Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Saturday, July 4, 2026

Mencari Keberkahan dengan Amal Shalih

Keberkahan bisa diraih dengan amal shalih yang nyata telah kita lakukan. Misalnya sebagai berikut.

*Pertama : Mensyukuri Segala Nikmat*

Tiada kenikmatan, apapun wujudnya yang dirasakan menusia, melainkan datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan firman-Nya

“Dan ingatlah tatkala Rabbmu mengumandangkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim : 7)


Pada ayat lain, Allah SWT berfirman.

“...Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri.....” (QS An-Naml: 40)


*Kedua : Membayar Zakat (Sedekah)*

Zakat, baik zakat wajib maupun sunnah (sedekah), merupakan salah satu amalan yang menjadi faktor yang dapat menyebabkan turunnya keberkahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah....” (QS Al-Baqarah : 276)


Rasulullah SAW bersabda.

“Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berkata (berdo’a) : “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang berinfak”, sedangkan yang lain berdo’a :”Ya Allah, timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfak) kehancuran” (Muttafaqun alaih)



*Ketiga : Bekerja Mencari Rizki Dengan Hati Qona’ah, Tidak Dipenuhi Ambisi dan Tidak Serakah*

Rasulullah SAW bersabda.

“Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizki yang telah Ia berikan kepadanya. Barangsiapa yang ridha dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barangsiapa yang tidak ridha (tidak puas), niscaya rizkinya tidak akan diberkahi” (HR Ahmad)


*Keempat : Bertaubat dari segala perbuatan dosa*

Allah SWT berfirman " 

Dan (Hud berkata) : Hai kaumku, beristighfarlah kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS Hud : 52)


*Kelima : Menyambung Tali Silaturahmi*

Rasulullah SAW bersabda.

“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim” (Muttafaqun ‘alaih)


*Keenam : Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal*

Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta. Rasulullah SAW bersabda.

“Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena sesunguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram” (HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibbanm dan Al-Hakim)


*Ketujuh : Bekerja di pagi hari*

Rosulluloh bersabda "Ya Allah berkailah untuk umatku waktu pagi mereka"(HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah). 


Ya Allah Yang Maha Mendahulukan, berilah kemampuan kepada kami, kel, shbt dan kel nya untuk dapat beramal shalih agar mendapat keberkahan hidup... Aamiin

Friday, July 3, 2026

Iman Itu Separonya Sabar dan Separonya Syukur; Shalat Khusyuk Menjadi Jembatan Keduanya

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Pernahkah kita bertanya, apa rahasia orang yang tetap tenang saat diuji dan tetap rendah hati saat diberi nikmat?

Jawabannya adalah iman.

Para ulama sering menyampaikan sebuah hikmah:

الإِيمَانُ نِصْفَانِ: نِصْفٌ صَبْرٌ وَنِصْفٌ شُكْرٌ

Latin: Al-īmānu nishfān: nishfun shabrun wa nishfun syukrun.

Artinya: "Iman itu terdiri dari dua bagian: separuh adalah sabar dan separuh lagi adalah syukur."

Ungkapan ini adalah hikmah yang masyhur di kalangan ulama, bukan hadis sahih dari Nabi ﷺ. Maknanya sejalan dengan ajaran Islam: hidup seorang mukmin selalu berputar antara menerima nikmat yang harus disyukuri dan menghadapi ujian yang harus disabari.


Dalil tentang sabar

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Latin: Yā ayyuhalladzīna āmanusta'īnū bish-shabri wash-shalāh. Innallāha ma'ash-shābirīn.

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)

Perhatikan, Allah menyandingkan sabar dengan shalat, bukan tanpa alasan. Ketika hati berat, shalat adalah tempat menguatkan diri.


Dalil tentang syukur

Allah berfirman:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Latin: La'in syakartum la'azīdannakum.

