Slider

Slider
teguhpriyanto. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Pengantar

Ini blog bisnis dan pendidikan...
Mohon bantuannya untuk koreksi dan perbaikan serta tambahan materi....
Jangan lupa untuk like blog ini dengan cara klik G+ warna biru...
Mari berkembang dan maju bersama...terima kasih

Technology

Technology

Games

Games

Wednesday, February 25, 2026

Hindari yang Makruh dalam Berpuasa

Makruh adalah perbuatan yang bila dilakukan tidak menimbulkan dosa atau batalnya suatu ibadah, namun mengurangi nilai dari ibadah itu sendiri. Jadi, hal-hal yang bersifat makruh sebaiknya dihindari agar suatu ibadah yang kita jalani dapat lebih sempurna.

Adakah hal-hal yang dianggap makruh dalam berpuasa? 

Dari Sahabat Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:“Betapa banyak banyak orang yang berpuasa, namun tidak ada yang ia dapatkan kecuali hanya rasa lapar , dan betapa banyak orang yang melakukan ibadah malam harinya tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya begadang” (HR. Ahmad).

Dari berbagai sumber

berikut hal-hal makruh dalam berpuasa yang sebaiknya kita hindari, yakni: 

*1. Berlebih-lebihan dalam berkumur dan beristinsyaq* (memasukkan air ke dalam hidung, lalu menghirupnya dengan sekali nafas sampai ke dalam hidung yang paling ujung) ketika berwudhu’. 

Sabda Nabi Saw kepada Laqith bin Shabrah: “Bersungguh-sungguhlah dalam berkumur dan dalam meng-hirup air ke hidung, kecuali jika engkau sedang berpuasa.”(HR at Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad dan lainnya)

*2. Tidur sepanjang hari*

  Jika dalam tidur sepanjang hari, seseorang bisa lalai tidak melaksanakan shalat fardhu ataupun membuat puasanya menjadi tidak sempurna, maka jelas tidur tersebut tidak hanya makruh tetapi juga haram karena menyebabkan dosa. 

*3. Mencicipi makanan*

  Ketahuilah hukum mencicipi makanan saat puasa sebelum Anda mempraktekkannya. Sebab dikhawatirkan makanan tersebut justru tertelan dan berpotensi membatalkan puasa. Akan lebih baik bila yang mencicipi makanan tersebut adalah anggota keluarga yang tidak wajib berpuasa.

*4. Mencium*

Dimakruhkan untuk mencium bagi orang yang sedang berpuasa, karena ciuman terkadang dapat membangkitkan nafsu syahwat yang dapat merusak puasanya. 

*5. Wishal* 

Dimakruhkan wishal dalam berpuasa. Pada hakikatnya yang dilarang adalah berpuasa dua hari atau lebih tanpa sedikit pun mengkonsumsi makanan atau minuman sepanjang siang dan malam. Dan jika memakan atau meminum sesuatu walaupun sedikit, maka hal itu tidak disebut sebagai wishal.

*6. Bersiwak*

 Sebagian ulama memakruhkan siwak (gosok gigi) setelah zawal (tergelincirnya matahari atau waktu menjelang Zhuhur). Dan yang shahih, siwak itu disyari’atkan sebelum zawal dan setelahnya pada bulan Ramadhan dan bulan lainnya.

Ya Allah Al Muhshii, berilah kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya dapat terhindar dari hal² yang makruh saat berpuasa, dan Engkau terima ibadah puasa kami.

Aamiin

Tuesday, February 24, 2026

Puasa Tapi Masih Marah-Marah?

(Puasa Lapar Perut, atau Puasa Hati dan Lisan?).

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh. 


Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita, Muhammad ﷺ, keluarga dan sahabat beliau.

Kadang kita jumpai, bahkan mungkin diri kita sendiri…

Sudah puasa, tapi masih gampang emosi.

Sudah menahan lapar, tapi belum menahan amarah.

Padahal pertanyaannya sederhana:

Yang puasa itu perut kita saja… atau juga hati kita?

