satunya adalah adanya Malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.

Selain itu, keistimewaan lain di 10 hari terakhir Ramadan adalah mendapatkan ampunan dosa, turunnya para malaikat, dan dijauhkan dari api neraka.


Dikutip dari berbagai sumber, berikut merupakan empat amalan yang bisa dilakukan umat Islam di 10 hari terakhir Ramadan sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.

*1. Memperpanjang Ibadah Salat Malam*

Umat Islam dianjurkan untuk memperpanjang ibadah salat malam dan memperbanyak zikir hingga terbit fajar di 10 hari terakhir Ramadan. 

Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah." (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)


*2. Memperbanyak Sedekah*

Hal ini bisa dilakukan dengan berzakat fitrah dan zakat mal.  

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (QS. as-Sajdah: 16)


*3. I'tikaf*

I'tikaf ataau berdiam diri di masjid dengan beribadah juga termasuk ke dalam kegiatan yang dianjurkan dilakukan di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Hal ini seperti yang disampaikan Abdullah bin Umar RA.

"Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan." (HR Muttafaq ‘alaih)


*4. Membaca Al-Quran*

Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur'an bagaikan buah limau, baunya harum dan rasanya lezat. Sedangkan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an bagaikan kurma, tidak berbau tapi lezat rasanya." (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)


Ya Allah Al Muqtadir, berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk melaksanakan amalan² ini di hari-hari terakhir puasa romadhon kami.

Aamiin

Monday, March 9, 2026

Inilah Lima Hikmah Berbagi di Bulan Ramadhan

Ramadan dikenal sebagai bulan kedermawanan. Sedekah bukan hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi salah satu amalan yang dapat menghapus dosa, sebagaimana air memadamkan api.


Allah Ta'ala berfirman :

"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS: Al Hadid: 7)


Ada 5 Hikmah yang mampu mengilhami kita untuk berbagi:

*1. Bebagi itu Mulia,* Artinya: ketika kita berbagi kita akan mulia dihadapan Allah karena menolong sesama. Kemudia kita juga mulia dihadapan manusia karena kita mau untuk berbagi kepada mereka . 

*2. Berbagi adalah bersyukur,*  Artinya: ketika kita punya potensi diri kemudian kita bisa untuk bermanfaat untuk orang lain itulah menunjukan kita mampu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita. Kalau punya banyak harta dengan berbagi fakir dan miskin itulah bukti anda mampu bersyukur.

*3. Berbagi itu Amanah,* Artinya: Setiap harta yang kita miliki ada titipan Allah yang harus kita berikan kepada sesama manusia. Ingatlah harta dan potensi diri akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah.

*4. Berbagi itu Prestasi,* Artinya: Seberapa kita mampu untuk berkorban untuk barbagi itu menunjukan prestasi kita dihadapan Allah.

*5. Berbagi itu Investasi,* Arinya: Ketika memberI maka itulah amal jariah yang menjadi investasi kita dan akan kita terima nanti diakhirat.


Ya Allah Al Qadiir, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa senang untuk berbagi.

Aamiin

Saturday, March 7, 2026

Hikmah Nuzulul Quran

Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Nuzulul Quran sering kali diperingati dengan berbagai macam acara seperti pengajian, tahlil, khatam Alquran dan lain sebagainya.


Adapun beberapa hikmah yang bisa anda petik sebagai berikut:

*1. Meneladani Peristiwa Turunnya Al-Quran*

Peristiwa Nuzulul Quran adalah sebuah momentum perubahan bagi Umat Muslim. Yang sebelumnya kita hidup tanpa aturan dengan adanya AL-Quran setiap aspek dalam kehidupan kita menjadi lebih bermakna. Oleh karena itu, salah satu amalan yang wajib dilakukan oleh umat Islam adalah membaca Al-Quran, karena di dalamnya dijelaskan secara jelas bagaimana kita seharunsya dalam menjalani kehidupan.


*2. Semakin Dekat dengan Al-Quran*

Seperti yang kita ketahui bahwa Al-Quran adalah pedoman hidup, saat terjadinya Nuzulul Quran malakat Jibril mengajarkan kepada Nabi Muhammad untuk membaca seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Alaq ayat 1.

Kata membaca tentunya tidak hanya sebatas mengerti apa yang coba disampaikan oleh malaikat Jibril, tetapi juga untuk mengamati segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Selain itu, membaca juga merupakan jendela pengetahuan, jika kita ingin mempelajari sesuatu maka kita harus membaca.

Hal sekecil itupun sudah dijelaskan dalam Al-Quran, maka dari itu kita sebagai umat Islam diharuskan untuk meneledani segala ucapan Allah SWT yang ia turunkan lewat Al-Quran.


*3. Mengerti Isi Al-Quran*

Kita bisa lebih dekat untuk mengerti lebih dalam tentang segala hal yang terkandung dalam Al-Quran. Seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Isra. 

Allah berfirman :

“Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidak lah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."(QS Al-Isra:82) 

Ya Allah Al Ahad, mampukan kami, kel, shbt dan kelnya dapat mengambil hikmah dari Nuzulul Qur'an dan menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai rujukan kami dalam segala aktivitas setiap harinya.

Aamiin.

Friday, March 6, 2026

Amalan Sederhana yang Besar Pahalanya di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.


Amalan ringan namun berpahala besar yang dapat kita lakukan selama Ramadhan.

*1. Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an*

Ramadhan disebut sebagai bulan Al-Qur’an karena pada bulan ini wahyu pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Membaca Al-Qur’an, meskipun hanya beberapa ayat, memiliki pahala yang besar. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:  

"Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat." (HR. Tirmidzi)  


*2. Memberikan makanan untuk berbuka*  

Salah satu amalan ringan namun berpahala besar adalah memberi makan orang yang berpuasa, meskipun hanya dengan sebutir kurma atau seteguk air. Rasulullah SAW bersabda:  

"Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun." (HR. Tirmidzi)  


*3. Berdzikir dan memperbanyak doa*

Dzikir merupakan ibadah yang sangat mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja, tetapi memiliki keutamaan yang besar. Lafaz-lafaz dzikir seperti:

Subhanallah (Maha Suci Allah)  

Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)  

La ilaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah)  

Allahu Akbar (Allah Maha Besar)  

Selain itu, memperbanyak doa, terutama saat berbuka puasa dan di waktu sahur, sangat dianjurkan karena Ramadhan adalah waktu di mana doa lebih mudah dikabulkan.  


*4. Menjaga lisan dan menghindari perbuatan sia-sia*

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perkataanmu dan perbuatan yang tidak bermanfaat. Beliau bersabda:

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh dari rasa laparnya dan hausnya." (HR. Bukhari)  


*5. Bersedekah, sekecil apapun*

Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Sekeping koin, senyuman, atau membantu orang lain dengan tenaga juga termasuk sedekah. Rasulullah SAW bersabda:

"Setiap kebaikan adalah sedekah." (HR. Muslim)  


*6. Menghidupkan malam dengan shalat dan istighfar*  

Shalat malam di bulan Ramadhan, baik tarawih maupun tahajud, memiliki keutamaan besar. Selain itu, memperbanyak istighfar (memohon ampun) di waktu sahur juga sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman:  

"Dan pada waktu sahur mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Az-Zariyat: 18) 

Ya Allah Al Wahid, mampukan kami, kel, shbt dan kel bisa istiqomah menjalankan amalan sederhana ini di bulan Ramadhan.