Artinya: "Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian." (QS. Ibrahim: 7)


Syukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah, tetapi menggunakan nikmat Allah untuk ketaatan.

Hadis yang menggambarkan kehidupan seorang mukmin

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Latin: 'Ajaban li amril mu'min, inna amrahu kullahu lahu khair. In ashābat-hu sarrā'u syakara fakāna khairan lah, wa in ashābat-hu dharrā'u shabara fakāna khairan lah.

Artinya: "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya baik. Jika mendapat nikmat, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ditimpa musibah, ia bersabar, maka itu juga baik baginya." (HR. Sahih Muslim)


Hubungannya dengan shalat khusyuk

Mengapa banyak orang sulit khusyuk Karena ketika berdiri shalat, hati masih sibuk memikirkan dunia.


Padahal shalat adalah tempat melatih dua hal sekaligus:

Saat hidup penuh ujian, kita datang kepada Allah dengan sabar.

Saat hidup penuh nikmat, kita datang kepada Allah dengan syukur.

Orang yang khusyuk tidak hanya membaca Al-Fatihah dengan lisannya, tetapi juga berkata dalam hatinya:

"Ya Allah, aku datang membawa semua bebanku dan semua nikmatku. Semuanya aku serahkan kepada-Mu."

Itulah sebabnya Allah berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

"Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat."

Shalat menjadi tempat bertemunya sabar dan syukur.


Contoh nyata di masyarakat

Ada seorang pedagang yang tokonya terbakar.

Ia menangis, tetapi bibirnya mengucapkan:

"Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn. Ya Allah, Engkau yang memberi, Engkau pula yang mengambil."

Ia tetap menjaga shalat berjamaah.

Beberapa tahun kemudian Allah membukakan rezeki yang lebih luas.


Sebaliknya, ada seorang pengusaha yang sukses.

Mobil bertambah. Rumah bertambah. Tetapi setiap kali azan berkumandang, ia tetap menuju masjid. Ketika ditanya mengapa, ia menjawab:

"Kalau rezekiku bertambah tetapi sujudku berkurang, berarti aku sedang rugi."

Inilah syukur yang sejati.


Kisah 

Dikisahkan seorang ulama ditanya, "Bagaimana engkau bisa selalu tenang?"

Beliau menjawab, "Ketika Allah memberi, aku bersyukur. Ketika Allah mengambil, aku bersabar. Dalam dua keadaan itu aku tetap berdiri di atas sajadah."

Kalimat ini mengajarkan bahwa sajadah adalah tempat terbaik untuk menangis saat sedih dan bersujud saat bahagia.


Renungan

Jika hari ini hidupmu sedang sulit...

Jangan tinggalkan shalat.

Jika hari ini rezekimu sedang lapang...

Jangan tinggalkan shalat.

Karena shalat yang khusyuk akan mengajarkan sabar ketika kehilangan dan syukur ketika mendapatkan.

Sabar menjaga kita agar tidak putus asa.

Syukur menjaga kita agar tidak sombong.

Dan shalat menjaga keduanya agar tetap hidup di dalam hati.


Penutup

Mari kita berdoa,

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الصَّابِرِينَ وَمِنَ الشَّاكِرِينَ وَارْزُقْنَا خُشُوعًا فِي الصَّلَاةِ

Latin:

Allāhummaj'alnā minash-shābirīn wa minasy-syākirīn warzuqnā khusyū'an fish-shalāh.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang sabar, orang-orang yang bersyukur, dan anugerahkanlah kepada kami kekhusyukan dalam shalat."

Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hati-hati, Jangan Merasa Aman-aman Saja

Merenungi perbuatan yang telah kita lakukan setiap hari, sepertinya harus menjadi agenda rutin setiap muslim dan muslimah. Kenapa harus? Jangan sampai merasa aman-aman saja dengan apa yang kita lakukan setiap harinya. KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym memberikan pencerahan tentang pentingnya bersikap hati-hati saat kita sendirian, dan pentingnya merenungi apa yang telah kita perbuat.