1️⃣ Puasa Itu Bukan Sekadar Lapar

Rasulullah ﷺ bersabda:

Dalil Arab:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

Latin:

Rubba shā`imin laisa lahu min shiyāmihi illā al-jū‘u wal-‘athasy.

Artinya:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan haus.”

(HR. Ahmad)

Artinya apa?

Kalau lisannya masih tajam, emosinya masih meledak-ledak, akhlaknya tidak berubah… bisa jadi yang puasa hanya fisiknya.

2️⃣ Kalau Marah, Katakan: “Saya Sedang Puasa”

Rasulullah ﷺ bersabda:

Dalil Arab:

فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ

Latin:

Fa idzā kāna yaumu shaumi ahadikum falā yarfuts walā yashkhab, fa in sābbahu ahadun aw qātalahu falyaqul: innī shā’im.

Artinya:

“Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berteriak-teriak. Jika ada yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa itu latihan pengendalian diri.

Bukan hanya menahan makan, tapi menahan reaksi.

3️⃣ Marah Itu Dari Setan

Rasulullah ﷺ bersabda:

Dalil Arab:

إِنَّ الْغَضَبَ مِنَ الشَّيْطَانِ

Latin:

Innal ghadaba minasy-syaithān.

Artinya:

“Sesungguhnya marah itu dari setan.”

(HR. Abu Dawud)

Bayangkan…

Kita sedang puasa ingin mendekat kepada Allah,

Tapi justru membuka pintu setan lewat amarah.


Contoh Real di Kehidupan

✅ Di Rumah

Sudah jam 4 sore. Lapar. Anak ribut.

Biasanya langsung bentak:

“Diam kamu! Ayah lagi puasa!”

Padahal yang salah siapa? Anak atau lapar kita?

Seharusnya puasa membuat kita berkata lembut: “Nak, ayah lagi capek. Yuk pelan-pelan ya.”

✅ Di Jalan

Lagi macet menjelang buka. Ada motor serobot.

Biasanya: klakson panjang + emosi.

Kalau ingat hadits tadi:

Dalam hati bilang, “Saya sedang puasa.”

Puasa itu rem.

Kalau mobil tanpa rem, bahaya.

Orang tanpa kendali emosi, lebih bahaya.

✅ Di Kantor

Sudah haus, kerjaan numpuk, bawahan salah sedikit langsung meledak.


Padahal bisa jadi Allah sedang menguji: “Kamu ini benar puasa atau cuma menahan makan?”

Kenapa Puasa Harus Menenangkan?

Karena tujuan puasa adalah takwa.

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

Dalil Arab:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ ... لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Latin:

Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyām… la‘allakum tattaqūn.

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa… agar kalian bertakwa.”

Takwa itu pengendalian diri.

Kalau masih gampang marah, berarti latihan takwanya belum lulus.


Penutup 

Kalau sebelum Ramadhan kita mudah marah, Tapi setelah 10 hari, 20 hari, bahkan 30 hari… masih sama… Berarti yang berubah cuma jadwal makan kita, belum hati kita.

Mari kita jadikan puasa bukan sekadar menahan lapar,

Tapi menahan ledakan amarah.

Karena bisa jadi…

Orang yang paling berat puasanya bukan yang paling lapar,

Tapi yang paling sabar.

Semoga Allah menjadikan puasa kita bukan hanya lapar dan haus,

Tapi puasa yang menghaluskan hati dan menenangkan jiwa.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dua Waktu yang Paling Berkah di Bulan Ramadhan

Dalam Islam disebutkan ada waktu-waktu yang penuh dengan limpahan keberkahan , salah satunya adalah di waktu pagi hari. 

Di bulan Ramadhan , keberkahan waktu ini sangat dahsyat keutamaannya. 

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut waktu-waktu di mana Allah turunkan banyak keberkahan bagi manusia, yaitu:

*1. Waktu sahur*

Dari Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda, “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.”(HR Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud barokah adalah turunnya dan tetapnya kebaikan dari Allah pada sesuatu. Barokah bisa mendatangkan kebaikan dan pahala, bahkan bisa mendatangkan manfaat dunia dan akhirat. Namun patut diketahui bahwa barokah itu datangnya dari Allah yang hanya diperoleh jika seorang hamba mentaati-Nya. 