Aamiin.

Thursday, March 5, 2026

5 Amalan Utama Bulan Ramadhan untuk Dikerjakan

Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa dan penuh berkah. Karena itu, sayang jika dilewatkan begitu saja tanpa mengerjakan amal ibadah di bulan ini.

Lantas, apa saja amalan yang bisa dikerjakan di bulan Ramadhan? Berikut amalan dan hadis yang mendukungnya.

*1. Puasa Ramadhan*

Dari Abi Hurairah berkata, bahwa Rasulullah SAW, bersabda: 'Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan dilandasi keimanan kepada Allah dan mengharap pahala dari Allah, akan diampuni dosanya pada masa lampau'" (HR. Bukhari)

*2. Sholat tarawih*

Dari al-Nadhar bin Syaiban berkata bahwa ia bertemu dengan Aba Salamah bin Abdirrahman bahwa ia mendengar dari bapaknya dari Rasulullah SAW, pada bulan Ramadhan maka ia berkata: 'Ya, sungguh Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan aku (Rasululllah) menganjurkan melakukan sholat tarawih, karena itu siapa yang berpuasa Ramadhan dan sholat tarawih hanya mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya seperti ketika dilahirkan ibunya."

*3. I'tikaf*

Hadis riwayat Aisyah ra:

"Bahwa Nabi saw melakukan i'tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i'tikaf setelah beliau wafat." (HR. Muslim).

*4. Sedekah dan membayar zakat fitrah*

Dalam sebuah hadis, dari Anas dikatakan, "Wahai Rasulullah, Kapan shodaqah yang paling utama? Rasul menjawab, 'sedekah di bulan Ramadhan". (HR. At-Tirmidzi).

Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai sarana penyucian dari hati dan perkataan yang kotor bagi orang yang berpuasa. Selain itu, sebagai bentuk pemberian makan orang-orang miskin. Siapa yang melaksanakannya sebelum sholat maka akan diterima, sedang siapa yang melaksanakannya setelah sholat Idul Fitri maka dianggap sebagai sedekah biasa." (HR. Abi Daud)

*5. Tadarus Al Quran*

Lebih baik lagi jika mengkhatamkan Al Quran.

Al Quran juga diturunkan saat bulan Ramadhan. Oleh sebab itu, setiap 17 Ramadhan selalu diperingati dengan Nuzulul Quran atau malam turunnya Al Quran.

Ya Allah Al Maajid, berilah kemampuan kpd kami, kelas, shbt dan kel nya untuk dapat mengerjakan amalan² utama di bulan Ramadhan.

Aamiin.

Wednesday, March 4, 2026

TAQWA

Taqwa adalah : Menjalankan perintah Nya menjauhi larangan Nya.

ARTI TAQWA SECARA LUAS

*1. Takut kepada ALLAH Yang Maha Agung*

A. (Al Imran : 102), yang artinya :

*Wahai orang2 yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar benarnya taqwa kepada Nya.........*


B. (QS Al-Ḥasyr : 18), yang artinya :

Wahai orang2 yan beriman bertawalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang yelah diperbuatnya untuk hari esuk (akherat) dan bertaqwalah kepada Allah, Sungguh Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.


2. Beramal dengan wahyu (Al-Qur’an) :

A. (QS Al-Ma'idah : 48), yang artinya :

Dan Kami telah menurunkan kitab kepadamu Muhammad dengan membawa kebenaran yang membenarkan kitab2 yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah (Al Qur'an)*...........*


B. (QS Al-Baqarah : 2), yang artinya :

Kitab Al Qur'an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa


3. Qana’ah/ridha atas pemberian Allah dan tidak terpedaya dunia

A. QS. Al-Ḥadid : 20), yang artinya :

*Ketahuilah sebenarnya dunia itu hanya permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga diantara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan..............................dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang palsu*


B. (QS Aṭ-Ṭalaq : 3), yang artinya :

Dan Dia Allah memberi rezeki dari arah yang tidak disangka sangka. Dan barang siapa bertawaqal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya...........


4. Bersiap untuk akhirat :

A. (QS Al-‘Ankabut : 64), yang artinya :

*................. Sesungguhnya negeri akherat itulah kehidupan yang sebenarnya sekiranya mereka mengetahui*

B. (QS Al-Ḥasyr : 18), yang artinya :

*Wahai orang2 yang beriman bertaqwalah kepada Allah...............*

_berlanjut_

Tuesday, March 3, 2026

Keutamaan Tadarus Al-Qur'an yang Jarang Diketahui Umat Islam

Bulan Ramadhan disebut bulan Al-Qur'an. Salah satu kegiatan yang sering dilakukan umat muslim di bulan Ramadhan adalah Tadarus Al-Qur'an. Bahkan ini dicontohkan oleh suri tauladan kita, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.


Berikut Keutamaan Tadarus Al-Qur'an: 

*1. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda* 

 Membaca 1 huruf Al-Qur’an akan dibalas dengan sepuluh kebajikan. Seperti diterangkan hadis berikut: Dari Ibn Mas'ud RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Qur’an) maka ia mendapat satu kebaikan. Setiap kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan: "Alif Laam Miim" satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf. (HR At-Tirmidzy) 


*2. Memperoleh Ketenangan dan Kedamaian Hati*

Sebagaimana firman Allah berikut "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." (Al-Isra : 82). 

Di ayat lain Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'du: 28) 


*3. Mendapatkan Syafa'at di Hari Kiamat* 

Mereka yang membaca Al-Qur'an akan mendapatkan syafa'at dari Al-Qur'an sebagaimana sabda Rasulluloh."Dari Abu Umamah RA berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda: 'Bacalah Al-Qur'an karena sesungguhnya Al-Qur'an itu nanti pada hari kiamat akan datang untuk memberi syafa'at kepada orang yang membacanya." (HR Muslim). 


*4. Menghidupkan Hati yang Kosong Hati*

 Rumah yang tidak dibacakan Al-Qur'an , maka akan diliputi oleh kesempitan dan ketidakberkahan.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata bahwa Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya seorang yang tida ada sedikitpun Al-Qur'an dalam hatinya adalah seperti rumah kosong". (HR at-Tirmidzi)


*5. Memperkuat Ukhuwah Sesama Muslim*

Manfaat lain dari Tadarus Al-Qur'an adalah dapat menguatkan persaudaraan sesama muslim (ukhuwah Islamiyah). Mereka yang tadarus Al-Qur'an baik di masjid, mushalla atau rumah berarti telah menyambung silaturahim sesama saudara muslim lainnya. Tadarus Al-Qur'an juga dapat menjauhkan seseorang dari perkara ghibah dan semacamnya.

Ya Allah Al Qoyyuum, beri kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya istiqomah untuk ber-tadaruz membaca Al-Quran untuk mendapatkan keutamaan nya.