Apa yang kita lakukan di dunia ini *SENANTIASA* dilihat dan diawasi oleh Allah Ta’alla. Karena Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui apa yang kita lakukan. Kita ini tidak pernah sesaat lepas dari pengawasan Allah. 

Allah yang Maha Mengawasi ini mengetahui yang terlintas di dalam hati. Tersirat dalam pikiran. Seperti mata, mata ini untuk melihat. Sebagimana dalam firman Allah Ta'ala : “(Sebab) Dia mengetahui kilas curi-pandang (yang paling tersembunyi), dan segala yang dirahasiakan dalam hati.” (QS Ghafir : 19) 


Allah Ta'ala juga berfirman:

“Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.” (QS Fussilat: 21-22). 


Ayat ini memberitahu 

bahwa apa pun yang dilakukan, kelak bagian tubuh tersebut akan bersaksi atas perbuatan kita. Karena Allah jugalah yang memerintahkan mereka. Allah tahu persis niat dari setiap hati dan pikiran manusia.


Ya Allah Yang Maha Berkuasa, berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk selalu mawas diri akan semua perbuatan yang kami lakukan.. Aamiin

Thursday, July 2, 2026

Hal-hal yang Memudahkan Datangnya Rejeki

Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah dari tiga hal lainnya, yaitu umur, jodoh, dan kematian. Rezeki juga tidak dapat dikalkulasi dengan nalar manusia. Semua rezeki yang ada itu berasal dari Allah karena Allah adalah ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki). Allah memberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Firman Allah Ta'ala : "Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkan (bagi siapa yang Dia kehendaki)," (QS ar-Ra'd : 26).


Ada perkara-perkara yang dapat memudahkan datagnya rezeki kepada kita yang tentu saja sesuai dengan aturan-aturan syariat yang Allah Ta'ala tetapkan.

Seperti yang diterangkan dalam kitab 'Talimul Mutaallim' karya Azzarnuji memberikan tips empat perkara yang dapat memperlancar rezeki yaitu: 

*1. Istiqamah melakukan sholat tahajud*

Sholat yang paling utama setelah salat fardu adalah sholat tahajud. Allah janji akan mengangkat derajat ke tempat yang terpuji bagi yang melakukannya secara istiqamah. 

Allah Ta'ala berfirman: “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”(QS Al-Isra:79) 


*2. Istiqamah sholat Dhuha*

Shalat ini merupakan senjata yang ampuh untuk menarik datangnya rezeki. Dari Nu’aim bin Hammar Al-Ghathafaniy, beliau mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad)


*3. Mengistiqamahkan membaca surah Al-Waqi'ah*

Amalan ini dapat menjadi jalan untuk memperlancar rezeki. Salah satu keutamaan Surat Al Waqiah yang kita ketahui dari hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud yang dibacakan di depan Ustman bin Affan “Barangsiapa membaca surat Al Waqiah setiap malam, dia tidak akan menderita kemiskinan selama-lamanya” (HR. Abu Ya’la dan Ibnu Asakir) 


*4. Menghindari tidur sehabis Subuh*

Waktu pagi merupakan waktu turunnya rezeki dan keberkahan dari Allah Ta'ala. Karena itu, siapa yang tidur pada waktu itu maka tidak akan mendapatkan bagian rezeki dan keberkahan dari Allah Ta'ala.

Hal demikian diungkapkan oleh Syekh Ibnu Al-Qayyim,“Tidur setelah Subuh dapat menghalangi rezeki, karena waktu Subuh adalah waktu makhluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah Subuh suatu hal yang dilarang (makruh) kecuali ada penyebab atau keperluan.”


Ya Allah Yang Tempat Maha Meminta, jadikan kami, kel, shbt dan kel nya dapat istiqomah menjalankan amalan² yang dapat memudahkan datangnya rejeki kami.. Aamiin.