Rasulullah saw yang bersabda, ”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR Bukhari dan Muslim). 


*2.Waktu Subuh*    

  Rasulullah saw bersabda, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud) 

Sebagian Ulama ada yg mengatakan, karena waktu subuh berkah sehingga tidur di waktu Subuh hukumnya makruh. 

Sebaiknya jangan tidur setelah Subuh karena waktu itu juga turunya rezeki dan berkah.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah ra. berkata, “Tidur setelah Subuh mencegah rezeki, karena waktu Subuh adalah waktu mahluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah Subuh suatu hal yang dilarang (makruh) kecuali ada penyebab atau keperluan.” (Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibaad 4/222)

Ya Allah Al Hamiid, berilah kpd kami, kel, shbt dan kel nya, berokah di bulan ramadhan tahun ini.

Aamiin.

Monday, February 23, 2026

Doa Agar Bisa Menahan Marah Selama Puasa

Salah satu syarat agar ibadah puasa kita diterima Allah Subhanahu wa ta'ala adalah menahan hawa nafsu . 

Hanya saja, sebagai manusia yang banyak khilaf dan kesalahan , kita terkadang tidak mampu mengendalikan amarah dan emosi yang ada di dalam benak.

Islam telah mengajarkan kita untuk dapat menahan hawa nafsu. Salah satu cara yang selalu dianjurkan adalah dengan berwudhu. Namun, alangkah lebih baiknya jika wudhu juga dibarengi dengan melafalkan doa-doa yang bisa digunakan untuk meredam amarah atau emosi. 

Berikut do’a yang dapat dilafalkan ketika kita merasa emosi atau marah : *A’uudzu billahi minas syaithanir rajiim.* Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Rasulullah Saw terlebih dahulu menyadari bahaya dari kondisi seseorang yang sedang dilanda amarah, oleh karena itu Rasulullah mengajarkan bagaimana cara mengatasi emosi yang sedang bergejolak di dalam batin seseorang. *Allahummaghfir lii dzambii wadzhib ghaidzho qolbii wa ajirnii minasy syaithooni*

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku dan selamatkanlah aku dari kejahatan syaitan.

Ya Allah Al Waliyy, berilah kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya untuk dapat menahan marah 

selama menjalankan ibadah puasa, dan terimalah amal ibadah puasa kami.

Aamiin.

Saturday, February 21, 2026

Menyegerakan Berbuka Puasa dan Mengakhirkan Sahur

Dari Sahl bin Sa'ad, bahwa Rasulullah Saw. bersabda :

"Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”

(HR. Bukhari dan Muslim)


Hadist diatas menegaskan bahwa hendaknya kita menyegerakan berbuka puasa ketika sudah memasuki waktunya, walaupun hanya dengan seteguk air atau dengan makanan yang manis seperti kurma dan lainnya.

Dari Anas bin Malik Ra, beliau berkata :

"Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan ruthob (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.”

 (HR. Abu Daud )


Untuk do'a berbuka puasa, kita ikuti do'a yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. sebagaimana hadits dari ‘Abdullah bin Umar Ra beliau berkata bahwa Rasulullah Saw. apabila berbuka beliau berdoa :

*DZAHABAD DZOMAAU WABTALLATIL 'URUUQU WA TSABATAL AJRU INSYA ALLAH*

"Rasa haus telah pergi dan urat-urat telah terbasahi serta mendapat pahala insya Allah."(HR. Abu Dawud, Ad Daruquthni, Baihaqi)


Di samping itu kita juga disunnahkan untuk mengakhirkan waktu makan sahur hingga menjelang fajar. 

Dari Anas, dari Zaid bin Tsabit, ia berkata :

"Kami pernah makan sahur bersama Nabi Saw. Kemudian kami pun berdiri untuk menunaikan shalat."

Kemudian Anas bertanya pada Zaid :

" Berapa lama jarak antara adzan Shubuh dan sahur kalian?”

Zaid menjawab :

"Sekitar membaca 50 Ayat."(HR. Bukhari dan Muslim )


Yang disunnahkan adalah kita harus makan sahur, karena makanan saat sahur adalah penuh dengan" keberkahan. 

