Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Friday, March 20, 2026

Jadilah pemaaf

Ini merupakan kado terpenting dari terselesaikannya gemblengan bulan Ramadhan. Terutama hasil Muhasabatunnafs (introspeksi diri) pada malam Lailatul Qadar.Sebagai tuntunan bagi manusia agar berbudi luhur, yaitu terlebih dahulu memaafkan kesalahan sebelum datang wajah si bersalah menunduk dengan satu permohonan maaf.


Inilah Keuntungan Si Pemaaf  

*1. Hidup Mulia* 

Memaafkan, itu istimewa. Anda dipandang mulia di mata orang-orang pilihan. 

Di atas itu, Anda bertambah mulia di sisi Allah. Rasulullah saw bersabda : “Allah tidaklah menambahkan kepada seseorang, disebabkan ia mau memaafkan, melainkan kemuliaan”. (Hr. Muslim). 


*2. Dosa-dosa Terampuni,*

Sabda nabi saw:

“Siapa tidak menyayangi, ia tidak akan disayangi. Siapa tidak mau memaafkan, ia tidak akan diampunkan. Dan siapa tidak bertaubat, ia tak diberi pahala taubat”. (Hr. Thabrani; shaih).

Allah Ta'ala berfirman :

“..dan hendaklah mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. An-nur : 22).


*3. The Real Winner*

Pemaaf adalah pemenang sejati karena berhasil mengalahkan hawa nafsunya.

Allah SWT berfirman :

“Dan Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”(QA. Al-Isra:53)


*4. Penjaga kerukunan*

Rasulullah saw mengingatkan:

“Pintu-pintu surga dibuka tiap Senin dan Kamis. Setiap orang yang tidak berbuat syrik, ia mendapat ampunan. Kecuali orang yang tidak akur dengan saudaranya. Dikatakan “Tangguhkan pengampunan kepada kedua orang ini sampai mereka berdamai / rukun kembali” (Hr. Muslim).


*5. Menjadi Penyabar*  

 Sabar merupakan sifat terpuji dan menempati derajat yang tinggi. 

Inilah balasan untuk orang yang sabar. 

Pahala tanpa batas. Allah berfirman:

“ Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dipenuhi pahala mereka tanpa batas” (QS. Az-zumar :10).

Ya Allah Ya Muntaqim, Jadikan kami, kel, shbt dan kel nya menjadi orang pemaaf yang akan membawa kami kepada jalan kemuliaan.

Aamiin

Wednesday, March 18, 2026

Keutamaan Zakat Fitrah di Bulan Ramadhan

Keutamaan Zakat Fitrah di Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadhan juga dikenal sebagai momen di mana umat Islam dianjurkan untuk berbagi lebih banyak kepada sesama.

Allah Ta'ala berfirman :

“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”(QS. Al-Baqarah: 43) 

Salah satu amalan yang menjadi fokus utama pada bulan suci ini adalah zakat fitrah.


Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap individu Muslim pada akhir bulan Ramadhan sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri. 

Hukum zakat fitrah adalah wajib bagi setiap individu Muslim yang mampu. 

Kewajiban zakat fitrah didasarkan pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim: Rasulullah SAW bersabda:

“Wajib bagi setiap Muslim untuk membayar zakat fitrah, yakni sejumlah makanan pokok, yaitu satu sha’ gandum atau kurma atau satu sha’ lainnya yang biasa dikonsumsi di daerah masing-masing.” (H.R Bukhari dan Muslim)


Berikut ini beberapa keutamaan zakat fitrah dalam ajaran agama Islam:

*1. Membersihkan Jiwa dan Harta*

Melalui pembayaran zakat fitrah, seseorang membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan yang mungkin terjadi selama menjalani ibadah puasa. Ini juga menjadi pembersih harta dari sifat-sifat kikir dan keserakahan.


*2. Membantu Kaum Dhuafa*

Zakat fitrah bertujuan untuk membantu mereka yang kurang mampu, memastikan mereka juga bisa merayakan hari kemenangan Idul Fitri dengan layak dan bahagia. Ini adalah wujud nyata dari sikap kepedulian terhadap sesama.