Aamiin

Monday, March 2, 2026

Haruskah Mengkhatamkan Al-Qur'an di Bulan Ramadan?

Salah satu amalan di bulan Ramadan yang banyak dilakukan umat Islam adalah tadarus atau membaca kitab suci Al-Qur'an dengan harapan meraih pahala yang berlimpah. Diriwayatkan, Rasulullah SAW mengkhatamkan Quran sekali selama Ramadan bersama Jibril as , namun pada tahun wafatnya beliau mengkhatam 2 kali bersama Jibril as. Syaikh Ibnu Utsaimin dalam bukunya berjudul "Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin" pernah ditanya, apakah diwajibkan bagi orang yang berpuasa untuk mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadan? 

Beliau menjawab, “Mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadan bukan perkara wajib. Akan tetapi, selayaknya seseorang memperbanyak membaca Al-Quran di bulan Ramadan, sebagaimana hal tersebut merupakan sunah Rasulullah SAW. 

Dahulu beliau mengulang kembali bacaan Al-Qurannya bersama malaikat Jibril di bulan Ramadan.”

Walaupun anjuran dan kesunahan mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadan, sedemikian kuat, namun tetap saja ruang lingkupnya adalah perbuatan sunah, bukan merupakan kewajiban yang harus, sehingga seorang muslim dianggap berdosa apabila meninggalkannya.

Di kalangan ulama salaf mereka bersungguh-sungguh untuk mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadan untuk meneladani Nabi Muhammad SAW.

Ya Allah Al Hayyu, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya untuk mengkhatamkan Al-Quran di bulan ramadhan ini.

 Aamiin.

Saturday, February 28, 2026

5 Amalan Sahur Ini Bisa Menambah Pahala di Bulan Suci Ramadhan

Sahur bukan hanya sekadar makan sebelum berpuasa, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan keberkahan dan pahala tambahan. 

Agar sahur lebih bermakna, ada beberapa sunnah yang bisa dilakukan untuk menambah keberkahan dalam ibadah puasa.  

*1. Mengakhirkan Sahur hingga Mendekati Waktu Subuh*

Hal ini berdasarkan hadits dari Zaid bin Tsabit RA, ketika ditanya tentang jarak antara sahur Rasulullah dan azan subuh, ia menjawab, “Sekitar (waktu membaca) 50 ayat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

*2. Mengonsumsi Kurma sebagai Menu Sahur*

Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik makanan sahur adalah tamr (kurma kering).” (HR. Abu Daud). Kurma mengandung gula alami yang memberikan energi instan, serat yang baik untuk pencernaan, serta berbagai vitamin dan mineral yang mendukung kesehatan selama puasa.  


*3. Memperbanyak Istighfar*

Firman Allah dalam Al-Quran menyebutkan bahwa orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang banyak beristighfar di waktu sahur (QS. Ali Imran: 17). 

Dengan memperbanyak istighfar, kita tidak hanya mendapatkan ampunan, tetapi juga ketenangan hati dalam menjalani ibadah puasa.  


*4. Memperbanyak Doa*

Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda, “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir dan berfirman, ‘Barang siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barang siapa yang meminta sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan barang siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni ( HR Bukhari dan Muslim) 


*5. Membaca Al-Quran*

Waktu sahur juga merupakan momen yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca Al-Quran. Dalam QS. Al-Muzammil ayat 6, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya, bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” 

Dengan menerapkan sunnah-sunnah ini, sahur bukan hanya sekadar rutinitas makan, tetapi juga menjadi ibadah yang penuh berkah. 

Mari jadikan sahur sebagai momen yang lebih bernilai, tidak hanya untuk menjaga stamina tubuh, tetapi juga untuk memperbanyak amal dan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ya Allah Al Muhyi, berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk menjalankan amalan di saat sahur.

Aamiin

Friday, February 27, 2026

3 (tiga) Golongan Manusia dalam Bulan Ramadhan

Ada tiga golongan manusia dalam menyikapi bulan Ramadhan sebagaimana dijelaskan Ustaz Muhammad Saiyid Mahadhir.

Seperti diketahui, Ramadhan adalah penghulu semua bulan dan Allah mengistimewakannya dari bulan-bulan lain.

Berikut 3 golongan manusia di Bulan Ramadhan: 

*1. Kelompok Zalim*  

 Bagi mereka kedatangan Ramadhan dianggap biasa-biasa saja dan dianggap sebagai beban.

Kewajiban berpuasa tidak dijalankan dengan sempurna. Bisa jadi mereka berpuasa penuh selama satu bulan, namun hari-hari mereka meninggalkan salat fardhu, banyak tidur. Inilah kezaliman mereka untuk diri masing-masing. 


*2. Kelompok Muqtashid (pertengahan)* 

Mereka adalah orang-orang yang bergembira menyambut hadirnya bulan Ramadhan. Rasa gembira itu semakin menjadi-jadi karena setelah itu bakal ada libur panjang. Ada kesadaran bergama bahwa di Ramadhan waktunya untuk menghapus dosa dan mengambil banyak pahala untuk bekal di akhirat kelak. Namun mereka lalai mengerjakan ibadah sunnah, seperti meninggalkan ibadah sholat tarawih dan witir ataupun sholat rawatib qabliyah dan ba'diyah, malas untuk membaca Al-Qur'an. 


*3. Sabiqun Bil Khairat (berpestasi)* 

Karena mereka adalah orang-orang yang berusaha meninggalkan perkara haram dan makruh. Mereka juga meninggalkan sebagian perkara mubah demi kesempurnaan ibadah puasa yang mereka jalankan. 

Kerinduan mereka kepada Ramadhan membuat mereka selalu berdoa sepanjang bulan kepada Allah. 

Golongan ketiga ini sangat disukai Allah Ta'ala. Mereka disifati Allah dalam ayat berikut: : "Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum Fajar." (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)

Seluruh anggota badan mereka berpuasa, mata, telinga, lidah, bibir, tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh lainnya tidak bermaksiat kepada Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang bangun malam Qadar dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu". (HR Al-Bukhari Muslim)

Ya Allah Al Mu'iid, berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya agar tergolong dalam sabiqun bil khairat.

Aamiin.

Mukmin yang didoakan malaikat pemikul 'Arsy

Ini menunjukan bahwa ada golongan mukmin tertentu yg secara khusus didoakan malaikat pemikul 'Arsy.

*Kriterianya adalah :*

*1*.Mukmin yang memiliki iman yang shahih.

*2*.Mukmin yang bertobat dari dosa.

*3*.Mukmin yang mengikuti jalan Allah (Al-Qur’an dan Sunnah).

*4*.Mukmin yang istiqamah dalam ketaatan.

*5*.Mukmin yang mengharap rahmat dan keselamatan akhirat.


*1.Mukmin yang memiliki iman yang shahih*

*A.(QS. Ghafir : 7)*

Yang artinya :

*…......dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampun bagi orang-orang yang beriman….......*

*B.(QS. Al-Hujurat : 15)*

Yang artinya : *Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian tidak ragu-ragu........*

*C.(HR. Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda :

Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan takdir….