Dari Abu Sa'id Al Khudri, berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda :

"Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkannya sekalipun hanya dengan minum seteguk air."

 (HR. Ahmad)

Lafal do'a makan sahur yang dibaca Rasulullah SAW :

 *"Yarhamhullahul mutasahhiriin"*

"Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur."

 (HR At-Thabarani)


 Ya Allah Al Qawiyyu, beri kami, kel, shbt dan kel nya kemampuan agar bisa istiqoma menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, agar mendapatkan keberkahan dalam ibadah puasa di bulan suci Ramadhan kali ini.

Aamiin

Friday, February 20, 2026

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

👍Sungguh Sangat Beruntung

*Berbakti* *Kepada Kedua Orang Tuanya*


*(HR.Muslim)*

 Rosulullah SAW bersabda :

*Sungguh amat kasihan, sungguh amat kasihan, dan sungguh amat kasihan*

 Kemudian Beliau ditanya :

*Siapa, ya Rasulullah?*

 Beliau bersabda :

*“Orang yang mendapati kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau kedua-duanya, tetapi ia tidak masuk surga".*


*❇️ Bagi seorang muslim :* berbuat baik dan berbakti kepada orang tua bukan hanya *_sekadar_* memenuhi tuntunan _norma susila dan norma kesopanan,_ namun juga memenuhi norma agama, atau dengan kata lain dalam rangka menaati perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.


*1* Berbakti 

kepada orang tua merupakan amal yang paling utama.


*2* Ridha Allah tergantung ridha orang tua.


*3* Berbakti kepada orang tua dapat dijadikan *_wasilah/penyebab_* untuk melepaskan dari kesulitan.


*4* Berbakti kepada orang tua adalah silaturahim utama, dapat melapangkan rizki dan memanjangkan umur.


*5* Berbakti kepada orang tua akan dimasukkan kedalam surga.


*❇️ Birrul walidain atau berbakti kepada orang tua hukumnya wajib/perintah Allah SWT.*


*(QS. Al Isra' : 23)*

Yang artinya :

*Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya....................*


*❇️ Berlaku lembut terhadap kedua orang tua adalah termasuk berbakti*.


 *(QS. Al Isra' : 23)*

Yang artinya :

*......................Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan *"ah"* 

*Dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia*


*(QS. Al Isra' : 24)*

Yang artinya :

*Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah* _*"Wahai Rabb-ku, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik dan mengasihi aku di waktu kecil"*_.


*❇️ Durhaka kepada orang tua balasannya adalah :*

>Tidak mencium baunya surga

>Hidupnya tidak barokah

>Doanya tidak diterima/ditolak


*Ya Allah jadikanlah kami dan anak cucu kami semua adalah anak2 yang berbakti kepada ke dua orang tua, baik orang tua yg masih hidup maupun yang sudah wafat*


*Aamiin Ya Robbal Alamiin*

Bukan Sekadar Lapar, Tapi Belajar Sabar

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang masih memberi kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesempatan menjalani ibadah puasa.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ.

Sdrku yang dirahmati Allah…

Puasa itu bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Kalau hanya lapar, orang diet juga lapar. Kalau hanya haus, orang kerja berat juga haus. 


Tapi puasa adalah latihan sabar.

📖 1. Puasa dan Sabar Itu Satu Paket

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ


Yā ayyuhalladzīna āmanū ista‘īnū bish-shabri wash-shalāh, innallāha ma‘ash-shābirīn.

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)

Sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud sabar di sini termasuk puasa, karena puasa adalah bentuk sabar yang paling nyata.

📖 2. Puasa Disebut Bulan Kesabaran

Rasulullah ﷺ bersabda:

الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ


Aṣ-ṣawmu niṣfuṣ-ṣabr.

Artinya:

"Puasa itu setengah dari kesabaran." (HR. Tirmidzi)

Kenapa? Karena dalam puasa ada:

Sabar menahan lapar

Sabar menahan emosi

Sabar menahan lisan

Sabar menahan pandangan

Sabar menahan keinginan

🌿 Bukan Sekadar Lapar

Kalau puasa hanya lapar, maka:

❌ Masih marah-marah

❌ Masih ghibah

❌ Masih mudah tersinggung

❌ Masih emosi di jalan

Maka Rasulullah ﷺ mengingatkan:

فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ


Fa idzā kāna yaumu shaumi aḥadikum falā yarfuts walā yashkhab.