Wednesday, July 1, 2026

Larangan untuk Bersikap Berlebihan

Islam menganjurkan umatnya untuk tidak berlebih-lebihan atau melampaui batas (ghuluw) dalam setiap tindakan. 

Allah melarang orang berlebih-lebihan, baik dalam hal ibadah maupun dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

Allah berfirman :

”Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” (QS Al-Maidah:77).


“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”(QS Al- Araf :31)


Kita dilarang keras bersikap berlebihan utamanya dalam beragama. 

Berlebihan dalam perkara dunia bisa jadi efeknya akan langsung terasa. Begitu juga berlebihan dalam beragama. 

Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS al-Maidah : 87)


Ya Allah Yang Tempat Meminta, jagalah kami, kel, shbt dan kel nya bisa menjaga semua tindakan agar tidak melampaui batas.... Aamiin.

Saturday, June 27, 2026

Memahami Makna Mubazir

Islam adalah agama yang penuh kasih serta sayang, hal tersebut bisa dilihat bagaimana Islam sangat menghormati sesuatu yang hal tersebut dianggap penting. Salah satunya ialah pelarangan terhadap hal-hal boros atau berprilaku berlebih-lebihan.


Sikap berlebih-lebihan ini oleh Islam disebut dengan Mubazir, yang mana hal itu sesungguhnya telah dan telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an sesuai firman Allah Ta'ala :

"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al-Isra’: 27)


Pada ayat ini sesungguhnya kita diingatkan untuk tidak melakukan hal-hal yang berlebihan dalam pengeluaran, khususnya dalam hal harta. Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Tafsir Marah Labib menjelaskan bahwa pemborosan itu berarti menggunakan harta untuk tujuan yang salah, seperti perbuatan maksiat, kesombongan, atau untuk mencari popularitas dan pujian dari orang lain.


Prilaku mubazir pun memberikan dampak yang nyata kepada kehidupan kita, antara lain; 

*Pertama*, dapat menimbulkan kedurhakaan yaitu tidak mengsyukuri karunia yang telah diberikan oleh Allah Swt. 

*Kedua,* mengakitbatkan hidup boros karena selalu berlebihan-berlebihan.


Ya Allah Yang Maha Penemu, jagalah kami, kel, shbt dan kel nya dari perbuatan mubazir... Aamiin

Friday, June 26, 2026

Jangan Buat Setan Tertawa (Menguap)!

Perkara yang dianggap sepele, yang sudah menjadi kebiasaan kebayakan orang, padahal merupakan sebuah kekeliruan yang perlu diluruskan, adalah bersuara ketika menguap. Sepertinya sepele, tapi tunggu dulu sobat.

Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa setan itu tertawa bila mendengar seorang bersuara “haah” ketika menguap. Apalagi kalau sampai teriak ?!


Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Oleh karena itu bila salah seorang dari kalian bersin lantas dia memuji Allah, maka wajib atas setiap muslim yang mendengarnya untuk ber-tasymit kepadanya (mengucapkan “yarhamukallah”). Adapun menguap, maka dia dari setan, bila seorang menguap hendaklah dia menahan semampunya. Bila seorang menguap sampai keluar ucapan ‘haaah’, setan akan menertawainya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Inilah diantara adab yang perlu diperhatikan ketika menguap. Yaitu menahan semampunya, bila tidak mampu maka menutup mulut dengan tangan, kemudian adab selanjutnya adalah menahan suara ketika menguap.


Bila seorang membuat setan tertawa karena keisengannya mengeluarkan suara ketika menguap, berarti ia telah membuat setan bahagia. Karena tertawa merupakan ekspresi bahagia atau ridho. Ini jelas-jelas terlarang, terlebih setan adalah musuh yang senyata-nyatanya.

“..dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168)

” Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak pengikutnya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)


Ya Allah Yang Maha Mandiri, jagalah kami, kel, sbht dan kel nya dari perbuatan yang menggembirakan setan... Aamiin.