*2.Mukmin yang bertobat dari dosa*

*A.QS. Ghafir : 7)*

Yang artinya :

*“…....maka ampunilah orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan-Mu…”*

*B.(QS. Az-Zumar: 53)*

Yang artinya :

*Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah sesungguhnya Allah mengampuni dosa2 semuanya........*

*C.(HR. At-Tirmidzi)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Setiap anak Adam banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertobat.*


*3.Mukmin yang mengikuti jalan Allah (Al-Qur’an dan Sunnah)*

*A.(QS. Ghafir : 7)*

“…dan mengikuti jalan-Mu…”

*B.(QS.Ali Imran: 31)*

Yang artinya :

*Jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mencintaimu…..*

*C.(HR. Ahmad)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara; kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya*


*4. Mukmin yang istiqamah dalam ketaatan*

*A.(QS.Fussilat : 30)*

Yang artinya :

*Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka istiqamah maka malaikat2 akan turun kepadanya.....*

*B.(QS. Al-Ahqaf : 13)*

Yang artinya :

*Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka tetap istiqamah dan tidak ada rasa khawatir.......*

*C.(HR. Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda: *Katakanlah: ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian beristiqamahlah*


*5.Mukmin yang mengharap rahmat dan keselamatan akhirat*

*A.(QS. Ghafir : 8–9)*

Yang artinya :

*Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yg telah Edan peliharalah mereka dari keburukan-keburukan…....*

*B.(QS. Al-Baqarah: 218)*

Yang artinya : *Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad…..... mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah*

*C.(HR. Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Tidak seorang pun masuk surga karena amalnya semata, kecuali dengan rahmat Allah.*


 *URAIAN DIATAS MENGANDUNG PENGERTIAN*

*1.Mukmin yang Memiliki Iman yang Shahih*

*A*.Iman yang shahih adalah fondasi utama doa malaikat pemikul ‘Arsy. Ayat ini menegaskan bahwa doa itu khusus untuk *alladzina amanu* (orang-orang yang beriman), menunjukkan keimanan sebagai syarat utama untuk didoakan malaikat pemikul 'Arsy

*B*.Iman yang benar mencakup tauhid murni tanpa syirik. Orang yang menjaga tauhid termasuk golongan yang layak mendapat doa dari malaikat dan ampunan dari Allah SWT


*2. Mukmin yang Bertobat dari Dosa*

*A*.Taubat menjadi syarat keberlanjutan rahmat Allah. Tanpa taubat, dosa menjadi penghalang turunnya ampunan.

*B* Ayat ini menunjukkan kasih sayang Allah, bahkan para malaikat pun memohonkan ampun bagi hamba yang kembali kepada-Nya.


*3.Mukmin yang Mengikuti Jalan Allah*

*A*.Jalan Allah adalah Al-Qur’an dan Sunnah. Mengikuti jalan Allah berarti menjadikan wahyu sebagai pedoman 

*B*.Mengikuti jalan Allah berarti menjauhi bid’ah, kesesatan, dan penyimpangan aqidah.


*4. Mukmin yang Istiqamah dalam Ketaatan*

*A*.Istiqamah berarti konsisten dalam iman dan amal hingga akhir hayat.

*B*.Malaikat mendoakan keselamatan dan penjagaan bagi mereka yang terus bertahan/istikomah dalam ketaatan.


*5. Mukmin yang Mengharap Rahmat dan Keselamatan Akhirat*

*A*.Doa malaikat terhadap orang mukmin mencakup permohonan agar mukmin dimasukkan ke surga dan dijauhkan dari azab.

*B*.

*Hal ini menunjukkan bahwa mukmin sejati selalu berorientasi akhirat.

*Harapan kepada rahmat Allah mendorong amal shalih dan menjauhkan putus asa.

*Keselamatan akhirat adalah tujuan utama.


*Ya Allah jadikanlah kami semua adalah mukmin yg memiliki iman yg sholih, yg ahli taubat, yg selalu berada dijalan Allah, istikomah dlm ketaatan dan mendapatkan rahmat dan selamat di akherat*

*Aamiin Ya Robbal Alamiin*

Thursday, February 26, 2026

Agar Tidur Saat Puasa Menjadi Ibadah

Banyak amalan atau perbuatan yang dilakukan di bulan Ramadhan menjadi ladang pahala. Seperti membaca dan menghafal Al-Quran, shalat tarawih, bersedekah, menyiapkan makanan berbuka dan sahur, menonton kajian, membantu orang tua di rumah bahkan ada hal sederhana yang jika dilakukan untuk kebaikan akan mendapat pahala , yaitu *tidur*. 

Hanya saja, agar tidur di bulan Ramadhan ini bisa menjadi pahala, perlu diperhatikan syarat-syaratnya salah satunya *diniatkan untuk menghindar dari hal-hal yang tidak berguna atau malah menjadi maksiat*

Para ulama biasa menjelaskan suatu kaedah bahwa setiap amalan yang statusnya mubah (seperti makan, tidur dan berhubungan suami istri) bisa mendapatkan pahala dan bernilai ibadah apabila diniatkan untuk melakukan ibadah. 

Sebagaimana Imam An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan, “Sesungguhnya perbuatan mubah, jika dimaksudkan dengannya untuk mengharapkan wajah Allah Ta’ala, maka dia akan berubah menjadi suatu ketaatan dan akan mendapatkan balasan (ganjaran).” 

Jadi tidur yang bernilai ibadah jika tidurnya adalah demikian. Menjalankan puasa jelas merupakan sebuah ibadah, maka tidur pada saat berpuasa yang bertujuan agar lebih bersemangat dalam manjalankan ibadah terhitung sebagai ibadah. Fadhilah ini tidak berlaku tatkala seseorang tidurnya diniatkan untuk bermalas-malasan dan meninggalkan ibadah.

Selain itu, tidur juga merupakan salah satu sunnah yang dijalankan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam yang tentunya bisa kita contoh. Dalil yang menganjurkan tidur qailulah (tidur siang) adalah hadis dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.” (HR. Abu Nu’aim).

Ya Allah Al Mubdi, terimalah ibadah² kami, kel, shbt dan kelnya selama bulan puasa dan dijauhkan dari hal² yang dapat membatalkan pahala puasa kami.

Aamiin

Wednesday, February 25, 2026

Hindari yang Makruh dalam Berpuasa

Makruh adalah perbuatan yang bila dilakukan tidak menimbulkan dosa atau batalnya suatu ibadah, namun mengurangi nilai dari ibadah itu sendiri. Jadi, hal-hal yang bersifat makruh sebaiknya dihindari agar suatu ibadah yang kita jalani dapat lebih sempurna.

Adakah hal-hal yang dianggap makruh dalam berpuasa? 

Dari Sahabat Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:“Betapa banyak banyak orang yang berpuasa, namun tidak ada yang ia dapatkan kecuali hanya rasa lapar , dan betapa banyak orang yang melakukan ibadah malam harinya tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya begadang” (HR. Ahmad).