*3. Menjaga Solidaritas Sosial*

Amalan zakat fitrah tidak hanya berfokus pada memberi bantuan kepada yang membutuhkan tetapi juga memperkuat ikatan sosial antara sesama Muslim. 

Ini menciptakan kesadaran akan kebersamaan dan saling menguatkan dalam komunitas.

Ya Allah Al Barru, jadikan zakat fitrah kami, kel, shbt dan kel nya sebagai wujud kasih sayang kami agar Idulfitri menjadi hari kemenangan bagi kami semua.

Aamiin

Perbuatan Ringan yg Bernilai Sedekah

Perbuatan Ringan yg Bernilai Sedekah


1. Apabila kita belanja di Pasar Tradisional atau di Tukang sayur, Janganlah menawar

Niatkanlah itu salah satu cara kita untuk bersedekah.

Insya Allah, Allah akan membalas dengan Rezeki yang lebih baik.


*2*.Bentuk sedekah yg paling tersembunyi adalah mendo'akan kebaikan orang lain, yg tdk diketahui oleh orang yg kita do'akan.


*(HR.Ahmad)*

*Doamu kepada orang lain adalah juga doa untuk dirimu*


*3*.Setiap kebaikan adalah sedekah meskipun sekecil apapun.


*Semua kebikan meskipun sebiji sawi tidak akan ada yg terlewatkan, pasti Allah akan memberi pahala*


*4*.Memberi kemudahan kepada orang lain adalah sedekah.


*Akan Allah balas dengan kemudahan kepada kita ketika di akherat*


*5* Mengucapkan kalimat Thayyibah(kata yg baik) 


*(HR. Bukhari, Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Kalimat yang baik adalah sedekah*


*6* Menyingkirkan gangguan di jalan.


*(HR. Bukhari, Muslim)*

Rosulullah SAW bersabda :

*Menyingkirkan gangguan dijalan adalah sedekah*


*7*.Bila kita belum bisa melaksanakan seluruh amalan Ramadhan, maka pilihlah salah satu dari amalan Ramadhan.


*Sedekah, Tilawah, Iktikaf.*

Pilihlah salah satu jadikanlah sebagai amalan unggulanmu.


Jangan biarkan Ramadhan pergi meninggalkan kita, tanpa satupun kita punya amalan unggulan.

Ya Allah mudahkanlah, ringankanlah kami semua untuk melaksanakan amalan2 tsb diatas, sehingga kami tidak menjadi orang2 yang merugi.

Aamiin Ya Robbal Alamiin

Tuesday, March 17, 2026

Bagaimana Kita Mengakhiri Ramadhan ?

Bagaimana Kita Mengakhiri Ramadhan ?


Setiap muslim di ujung ramadhan mendapati dirinya pada dua dilema yang selalu berulang setiap tahunnya. Kita pasti bersedih karena akan kehilangan momentum pahala dan keberkahan yang berlipat-lipat di bulan ramadhan, namun pada saat yang sama kita juga harus bergembira dengan datangnya hari raya Idul Fitri. Dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda tentang kebahagiaan di hari raya : “ Sesungguhnya setiap kaum itu mempunyai hari raya, dan sungguh inilah hari kegembiraan bagi kita “ (HR Bukhori).


Setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan seorang muslim di akhir ramadhan.

*Pertama : Berusaha tetap istiqomah dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.*

Rasulullah SAW senantiasa meningkatkan ibadahnya di akhir Ramadhan. Beliau juga menjalankan sunnah I’tikaf – berdiam diri di masjid untuk beribadah – selama sepuluh hari yang terakhir. Dari Aisyah ra, ia berkata : adalah Nabi SAW ketika masuk sepuluh hari yang terakhir (Romadhon), menghidupkan malam, membangunkan istrinya, dan mengikat sarungnya (HR Bukhori dan Muslim). 

Di akhir Ramadhan ini, hendaknya seorang muslim sejenak melakukan perenungan diri. Bermuhasabah agar hati ini tidak merasa sombong dengan banyak ibadah yang telah dilakukan, tapi justru terus mawas diri dan berharap agar puasa dan amal ibadah lainnya selama Ramadhan ini benar-benar diterima di sisi Allah SWT. Hendaklah kita merenungi sabda Rasulullah SAW : " Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang sholat malam, tapi tidak mendapatkan dari sholatnya kecuali hanya begadang " (HR Ibnu Majah & al-Hakim)



*Kedua :Mengeluarkan zakat fitrah dengan ikhlas dan tepat waktu*

Dari Ibnu Abbas ra :Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari kesia-sian dan perbuatan keji, dan juga sebagai makanan bagi kaum miskin. 