Thursday, June 25, 2026

Sholat Tidak Khusyuk, Haruskah Diulang?

Sholat tidak khusyuk mungkin pernah dialami kaum muslimin. 

Khusyuk memang bukan perkara mudah, butuh kebulatan hati dan bersungguh-sungguh dalam penyerahan diri kepada Allah. Bagaimana kalau kita merasa sholat tidak khusyuk, apakah perlu diulang?


Mari kita simak penjelasan berikut. Menurut Ustaz Farid Nu'man Hasan, tidak khusyuk bukan penyebab batalnya sholat karena Khusyuk bukan rukun sholat. Memikirkan hal duniawi dalam sholat meskipun tidak berdampak pada gerakan dan bacaan dalam sholat sebaiknya dihilangkan.


Sayyidina Umar bin Khathab radhiallahu 'anhu berkata: "Sesungguhnya saya mempersiapkan pasukan saya, pada saat itu saya sedang shalat." (HR. Al-Bukhari) 

Tentang ucapan Umar ini, Imam Al-Bukhari membuat judul: Bab Yufkiru Ar Rajulu Asy Syai’a fish shalah-"Seseorang memikirkan Sesuatu di Dalam Shalat"

Dari ‘Uqbah bin Al Harits katanya: "Aku sholat ashar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika Beliau Salam, beliau berdiri cepat-cepat lalu masuk menuju sebagian istrinya, kemudian Beliau keluar dan memandang kepada wajah kaum yang nampak terheran-heran lantaran ketergesa-gesaannya. Beliau bersabda: "Aku teringat biji emas yang ada pada kami ketika sedang sholat, saya tidak suka mengerjakannya sore atau kemalaman, maka saya perintahkan agar emas itu dibagi-bagi." (HR. Al-Bukhari)


Meski hal ini dibolehkan, namun tetaplah dihindari demi kebagusan kualitas shalat.

Rosulullah saw bersabda :

"Sesungguhnya ada orang yang selesai sholatnya tetapi tidak mendapatkan melainkan hanya sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima seperempat, sepertiga, dan setengah dari shalatnya." (HR. Abu Daud )


Ya Allah Yang Maha Hidup berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk dapat khusuk dalam setiap sholat kami.. Aamiin

Wednesday, June 24, 2026

Lebih Berambisi Mengerjakan Amalan Sunnah daripada Wajib?

Amalan sunnah memang bisa memenuhi kekurangan pada amalan yang wajib. Allah menganjurkan kita untuk menyelesaikan kekurangan yang ada pada amalan yang wajib dengan amalan sunnahnya. Oleh karena itu kita sangat tidak menolak untuk meremehkan hal-hal yang sunnah. Atau sangat cukup hanya karena sudah menunaikan amalan wajib.


Namun demikian kita juga tidak boleh mengutamakan amalan sunnah dan mengabaikan yang wajib. Bagaimanapun kondisinya, amalan yang wajib lebih utama dari amalan yang sunnah. Hal ini berlaku pada amalan ibadah apapun.


Lantas bagaimanakah jika terjadi fenomena yang mana seseorang terjerat gejala lebih semangat dan berambisi mengerjakan ibadah sunnah daripada yang sunnah? Dalam kitab Syarah Al Hikam disebutkan:

“Jika kau lebih semangat mengerjakan yang sunnah daripada yang wajib, maka itu adalah pertanda bahwa yang kau cari adalah kepuasan nafsumu (ingin dipuji), bukan keridaan Tuhanmu.”


Jika setiap amalan yang kerjakan hanya ingin dipuji atau menunaikan kepuasan belaka, maka kelezatan iman tak akan pernah dirasakan dalam hidupnya, karena yang diharapkan bukanlah ridha Allah.