Dari berbagai sumber

berikut hal-hal makruh dalam berpuasa yang sebaiknya kita hindari, yakni: 

*1. Berlebih-lebihan dalam berkumur dan beristinsyaq* (memasukkan air ke dalam hidung, lalu menghirupnya dengan sekali nafas sampai ke dalam hidung yang paling ujung) ketika berwudhu’. 

Sabda Nabi Saw kepada Laqith bin Shabrah: “Bersungguh-sungguhlah dalam berkumur dan dalam meng-hirup air ke hidung, kecuali jika engkau sedang berpuasa.”(HR at Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad dan lainnya)

*2. Tidur sepanjang hari*

  Jika dalam tidur sepanjang hari, seseorang bisa lalai tidak melaksanakan shalat fardhu ataupun membuat puasanya menjadi tidak sempurna, maka jelas tidur tersebut tidak hanya makruh tetapi juga haram karena menyebabkan dosa. 

*3. Mencicipi makanan*

  Ketahuilah hukum mencicipi makanan saat puasa sebelum Anda mempraktekkannya. Sebab dikhawatirkan makanan tersebut justru tertelan dan berpotensi membatalkan puasa. Akan lebih baik bila yang mencicipi makanan tersebut adalah anggota keluarga yang tidak wajib berpuasa.

*4. Mencium*

Dimakruhkan untuk mencium bagi orang yang sedang berpuasa, karena ciuman terkadang dapat membangkitkan nafsu syahwat yang dapat merusak puasanya. 

*5. Wishal* 

Dimakruhkan wishal dalam berpuasa. Pada hakikatnya yang dilarang adalah berpuasa dua hari atau lebih tanpa sedikit pun mengkonsumsi makanan atau minuman sepanjang siang dan malam. Dan jika memakan atau meminum sesuatu walaupun sedikit, maka hal itu tidak disebut sebagai wishal.

*6. Bersiwak*

 Sebagian ulama memakruhkan siwak (gosok gigi) setelah zawal (tergelincirnya matahari atau waktu menjelang Zhuhur). Dan yang shahih, siwak itu disyari’atkan sebelum zawal dan setelahnya pada bulan Ramadhan dan bulan lainnya.

Ya Allah Al Muhshii, berilah kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya dapat terhindar dari hal² yang makruh saat berpuasa, dan Engkau terima ibadah puasa kami.

Aamiin

Tuesday, February 24, 2026

Puasa Tapi Masih Marah-Marah?

(Puasa Lapar Perut, atau Puasa Hati dan Lisan?).

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh. 


Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita, Muhammad ﷺ, keluarga dan sahabat beliau.

Kadang kita jumpai, bahkan mungkin diri kita sendiri…

Sudah puasa, tapi masih gampang emosi.

Sudah menahan lapar, tapi belum menahan amarah.

Padahal pertanyaannya sederhana:

Yang puasa itu perut kita saja… atau juga hati kita?

1️⃣ Puasa Itu Bukan Sekadar Lapar

Rasulullah ﷺ bersabda:

Dalil Arab:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

Latin:

Rubba shā`imin laisa lahu min shiyāmihi illā al-jū‘u wal-‘athasy.

Artinya:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan haus.”

(HR. Ahmad)

Artinya apa?

Kalau lisannya masih tajam, emosinya masih meledak-ledak, akhlaknya tidak berubah… bisa jadi yang puasa hanya fisiknya.

2️⃣ Kalau Marah, Katakan: “Saya Sedang Puasa”

Rasulullah ﷺ bersabda:

Dalil Arab:

فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ

Latin:

Fa idzā kāna yaumu shaumi ahadikum falā yarfuts walā yashkhab, fa in sābbahu ahadun aw qātalahu falyaqul: innī shā’im.

Artinya:

“Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berteriak-teriak. Jika ada yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa itu latihan pengendalian diri.

Bukan hanya menahan makan, tapi menahan reaksi.

3️⃣ Marah Itu Dari Setan

Rasulullah ﷺ bersabda:

Dalil Arab:

إِنَّ الْغَضَبَ مِنَ الشَّيْطَانِ

Latin:

Innal ghadaba minasy-syaithān.

Artinya:

“Sesungguhnya marah itu dari setan.”

(HR. Abu Dawud)

Bayangkan…

Kita sedang puasa ingin mendekat kepada Allah,

Tapi justru membuka pintu setan lewat amarah.


Contoh Real di Kehidupan

✅ Di Rumah

Sudah jam 4 sore. Lapar. Anak ribut.

Biasanya langsung bentak:

“Diam kamu! Ayah lagi puasa!”

Padahal yang salah siapa? Anak atau lapar kita?

Seharusnya puasa membuat kita berkata lembut: “Nak, ayah lagi capek. Yuk pelan-pelan ya.”

✅ Di Jalan

Lagi macet menjelang buka. Ada motor serobot.

Biasanya: klakson panjang + emosi.

Kalau ingat hadits tadi:

Dalam hati bilang, “Saya sedang puasa.”

Puasa itu rem.

Kalau mobil tanpa rem, bahaya.

Orang tanpa kendali emosi, lebih bahaya.

✅ Di Kantor

Sudah haus, kerjaan numpuk, bawahan salah sedikit langsung meledak.


Padahal bisa jadi Allah sedang menguji: “Kamu ini benar puasa atau cuma menahan makan?”

Kenapa Puasa Harus Menenangkan?

Karena tujuan puasa adalah takwa.

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

Dalil Arab:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ ... لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Latin:

Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyām… la‘allakum tattaqūn.

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa… agar kalian bertakwa.”

Takwa itu pengendalian diri.

Kalau masih gampang marah, berarti latihan takwanya belum lulus.


Penutup 

Kalau sebelum Ramadhan kita mudah marah, Tapi setelah 10 hari, 20 hari, bahkan 30 hari… masih sama… Berarti yang berubah cuma jadwal makan kita, belum hati kita.

Mari kita jadikan puasa bukan sekadar menahan lapar,

Tapi menahan ledakan amarah.

Karena bisa jadi…

Orang yang paling berat puasanya bukan yang paling lapar,

Tapi yang paling sabar.

Semoga Allah menjadikan puasa kita bukan hanya lapar dan haus,

Tapi puasa yang menghaluskan hati dan menenangkan jiwa.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dua Waktu yang Paling Berkah di Bulan Ramadhan

Dalam Islam disebutkan ada waktu-waktu yang penuh dengan limpahan keberkahan , salah satunya adalah di waktu pagi hari. 

Di bulan Ramadhan , keberkahan waktu ini sangat dahsyat keutamaannya. 

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut waktu-waktu di mana Allah turunkan banyak keberkahan bagi manusia, yaitu:

*1. Waktu sahur*

Dari Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda, “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.”(HR Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud barokah adalah turunnya dan tetapnya kebaikan dari Allah pada sesuatu. Barokah bisa mendatangkan kebaikan dan pahala, bahkan bisa mendatangkan manfaat dunia dan akhirat. Namun patut diketahui bahwa barokah itu datangnya dari Allah yang hanya diperoleh jika seorang hamba mentaati-Nya. 