Artinya:

"Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berteriak-teriak." (HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa bukan hanya menahan perut, tapi juga menahan karakter buruk.

🌾 Contoh Real di Masyarakat

1️⃣ Di Rumah

Biasanya sebelum puasa, kalau anak rewel langsung naik nada.

Saat puasa? Kita belajar berkata lebih lembut.

Bukan karena lemas, tapi karena sadar: "Saya sedang latihan sabar."

2️⃣ Di Jalan

Macet, diserobot, diklakson.

Kalau tidak puasa mungkin sudah turun dari motor.

Tapi saat puasa kita ingat: "Saya sedang dididik Allah."


3️⃣ Di Kantor

Ada rekan kerja menyebalkan.

Biasanya ingin membalas.

Saat puasa kita belajar menahan, karena Allah berjanji:

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar."

Dan kalau Allah sudah bersama kita, masalah terasa ringan.

🌤️ Hikmah Besar

Kalau sebulan kita berhasil sabar…


InsyaAllah setelah Ramadhan:

Lebih tenang dalam rumah tangga

Lebih bijak dalam mengambil keputusan

Lebih adem di masyarakat

Lebih kuat menghadapi ujian hidup

Karena hidup ini tidak akan bebas dari masalah.

Tapi orang sabar selalu punya ketenangan.


🌸 Penutup

Hadirin yang dirahmati Allah…

Puasa bukan lomba siapa paling lapar.

Tapi lomba siapa paling sabar.

Karena lapar hanya terasa beberapa jam…

Tapi sabar membentuk karakter seumur hidup.

Semoga puasa kita bukan hanya menahan makan,

Tapi juga menahan amarah, menahan lisan, dan menahan ego.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Thursday, February 19, 2026

Jangan Biarkan Puasa Kita Sia-Sia

Rasulullah Saw. bersabda :

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.”

(HR. Ath Thabrani)


Ada beberapa hal yang membuat amalan puasa kita menjadi sia-sia, antara lain :

 *1. Berkata Dusta (az zuur)*

Inilah perkataan yang membuat puasa seorang muslim bisa sia-sia, hanya merasakan lapar dan dahaga saja.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw. bersabda :

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.”

(HR. Bukhari)


*2. Bicara tanpa makna (laghwu) dan jorok/porno (rofats).*

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw. bersabda :

"Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia (lagwu) dan jorok (rofats.) Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya :

“Aku sedang puasa, aku sedang puasa.”

 *(HR. Ibnu Majah dan Hakim)


 *3. Melakukan Berbagai Macam Maksiat.*

Jabir bin ‘Abdillah menyampaikan petuah yang sangat bagus :

“Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.”


Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw. bersabda :

"Banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan apapun kecuali rasa lapar. Banyak orang yang beribadah di malam hari, namun yang didapatkannya hanyalah keletihan akibat tidak tidur malam”

(HR. Ibnu Majah)


Ya Allah Al Haqq, berilah kekuatan kpd kami, kel, shbt dan kel nya, untuk menjauhkan dari berbagai hal yang dapat mengurangi kesempurnaan pahala puasa kami...Aamiin

Monday, February 16, 2026

Menyindir Orang Dalam Islam dan Dalilnya

Apabila dilihat dari bahasa, menyindir merupakan mencela atau mengejek orang lain secara tidak langsung.

Dalam hal ini, menyindir orang lain dengan tujuan yang hina seperti balas dendam, syirik dalam Islam, iri atau dengki pada orang yang kita sindir, maka hal tersebut tidak diperbolehkan agama.

Allah Ta'ala berfirman :

Fadilah Dzikir kepada ALLAH

FADILAH DZIKIR KEPADA ALLAH

1. Diingat Oleh Allah

Jika kita ingat Allah maka Allah lebih ingat kepada kita

(QS. Al Baqarah : 152) Yang artinya :