Padahal dengan mengharap ridha Allah itulah yang menyebabkan kelezatan iman akan bisa dirasakan. Dari ‘Abbas bin ‘Abdil Muththalib, bahwa dia telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Akan merasakan kelezatan/kemanisan iman orang yang ridha kepada Allah sebagai Rabbnya dan Islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad sebagai rasulnya.” (HR Muslim)


Ya Allah Yang Maha Mematikan, beri ridho-Mu untuk semua amalan kami, kel, shbt dan kel nya, agar dapat merasakan kelezatan iman kami, dengan mendahulukan amalan² wajib...Aamiin.

Tuesday, June 23, 2026

Langkah Menempuh Hidup Berkah

Setiap Muslim pasti mendambakan kehidupan yang penuh keberkahan, yakni kebaikan yang melimpah (al-khair al-wafir). 


Menurut Iman Maghazi al-Syarqawi, hidup penuh berkah itu dapat diaktualisasikan dengan meneladankan enam sikap dan sifat terpuji, yaitu :

*Pertama, membiasakan sifat malu yang positif.* 

Malu (al-haya') adalah kunci keutamaan sebab rasa malu membuat Muslim bersikap hati-hati untuk tidak berbuat maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.


Rasulullah SAW pernah memberi nasihat kepada para sahabatnya. "Hendaklah kalian merasa malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya." Para sahabat menimpali, "Alhamdulillah, kami sudah merasa malu kepada Allah, ya Rasul."

Rasul lalu menyatakan, "Tidak, kalian belum merasa malu. Orang yang betul-betul merasa malu di hadapan Allah hendaklah menjaga kepala berikut isinya (pikiran positif), menjaga perut berikut isinya (makanan dan minuman yang halal dan thayib), dan mengingat mati serta musibah. Siapa yang menginginkan kebahagiaan akhirat, hendaklah meninggalkan perhiasan dunia. Siapa yang sudah melakukan itu semua, berarti telah betul-betul memiliki rasa malu." (HR Tirmidzi).


*Kedua, bersyukur karena ia merupakan kunci peningkatan rezeki.*

Menurut Ibn Qayyim al-Jauziyah, syukur merupakan pujian dan pengakuan hamba terhadap nikmat Allah yang disertai rasa cinta dan ketaatan kepada-Nya. 

Allah SWT berfirman " Dan (inganlah) takala Tuhanmu memaklumkan"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"

(QS Ibrahim : 7).


*Ketiga, tutur kata dan komunikasi yang baik (al-kalam al-thayyib).* Hal ini merupakan kunci terbukanya hati dan pikiran. Komunikasi dan tutur kata yang baik adalah sedekah. Sedekah yang paling ringan dan mudah adalah memberi senyuman kepada sesama.

Rosulluloh bersabda :

"Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan, maka kalian akan dapat saling mencintai?, ‘Tebarkanlah salam di antara kalian’.” (HR Muslim).


*Keempat, berbakti kepada kedua orang tua.* Sikap ini merupakan kunci keridhaan dan kesuksesan hidup. Keridhaan dan doa orang tua merupakan pintu masuk segala kebaikan dan keberkahan hidup.


*Kelima, menghiasi diri dengan sifat qanaah (merasa berkecukupan).* Sifat ini merupakan kunci kekayaan. Orang yang bersifat qanaah tidak akan serakah dan egois sehingga ia tidak mudah tergoda oleh kekayaan duniawi.


*Keenam, konsisten dan teguh pendirian dalam berdoa.*

Doa adalah kunci segala kebaikan dan ketenteraman jiwa. Doa adalah kekuatan dan energi spiritual hamba kepada Allah. Dengan doa, seorang Muslim mengembalikan segala persoalan kepada Allah SWT.


Ya Allah Yang Maha Memulai, berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya, untuk meraih hidup penuh berkah dengan senantiasa mendekatkan diri kepada-Mu dan mendekatkan diri dengan sesama.... Aamiin