Sesungguhnya Allah Ta’ala banyak sekali memberikan nikmat-nikmat-Nya kepada para hamba-Nya, dengan memberikan hidayah kepada dinul islam.
Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:
Sesungguhnya Allah Ta’ala banyak sekali memberikan nikmat-nikmat-Nya kepada para hamba-Nya, dengan memberikan hidayah kepada dinul islam.
Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:
Merupakan kebahagiaan abadi yang kekal. Menjadi balasan atas keshalihan hamba selama hidup di dunia.
24. Syahadat setelah berwudhu
"Barangsiapa berwudhu dengan baik kemudian mengucapkan: (Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang bertaubat dan golongan orang-orang yang mensucikan diri). Niscaya akan dibukakan baginya pintu Surga(HR. Tirmizhi)
Amal perbuatan yang bisa menebus dosa-dosa dan menambah pahala yang bersumber dari hadist Rosul.
19. Kesabaran
Amal perbuatan yang bisa menebus dosa-dosa dan menambah pahala yang bersumber dari hadist Rosul.
13. Menjaga aib orang lain
Amal perbuatan yang bisa menebus dosa-dosa dan menambah pahala yang bersumber dari hadist Rosul.
6. Amar ma'ruf nahi mungkar
"Barangsiapa melihat kemungkaran hendaknya dia mengubah-nya dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya dan apabila tidak mampu juga, maka dengan hatinya, yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman."(HR. Muslim )
Ini adalah risalah yang diperuntukkan bagi orang muslim yang menyembah Allah dan tidak menyekutukan Allah. Dalam risalah yang singkat ini kami sebutkan beberapa amal perbuatan yang bisa menebus dosa-dosa dan menambah pahala, yang bersumber dari hadits-hadits Rasul.
Iman atau percaya kepada Qodho dan Qodar alias takdir atau nasib merupakan bagian dari Rukun Iman dalam Islam.
Takdir adalah ketentuan Allah SWT berdasarkan pertimbangan terbaik dari Allah SWT dan hal terbaik bagi hamba-Nya.
Pertama, ridha seseorang terhadap Allah sebagai Rabbnya
Dari ‘Abbas bin Abdul Muththalib, Rasulullah SAW bersabda, “Akan merasakan kelezatan iman, orang yang ridha kepada Allah sebagai Rabbnya dan Islam sebagai agamanya serta Muhammad sebagai nabi dan rasulnya." (HR Muslim).
PERTAMA:
Mereka yang beriman dan bertawakal (berserah) hanya kepada Allah s.w.t sahaja serta tidak pula mempersekutukanNya dengan segala sesuatu selain-Nya baik dalam bentuk iktikad (keyakinan), ucapan mahupun perbuatan. Firman Allah S.W.T.
“Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya sebagai pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (QS An Nahl : 99-100)
Comments