Barang siapa yang menunaikannya sebelum sholat (ied) maka itu adalah zakat yang dikabulkan, dan barang siapa yang menunaikannya setelah sholat (ied) maka dia termasuk sedekah biasa.(HR Ibnu Dawud & Ibnu Majah)


*Ketiga : Meningkatkan Syiar Idul Fitri, dan bukan sekedar menjaga tradisi.*

Hari raya Idul Fitri adalah salah satu syiar dalam agama Islam. Karenanya, sudah sepatutnya seorang muslim menyambutnya dengan kegembiraan dan mengagungkannya. 

Allah SWT berfirman : “ dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar (agama) Allah, Maka Sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati “ (QS Al-Haj:32)


Rasulullah SAW dalam haditsnya banyak menunjukkan esensi hari raya Idul Fitri sebagai sebuah syiar yang harus disemarakkan.dengan sebuah kegembiraan yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW : " Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, kegembiraan ketika berbuka ( buka puasa dan saat Idul Fitri) dan kegembiraan saat bertemu Tuhan mereka " ( HR Bukhori &; Muslim). 

Ya Allah Al Muta'ali, berilah kpd kami, kel, shbt dan kel nya agar mampu menutup Ramadhan tahun ini dengan ihsan, serta menyambut dan mengisi Idul Fitri dengan kegembiraan yang bernilai di sisi-Mu.

Aamiin.

Monday, March 16, 2026

Tiga Catatan di Pengujung Ramadhan

 *Tiga Catatan di Pengujung Ramadhan*


Ramadhan tahun ini sudah hampir di tetes terakhir untuk kita nikmati.

Paling tidak ada tiga catatan yang patut kita garis bawahi selama menikmati Ramdhan tahun ini.


*Pertama, seliar apa pun nafsu kita, ia bisa didewasakan*.

Momentum Ramadan menyediakan tarbiyah khusus buat nafsu kita.

Allah Ta'ala berfirman : “…sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus : 53)

Di luar Ramadan, pintu-pintu aliran energi nafsu kerap terbuka lebar.

Kekuatan nafsu kian berkembang bersama energi yang diperoleh tubuh dari makan, minum, dan lain-lain. Bayangkan jika pintu-pintu itu tak pernah tertutup. Nafsu jadi kian liar.

Allah SWT menghadiahi shaum agar seorang mukmin bisa mendewasakan nafsu. Bisa menutup-buka pintu-pintu energinya.

Nafsu harus dipaksa. Agar, ia bisa dewasa. Semoga tarbiyah Rabbaniyah di bulan Ramadhan ini telah memdewasakan nafsu kita. Sehingga, pasca Ramadhan nanti kita bisa mengendalikan diri.


*Kedua, sekotor apa pun jiwa kita, ia bisa dibersihkan.*

Alur hidup persis seperti aliran air dalam pipa-pipa. Ada yang masuk, mengalir dan berproses hingga menjadi keluaran. Kian kotor masukan, makin banyak endapan yang melekat pada bagian dalam pipa.

Selama sebelas bulan, saringan-saringan masukan boleh jadi begitu longgar. 

Semua bisa masuk. Mulai dari yang samar, kotor, bahkan beracun. Kalau saja tidak dipaksa ada saringan, proses pengeroposan menjadi sangat cepat. Jiwa-jiwa yang keropos akan membutakan mata hati.

Allah SWT berfirman : “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami? Atau, telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karenasesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi hati yang di dalam dada.” (QS. Al Hajj : 46)

Jika aliran yang masuk melalui pipa mata, telinga, mulut, pikiran, dan rasa bisa tersaring jernih; tidak akan ada endapan. Ibadah yang sebelumnya berat menjadi ringan. Sangat ringan!