Rasulullah saw yang bersabda, ”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR Bukhari dan Muslim). 


*2.Waktu Subuh*    

  Rasulullah saw bersabda, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud) 

Sebagian Ulama ada yg mengatakan, karena waktu subuh berkah sehingga tidur di waktu Subuh hukumnya makruh. 

Sebaiknya jangan tidur setelah Subuh karena waktu itu juga turunya rezeki dan berkah.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah ra. berkata, “Tidur setelah Subuh mencegah rezeki, karena waktu Subuh adalah waktu mahluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah Subuh suatu hal yang dilarang (makruh) kecuali ada penyebab atau keperluan.” (Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibaad 4/222)

Ya Allah Al Hamiid, berilah kpd kami, kel, shbt dan kel nya, berokah di bulan ramadhan tahun ini.

Aamiin.

Monday, February 23, 2026

Doa Agar Bisa Menahan Marah Selama Puasa

Salah satu syarat agar ibadah puasa kita diterima Allah Subhanahu wa ta'ala adalah menahan hawa nafsu . 

Hanya saja, sebagai manusia yang banyak khilaf dan kesalahan , kita terkadang tidak mampu mengendalikan amarah dan emosi yang ada di dalam benak.

Islam telah mengajarkan kita untuk dapat menahan hawa nafsu. Salah satu cara yang selalu dianjurkan adalah dengan berwudhu. Namun, alangkah lebih baiknya jika wudhu juga dibarengi dengan melafalkan doa-doa yang bisa digunakan untuk meredam amarah atau emosi. 

Berikut do’a yang dapat dilafalkan ketika kita merasa emosi atau marah : *A’uudzu billahi minas syaithanir rajiim.* Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Rasulullah Saw terlebih dahulu menyadari bahaya dari kondisi seseorang yang sedang dilanda amarah, oleh karena itu Rasulullah mengajarkan bagaimana cara mengatasi emosi yang sedang bergejolak di dalam batin seseorang. *Allahummaghfir lii dzambii wadzhib ghaidzho qolbii wa ajirnii minasy syaithooni*

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku dan selamatkanlah aku dari kejahatan syaitan.

Ya Allah Al Waliyy, berilah kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk dapat menahan marah 

selama menjalankan ibadah puasa, dan terimalah amal ibadah puasa kami.

Aamiin.

Saturday, February 21, 2026

Menyegerakan Berbuka Puasa dan Mengakhirkan Sahur

Dari Sahl bin Sa'ad, bahwa Rasulullah Saw. bersabda :

"Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”

(HR. Bukhari dan Muslim)


Hadist diatas menegaskan bahwa hendaknya kita menyegerakan berbuka puasa ketika sudah memasuki waktunya, walaupun hanya dengan seteguk air atau dengan makanan yang manis seperti kurma dan lainnya.

Dari Anas bin Malik Ra, beliau berkata :

"Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan ruthob (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.”

 (HR. Abu Daud )


Untuk do'a berbuka puasa, kita ikuti do'a yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. sebagaimana hadits dari ‘Abdullah bin Umar Ra beliau berkata bahwa Rasulullah Saw. apabila berbuka beliau berdoa :

*DZAHABAD DZOMAAU WABTALLATIL 'URUUQU WA TSABATAL AJRU INSYA ALLAH*

"Rasa haus telah pergi dan urat-urat telah terbasahi serta mendapat pahala insya Allah."(HR. Abu Dawud, Ad Daruquthni, Baihaqi)


Di samping itu kita juga disunnahkan untuk mengakhirkan waktu makan sahur hingga menjelang fajar. 

Dari Anas, dari Zaid bin Tsabit, ia berkata :

"Kami pernah makan sahur bersama Nabi Saw. Kemudian kami pun berdiri untuk menunaikan shalat."

Kemudian Anas bertanya pada Zaid :

" Berapa lama jarak antara adzan Shubuh dan sahur kalian?”

Zaid menjawab :

"Sekitar membaca 50 Ayat."(HR. Bukhari dan Muslim )


Yang disunnahkan adalah kita harus makan sahur, karena makanan saat sahur adalah penuh dengan" keberkahan. 

Dari Abu Sa'id Al Khudri, berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda :

"Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkannya sekalipun hanya dengan minum seteguk air."

 (HR. Ahmad)

Lafal do'a makan sahur yang dibaca Rasulullah SAW :

 *"Yarhamhullahul mutasahhiriin"*

"Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur."

 (HR At-Thabarani)


 Ya Allah Al Qawiyyu, beri kami, kel, shbt dan kel nya kemampuan agar bisa istiqoma menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, agar mendapatkan keberkahan dalam ibadah puasa di bulan suci Ramadhan kali ini.

Aamiin

Friday, February 20, 2026

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

👍Sungguh Sangat Beruntung

*Berbakti* *Kepada Kedua Orang Tuanya*


*(HR.Muslim)*

 Rosulullah SAW bersabda :

*Sungguh amat kasihan, sungguh amat kasihan, dan sungguh amat kasihan*

 Kemudian Beliau ditanya :

*Siapa, ya Rasulullah?*

 Beliau bersabda :

*“Orang yang mendapati kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau kedua-duanya, tetapi ia tidak masuk surga".*


*❇️ Bagi seorang muslim :* berbuat baik dan berbakti kepada orang tua bukan hanya *_sekadar_* memenuhi tuntunan _norma susila dan norma kesopanan,_ namun juga memenuhi norma agama, atau dengan kata lain dalam rangka menaati perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.


*1* Berbakti 

kepada orang tua merupakan amal yang paling utama.


*2* Ridha Allah tergantung ridha orang tua.


*3* Berbakti kepada orang tua dapat dijadikan *_wasilah/penyebab_* untuk melepaskan dari kesulitan.


*4* Berbakti kepada orang tua adalah silaturahim utama, dapat melapangkan rizki dan memanjangkan umur.


*5* Berbakti kepada orang tua akan dimasukkan kedalam surga.


*❇️ Birrul walidain atau berbakti kepada orang tua hukumnya wajib/perintah Allah SWT.*


*(QS. Al Isra' : 23)*

Yang artinya :

*Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya....................*


*❇️ Berlaku lembut terhadap kedua orang tua adalah termasuk berbakti*.


 *(QS. Al Isra' : 23)*

Yang artinya :

*......................Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan *"ah"* 

*Dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia*


*(QS. Al Isra' : 24)*

Yang artinya :

*Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah* _*"Wahai Rabb-ku, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik dan mengasihi aku di waktu kecil"*_.


*❇️ Durhaka kepada orang tua balasannya adalah :*

>Tidak mencium baunya surga

>Hidupnya tidak barokah

>Doanya tidak diterima/ditolak


*Ya Allah jadikanlah kami dan anak cucu kami semua adalah anak2 yang berbakti kepada ke dua orang tua, baik orang tua yg masih hidup maupun yang sudah wafat*


*Aamiin Ya Robbal Alamiin*

Bukan Sekadar Lapar, Tapi Belajar Sabar

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang masih memberi kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesempatan menjalani ibadah puasa.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ.