Allah SWT berfirman“ Demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sungguh beruntung yang mensucikan jiwa itu, dan sungguh merugi yang mengotorinya.” (QS. As Syam: 7-10)


*Ketiga, sepicik apa pun ego kita, ia bisa dicerdaskan.*

Kadang manusia bangga berdiri di atas egonya. Seolah ia mengatakan, “Inilah saya!” Nalar berikutnya pun bilang, pusatkan semua kekuatan diri demi kepuasan ego. Walau sebenarnya, keakuan itu sudah melabrak nilai-nilai ketinggian Islam.

Karena ego, orang bisa menganggap kalau dirinyalah yang terbaik. Tak perlu masukan dan sumbang saran. Karena ego pula, orang menjadi tak perlu berjamaah.

Ramadhan memaksa ego untuk tunduk dengan kenyataan. Bahwa, yang ego banggakan ternyata tak sekuat yang dibayangkan. 

Dalam bentuk yang lain, ego bisa ditundukkan dengan memperbanyak sujud. Itulah di antara makna qiyamul lail. Ketika sendiri, kemuliaan ego melalui simbol kepala secara terus-menerus disejajarkan dengan bumi. Suatu tempat di mana di situ ada kotoran, tempat berpijak kaki-kaki hewan, dan tempat berkumpul kotoran manusia. Ego dipaksa untuk melihat kenyataan diri. Bahwa, ia hanya seorang hamba.

Allah dalam firman-Nya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya...” (QS. Al Bayyinah : 5)

Ya Allah Al Waali, jadikan ramadhan tahun ini, bisa mengembalikan kesadaran kami, kel, shbt dan kel nya, bahwa tugas utama seorang hamba,adalah menyembah kepada-Mu.

Aamiin

 

Saturday, March 14, 2026

4 Golongan yang Tidak Mendapatkan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar merupakan karunia besar Allah yang hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam (SAW). Ibadah pada malam itu lebih baik dari 1000 bulan atau 83 tahun lebih. Namun, ada empat golongan tidak mendapatkan Lailatul Qadar tesebut. Siapa saja mereka? 


Adapun orang yang tidak akan mendapatkan Lailatul Qadar diterangkan dalam Kitab Al-targhib wat Tarhib. Berikut keterangannya:

"Maka ketika fajar telah meyingsing, Malaikat Jibril menyeru: Wahai para Malaikat, silakan pergi! silahkan pergi! maka mereka bertanya: Wahai Malaikat Jibril, apa yang akan diperbuat Allah terhadap kepentingan-kepantingan orang-orang mukmin dari Ummat Muhammad? Jibril menjawab: Allah memperhatikan mereka maka Dia akan mengampuni mereka, kecuali empat orang. Kemudian para sahabat bertanya: Siapakah mereka Ya Rasulullah? Beliau menjawab: "Mereka adalah (1) Orang yang selalu meminum minuman keras, (2) Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, (3) Orang yang memutus tali silaturrahim, (4) Orang yang bermusuhan, tidak bertegur sapa selama lebih dari tiga hari." 

Ya Allah Az Zhahiir, jadikan kami, kel, shbt dan kel nya bukan termasuk empat golongan orang yang tidak mendapatkan Lailatul Qadar.

Aamiin.

Friday, March 13, 2026

7 Keutamaan Hari Jum'at di Bulan Ramadhan

Hari Jumat menjadi salah satu momen istimewa dalam agama Islam. Keistimewaan hari Jumat semakin terasa pada saat Ramadhan, karena Ramadhan merupakan bulan suci yang penuh berkah.


*1.Hari Jumat, Pintu Pahala yang Terbuka Lebar*

Hari Jumat dianggap sebagai hari yang diberkahi dalam Islam. Hari dimana pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. 

Hal ini menunjukkan pentingnya hari Jumat dalam memperoleh pahala. Di bulan Ramadhan amalan setiap perbuatan dilipat gandakan. Maka dari itu, ini adalah waktu bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan-amalan terutama pada hari Jumat.


*2. Shalat Jumat,Puncak Keberkahan di Tengah Bulan Ramadhan*

Dalam islam, seorang laki-laki Muslim memiliki kewajiban untuk shalat Jumat. Seorang laki-laki Muslim yang menjalankannya shalat Jumat, tidak hanya berpeluang mendapat pahala shalat Jumat yang lebih besar tetapi juga mendapat ampunan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat, kemudian dia bersuci sebersih mungkin, mengenakan wangi-wangian jika ada, lalu pergi ke masjid, mendengarkan khotbah tanpa bicara, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu di antara dua Jumat.”

Dengan begitu, kehadiran kita dalam shalat Jumat di bulan Ramadhan merupakan momen yang sangat berharga untuk mendapatkan ampunan 


*3. Memperbanyak Dzikir dan Doa*

Hal yang dianjurkan dalam bulan Ramadhan. Di hari Jumat, dzikir dan doa memiliki pahala yang lebih besar.

Dengan memperbanyak dzikir dan doa pada hari Jumat di bulan Ramadhan, kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.


*4. Bersedekah di Hari Jumat*

Keberkahan sedekah di hari Jumat pada bulan Ramadhan akan lebih terasa. Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya hari Jumat itu memiliki saat yang tidak seorangpun yang muslim meminta sesuatu kebaikan padanya kecuali Allah akan memberikannya kepadanya, dan itulah setiap Jumat.”

Dengan memanfaatkan momen ini, bersedekah di bulan Ramadhan menjadi salah satu cara untuk meraih keberkahan dan pahala yang berlimpah.


*5. Membaca Al-Qur’an* 

Al-Quran merupakan petunjuk bagi umat Islam. 

Di bulan Ramadhan, membaca Al-Quran pada bulan Ramadhan menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.”

Dengan membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan, terutama di hari Jumat, kita bisa memperbanyak amalan dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.


*6. Berusaha Meningkatkan Kualitas* 

Hari Jumat di bulan Ramadhan menjadi momen yang pas untuk meningkatkan kualitas ibadah kita.

Rasulullah SAW bersabda : “Hendaklah

setiap orang di antara kamu meraih keberkahan hari Jumat dengan memperbanyak

shalawat (doa) kepadaku karena pada hari Jumat itu diperlihatkan amal perbuatan kepada ku. Maka aku senang melihat amal perbuatan kalian dalam keadaan bersuci.”

Dengan memperbaiki kualitas ibadah kita di Hari Jumat di bulan Ramadhan, kita bisa

lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.


*7.Menjaga Keharmonisan dan Persaudaraan di TengahMasyarakat*

Hari Jumat juga menjadi momen dimana umat Islam berkumpul di masjid untuk melaksanakan shalat Jumat. Di bulan

Ramadhan, momen shalat Jumat menjadi lebih istimewa karena kita berkumpul dan

merayakan kebersamaan sembari melaksanakan ibadah. Rasulullah SAW bersabda :“Tidak ada suatu kaum pun yang mendirikan shalat Jumat kemudian mereka berjabat tangan, kecuali diampuni dosa-dosa mereka di antara Jumat yang satu dengan Jumat yang lainnya dan mereka diselamatkan dari kesulitan dan kejahatan.”

Ya Allah Al Awwal, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya menggapai keutamaan hari Jum'at di bulan Ramadhan.

Aamiin.

Thursday, March 12, 2026

Keistimewaan dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Keistimewaan dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar, diantaranya yaitu: 

*1. Malam yang lebih baik daripada 1.000 bulan* 

Allah Ta'ala berfirman: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”. (QS. Al-Qadr : 3)

Dalam tafsir al-Thabari

disebutkan bahwa Mujahid berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‘lebih baik dari seribu bulan’ adalah amal, puasa, dan salat malam yang dilakukannya pada malam ini lebih baik dari amalan yang dilakukan selama 1.000 bulan. 


*2. Diampuninya dosa seseorang yang menghidupkan malam tersebut*

Dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu;anhu disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari) 


*3. Malam yang penuh berkah* 

“ Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi”. (QS. Al-Dukhan : 3) 

Para ulama tafsir, salah satunya al-Qurtubi dalam tafsirnya menyebutkan bahwa yang dimaksud ‘malam yang diberkahi’ pada ayat tersebut adalah malam lailatul qadar yaitu malam dimana diturunkannya Al-Quran. 