Sdrku yang dirahmati Allah…

Puasa itu bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Kalau hanya lapar, orang diet juga lapar. Kalau hanya haus, orang kerja berat juga haus. 


Tapi puasa adalah latihan sabar.

📖 1. Puasa dan Sabar Itu Satu Paket

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ


Yā ayyuhalladzīna āmanū ista‘īnū bish-shabri wash-shalāh, innallāha ma‘ash-shābirīn.

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)

Sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud sabar di sini termasuk puasa, karena puasa adalah bentuk sabar yang paling nyata.

📖 2. Puasa Disebut Bulan Kesabaran

Rasulullah ﷺ bersabda:

الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ


Aṣ-ṣawmu niṣfuṣ-ṣabr.

Artinya:

"Puasa itu setengah dari kesabaran." (HR. Tirmidzi)

Kenapa? Karena dalam puasa ada:

Sabar menahan lapar

Sabar menahan emosi

Sabar menahan lisan

Sabar menahan pandangan

Sabar menahan keinginan

🌿 Bukan Sekadar Lapar

Kalau puasa hanya lapar, maka:

❌ Masih marah-marah

❌ Masih ghibah

❌ Masih mudah tersinggung

❌ Masih emosi di jalan

Maka Rasulullah ﷺ mengingatkan:

فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ


Fa idzā kāna yaumu shaumi aḥadikum falā yarfuts walā yashkhab.

Artinya:

"Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berteriak-teriak." (HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa bukan hanya menahan perut, tapi juga menahan karakter buruk.

🌾 Contoh Real di Masyarakat

1️⃣ Di Rumah

Biasanya sebelum puasa, kalau anak rewel langsung naik nada.

Saat puasa? Kita belajar berkata lebih lembut.

Bukan karena lemas, tapi karena sadar: "Saya sedang latihan sabar."

2️⃣ Di Jalan

Macet, diserobot, diklakson.

Kalau tidak puasa mungkin sudah turun dari motor.

Tapi saat puasa kita ingat: "Saya sedang dididik Allah."


3️⃣ Di Kantor

Ada rekan kerja menyebalkan.

Biasanya ingin membalas.

Saat puasa kita belajar menahan, karena Allah berjanji:

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar."

Dan kalau Allah sudah bersama kita, masalah terasa ringan.

🌤️ Hikmah Besar

Kalau sebulan kita berhasil sabar…


InsyaAllah setelah Ramadhan:

Lebih tenang dalam rumah tangga

Lebih bijak dalam mengambil keputusan

Lebih adem di masyarakat

Lebih kuat menghadapi ujian hidup

Karena hidup ini tidak akan bebas dari masalah.

Tapi orang sabar selalu punya ketenangan.


🌸 Penutup

Hadirin yang dirahmati Allah…

Puasa bukan lomba siapa paling lapar.

Tapi lomba siapa paling sabar.

Karena lapar hanya terasa beberapa jam…

Tapi sabar membentuk karakter seumur hidup.

Semoga puasa kita bukan hanya menahan makan,

Tapi juga menahan amarah, menahan lisan, dan menahan ego.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Thursday, February 19, 2026

Jangan Biarkan Puasa Kita Sia-Sia

Rasulullah Saw. bersabda :

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.”

(HR. Ath Thabrani)


Ada beberapa hal yang membuat amalan puasa kita menjadi sia-sia, antara lain :

 *1. Berkata Dusta (az zuur)*

Inilah perkataan yang membuat puasa seorang muslim bisa sia-sia, hanya merasakan lapar dan dahaga saja.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw. bersabda :

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.”

(HR. Bukhari)


*2. Bicara tanpa makna (laghwu) dan jorok/porno (rofats).*

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw. bersabda :

"Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia (lagwu) dan jorok (rofats.) Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya :

“Aku sedang puasa, aku sedang puasa.”

 *(HR. Ibnu Majah dan Hakim)


 *3. Melakukan Berbagai Macam Maksiat.*

Jabir bin ‘Abdillah menyampaikan petuah yang sangat bagus :

“Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.”


Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw. bersabda :

"Banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan apapun kecuali rasa lapar. Banyak orang yang beribadah di malam hari, namun yang didapatkannya hanyalah keletihan akibat tidak tidur malam”

(HR. Ibnu Majah)


Ya Allah Al Haqq, berilah kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya, untuk menjauhkan dari berbagai hal yang dapat mengurangi kesempurnaan pahala puasa kami...Aamiin

Monday, February 16, 2026

Menyindir Orang Dalam Islam dan Dalilnya

Apabila dilihat dari bahasa, menyindir merupakan mencela atau mengejek orang lain secara tidak langsung.

Dalam hal ini, menyindir orang lain dengan tujuan yang hina seperti balas dendam, syirik dalam Islam, iri atau dengki pada orang yang kita sindir, maka hal tersebut tidak diperbolehkan agama.

Allah Ta'ala berfirman :

Fadilah Dzikir kepada ALLAH

FADILAH DZIKIR KEPADA ALLAH

1. Diingat Oleh Allah

Jika kita ingat Allah maka Allah lebih ingat kepada kita

(QS. Al Baqarah : 152) Yang artinya :

Saturday, February 14, 2026

Makna Berdzikir Kepada Allah SWT

Allah Ta'ala berfirman :

" Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. “ (QS An Nisa : 103)

Hukum Menyakiti Hati Orang Lain Dalam Islam

Sebagai sesama saudara tentu saja, kita dilarang bagi sesama muslim untuk saling menjatuhkan dan saling menghina.

Islam melarang untuk menyakiti hati orang lain khususnya sesama muslim. Di dalam Al-Quran dan hadist dijelaskan banyak hal mengenai larangan untuk menyakiti hati orang lain. 

Berikut adalah dalil-dalil Al-Quran agar tidak menyakiti hati orang lain.

1. Mencaci Maki Akan di Balas di Neraka

Friday, February 13, 2026

Tujuan Hidup Menurut Al-Qur’an

1. Untuk Beribadah kepada Allah

(QS.Az Zariyat 56), yang artinya : "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

Jadi pada prinsipnya manusia hidup itu untuk ibadah, jadi seluruh kegiatan hidup bisa jadi ibadah apabila diniatkan karena ibadah.

Betapa, Ampunan Allah Lebih Besar dari Murka-Nya

Manusia tidak pernah luput dari kekhilafan, kesalahan dan dosa. 

Sebesar apapun dosa manusia, jika dia mau jujur untuk mengakui kesalahannya, kemudian bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya taubat, maka ampunan dan rahmat-Nya pasti akan diberikan kepada sang hamba.

Itulah kemurahan Allah SWT kepada hamba-Nya yang beriman. 

Sifat Sombong

Sifat sombong adalah larangan keras dari Allah SWT yang termaktub dalam ayat ayat Al Qur'an antara lain :

1. (QS. Al Isra' : 37) Allah SWT Berfirman :

"Dan janganlah engkau berjalan dibumi ini dg sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi, dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung".

Bohong Jadi Biasa, Jujur Malah Dicurigai

🟢 Pembukaan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ﷻ yang masih memberi kita lisan untuk berkata dan hati untuk memilih: berkata benar… atau berkata dusta.

Bapak Ibu yang dirahmati Allah, Hari ini kita hidup di zaman yang aneh.

Orang jujur dianggap ada maunya. Orang lurus dibilang tidak fleksibel, yang tidak ikut arus malah disebut aneh.

Wednesday, February 11, 2026

Kecemasan Dunia Gelapnya Hati, Kecemasan Akhirat Terangnya Hati

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh. 

Saudaraku yang dirahmati Allah,

Tidak ada manusia yang benar-benar bebas dari cemas.

Yang membedakan kita hanyalah: cemas karena apa?

Ada yang cemas hartanya berkurang, cemas jabatannya hilang, cemas citranya jatuh.

Tapi ada pula yang cemas:

“Apakah shalatku diterima?”

Tuesday, February 10, 2026

Nikmat Dunia Sebagai Jalan Menuju Akhirat

Menikmati nikmat Allah adalah dengan menggunakannya dalam perkara yang halal untuk menuju akherat.

1. Kita butuh dunia karena hidup di dunia, tetapi dunia hanyalah jembatan menuju akhirat.  

Kita mencari didunia untuk bekal di akherat. 

Monday, February 9, 2026

Jadilah Hamba yang Dicintai Allah

Ternyata seorang hamba yang dicintai oleh Allah itu memiliki beberapa tanda:

1. Kesalehan

Ketika Allah mencintai seorang hamba, Allah akan memberikan kekuatan kepadanya untuk menjadi hamba yang saleh.

Allah mudahkan ia untuk berbuat kebaikan maka ibarat perjalanan, kesalehan akan muncul dalam diri seseorang setahap demi setahap.

Friday, February 6, 2026

Buah Ketaatan Kepada Allah Ta'ala

Orang yang senantiasa istiqamah di atas ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya akan meraih sekian banyak kebaikan. 

Di antara kebaikan-kebaikan tersebut adalah:

1. Mendapatkan limpahan kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala

Thursday, February 5, 2026

Hati Gelisah, Rezeki Tak Berkah: Ada yang Salah?

Ada orang penghasilannya pas-pasan tapi hatinya tenang.

Sebaliknya, ada yang gajinya besar, usahanya lancar, tapi hidupnya gelisah tidur tidak nyenyak, ibadah berat, emosi mudah meledak.

Pertanyaannya: kurang uang atau kurang berkah?

Makna Rezeki yang Berkah. Rezeki bukan hanya soal jumlah, tapi soal ketenangan dan manfaat.

Beginilah Cara Mencintai Allah Ta'ala

Ada beberapa cara untuk mencintai Allah Ta'ala

Diantaranya :

1. Pelajari dan hayati sifat-sifat Allah.

Allah Ta'ala berfirman :

Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)…” (QS. Al-Isra: 110)

Tuesday, February 3, 2026

Dosa Jariyah dan Contohnya yang Harus Diwaspadai Umat Muslim

Dosa jariyah dalam Islam adalah dosa yang tetap mengalir kepada orang yang melakukan amal buruk meskipun ia telah meninggal dunia. Kata Jariyah diartikan seperti air yang mengalir tanpa henti. 

Allah berfirman : "(ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu." (QS An-Nahl : 25)

Monday, February 2, 2026

Langkah Bapak-Bapak yang Dirindukan Masjid

 🌿 RENUNGAN PAGI

Langkah Bapak-Bapak yang Dirindukan Masjid

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah yang masih memberi kita kesehatan, iman, dan kesempatan untuk berkumpul di rumah-Nya. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Bapak-bapak yang dirahmati Allah,

Masjid ini berdiri kokoh, tapi masjid akan benar-benar hidup bila diisi langkah para bapak. Karena sejak zaman Rasulullah ﷺ, sholat jamaah adalah kehormatan bagi kaum laki-laki beriman.

Bapak-bapak,

Saturday, January 31, 2026

Istiqomah dalam Keterbatasan

Alhamdulillāh, pagi ini Allah masih memberi kita kesempatan bangun, bernafas, dan menyebut nama-Nya. Nikmat yang sering terasa biasa, padahal tidak semua orang masih diberi hari ini.

Sering kali kita merasa:

“Saya ingin rajin ibadah, tapi badan sudah tidak sekuat dulu.”

“Hati ingin ke masjid, tapi kaki sering tak sanggup melangkah.”

Adab Kebaikan Sesuai Hadist

Muhammad bin Abi Zaid al-Maliki rahimahullah mengatakan, “Ada empat hadits yang mengumpulkan semua tuntunan adab-adab kebaikan.

Pertama:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, Muslim).

Friday, January 30, 2026

Jumat: Hari Menghadap dengan Hati

 🌄 RENUNGAN PAGI JUMAT

Alhamdulillāh, pagi ini Allah masih membangunkan kita di hari Jumat.

Hari yang tidak sekadar datang setiap pekan, tapi hari yang Allah istimewakan.

Rasulullah ﷺ bersabda:“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat.” (HR. Muslim)

Sunday, January 25, 2026

Keutamaan Membaca Al-Qurán di Bulan Ramadlon

Selama bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk membaca Al-Qur'an dan mengkhatamkannya.

(HR. BUKHARI), Rosulullah SAW bersabda : "Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadan, dan dia (Jibril) bertadarus al-Quran bersamanya".

Keutamaan membaca al-Qur'an di bulan Ramadan :

Thursday, January 22, 2026

Teknologi Makin Canggih, Tapi Hati Makin Jauh dari Allah

Hari ini manusia bisa: melihat dunia lewat layar kecil, berbicara lintas negara dalam hitungan detik, menyimpan ribuan data di genggaman tangan.

Namun ironisnya, hati justru semakin jauh dari Allah. HP selalu dekat di tangan, tetapi Al-Qur’an semakin jauh dari dada.

Dalil Al-Qur’an: Hati yang lalai.

Tuesday, January 20, 2026

Rugilah Orang Tua yang Mewariskan Harta, Tapi Kehilangan Persaudaraan

Setiap orang tua berharap punya anak: rukun, saling menjaga, saling mendoakan.

Namun realitanya, banyak orang tua yang wafat tenang di kubur, tetapi anak-anaknya justru bertengkar di atas tanah warisan.

Lebih menyedihkan lagi, yang diperebutkan bukan iman, tapi harta yang tidak ikut dibawa mati.

Dalil Al-Qur’an: Larangan Bertikai

وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ

Wa lā tanāza‘ū fa tafsyalū wa tadzhaba rīḥukum.

Sunday, January 18, 2026

Menjadi Hamba Allah yang Sedikit

Suatu hari Sayidina Umar bin Khaththab radhiallahu 'anhu melawati seseorang yang sedang berdoa di sebuah pasar: "Ya Allah jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang sedikit. Ya Allah jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang sedikit." Mendengar doa yang agak aneh itu Sayyidina Umar pun bertanya kepadanya: "Dari mana kamu peroleh doa semacam ini?"

Orang itu pun menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman dalam kitab suci-Nya: "... Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang selalu bersyukur" (QS. Saba' :13)