*4. Pada malam ini para malaikat turun dan juga Malaikat Jibril a.s.*

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”. (QS. Al-Qadr : 4) Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa banyaknya malaikat yang turun pada malam tersebut menandakan banyaknya berkah yang turun pada malam itu, karena malaikat turun bersamaan dengan turunnya berkah.


*5. Malam dicatatnya takdir tahunan*

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”. (QS. Al-Dukhan : 4) 

Yang dimaksud dengan ‘urusan’ di sini ialah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk seperti: hidup, mati, rezki, untung baik, untung buruk dan sebagainya.


Ya Allah Al Mu'akkhir, temukan kami, kel, shbt dan kelnya dengan malam lailatul qadar agar mendapatkan keutamaanya.

Aamiin.

Tuesday, March 10, 2026

4 Amalan di 10 Hari Terakhir Ramadan Seperti Rasulullah SAW, Jangan Sampai Kelewat!

Umat Islam terhitung sudah menjalankan ibadah puasa selama 19 hari. Muslim pun akan segera memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadan.

Lantas, tahukan Anda jika 10 hari terakhir Ramadan memiliki banyak keistimewaan. Salah satunya adalah adanya Malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.

Selain itu, keistimewaan lain di 10 hari terakhir Ramadan adalah mendapatkan ampunan dosa, turunnya para malaikat, dan dijauhkan dari api neraka.


Dikutip dari berbagai sumber, berikut merupakan empat amalan yang bisa dilakukan umat Islam di 10 hari terakhir Ramadan sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.

*1. Memperpanjang Ibadah Salat Malam*

Umat Islam dianjurkan untuk memperpanjang ibadah salat malam dan memperbanyak zikir hingga terbit fajar di 10 hari terakhir Ramadan. 

Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah." (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)


*2. Memperbanyak Sedekah*

Hal ini bisa dilakukan dengan berzakat fitrah dan zakat mal.  

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (QS. as-Sajdah: 16)


*3. I'tikaf*

I'tikaf ataau berdiam diri di masjid dengan beribadah juga termasuk ke dalam kegiatan yang dianjurkan dilakukan di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Hal ini seperti yang disampaikan Abdullah bin Umar RA.

"Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan." (HR Muttafaq ‘alaih)


*4. Membaca Al-Quran*

Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur'an bagaikan buah limau, baunya harum dan rasanya lezat. Sedangkan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an bagaikan kurma, tidak berbau tapi lezat rasanya." (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)


Ya Allah Al Muqtadir, berilah kemampuan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk melaksanakan amalan² ini di hari-hari terakhir puasa romadhon kami.

Aamiin

Monday, March 9, 2026

Inilah Lima Hikmah Berbagi di Bulan Ramadhan

Ramadan dikenal sebagai bulan kedermawanan. Sedekah bukan hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi salah satu amalan yang dapat menghapus dosa, sebagaimana air memadamkan api.


Allah Ta'ala berfirman :

"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS: Al Hadid: 7)


Ada 5 Hikmah yang mampu mengilhami kita untuk berbagi:

*1. Bebagi itu Mulia,* Artinya: ketika kita berbagi kita akan mulia dihadapan Allah karena menolong sesama. Kemudia kita juga mulia dihadapan manusia karena kita mau untuk berbagi kepada mereka . 

*2. Berbagi adalah bersyukur,*  Artinya: ketika kita punya potensi diri kemudian kita bisa untuk bermanfaat untuk orang lain itulah menunjukan kita mampu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita. Kalau punya banyak harta dengan berbagi fakir dan miskin itulah bukti anda mampu bersyukur.

*3. Berbagi itu Amanah,* Artinya: Setiap harta yang kita miliki ada titipan Allah yang harus kita berikan kepada sesama manusia. Ingatlah harta dan potensi diri akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah.

*4. Berbagi itu Prestasi,* Artinya: Seberapa kita mampu untuk berkorban untuk barbagi itu menunjukan prestasi kita dihadapan Allah.

*5. Berbagi itu Investasi,* Arinya: Ketika memberI maka itulah amal jariah yang menjadi investasi kita dan akan kita terima nanti diakhirat.


Ya Allah Al Qadiir, mampukan kami, kel, shbt dan kel nya menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa senang untuk berbagi.

Aamiin